Cara Menambah Keuntungan dengan Job Costing

Cara sederhana untuk menghitung job costing bisa dilakukan dengan memperkirakan tingkat kesulitan pekerjaan tersebut. Semakin sulit sebuah pekerjaan, maka semakin sedikit orang yang bisa melakukannya. Secara otomatis pos pekerjaan ini akan membutuhkan uang yang lebih banyak. Belum lagi ketika Anda perlu menghitung faktor-faktor lain, misalnya harga peralatan dan bahan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Termasuk juga margin keuntungan yang dibutuhkan perusahaan agar bisa beroperasi dengan lancar.  Ada juga jarak kerja, transportasi karyawan, berapa lama proyek bisa diselesaikan dengan kapasitas kerja perusahaan, dan lain sebagainya. Setiap jenis proyek akan memerlukan penghitungan cost yang berbeda-beda sehingga mempengaruhi harga jual. 

Process costing, kalkulasi pembiayaan untuk produk atau jasa yang identik

Apa yang dimaksud dengan produk atau jasa yang identik? Coba bayangkan Anda mempunyai sebuah warung bakso dengan berbagai varian bakso berbeda. Meskipun ada berbagai varian isi atau rasa bakso, tetapi masing-masing jenis bakso tersebut tentunya sama antara satu dengan lainnya. Contoh lainnya adalah perusahaan kaos dalam. Perusahaan ini jelas membutuhkan tenaga kerja dan biaya material. Alur kerjanya jelas seperti pembelian kain, penghitungan serta pemotongan kain, lalu diarahkan ke penjahit, kemudian dijual setelah melewati proses pengemasan. Pemilik bisnis tentu lebih mudah mengontrol pembiayaan proyek karena tinggal mengikuti alur kerja yang sudah jelas. Cara inilah yang disebut dengan process costing. Sangat berbeda dengan job costing yang melibatkan banyak orang dengan spesialisasi kerja berbeda-beda.

Karakteristik usaha yang cocok untuk mengaplikasikan job costing

Kita bisa menyimpulkan karakteristik perusahaan yang cocok untuk mengaplikasikan job costing. Pertama, perusahaan yang memiliki banyak pos dan spesialisasi kerja berbeda-beda. Kedua, perusahaan dengan macam-macam produk dan jasa, atau tawaran custom order kepada pelanggan. Jika perusahaan-perusahaan jenis tersebut menggunakan process costing, tentunya akan mempengaruhi kalkulasi keuntungan. Oleh karena itu, pastikan Anda menggunakan job costing apabila perusahaan Anda memiliki pos kerja berbeda atau memiliki bermacam-macam produk.

Cara mudah menerapkan job costing 

Kita bisa mulai menerapkan job costing dengan mengidentifikasi proyek yang akan ditangani. Anda bisa menganalisis tenaga kerja, perlengkapan dan peralatan, bahan material, serta fasilitas penunjang agar pekerjaan bisa diselesaikan. Biasanya ada dua komponen pembiayaan proyek dalam job costing yaitu biaya langsung dan tidak langsung. Biaya langsung adalah anggaran yang diperlukan untuk kebutuhan manufaktur proyek, yaitu tenaga kerja yang langsung menangani proyek dan kebutuhan material. 

Sedangkan biaya tidak langsung adalah biaya-biaya di luar biaya langsung yang dapat mempengaruhi kinerja proyek. Salah satu contohnya yaitu tenaga dokumentasi untuk kebutuhan laporan pelaksanaan proyek.Apabila tenaga dokumentasi hanya bekerja dengan jam kerja dan standar kualitas biasa, anggaran gajinya tentu tidak bisa disamakan dengan pekerja proyek yang bekerja dengan durasi waktu lebih panjang. Job costing memerlukan kelihaian dalam menilai skala prioritas mana yang paling dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek.

Anda bisa memanfaatkan alat bantu untuk melakukan job costing

Job costing bisa menjadi terlalu sulit dilakukan ketika banyak faktor yang mempengaruhi. Kesulitan ini bisa berakibat pada kesalahan penghitungan biaya. Agar kesalahan-kesalahan tersebut dapat dihindari, Anda dapat memakai alat bantu untuk membuat job costing menjadi otomatis. Bagaimana caranya? Automasi job costing dengan bantuan teknologi digital akan sangat meringankan pekerjaan. Ada berbagai macam aplikasi yang bisa digunakan seperti BigTime, Procore, Quickbooks Online, dan lain sebagainya. Automasi sistem job costing digital akan membuat Anda lebih mudah mengambil keputusan untuk perhitungan besaran biaya proyek. 

Apalagi jika Anda bisa mengkalkulasinya dari proyek-proyek yang sudah dijalankan sebelumnya, aplikasi tersebut akan menyarankan besaran biaya proyek yang lebih stabil dan menguntungkan. Konsistensi laba dapat diperoleh dan pengerjaan proyek juga akan lebih terkontrol. Selain itu, penggunaan aplikasi untuk job costing akan membuat pekerjaan Anda lebih efektif dan efisien sehingga dapat lebih fokus dalam penyelesaian proyek.

[adrotate banner=”3″]


PUBLISHED03 Feb 2020
Ucig
Ucig

SHARE THIS ARTICLE: