Mempersiapkan laporan anggaran untuk perusahaan dagang dapat membantu dalam menetapkan tujuan serta dasar acuan untuk setiap perubahan di masa depan yang mungkin terjadi.  Penganggaran untuk perusahaan dagang dan perusahaan jasa bisa dibilang serupa dengan penganggaran untuk perusahaan manufaktur.

Perbedaan besarnya, perusahaan dagang tidak akan memiliki anggaran produksi atau anggaran bahan baku langsung dan mungkin juga tidak memiliki anggaran tenaga kerja langsung atau anggaran overhead. Namun, dalam penganggaran perusahaan dagang terdapat anggaran pembelian dan persediaan. Anggaran pembelian barang serupa dengan anggaran produksi yang tujuannya juga untuk mencari nilai HPP.

Nilai volume penjualan dan mark-up barang yang akan dianggarkan pada awalnya akan sulit untuk diukur, tetapi jika Anda berhasil menangani dan menganggarkan segala biaya, termasuk Harga Pokok Penjualan (HPP) dapat membuka segala kemungkinan perubahan yang akan memengaruhi pendapatan secara langsung. Kunci pentingnya adalah mencoba memprediksi penjualan secara akurat dan menangani sebagian besar biaya-biaya yang terjadi.

Tujuan Utama dari Penganggaran Perusahaan Dagang

Tujuan atau objective utama dari penganggaran perusahaan dagang adalah tercapainya keseimbangan antara:

  1. Apa yang akan dibayarkan kepada pemasok untuk pembelian barang dagangan untuk persediaan.
  2. Arus kas masuk dari penjualan kepada pelanggan.

Keseimbangan antara kedua unsur tersebut sangat penting untuk menjaga likuiditas perusahaan. Untuk pencapaian yang efektif, pengalaman dari aktivitas perusahaan sebelumnya harus dipertimbangkan secara hati-hati dan jangan terlalu tergantung kepada data historis yang akan mengarah pada pengulangan kesalahan sebelumnya. Diskusikan pada rapat anggaran dengan tim manajemen mengenai prediksi penjualan dan biaya-biaya dengan mempertimbangkan berbagai faktor yang mungkin memengaruhi aktivitas bisnis perusahaan.

Komponen yang Terdapat Pada Penganggaran Perusahaan Dagang

Berbagai komponen rencana anggaran barang dagangan adalah sebagai berikut:

  1. Anggaran Nilai Penjualan
  2. Anggaran Harga Pokok Penjualan
  3. Anggaran kebijakan penentuan nilai persediaan akhir
  4. Anggaran Nilai Persediaan Awal

Sebagai contoh kasus, perusahaan Maju Jaya adalah perusahaan dagang yang sedang mempersiapkan anggaran pembelian. Setelah melakukan beberapa pertimbangan, tim manajemen memprediksi nilai penjualan sejumlah Rp40.000.000 di kuartal pertama, Rp90.000.000 di kuartal kedua, Rp60.000.000 di kuartal ketiga, dan Rp50.000.000 di kuartal keempat. Perusahaan kemudian mengasumsikan nilai persediaan akhir pada satu kuartal sejumlah setengah dari nilai HPP pada kuartal berikutnya. Nilai HPP diasumsikan 50% dari penjualan. Nilai persediaan akhir pada kuartal akhir diasumsikan sejumlah Rp10.000.000. Berikut ringkasan laporan anggaran perusahaan Maju Jaya:

Perusahan Maju Jaya
Laporan Anggaran Pembelian (Dalam Ribu Rupiah)
Keterangan Q1 Q2 Q3 Q4
Penjualan Rp40.000 Rp90.000 Rp60.000 Rp50.000
HPP (50% dari penjualan) Rp20.000 Rp45.000 Rp30.000 Rp25.000
Persediaan akhir yang diharapkan (50% dari HPP kuartal berikutnya) Rp22.500 Rp15.000 Rp12.500 Rp10.000
Total persediaan tersedia Rp42.500 Rp60.000 Rp42.500 Rp35.000
Persediaan awal (Rp10.000) (Rp22.500) (Rp15.000) (Rp12.500)
Pembelian Teranggarkan Rp32.500 Rp37.500 Rp27.500 Rp22.500

Sebagai informasi tambahan, khusus perhitungan pada persediaan awal di kuartal pertama menggunakan pola yang sama dengan kuartal lainnya, nilai persediaan awal selalu berjumlah setengah dari HPP.

Evaluasi Selalu Laporan Anggaran Anda!

Penganggaran barang dagangan digunakan oleh perusahaan dagang untuk menentukan berapa banyak nilai rupiah yang dialokasikan dalam setiap bulan atau setiap kuartal pada kategori barang tertentu, mempertimbangkan perkiraan penjualan perusahaan, perputaran persediaan, dan margin laba.

Mengevaluasi laporan anggaran barang dagang bertujuan untuk menyeimbangkan arus kas keluar yang digunakan untuk membeli persediaan dan arus kas masuk, hasil penjualan barang dagang untuk periode laporan keuangan berikutnya. Apakah perusahaan dagang Anda harus melakukan pre-order untuk beberapa stok, dan apakah anggaran yang disediakan cukup untuk memenuhi barang dagang permintaan para pelanggan dapat ditentukan melalui evaluasi secara berkala.

Penganggaran yang dilakukan bagi perusahaan dagang sangat penting demi menjaga stabilitas operasional dan menghindari terjadinya pemborosan yang sia-sia. Dibantu dengan laporan keuangan yang komprehensif, penyusunan laporan anggaran akan semakin dipermudah. Untuk urusan pencatatan dan pelaporan keuangan, Anda bisa menggunakan Jurnal. Jurnal adalah software akuntansi online yang akan membantu Anda menyiapkan segala kebutuhan pencatatan dan pelaporan keuangan. Dengan Jurnal, Anda bisa mengirimkan faktur kepada klien dan mendapatkan notifikasi secara otomatis ketika klien melakukan pembayaran. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Jurnal, silahkan klik di sini.

Author