Siklus keuangan merupakan suatu sistem akuntansi yang mencatat dua kegiatan ekonomi, yaitu kegiatan bisnis untuk menambah modal dari pemilik dan kegiatan bisnis menggunakan modal untuk memperoleh aset produksi yang untuk memperoleh pendapatan. Siklus keuangan terdiri dari beberapa siklus yang berbeda. Setiap siklus menggambarkan jenis kegiatan yang dilakukan pada bisnisnya. Sehingga setiap transaksi akan dikelompokan berdasarkan jenis kegiatan yang dilakukan kemudian mengikuti proses yang sama untuk mencatat dan melaporkan informasi. DI bawah ini adalah beberapa siklus keuangan yang harus Anda ketahui.

 

Siklus Pendapatan

Siklus pendapatan terdiri dari dua aktivitas utamanya yaitu penjualan dan penerimaan kas. Perusahaan menerima pesanan kemudian memproses pesanan, menerbitkan faktur, dan kemudian mendapatkan uang atas penjualan yang dilakukan. Kumpulan aktivitas yang dilakukan disebut dengan siklus penjualan atau biasanya juga disebut dengan siklus pendapatan. Penerimaan kas sendiri menunjukan besarnya jumlah uang tunai yang diterima oleh perusahaan. Metode pencatatan yang digunakan adalah sistem akrual.

 

Siklus Pengeluaran

Pengeluaran yang dimaksud pada sistem ini adalah jumlah yang dikeluarkan atau diberikan oleh perusahaan untuk memperoleh barang/jasa yang diperlukan untuk menjalankan bisnisnya. Transaksi yang termasuk didalamnya seperti transaksi pembelian kredit, pembelian aset, pembayaran gaji, pengeluaran biaya-biaya dan lain sebagainya. Sehingga setiap perusahaan mengeluarkan uang, maka akan masuk dalam siklus ini.

 

Siklus Konversi

Siklus konversi bertanggung jawab atas kegiatan produksi yang dilakukan baik dalam bentuk produk maupun jasa. Yang termasuk dalam siklus ini adalah akuntansi biaya. Anda dapat mengalokasikan biaya produksi dari barang atau jasa. Siklus konversi dapat menggunakan informasi yang berasal dari siklus pengeluaran untuk membantu kelancaran kegiatan dan pengambilan keputusan.

 

Siklus Pembiayaan

Pembiayaan yang dimaksud adalah pembiayaan eksternal yang digunakan untuk membiayai kegiatan operasional perusahaan. Siklus pembiayaan akan mencatat dan melaporkan informasi yang berkaitan dengan hal tersebut. Contoh kegiatan yang termasuk pada siklus ini seperti transaksi saham, obligasi, dividen, akuisisi.

 

Siklus Aset Tetap

Memiliki aset tetap merupakan salah satu bentuk investasi perusahaan untuk menunjang kegiatan operasional perusahaan. Beberapa kegiatan yang masuk dalam siklus ini seperti pembelian aset tetap, depresiasi aset tetap, menjual aset yang sudah lama/usang. Siklus aset tetap berhubungan erat dengan siklus pembiayaan. Hal ini karena banyak perusahaan yang menggunakan pembiayaan eksternal untuk membeli aset tetap. Sehingga transaksi yang terjadi juga berkaitan dengan siklus pembiayaan.

Sebagai seorang akuntan, Anda harus merancang prosedur dan pengawasan yang tepat untuk setiap siklus yang ada. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua transaksi diproses dan cara yang tepat dan benar. Untuk memudahkan Anda menjalankan siklus keuangan ataupun proses akuntansi dengan cepat dan mudah. Anda dapat menggunakan bantuan software akuntansi. Jurnal merupakan software akuntansi online yang dapat melakukan penghitungan, pelaporan, dan analisis keuangan. Jurnal juga memiliki berbagai macam fitur yang memudahkan proses akuntansi, mulai dari membuat laporan keuangan, menghitung biaya, mengelola stok, dan pelaporan pajak menjadi lebih mudah. Dapatkan informasi lengkapnya di sini.