Dalam menjalankan sebuah bisnis, pengelolaan arus kas yang baik merupakan kunci dari keberlangsungan suatu bisnis dan menjadi salah satu hal penting yang menentukan keberhasilan suatu bisnis. Banyak bisnis yang mengalami kegagalan di tahun-tahun pertamanya hanya karena masalah arus kas, mulai dari pengeluaran lebih besar daripada pendapatan hingga pengeluaran sama dengan pendapatan. Masalah ini tidak bisa dianggap sepele, karena jika dibiarkan terus menerus bisa berakibat pada kegagalan bisnis. 

Bagaimana hal ini sering terjadi? Tentu saja karena pengusaha yang tidak memerhatikan kondisi keuangannya dengan baik, mulai dari memberikan piutang kepada konsumen terlalu lama dana lupa melakukan penagihan, hingga melakukan utang kepada supplier tanpa memerhatikan jangka waktu pembayaran. Lalu kenapa memeriksa arus kas menjadi hal penting? Bagaimana cara membaca dan menganalisa laporan arus kas? Meski Anda bukan pemilik bisnis dan hanya seorang akuntan atau admin, Anda tentu juga bertanggung jawab terhadap kondisi ini bukan? Di bawah ini adalah beberapa hal terkait arus kas yang harus Anda ketahui. 

Pengertian Arus Kas

Secara singkat, arus kas didefinisikan sebagai arus keluar dan arus masuk atau biasa disebut uang masuk dan uang keluar. Menurut KBBI, arus kas merupakan pengeluaran dan pemasukan uang tunai perusahaan atas dasar harian, mingguan, dan dalam jangka waktu lain.

Masalah arus kas pada bisnis biasanya ketika pengeluaran lebih besar daripada pendapatan. Nyatanya, pendapatan yang lebih besar dari pengeluaran juga bisa menyebabkan masalah arus kas. Setidaknya terdapat 3 (tiga) kategori yang menyebabkan masalah arus kas.

  • Defisit: Pengeluaran > Pendapatan = Utang

Ini terjadi ketika Anda terpaksa berutang untuk menutupi pengeluaran, dan sering terjadi karena Anda sering mendahalukan keinginan dan kepuasan pribadi, ketimbang kebutuhan.

  • Impas: Pendapatan = Pengeluaran 

Kondisi ini tidak separah defisit dan terjadi karena alokasi dana tidak bisa memberikan manfaat keuangan secara lebih dalam. Kurang cermat dalam mengelola penghasilan juga bisa menyebabkan penghasilan tidak tersisa.

  • Surplus: Pendapatan > Pengeluaran = OK

Kondisi ini akan terlihat baik-baik saja, di mana semua pengeluaran dan pendapatan telah sesuai dengan perencanaan keuangan, berarti Anda berhasil mengendalikan pengeluaran di bawah kemampuan keuangan. Namun, kondisi ini bisa menjadi masalah jika dana tidak dialokasikan dengan baik.

Laporan Arus Kas

Untuk mengetahui kondisi kas keuangan perusahaan yang sesungguhnya, Anda membutuhkan laporan arus kas yang berisi mengenai catatan perubahan pada kas atau setara kas (investasi jangka pendek yang amat likuid atau cair). Dalam laporan arus kas , biasanya akan ada tiga klasifikasi utama dalam catatannya, yaitu aktivitas operasi, aktivitas investasi, dan aktivitas pendanaan. Apa itu? Simak penjelasannya di bawah ini.

  • Operasional (Operating)

Aktivitas ini merupakan kumpulan dari aktivitas yang dapat memengaruhi kas atau keuangan perusahaan. Aktivitas ini dibagi lagi menjadi dua, yaitu aktivitas masuk dan aktivitas keluar. Aktivitas operasi dari kas masuk umumnya berasal dari penerimaan atau penjualan barang dan jasa, atau dari penerimaan yang dihasilkan dari pemberian pinjaman. Sedangkan aktivitas operasi dari kas keluar biasanya berasal dari pembayaran gaji karyawan, pembayaran kebutuhan perusahaan  seperti pajak kepada pemerintah, ataupun utang dan pinjaman kepada perusahaan.

Contohnya, penjualan barang/jasa dari pelanggan, pembelian persediaan, perlengkapan yang umurnya diperkirakan kurang dari setahun, utang kepada supplier, dan beban operasional lainnya.

  • Investasi (Investing)

Aktivitas arus kas ini berhubungan dengan pemasukan atau pengeluaran dana yang memiliki keterikatan dengan pembelian atau penjualan aktiva tetap, yaitu kekayaan perusahaan yang memiliki manfaat dalam jangka waktu yang lama dan tidak untuk diperjualbelikan seperti gedung, tanah, pertokoan, atau gudang untuk menunjang kegiatan perusahaan. Arus masuk kas pada aktivitas ini biasanya berasal dari penjualan aktiva tetap seperti penjualan properti. Sedangkan arus keluar pada aktivitas ini bersumber dari pengeluaran untuk pembelian aktiva tetap.

Contohnya, pembelian/penjualan aktiva tetap atau investasi jangka panjang lainnya.

  • Pendanaan (Financing)

Aktivitas pendanaan biasanya berasal dari transaksi yang berkaitan dengan penambahan atau pengurangan modal. Di mana, arus masuk dapat bersumber dari penjualan surat berharga ekuitas, misalnya saham perusahaan, atau bisa juga berasal dari penerimaan obligasi. Sedangkan, arus keluar pada aktivitas ini berasal dari pembelian saham dan pembayaran utang jangka panjang untuk memperoleh kembali saham.

Contohnya, penyetoran modal awal, utang bank atau obligasi, dan penerbitan saham.

Laporan ini sebenarnya tidak hanya dibutuhkan oleh bisnis atau perusahaan skala besar, namun juga dibutuhkan oleh bisnis kecil atau skala rumahan. Di mana, laporan arus kas ini bisa menjadi salah satu dasar dalam pembuatan strategi keuangan dan dapat membantu Anda ketika ingin membuat evaluasi keuangan, sampai pada memetakan peluang dan risiko berdasarkan keuangan yang ada.

Cara Membuat Laporan Cash Flow

Setelah mengetahui tiga macam aktivitas yang menjadi sumber kas dan mengalir dalam kas perusahaan, Anda juga harus memahami mengenai metode yang digunakan dalam pembuatan laporan arus kas atau cash flow. Setidaknya, terdapat dua metode yang bisa Anda gunakan dalam menyusun laporan arus kas, yaitu metode langsung dan tidak langsung.

Perbedaan keduanya hanyalah pada dasar penyusunannya, misalnya ketika Anda menggunakan metode langsung, maka penyusunannya berdasarkan laporan buku kas atau bank. Di mana, ketika Anda menggunakan metode ini, Anda harus melaporkan kelompok-kelompok pengeluaran dan penerimaan kas dari kegiatan operasional perusahaan, dan berlanjut pada catatan investasi dan pembiayaan.

Sedangkan pada penyusunan laporan arus kas secara tidak langsung, penyusunannya berdasarkan pada laporan laba-rugi dan neraca. Di mana, laporan laba atau rugi dibandingkan dengan pengaruh transaksi, bukan dengan kas. Baik pengeluaran kas masa lalu maupun masa yang akan datang, serta bukan juga pada nilai investasi ataupun penerimaan.

Kedua metode ini memiliki keunggulan masing-masing. Untuk metode langsung laporan akan lebih mudah dimengerti dan lebih lengkap. Nantinya, Anda dapat lebih mudah mengambil keputusan terkait keuangan. Namun, metode langsung membutuhkan biaya yang lebih besar dan metode pengumpulan data yang lebih sulit.

Sedangkan metode tidak langsung tidak memerlukan pengumpulan data, di mana data yang dikumpulkan bisa didapat dengan lebih mudah dan biaya yang diperlukan relatif kecil. Hal tersebut karena bahan atau data yang diperlukan berasal dari kas dan neraca perusahaan. Setelah bahan dan data-data yang diperlukan sudah lengkap, maka pembuatan laporan cash flow bisa dimulai. Penulisannya dapat dikategorikan sesuai dengan aktivitas cash flow dan sesuai dengan arus masuk dan keluar keuangan.

Manfaat Laporan Cash Flow

Pasti Anda bertanya-tanya, kenapa laporan ini penting? Apakah dengan catatan transaksi saja tidak cukup? Apa manfaatnya? Untuk lebih jelasnya, di bawah ini adalah beberapa manfaat dari laporan arus kas yang dapat dirasakan pihak internal maupun eksternal.

  • Memberikan informasi terkait arus kas yang terjadi. Sebagai acuan dalam menyusun strategi keuangan kedepannya.
  • Memudahkan perusahaan untuk melakukan evaluasi, melihat efisiensi kas perusahaan selama setahun kebelakang, untuk efisiensi kas di tahun berikutnya.
  • Perusahaan menjadi lebih mudah dalam mengukur keberhasilan bisnis.
  • Menjadi acuan peningkatan investasi suatu perusahaan.

Dengan memiliki laporan arus kas, siklus keuangan bisnis akan menjadi lebih terukur dan membuat keuangan perusahaan semakin sehat dan menjadi salah satu faktor penting untuk berkembangnya sebuah perusahaan.

Alasan Perusahaan Harus Membuat Laporan Arus Kas

Tidak ada perusahaan yang ingin menghabiskan waktu untuk hal yang sia-sia. Karena itulah, tidak mungkin perusahaan yang ingin membuat laporan arus kas jika memang tidak dibutuhkan. Lalu apa saja keuntungan yang bisa didapatkan dengan pembuatan laporan cash flow.

  • Melihat Posisi Keuangan Menjadi Lebih Mudah

Posisi keuangan perusahaan yang terus bergerak akan lebih mudah dilihat dan dimonitor melalui laporan arus kas. Jika terlihat arus kas menunjukkan nilai yang positif, maka perusahaan mendapat laba. Sedangkan jika menunjukkan angka yang negatif, maka perusahaan mengalami defisit.

  • Menjadi Poin untuk Menilai Perusahaan

Dengan laporan arus kas, Anda juga dapat dengan mudah melihat keuangan perusahaan, termasuk investasi perusahaan yang dapat diperlihatkan kepada investor. Sehingga bisa menjadi nilai tambah dan memberikan dampak positif bagi perusahaan tersebut.

  • Perencanaan Masa Depan

Laporan ini juga bisa menjadi acuan perusahaan untuk merencanakan masa depan bisnisnya. Di mana, dengan laporan ini, Anda dapat mengetahui kondisi keuangan, juga mempermudah dalam melakukan evaluasi untuk perusahaan. Selain itu, juga dapat memperhitungkan strategi keuangan yang lebih matang untuk masa yang akan datang.

Dengan laporan arus kas atau cash flow, perusahaan Anda jadi lebih mudah mengetahui kondisi keuangan, sehingga mempermudah Anda dalam melakukan perencanaan dan pembuatan strategi bisnis lebih tepat. Dengan begitu, perusahaan jadi bisa melakukan evaluasi dan perbaikan jika terjadi kesalahan maupun kekurangan dalam pengelolaan arus kas dan keuangan bisnis.

Sama halnya dengan membuat laporan HR dengan Talenta, kini perusahaan tidak perlu lagi mengerjakan laporan arus kas secara manual. Terdapat aplikasi atau software keuangan yang mempermudah Anda dalam membuat laporan keuangan ini dengan lebih mudah, cepat, efisien. 

Software Pengelolaan Keuangan

Mekari lewat beberapa produknya dapat membantu Anda dan perusahaan dalam mengelola keuangan dan bisnis secara sekaligus. Mulai dari membuat laporan keuangan, laporan HR, hingga mengelola perpajakan. Untuk mengelola keuangan perusahaan seperti membuat laporan arus kas, neraca, laba-rugi, dan sebagainya, Anda bisa memanfaatkan software akuntansi Jurnal, sedangkan untuk masalah HR dan administrasi karyawan, Anda bisa menggunakan Talenta. Selain itu, Mekari juga dilengkapi dengan aplikasi perpajakan yang membantu Anda mengelola pajak bisnis hingga pajak karyawan. Cek produk Mekari sekarang juga di sini.