Pada umumnya, masalah arus kas atau cash flow terjadi apabila antara dana yang masuk dan dana yang keluar tidak seimbang. Masalah akan muncul baik pada saat dana yang keluar lebih banyak ketimbang dana masuk, maupun pada saat dana yang masuk justru lebih banyak dari dana yang keluar.

Kategori Masalah Pada Arus Kas Bisnis

Pada dasarnya masalah pada arus kas dapat dikategorikan menjadi tiga jenis, yaitu arus kas yang defisit, arus kas yang pas-pasan atau impas, dan arus kas yang surplus. Mana masalah yang pernah menimpa arus kas Anda?

 

a. Defisit 

Bisnis yang mengalami arus kas defisit berarti pengeluaran lebih besar daripada pendapatannya. Sehingga orang yang mengalami arus kas defisit terpaksa akan berutang untuk menutupi pengeluarannya. Biasanya, kas akan menjadi defisit karena keinginan dan kepuasan pribadi seringkali didahulukan ketimbang kebutuhan. Hal pertama yang perlu dilakukan untuk mengembalikan arus kas defisit adalah meneliti semua pendapatan dan pengeluaran yang dilakukan selama satu periode. Kemudian menyeimbangkan antara kebutuhan dan keinginan, membuat prioritas kebutuhan, serta menghapus pengeluaran yang tidak diperlukan.

 

b. Impas

Jangan buru-buru senang kalau pendapatan Anda sama dengan pengeluaran, atau pas-pasan. Kondisi saat pemasukan sama dengan pengeluaran bisa menjadi masalah dalam cash flow, meskipun tidak separah defisit. Meskipun pemasukan dan pengeluaran seimbang, namun alokasi dananya tidak dapat memberikan manfaat keuangan secara lebih dalam. Kondisi tersebut biasanya disebabkan karena kurang cermatnya seseorang dalam mengelola penghasilan, sehingga penghasilan akan dibelanjakan hingga habis tidak tersisa. Kas yang pas-pasan tidak disarankan dalam financial planning karena seseorang akan kesulitan dalam  merencanakan masa depan. Untuk menyehatkan keuangan yang pas-pasan, maka perlu dibuat prioritas alokasi pengeluaran rutin.

 

c. Surplus

Arus kas yang surplus terjadi jika pemasukan lebih besar ketimbang pengeluaran. Kondisi ini merupakan kondisi arus kas bisnis yang sesuai dengan perencana keuangan, dan disebabkan karena seseorang mampu dalam mengendalikan pengeluaran di bawah kemampuan keuangannya. Tapi arus kas surplus juga bisa menjadi masalah, apabila dana tidak dialokasikan dengan baik, seperti tidak dialokasikan untuk aset produktif yang menghasilkan dan menambah kekayaan.

 

Pentingnya Mengelola Arus Kas Bisnis

Mengelola arus kas bisnis harus dilakukan dengan baik setiap minggu atau bahkan setiap hari. Jika tidak, maka pengelolaan keuangan bisnis akan menjadi tidak stabil karena laporan yang tidak sehat. Di bawah ini terdapat 3 cara mudah yang bisa Anda lakukan untuk mengelola arus kas.

a. Pisahkan Rekening Pribadi & Bisnis

Banyak pebisnis pebisnis pemula mencampur kas pribadinya dengan modal, dengan begini, modal bisnis justru bisa terpakai untuk keperluan pribadi.

b. Bayar Tagihan Tepat Waktu

Jangan pernah menunda walaupun 1 hari untuk membayar tagihan bisnis, perhatikan juga denda yang mungkin didapat ketika telat melakukan pembayaran.

c. Buat Pembayaran Lebih Simpel

Ini berlaku ketika Anda memberikan piutang kepada pelanggan atau supplier. Buatlah pembayaran sesimpel mungkin untuk memberi kemudahan pembayaran bagi mereka. Salah satunya dengan Jurnal Pay.

d. Berikan Voucher

Memberikan voucher untuk setiap transaksi, baik penerimaan maupun pengeluaran kas bisnis bisa menjadi alat kontrol untuk setiap transaksi secara lebih efisien dan efektif.

e. Petty Cash

Alokasi pembentukan Petty Cash atau dana kas kecil juga dapat dilakukan untuk mengontrol pengeluaran kas yang bernilai kecil tetapi selalu atau rutin terjadi setiap hari.

 

Kelola Arus Kas Bisnis Anda Sebaik Mungkin

Lakukan analisis cash flow secara sederhana untuk membandingkan total pembelian yang belum dibayarkan dengan total penjualan yang jatuh tempo setiap akhir bulan. Apabila jumlah pembelian yang belum dibayarkan melebihi jumlah penjualan, maka Anda harus mengeluarkan lebih banyak dana daripada yang Anda terima di bulan berikutnya, yang dapat mengindikasikan adanya masalah arus kas. Semakin banyak perusahaan yang mencantumkan laporan arus kas di dalam laporan keuangan tahunan, maka pemakaian informasi laporan arus kas sebagai alat analisis kinerja perusahaan akan semakin meningkat.

Dengan membuat laporan arus kas beserta perkiraannya, maka akan memberikan pebisnis kesempatan untuk melihat gambaran usahanya secara lebih luas. Anda dapat memulainya dengan alat bantu gratis untuk membuat laporan arus kas dan melihat seberapa jauh yang akan Anda dapatkan. Jika membutuhkan analisis yang lebih lengkap, maka Anda dapat coba software akuntansi berbayar.

 

Software akuntansi Jurnal, solusi yang tepat untuk pengelolaan arus kas bisnis Anda

Dengan memanfaatkan penggunaan software akuntansi dalam bisnis, maka dapat dipastikan bahwa data keuangan akan dimasukkan ke dalam catatan akuntansi dan laporan keuangan yang diperlukan. Selain itu ketika membuat proyeksi arus kas bisnis, Anda dapat mengelola arus kas bisnis dengan efisiensi yang besar. Hal ini penting untuk mengembangkan proyeksi arus kas jangka pendek dan jangka panjang bisnis Anda. Selain itu, dengan menggunakan software akuntansi untuk mengelola pembukuan bisnis, maka hampir dapat dipastikan bahwa akses ke arus kas dan pengelolaannya akan sangat baik. 

Jurnal memiliki pengelolaan arus kas bisnis yang sangat mudah, rinci dan efektif. Fitur yang ada akan menghemat waktu karena data-data bisnis Anda sudah tersimpan dalam perangkat lunak. Dengan software akuntansi Jurnal, Anda mampu melakukan proyeksi, memonitor, serta mengendalikan arus kas secara lebih praktis. Anda juga akan lebih mudah dalam memastikan stabilitas keuangan perusahaan, baik itu dalam jangka pendek maupun jangka panjang. 

Author