Mengenal Bisnis Startup: Peluang dan Tips untuk Memulainya

Apa yang ada dipikiran Anda jika mendengar bisnis startup? Mungkin sebagian orang mengenal bisnis startup adalah perusahaan yang bergerak di bidang teknologi dan digital. Bagi Anda yang berfikir demikan, Anda tidak salah. Namun, apa sebenarnya bisnis startup?

Apa itu Bisnis Startup?

Startup sendiri secara literal, adalah rintisan.  jadi bisnis startup dapat dikatakan sebagai bisnis rintisan. Lantas apa yang membedakan startup dengan usaha kecil menengah?  bisnis startup adalah bisnis rintisan yang diharapkan dapat tumbuh dan menguasai ceruk pasar secara cepat dan selanjutnya menjadi perusahaan yang besar. Bisnis startup biasanya lebih mengutamakan ide-ide baru dan memberi solusi permasalahan bagi konsumen. Bisnis startup juga biasanya mengandalkan teknologi untuk membantu pertumbuhan bisnis, maka tidak salah jika sebagian orang memandang bisnis startup merupakan bisnis yang bergerak di bidang teknologi.

Sedangkan usaha kecil menengah itu bisnis yang tidak memfokuskan usahanya untuk menjadi perusahaan besar dan memiliki skala target pasar lebih terbatas. Misalnya saja tukang cukur, pengrajin tas, pengusaha sepatu, dan lainnya.

Ciri-ciri bisnis startup

Untuk mengindetifikasi perbedaan signifikan antara bisnis startup dan juga bisnis usaha kecil menengah adalah sebagai berikut.

  • Modal yang digunakan akan tergantung dengan pergerakan bisnis
  • Usia perusahaan kurang dari 3 tahun
  • Pendapatan perusahaan selama satu tahun kurang dari USD 100.000
  • Berfokus pada perkembangan bisnis yang cepat
  • Produk yang dihasilkan biasanya adalah upaya untuk mengisi pasar dan juga menjawab kebutuhan masyarakat yang belum ada sebelumnya
  • Mengandalkan lebih banyak teknologi  informasi dan elektronik
  • Model bisnis yang adaptif sesuai kebutuhan pasar

Peluang Bisnis Startup di Indonesia

Di Indonesia sendiri sebenarnya memiliki banyak peluang untuk mendirikan bisnis startup. Terdapat lebih dari 1000 pelaku bisnis startup di Indonesia. Bahkan di beberapa daerah, telah memiliki komunitasnya sendiri, misalnya di Bandung ada Bandung Digital Valley dan Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia. Bahkan beberapa perusahaan besar melakukan program rutin inkubasi dan pelatihan bisnis seperti halnya Google Gapura Digital.

Meski sudah banyak pemain, bidang bisnis startup di Indonesia sejatinya belum bervariasi seperti startup di Amerika serikat. Di Indonesia para pelaku bisnis startup lebih banyak menjalankan bisnis game, layanan marketplace, dan juga penyedia informasi. Jika Anda ingin memulai bisnis startup di Indonesia carilah celah pasar yang sudah ada lalu berinovasi pada produk Anda.

Tips dalam Mendirikan Bisnis Startup

Mendirikan startup memang tidak mudah, banyak perintis yang jalan ditempat bahkan gagal dan menyerah begitu saja. Untuk itu, kami memberikan beberapa tips bagi Anda untuk memulai bisnis startup.

1. Bentuk tim yang solid dan jaga konsistensi

Sebuah startup harus didirikan dan dijalankan dengan tim yang solid. Tanpa tim yang solid bisnis startup tidak akan berkembang bahkan akan menimbulkan kegagalan. untuk membentuk tim yang solid, Anda dan tim Anda harus memilik visi yang sama. Anda juga perlu menetapkan komitmen bahwa usaha yang dijalankan adalah usaha yang berkelanjutan. Tim yang solid juga akan memengaruhi citra bisnis Anda dihadapan para investor dan juga shareholder.

2. Terus bertanya, jangan berpuas diri

Hal yang membedakan bisnis startup dan juga usaha kecil menengah adalah bagaimana Anda dapat berfikir kritis dan juga inovatif. Anda harus berfikir untuk dapat membuat pasar baru. Anda juga tidak boleh merasa puas dengan hasil yang Anda dapatkan dari bisnis Anda. Teruslah mencari-cari sela yang masih kosong di pasar-pasar yang sudah ada. ingat! Seorang pelaku startup adalah terus bertanya dan juga memberikan jawaban baru bagi permasalahan dan juga pasar yang sudah ada.

Baca juga: 10 Cara Memanfaatkan Iklan Gratis

3. Carilah Investor yang dapat menguntungkan bisnis Anda

Tips dalam mencari investor adalah dengan menyesuaikan visi, model bisnis, dan produk Anda. karena jika bisnis Anda memiliki perbedaan visi dengan investor, bisnis Anda tidak akan berkembang. investor besar tidak melulu menguntungkan Anda. Banyak investor yang hanya mencoba memanfaatkan nilai bisnis Anda dan merugikan. Jangan takut dan mengemis pula dengan investor. Jika bisnis Anda sudah memiliki nilai yang baik, maka dengan sendirinya investor akan datang kepada Anda.

4. Idealisme penting, mentor lebih penting

mendirikan bisnis terutama startup tidak semata-mata mengandalkan pengetahuan pribadi dan juga rekan kerja saja. Anda juga perlu mentor untuk mengenal ekosistem dan juga cara kerja pada bidang bisnis Anda. Pelaku startup gagal karena sering kali mengabaikan masukan dan kekeuh dengan idealisme yang dibangun. Karena idealisme yang Anda memiliki belum tentu sesuai dengan ekosistem bisnis dan pasar Anda.

5. Selalu buat roadmap usaha

roadmap adalah petunjuk untuk menjalankan suatu hal untuk mencapai tujuan. seringkali para pelaku startup gagal karena melupakan hal-hal sepele namun penting seperti membuat roadmap  dan master timeline. Dua hal tersebut berguna untuk menganalisis ide, pertanyaan-pertanyaan, riset, dan juga memantau jalannya usaha Anda.

6. Andalkan Digital Marketing 

Startup dan digital marketing seperti dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Namun beberapa startup gagal karena terlalu fokus pada pemanfaatan teknologi digital dan lupa untuk memanfaatkannya untuk pemasaran.  Anda dapat mengandalkan Google Ads, SEO dan juga sosial media.  Anda juga perlu mendaftarkan diri Anda pada mesin pencari untuk merespon masukan, membangun citra, dan juga membangun brand.

7. Percaya Diri!

Kunci yang paling utama dari pelaku startup adalah percaya diri. Memang sulit menjalankan bisnis tapi bukan berarti Anda harus patah semangat atau kekurangan percaya diri ketika bisnis Anda mengalami kegagalan. Anda juga tidak boleh kehilangan fokus ketika Anda jatuh. Ingat, kegagalan bukan berarti Anda benar-benar gagal.  Kegagalan adalah katalis agar bisnis Anda menjadi lebih kuat.

[adrotate banner=”21″]

Seperti Jurnal, aplikasi software keuangan yang berawal dari bisnis startup dengan memenuhi kebutuhan pelaku usaha dalam mengelola keuangan bisnis kecil menengah maupun korporasi besar. Dengan semangat visi untuk membangun Indonesia dengan men-digital-kan proses pengelola keuangan, dan juga terus konsisten kini Jurnal menjadi software keuangan nomor satu yang diandalkan dalam dunia bisnis. Jurnal membantu Anda dalam memecahkan masalah keuangan terkait dengan proses produksi, stok, penagihan, bahkan perhitungan biaya, dapat Anda ketahui dengan mudah dan cepat. Sukseskan bisnis startup Anda dengan bergabung bersama kami di sini.


PUBLISHED07 Feb 2020
Hafidh
Hafidh

SHARE THIS ARTICLE: