7 Model Bisnis untuk Bertahan dalam Persaingan Pasar

Membuat bisnis bertahan di dalam persaingan ternyata lebih sulit dibanding memulai bisnis. Untuk mempertahankan dan mengembangkan bisnis, Anda membutuhkan model bisnis yang sesuai dengan jenis produk yang Anda tawarkan ke pelanggan.

Model bisnis biasanya menggambarkan pemikiran tentang bagaimana sebuah perusahaan menciptakan, memberikan, dan menangkap nilai-nilai, baik dari sisi ekonomi, sosial, atau bentuk lainnya.

Pastikan Anda Sudah Pakai Jurnal, Software Akuntansi Online Terpercaya!

7 Jenis Model Bisnis

Berikut adalah 7 jenis model bisnis menurut buku “The Automatic Customer” yang ditulis oleh John Warrilow.

Membership Website Model

Dengan model membership atau keanggotaan, Anda dapat membuat pelanggan lebih loyal terhadap produk yang Anda tawarkan.

Untuk membuat model bisnis ini, Anda harus menyediakan akses website yang memberikan informasi tertentu untuk model pembayaran regular secara berlangganan.

Model bisnis ini hanya cocok untuk segmentasi pasar yang jelas, seperti bisnis mobil antik, kolektor koin, furniture antik, dan lain sebagainya.

Melalui model bisnis ini, pelanggan Anda dapat berinteraksi satu sama lain dan menyebarkan promosi word of mouth tanpa Anda minta.

All-You-Can-Eat Content Model

Menggunakan model bisnis ini berarti Anda harus menyediakan akses copyrighted content yang tepat untuk melakukan promosi berlangganan melalui media video atau TV streaming.

Dengan adanya penawaran gratis (free offer) yang tidak terbatas dan banyak followers, audience, atau viewer, Anda akan menghasilkan upgrade pendapatan naik secara berkala dan alami.

Private Club Model

Bagaimanapun proses yang Anda jalani, Anda harus bisa meyakinkan pelanggan bahwa produk yang Anda tawarkan adalah produk yang langka dan harus dimiliki pelanggan.

Lakukan model ini dengan pendekatan personal, dan usahakan untuk selalu menjaga hubungan baik dengan pelanggan. Anda bisa mulai dengan memberikan informasi baru kepada pelanggan Anda secara berkala dan personal.

Front-Of-The-Line-Model

Model bisnis ini sangat cocok jika segmentasi pasar Anda menengah ke atas. Kenapa? Karena biasanya orang menengah ke atas tidak akan sensitif terhadap harga dan tidak suka mengantri.

Dengan model bisnis, pelanggan akan membayar subcription atau biaya langganan agar tidak perlu lagi mengantri. Model ini dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan dalam menyelesaikan masalah IT tertentu di sebuah bisnis kecil.

Consumables Model

Jika Anda menawarkan produk konsumtif, Anda harus mulai memperhatikan tingkat kenyamanan konsumen Anda. Saat ini, banyak orang yang rela membayar sedikit lebih mahal demi mendapatkan kenyamanan.

Meski begitu, jangan pernah juga remehkan tantangan logistik untuk memenuhi pesanan dan juga sediakan layanan yang memuaskan.

Dan perlu diingat, sekali Anda mengecewakan dan tidak bisa memenuhi kebutuhan pelanggan, Anda bisa ditinggalkan mereka dengan mudah.

Baca juga: Kenali 22 Model Bisnis yang Perlu Diketahui Startup!

Simplifier Model

Dengan model bisnis ini, Anda harus memberikan pelayanan yang dapat membantu mengurus segala hal yang dibutuhkan pelanggan, sehingga pelanggan hanya perlu melihat hasil akhirnya saja.

Bisnis yang cocok dengan model ini seperti tutor, ojek online, personal assistant, hingga konsultan pembukuan. Kunci bisnis ini adalah memastikan pelanggan tidak perlu mengingat jadwal, mengurus pembayaran, ataupun memikirkan kualitas.

Network Model

Model bisnis ini bermanfaat jika bisnis yang Anda jalani profitnya bisa bertambah seiring dengan meningkatnya orang yang bergabung dalam lingkup bisnis.

Model bisnis ini dipopularkan dengan situs social media seperti LinkedIn. Di mana, semakin banyak aplikasinya diunggah, maka semakin besar juga profit yang akan didapatkan oleh perusahaan.

Lihat bagaimana rekan Jurnal dari berbagai model bisnis puas dengan aplikasi Jurnal

7 Langkah yang Harus Anda Lakukan untuk Menciptakan Model Bisnis

Membangun sebuah model bisnis tidak sesederhana membuat business plan atau menentukan produk/jasa mana yang harus dijual.

Membangun model bisnis berarti memetakan bagaimana Anda dapat menjual dan memberikan barang/jasa yang bernilai kepada pelanggan.

Dari mana ide bisnis berasal? Bagaimana mengukur kemajuannya? Dan bagaimana menentukan apakah ide tersebut berhasil atau tidak? Sebelum menciptakan model bisnis, ikuti langkah-langkah di bawah ini.

1. Tentukan Target Market

Memiliki target market yang terlalu luas dapat menyebabkan kesulitan dalam menemukan pelanggan yang betul-betul membutuhkan produk atau jasa yang Anda jual.

Ketika ingin menciptakan sebuah model bisnis, cobalah persempit karakter target market Anda hingga 2-3 karakteristik.

Garis bawahi profil secara demografi, masalah yang mereka hadapi, dan solusi yang dapat Anda tawarkan.

2. Pahami Proses Bisnis

Sebelum memulai bisnis, Anda juga perlu memahami secara mendalam terkait aktivitas yang dibutuhkan untuk membuat bisnis Anda berjalan dan berkembang.

Tentukan aktivitas kunci bisnis Anda dengan mengidentifikasi keunggulan utama dari produk atau jasa yang Anda tawarkan. Apakah Anda menyediakan jasa pembangunan, jasa pengiriman produk atau jasa konsultasi manajemen.

3. Catat Sumber Daya Bisnis

Apa yang perusahaan Anda butuhkan untuk melakukan aktivitas sehari-hari? Untuk menemukan pelanggan baru?

Dan mencapai target bisnis? Catat setiap sumber daya bisnis yang penting untuk memastikan model bisnis telah cukup dipersiapkan, agar mampu tetap bertahan.

Sumber daya yang dimaksud dapat berupa website, modal, gudang, daftar pelanggan, dan hak cipta.

Baca juga: Affiliate Marketing dan Tips Menjalankannya Dalam Bisnis

4. Kembangkan Value Proposition

Bagaimana perusahaan dapat bertahan di tengah kompetisi? Apakah Anda menyediakan jasa yang inovatif, produk yang revolusioner atau suatu hal baru yang menarik bagi pelanggan terdahulu.

Menjelaskan dengan tepat apa yang bisnis Anda tawarkan dan bagaimana hal itu lebih baik dari kompetitor adalah dasar dari value proposition yang kuat.

Saat Anda berhasil mendefinisikan value proposition Anda, promosikan hal tersebut dengan jasa atau produk yang Anda tawarkan sehingga Anda memiliki nilai lebih di mata pelanggan.

5. Tentukan Partner Bisnis

Tidak ada bisnis yang dapat berjalan baik tanpa bantuan pihak lain. Saat membuat model bisnis, pilih partner kunci Anda seperti supplier, partner periklanan, atau partner lainnya.

Dengan bekerja sama atau partnership, Anda dapat lebih fokus membangun keunggulan utama yang Anda tawarkan sehingga dapat meningkatkan value proposition bisnis Anda.

6. Buat Strategi Penarik Demand

Jika Anda menggunakan pendekatan besar-besaran saat peluncuran bisnis, Anda pasti membutuhkan strategi pemasaran yang dapat membuat pelanggan tertarik terhadap produk atau jasa yang Anda jual, menghasilkan daftar potential pelanggan, dan menghasilkan penjualan.

Sebagai pengusaha, Anda harus dapat membangun strategi, bagaimana pelanggan dapat menemukan Anda? Dan lebih penting lagi, apa yang harus mereka lakukan begitu mereka sadar akan keberadaan produk atau jasa Anda?

Baca juga: Pengertian, Kelebihan, Jenis dan Strategi Digital Marketing

7. Tinggalkan Ruang untuk Inovasi

Saat meluncurkan bisnis dan membangun model bisnis, business plan Anda mungkin berdasar banyak asumsi. Hingga saat Anda bertemu dengan pelanggan yang membayar, Anda tidak akan tahu apakah model bisnis tersebut dapat menyelesaikan masalah pelanggan atau tidak.

Untuk alasan demikian, Anda perlu meninggalkan sedikit ruang untuk berinovasi. Jangan membuat kesalahan dengan berpikir rencana awal Anda adalah statis.

Dengan memperhatikan tujuh tips di atas, Anda dapat membuat business plan yang solid dan mampu mencapai target yang Anda inginkan.

Untuk membantu para pengusaha, Jurnal telah menciptakan platform akuntansi online berbasis Cloud yang dapat membantu Anda mengelola bisnis kapan dan di mana saja.

Jurnal sebagai aplikasi gudang berbasis web juga dapat membantu dalam menyajikan laporan keuangan secara instan dengan data yang realtime. Daftarkan bisnis Anda sekarang juga dan nikmati free trial hingga 14 hari.

Kategori : Bisnis

Kembangkan bisnis Anda dengan Mekari Jurnal sekarang

https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-invite-to-office.svg

Coba Gratis

Akses seluruh fitur Mekari Jurnal selama 14 hari tanpa biaya apapun

Coba Gratis 14 hari
https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-demo-interaktif.svg

Jadwalkan Demo

Jadwalkan sesi demo dan konsultasikan kebutuhan Anda langsung dengan sales kami

Jadwalkan Demo