Kenali VUCA untuk Identifikasi Strategi Bisnis Anda

Pernahkan Anda pernah mengalami kesulitan dalam merencanakan strategi bisnis karena anomali yang tidak pasti? Contohnya, ketika Anda ingin membuat minuman kekinian boba, namun tak lama minuman boba sedang trending, muncul lagi minuman jenis baru dan mau tidak mau Anda harus mengulas lagi strategi bisnis yang Anda jalankan. Hal inilah yang disebut dengan VUCA. lalu, apa istilah ini? Kenapa VUCA menjadi penting terhadap strategi bisnis Anda?

Apa itu VUCA?

VUCA merupakan akronim dari Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity. Jika diterjemahkan secara gamblang, VUCA adalah anomali, ketidakpastian, kerumitan, dan juga ketidakjelasan. VUCA pertama kali diperkenalkan oleh US Army War College untuk menggambarkan situasi geopolitik di Afghanistan dan Irak setelah perang dingin. Namun lambat laun istilah ini digunakan dalam berbagai bidang salah satunya adalah bisnis.

Seperti akronimnya, VUCA merupakan proses analisis dalam membuat keputusan, merencanakan, mengelola risiko, dan juga memecahkan masalah yang didorong dengan empat faktor tersebut; anomali, ketidakpastian, kerumitan, dan juga ketidakjelasan.

VUCA juga didasari dengan adanya disrupsi yang cukup kuat terutama dari perubahan perilaku konsumen yang didasari dengan kecepatan teknologi. Menurut Kasali (2017) menjelaskan bahwa disrupsi hadir karena adanya praktik penawaran yang lebih praktis dan harga yang lebih rendah dari layanan yang sudah ada sehingga banyak masyarakat yang beralih pada layanan tersebut.

Baca juga: Mad Bagel dan Mookie Bagi Rahasia Sukses Bisnis F&B di Era Digital

Analisis VUCA

Analisis digambarkan dengan seberapa Anda memahami situasi pasar, SWOT, dan juga perilaku konsumen dan juga seberapa mampu Anda memprediksi semua yang telah dilakukan pada bisnis. Analisis VUCA juga digambarkan dengan pola seperti ini. Proses VUCA merupakan proses bertahap yang dilakukan untuk mengidentifikasi setiap permasalahan pada bisnis. Proses VUCA merupakan proses bertahap yang dilakukan untuk mengidentifikasi setiap permasalahan pada bisnis.

VUCA

Ambiguity

Pada tahap ini Anda sebagai pelaku bisnis dihadapi ketidaktahuan terhadap hubungan sebab-akibat, belum ada pihak yang melakukan atau menerapkan, pelaku bisnis juga dihadapi dengan pertanyaan “apakah ini mungkin?”, “bagaimana jika konsumen tidak suka?”.

Cara menghadapi ambiguity sebagai pelaku bisnis adalah berani untuk membuat suatu hal hal yang baru, Keberanian juga harus didasari dengan penelitian dan hipotesis. Anda juga harus mampu berpikir bagaimana ketidakpastian ini menjadi peluang untuk bereksperimen dalam membuat pasar baru. Bagaimana usaha Anda dapat bergerak cepat untuk mendapatkan ide dalam setiap permasalahan yang dihadapi masyarakat.

Uncertainty

Ketidakpastian adalah ketika Anda sudah mengetahui hubungan sebab-akibat namun belum mengetahui apa yang harus dilakukan. Uncertainty kuat kaitannya dengan mahadata dan teknologi. Harvard Business Review menjelaskan uncertainty dapat dilakukan dengan mengumpulkan, mengolah, dan memberikan informasi kepada semua elemen bisnis. Anda sebagai pelaku bisnis perlu membangun sistem informasi untuk memperoleh dan juga menghimpun data yang akan berguna bagi bisnis Anda.

Uncertainty juga kuat kaitannya dengan bagaimana Anda mengetahui dan mampu menganalisis pasar, bagaimana strategi perusahaan pesaing dalam menjalankan bisnis lalu apa saja tren dan juga perilaku konsumen saat ini.

Complexity

Situasi dimana Anda akan menemui kesulitan dalam menjalankan usaha. Situasi ini dimana Anda sudah mengetahui hubungan sebab-akibat dan juga sudah memperoleh banyak informasi namun Anda kesulitan dan tidak memiliki sumber daya yang mumpuni.

Solusi yang harus dilakukan adalah buat regulasi, berinvestasi pada sumber daya yang memiliki kompetensi di bidangnya, dan juga bangun koneksi dengan stakeholder seperti vendor, pemerintah, dan juga rekan bisnis.

Volatility

Volatility atau anomali adalah situasi dimana Anda akan menghadapi situasi yang tidak menentu. Volatility juga bisa digambarkan dimana situasi bisnis berjalan begitu cepat, berubah-ubah, dan sangat kompetitif.

Banyak perusahaan yang sudah mampu menghadapi ketidaktahuan, ketidakpastian, dan juga kesulitan, namun belum bisa menghadapi situasi yang cepat dan ketat. Situasi anomali atau volatility ini terjadi ketika adanya disrupsi teknologi seperti internet dan teknologi penerapan lain. 

Situasi ini mengharuskan perusahaan untuk menerapkan teknologi untuk mempermudah dan mempercepat produktivitas. Misalnya menerapkan software enterprise resource planning seperti akuntansi dan juga SDM.

Baca juga: Kenali Peluang & Tantangan Bisnis Di Era Digital Saat Ini

Contoh VUCA dalam Bisnis Sehari-hari

Efek VUCA yang saat ini dapat Anda jadikan contoh adalah transformasi digital pada setiap kegiatan bisnis. Contohnya saja kehadiran ojek online. Awalnya ojek mendapatkan imej negatif dari masyarakat. Namun kini ojek online menjadi moda transportasi yang menjawab kebutuhan masyarakat. Efek VUCA juga tidak berhenti pada pelayanan ojek online, perusahaan tersebut juga menghadapi volatility dengan menyediakan layanan lain seperti, antar makanan dan antar barang.

Selain contoh ojek online, pembayaran dan pembelian barang juga berdampak pada efek ini. Misalnya saja dulu seringkali transaksi hanya mengandalkan cash namun kini bentuk transaksi dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, misalnya, e-money atau QRIS.

Menghadapi VUCA dengan Teknologi

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, efek VUCA dapat diatasi dengan penggunaan teknologi. Salah satu yang berdampak pada efek ini adalah keuangan pada bisnis. Anda dapat menerapkan teknologi dalam pengelolaan general ledger dan juga segala transaksi bisnis seperti menghitung laba rugi, pembuatan invoice dan juga pencatatan keuangan lainnya.

Penggunaan software keuangan adalah salah satunya. Software keuangan yang saat ini banyak digunakan adalah Jurnal. Semua proses kelola keuangan dan akuntansi dapat dilakukan dengan mudah menggunakan Jurnal. Coba Jurnal gratis untuk mendapatkan pengalaman kelola keuangan yang cepat dan fleksibel untuk menghadapi efek VUCA.

[adrotate banner=”10″]


PUBLISHED08 Apr 2020
Hafidh
Hafidh

SHARE THIS ARTICLE: