Kenali 22 Model Bisnis yang Perlu Diketahui Startup!

Sebelum memulai bisnis, Anda tentunya butuh strategi. Banyak strategi yang harus dilakukan misalnya analisis SWOT, membuat business plan hingga mengenali model bisnis untuk menentukan strategi harga. Bagi para startup (istilah bagi perintis usaha), mengenali model bisnis bukanlah hal yang boleh dilewatkan.

Apa itu Model Bisnis?

Model bisnis sendiri adalah struktur atau konsep bagaimana sebuah produk dilihat oleh konsumen. Dengan model bisnis, konsumen dapat mengetahui bagaimana produk Anda dapat diproduksi hingga ke tangan mereka sehingga dapat membentuk persepsi nilai konsumen.

Saat ini banyak sekali model bisnis yang dapat Anda terapkan. Menetapkan model bisnis sama saja dengan bagaimana Anda menetapkan nilai dan harga produk Anda kepada konsumen.

Model bisnis didasari tiga hal: create, sell, dan consumer perceive

Salah satu contoh model bisnis yang sederhana adalah ketika Anda mengunduh sebuah game gratis dan di dalamnya ada in-app purchase. Nah, hal ini termasuk contoh model bisnis dan banyak digunakan oleh produk-produk digital seperti games. Lalu apa lagi contoh model bisnis lainnya? Simak artikel ini!

Baca juga: Mengenal Metode Penetapan Harga Cost Plus Pricing Method dan Cara Menghitungnya

Subscription (Langganan)

Model bisnis yang pertama adalah berlangganan. Bisnis model ini biasanya ditujukan bagi konsumen yang memilih untuk mengeluarkan uangnya lebih banyak pada satu produk tertentu. Model berlangganan juga biasanya berdasarkan waktu misalnya satu hari, satu minggu, satu bulan atau satu tahun dan juga dibagi dengan paket kelas ekonomi misalnya paket basic, premium, atau professional. Contoh model bisnis langganan adalah: platform hiburan digital.

Freemium

Model bisnis ini dahulu lebih dikenal dengan razor-razorblade model karena pencetusnya adalah perusahaan pencukur bulu dengan menjual gagang pencukur bulu dan pisau cukurnya secara terpisah. Dimana gagang pencukurnya diberikan secara gratis sedangkan pisau cukurnya ditebus dengan harga tertentu.

Model freemium adalah dimana Anda pada awalnya dapat mendapatkan produk tersebut secara gratis namun dengan keterbatasan fitur. Anda dapat mengakses fitur  secara penuh dengan membeli produk tersebut. Model bisnis ini sering dijumpai pada produk digital misalnya saja pada game. Anda dapat mengunduh game A gratis namun dengan akses terbatas.

Crowdsourcing

Model bisnis crowdsourcing mengandalkan konsumennya untuk berpartisipasi dalam membuat dan mendesain produk. Bisnis crowdsourcing juga bisa dikatakan kombinasi dari beberapa user yang kemudian memberikan satu solusi lengkap dalam satu produk. Contoh model crowdsourcing adalah: Shutterstock, Wikipedia, dan aplikasi kursus online.

IT Service

Model bisnis ini biasa juga dilakukan oleh startup dan berfokus pada pengembangan software dan aplikasi. Model ini terbagi menjadi tiga yaitu SaaS, PaaS, dan IaaS. pertama adalah software as a service (SaaS), dimana perusahaan pengembang secara penuh mengelola produk yang ditawarkan. Contoh: Software dan aplikasi absensi.

Platform as a Service (PaaS), sedikit berbeda dengan SaaS dari segi penggunaannya. Dimana pembeli membeli secara penuh teknologi tersebut dan perusahaan yang menjual sebagai pengolah, penyedia dan penyimpan data.

Sedangkan Infrastructure as a Service (IaaS) adalah dimana perusahaan penyedia atau penjual hanya menyediakan server untuk penyimpanan data.

Peer-to-Peer

Model bisnis berbasis internet dan terdesentralisasi dimana penjual dan pembeli dapat berinteraksi langsung tanpa ada pihak ketiga. Model bisnis ini sering ditemukan oleh pebisnis individu atau penjual barang bekas di sosial media.

Online Marketplace

Model bisnis internet yang sangat populer saat ini. Dimana satu pihak tertentu menyediakan lapak online berskala besar dan diisi oleh beragam dan banyak penjual. Contoh online marketplace adalah alibaba untuk barang, dan dribble untuk produk digital atau logo.

Affiliate marketing

Affiliate marketing adalah istilah modern dan canggih dari makelar. Model bisnis ini sudah ada sejak lama dan masih populer hingga sekarang. Contoh dari model ini adalah ketika Anda memiliki usaha wedding organizer dan kepada konsumen, Anda menawarkan paket catering dan juga tata rias yang dikelola pebisnis lain lewat bisnis wedding organizer yang sedang Anda jalankan.

High Touch

Model bisnis dimana interaksi langsung sangat berpengaruh. Bisnis ini membutuhkan sentuhan manusia langsung dan tidak bisa tergantikan dengan pihak ketiga. Model high touch Misalnya saja jasa penyelenggaraan event, salon, terapis, atau penyedia jasa perbaikan alat.

Low Touch

Berbeda dengan high touch, low touch adalah model bisnis yang tidak memerlukan interaksi langsung manusia dalam menjual produk. Perusahaan low touch biasanya hanya akan berfokus pada pengembangan teknologi. Contoh perusahaan low touch: Google

Dropship

Model bisnis ini dimana si penjual tidak memiliki produk dan peran penjual hanya sebagai pintu transaksi atau menyimpan barang siap jual saja. Sedangkan produk aslinya dimiliki oleh produsen atau supplier. Metode bisnis dropship adalah dimana ketika dropship mendapat pesanan, maka produsen atau supplier segera menyiapkan barang sesuai pesanan.  Biasanya model bisnis dropship dilakukan oleh para perintis usaha (startup) karena mudah dilakukan tanpa modal.

Baca juga: Strategi Penetapan Harga Menu bagi Bisnis Restoran

Agency-Based

Model bisnis kerjasama dimana perusahaan menyediakan jasa pada bidang-bidang supporting-product perusahaan seperti iklan, jasa pengembang SDM, dan event. Perusahaan agensi akan bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan jasa-jasa untuk mendukung core-product mereka.

Data Selling (Jual Data)

Saat ini industri sangat tergantung dengan data. Oleh karena itu banyak perusahaan yang mulai “menjual” data kepada perusahaan lain sebagai sumber potensi pasar. Penjualan data inilah yang melahirkan personalized selling. Dimana seringkali konsumen mendapatkan produk tanpa harus mencarinya.

Aggregator 

Model bisnis ini bisa dikatakan baru dimana sebuah perusahaan dengan sekaligus menjual beragam layanan produk yang lebih niche dalam satu brand perusahaan. Model bisnis aggregator yang saat ini bisa kita jumpai adalah ojek online yang juga menyediakan ragam layanan seperti e-wallet, kurir, dan pengiriman makanan.

Model bisnis dimana perusahaan mengandalkan jasa pelapakan iklan sebagai pemasukannya. Biasanya model ini dimiliki oleh media digital seperti YouTube, The Guardian, Forbes dimana konten mereka dapat diakses secara gratis namun disisipi dengan iklan.

Franchise

Nama lain model ini adalah waralaba. Model bisnis ini cukup populer di Indonesia. Sistem model ini adalah dimana pewaralaba (franchisor) menjual dan memberikan sebagian hak atau merek dagang ke penerima waralaba (franchisee). Franchisee membeli merek dagang, bahan, dan juga peralatan yang dimiliki oleh franchisor. Peran franchisor kepada franchisee juga berupa pelatihan agar standar kualitas sama dengan produk yang diberikan pewaralaba.

Brick and Mortar

Brick and mortar adalah model bisnis tradisional dimana penjual, retailer, produsen besar, dan konsumen berinteraksi langsung face-to-face di tempat transaksi seperti pasar, toko, atau tempat produksi langsung. Biasanya produk yang dijual dengan model brick and mortar adalah produk yang tidak bisa bertahan lama.

Brick and Click

Sedikit berbeda dari brick and mortar, model bisnis brick and click adalah model dimana transaksi dapat dilakukan secara online dan offline. Transaksi dapat dilakukan di tempat transaksi seperti toko dan juga dapat dilakukan melalui online seperti website dan media sosial. Contoh dari model ini adalah pakaian distro.

e-Commerce

Jika transaksi brick and click dapat dilakukan secara offline dan online, e-Commerce adalah model bisnis dimana transaksi dilakukan secara penuh melalui daring atau online. Penjual sama sekali tidak menjual barang dagangannya secara langsung atau offline.

Nickel and Dime

Nickel and Dime adalah model bisnis yang menggunakan manajemen pendapatan atau yield management. Dimana perusahaan akan lebih berfokus pada pendapatan dibanding layanan lainnya. Pebisnis nickel and dime berfokus pada konsumen yang sangat sensitif terhadap harga. 

Pebisnis nickel and dime biasanya menargetkan pasar yang lebih niche dan seringkali melakukan trade-off saat menetapkan harga. Dimana guna mendapatkan pendapatan maksimal, perusahaan akan menurunkan harga serendah mungkin dengan mengurangi kualitas produk. Contoh model nickel and dime adalah perusahaan penerbangan berbiaya murah atau produsen mobil murah.

Manufacturer (Usaha Pabrikan)

Usaha pabrikan adalah dimana produsen langsung menjual barang jadi kepada konsumen atau makelar. Contoh usaha yang menjual produk langsung: alat-alat kantor dan perkakas produksi.

Distributor

Model ini dimana penjual membeli langsung produk ke produsen (manufaktur) dan menjual kembali ke retailer. Contoh distributor: dealer mobil.

Retailer

Retailer adalah pengusaha yang menjual produk kepada konsumen yang barangnya berasal dari distributor atau grosir.

Baca juga: Kenali VUCA untuk Identifikasi Strategi Bisnis Anda

Itulah model bisnis dasar yang perlu diketahui startup. Bagi Anda yang ingin merintis usaha, pastikan Anda dapat menyesuaikan dengan produk yang Anda akan jual, apakah produk Anda berupa digital, layanan teknologi dan informasi, layanan jasa, atau produk jadi.

Anda juga perlu ingat kembali bahwa mengidentifikasi dan mengaplikasikan model bisnis tertentu juga merupakan cara yang baik untuk mendapatkan konsumen yang tepat sesuai produk Anda.  Pastikan juga Anda menggunakan software akuntansi sebagai sarana kemudahan Anda dalam mengular bisnis dan tentunya membantu Anda dalam mengatur dan membuat laporan keuangan.

Jurnal sebagai software akuntansi yang sudah dipercaya banyak perusahaan untuk mengatur keuangan bisnis. Dengan Jurnal Anda dapat membuat customized invoice,mengecek dan menghitung stok barang, membuat laporan keuangan, dan juga rekonsiliasi bank. Temukan fitur terbaik Jurnal di sini

 


PUBLISHED28 Apr 2020
Hafidh
Hafidh

SHARE THIS ARTICLE: