Jurnal Enterpreneur

Mengupas Lebih Dalam Perbedaan Pembukuan dan Pencatatan

Tentu Anda tidak asing dengan istilah pembukuan dan pencatatan bukan? Sekilas memang keduanya terlihat serupa, tetapi ternyata berbeda, lho!

Perbedaan tersebut ada pada pengertian juga siapa yang berkewajiban membuatnya. Kita akan membahas perbedaan pembukuan dan pencatatan dengan lebih mendalam, sehubungan dengan fungsinya dalam membuat laporan pajak tahunan.

Pastikan Anda Sudah Pakai Aplikasi Jurnal! Software Akuntansi Online Terpercaya!

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Pastikan Anda Sudah Pakai Jurnal, Software Akuntansi Online Terpercaya!

Pengertian Pembukuan dan Pencatatan

Pada awalnya, Undang-Undang nomor 6 tahun 1993 yang memuat tentang pengertian pembukuan dan pencatatan sebagai bagian dari KUP (Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan).

Namun terdapat beberapa kali perubahan atas Undang-Undang tersebut.

Hasilnya, diberlakukannya UU no.28 tahun 2007 sejak 1 Januari tahun 2008. Dalam UU nomor 28 tahun 2007 pasal 1 ayat 29 dijelaskan pengertian pembukuan.

Baca juga: 5 Alasan Aplikasi Pembukuan Akuntansi Wajib Digunakan Pebisnis

Pembukuan merupakan suatu proses pencatatan yang teratur dalam mengumpulkan data juga informasi terkait keuangan. Data serta informasi keuangan yang dimaksud yaitu:

  • Harta
  • Modal
  • Kewajiban
  • Penghasilan
  • Biaya dan jumlah pendapatan juga penyerahan atas barang maupun  jasa pada periode pajak tersebut

Sementara untuk pengertian pencatatan, dimuat dalam pasal 28 ayat 9 UU no.28 tahun 2007. Pencatatan diartikan sebagai langkah mengumpulkan data dengan cara teratur.

Dimana data yang dimaksud yaitu yang berkaitan dengan penerimaan, peredaran dan atau penghasilan bruto yang dijadikan dasar perhitungan pajak terutang.

Di situ termasuk juga penghasilan bukan objek pajak dan atau yang dikenakan pajak bersifat final.

Tahukah Anda kalau aplikasi akuntansi online Jurnal by Mekari bisa memudahkan Anda mengelola pajak perusahaan secara lebih praktis dan akurat. Buktikan dengan coba gratis aplikasi Jurnal dengan klik pada tombol atau banner di bawah ini.

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Apa Saja Perbedaan Pembukuan dan Pencatatan?

Perbedaan pertama dan jelas terlihat sudah pasti dari sisi pengertian keduanya. Untuk perbedaan pembukuan dan pencatatan yang lainnya, Anda bisa lihat ulasannya berikut ini.

1. Wajib Pajak yang Harus Membuatnya

Selain pengertiannya, hal yang juga membedakan pembukuan dan pencatatan ialah wajib pajak yang membuat atau menyusunnya. Hal ini berdasarkan pada UU KUP yang mengaturnya.

Pembukuan dibuat oleh wajib pajak badan maupun orang pribadi. Baik orang yang menjalani pekerjaan bebas ataupun yang menjadi pelaku usaha.

Sementara subyek yang diharuskan melakukan pencatatan adalah wajib pajak orang pribadi yang menjalankan kegiatan usaha ataupun pekerjaan bebas tetapi peredaran bruto per tahunnya kurang dari atau setara dengan 4 milyar rupiah.

Wajib pajak orang pribadi yang tidak menjalankan kegiatan usaha ataupun bukan pekerja bebas juga diharuskan melakukan pencatatan tetapi tidak dengan pembukuan.

Pencatatan dilakukan berdasar NPPN atau Norma Perhitungan Penghasilan Netto.

Penghasilan tersebut yang wajib Anda laporkan sebagai wajib pajak ke DJP (Direktorat Jenderal Pajak) dalam tiga bulan pertama pada periode pajak saat itu.

Baca juga: Kenali Perbedaan Pembukuan dan Akuntansi

2. Syarat Penyelenggaraan

Terdapat persyaratan yang berbeda atas penyelenggaraan pembukuan dan pencatatan. Hal ini juga menjadi perbedaan pembukuan dan pencatatan dalam perpajakan.

Syarat diselenggarakannya pembukuan diantaranya yaitu:

  1. Dilakukan sesuai dengan kondisi atau fakta usaha yang sebenarnya
  2. Di Indonesia, pembukuan diselenggarakan dengan satuan mata uang rupiah, huruf latin, angka Arab, serta disusun menggunakan bahasa Indonesia maupun bahasa asing dengan seizin Menteri Keuangan
  3. Diperbolehkan menyelenggarakan pembukuan dalam satuan mata uang asing juga bahasa asing, asal diizinkan oleh Menteri Keuangan
  4. Diselenggarakan dengan stelsel kas juga akrual serta berprinsip untuk taat pada asas
  5. Minimal berisikan catatan terkait modal, harta, penghasilan, kewajiban juga biaya dan hasil penjualan maupun pembelian untuk bisa menghitung pajak terutang

Baca juga: Ketahui Pajak dan Tarif PPh Untuk Anda Pelaku Bisnis UMKM

perbedaan pembukuan dan pencatatan adalah

Sedangkan untuk pencatatan, diselenggarakan dengan persyaratan sebagai berikut:

  1. Dilakukan secara kronologis atau sistematis dalam satu tahun
  2. Dilakukan dengan cara teratur dan sesuai dengan kondisi yang sesungguhnya
  3. Disusun dengan menggunakan Bahasa Indonesia, mata uang rupiah, huruf latin dan juga angka Arab
  4. Berisikan penerimaan dan atau jumlah penghasilan bruto yang didapat, juga penghasilan bukan objek pajak dan atau penghasilan yang dikenakan pajak bersifat final
  5. Wajib pajak orang pribadi diwajibkan melakukan pencatatan atas kewajiban dan juga hartanya
  6. Pencatatan harus mendeskripsikan kegiatan usaha wajib pajak secara rinci terkait jenis usaha maupun lokasinya. Terlebih jika terdapat lebih dari satu kegiatan usaha

Dari perbedaan yang dipaparkan di atas, dapat disimpulkan bahwasanya pencatatan adalah bagian dari pembukuan. Sebab pembukuan dilakukan dengan menggunakan pencatatan sebagai dasarnya.

Selain perbedaan, pembukuan dan pencatatan juga memiliki sisi persamaan. Apa saja persamaannya? Berikut ini penjelasan singkatnya untuk Anda.

Kelola Pajak Secara Langsung Cukup dengan Sekali Klik, Pelajari Fitur Jurnal Selengkapnya di sini!

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Persamaan Pembukuan dan Pencatatan Adalah

Setelah membahas perbedaannya, kini kita akan membahas persamaannya. Sebab bagaimanapun, pencatatan adalah bagian dari pembukuan.

Keduanya sama-sama kegiatan akuntansi yang berhubungan dengan perpajakan. Dimana keduanya berfungsi sebagai acuan bagi para wajib pajak agar bisa lebih mudah dalam memenuhi kewajibannya terkait perpajakan.

Baik pembukuan maupun pencatatan, sama-sama harus dilakukan oleh wajib pajak agar bisa menghitung berapa jumlah pajak terutang.

Keduanya juga bisa dijadikan alat mengidentifikasi kondisi keuangan dari usaha yang tengah Anda jalankan.

Oleh sebab itulah penting sekali untuk melakukan pencatatan dan juga pembukuan dengan teratur dan sesuai kondisi nyata atau sesungguhnya. Dengan begitu data yang ada lebih akurat dan dapat dijadikan sebagai acuan yang tepat.

Baca juga: Perhatikan 4 Hal ini Sebelum Membuat Laporan Keuangan!

Hal penting yang perlu diperhatikan dalam menyelenggarakan pembukuan dan pencatatan, adalah harus menyimpan segala macam bukti juga dokumentasi setidaknya selama 10 tahun.

Ini berlaku pada bukti juga dokumentasi yang digunakan sebagai acuan pembukuan juga pencatatan yang pengelolaannya secara elektronik.

Penyimpanan harus dilakukan di Indonesia. Tempat yang menjadi lokasi operasional wajib pajak badan maupun tempat tinggal wajib pajak orang pribadi.

Baca juga: Template Pembukuan Excel yang Bisa Anda Contoh dan Download

Penyelenggaraan pembukuan akan senantiasa berhubungan dengan unsur perpajakan. Dimana unsur-unsur tersebut harus bisa dipenuhi oleh wajib pajak.

Beberapa pengusaha atau wajib pajak di Indonesia kerap berinvestasi atau menyimpan harta dalam mata uang asing. Lantas apakah mereka perlu melakukan pembukuan?

Jawabannya tentu saja perlu bahkan harus. Lalu, bagaimana caranya? Berikut ini sedikit penjelasan bagi Anda terkait pembukuan dengan mata uang juga bahasa asing.

Pantau Bisnis Anda Kapan Saja dan Dimana Saja dengan Jurnal. Pelajar Fitur Jurnal Selengkapnya di sini!

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Penyelenggaraan Pembukuan dalam Bahasa dan Mata Uang Asing

Apabila wajib pajak akan melakukan pembukuan dengan mata uang asing yang umumnya ialah US$ dan juga bahasa asing, harus memenuhi persyaratan terlebih dahulu. Adapun persyaratannya diantaranya adalah:

  1. Dalam rangka berinvestasi atau menanamkan modal asing sesuai dengan ketentuan perundang-undangan
  2. Dalam rangka kontrak dengan pemerintah RI terkait pertambangan selain minyak dan juga gas bumi
  3. Sedang dalam kontrak kerjasama dengan bentuk usaha tetap sesuai UU
  4. Telah mendaftarkan sebagian maupun seluruh emisi saham yang dimiliki wajib pajak kepada Bursa Efek Luar Negeri
  5. Memiliki Kontrak Investasi Kolektif yang menerbitkan reksadana dalam mata uang US$ serta sudah mendapat surat pemberitahuan yang diberikan oleh Badan Pengawas Pasar Modal juga Lembaga Keuangan sesuai peraturan perundang-undangan
  6. Adanya afiliasi secara langsung antara wajib pajak dengan perusahaan induk yang berlokasi di luar negeri

Itulah beberapa persyaratan yang memboleh wajib pajak menyelenggarakan pembukuan dengan mata uang juga bahasa asing.

Baca juga: Laporan Realisasi Anggaran : Pengertian, Unsur, Manfaat dan Cara Membuatnya

Kelola Pajak Perusahaan dengan Jurnal by Mekari

Sekarang, Anda tidak perlu repot lagi dalam melakukan pembukuan dan pencatatan ketika ingin melapor pajak.

Aplikasi Jurnal by Mekari dapat membantu Anda melakukan perhitungan pajak secara otomatis  sesuai dengan aturan pemerintah di Indonesia sehingga prosesnya pun lebih cepat, aman dan, menguntungkan.

Melalui fitur aplikasi pajak Jurnal yang terintegrasi dengan mitra resmi DJP yaitu Klikpajak. Segala proses pelaporan dari PPN, Pajak Karyawan (PPh 21) dan PPh Final agar berjalan lebih mudah.

Adapun beberapa fitur yang bisa Anda nikmati adalah:

  • Laporan pajak pemotongan. Lihat kembali ringkasan perhitungan pajak dengan tipe pemotongan dari semua aktivitas keuangan bisnis secara online.
  • Laporan Pajak Penjualan. Memantau perhitungan pajak dengan tipe penambahan berdasarkan aktivitas penjualan di bisnis Anda.
  • E-Faktur. Satu klik untuk lapor pajak PPN dan langsung dapatkan bukti lapor sah dari DJP. Proses otomatis dan lebih praktis.

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

 

Semoga artikel perbedaan pembukuan dan pencatatan ini dapat menambah wawasan Anda dan bermanfaat.

Buat pembukuan dan pencatatan sesuai dengan penjelasan di atas agar memudahkan Anda dalam memenuhi kewajiban sebagai seorang wajib pajak.

Kategori : Keuangan

Kembangkan bisnis Anda dengan Jurnal sekarang

https://d39otahjdwbcpl.cloudfront.net/wp-content/uploads/2021/04/ic-invite-to-office.svg

Coba Gratis

Akses seluruh fitur Jurnal by Mekari selama 14 hari tanpa biaya apapun

Coba Gratis 14 hari
https://d39otahjdwbcpl.cloudfront.net/wp-content/uploads/2021/04/ic-demo-interaktif.svg

Jadwalkan Demo

Jadwalkan sesi demo dan konsultasikan kebutuhan Anda langsung dengan sales kami

Jadwalkan Demo