Mekari Jurnal
Daftar Isi
14 min read

Tips Kelola Utang Piutang di Tengah Ancaman Resesi

Tayang 26 May 2022
Diperbarui 18 Oktober 2023

Bagaimana Tips kelola utang piutang di tengah ancaman resesi?

Resesi merupakan penurunan kegiatan ekonomi secara signifikan yang berlangsung dalam beberapa bulan, umumnya lebih dari tiga bulan.

Beberapa indikator yang biasa digunakan untuk mengukur kondisi resesi antara lain, terjadi penurunan Produk Domestik Bruto (PDB), merosotnya pendapatan riil, jumlah pengangguran meningkat karena lapangan kerja berkurang, penjualan ritel melorot, hingga terpuruknya industri manufaktur.

Umumnya, dibutuhkan jeda waktu cukup panjang untuk pulih dari fase resesi.

Bagi pelaku usaha, diperlukan strategi yang tepat untuk mengelola bisnis agar tidak terkena dampak resesi.

Konsultan Keuangan sekaligus Founder Beta Consulting Jibrilia Alamsyah mengungkapkan, salah satu hal penting untuk menjaga keberlangsungan usaha ialah mengelola keuangan, khususnya terkait utang adalah dan piutang perusahaan.

“Hal terpenting adalah bisnis tetap jalan. Caranya dengan mengelola perputaran uang keluar dan masuk agar tetap aman,” ujar Jibrilia.

Tahukah Anda kalau aplikasi akuntansi online Mekari Jurnal bisa memudahkan Anda mengelola utang piutang perusahaan secara lebih efektif. Buktikan dengan coba gratis aplikasi Jurnal dengan klik pada tombol atau banner di bawah ini.

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Tips Kelola Utang Piutang di Tengah Ancaman Resesi

Berikut tips mengelola utang dan piutang di tengah ancaman resesi :

Ketahui Posisi Neraca

Sebagai pemilik usaha, Anda perlu mengetahui posisi neraca perusahaan secara akurat. Secara sederhana, hal itu digambarkan sebagai uang, aset, dan utang.

Pengumpulan data secara komprehensif akan membuat Anda mengetahui posisi keuangan perusahaan sehingga dapat mengambil keputusan yang tepat ke depan.

Dari sisi uang, Anda harus mengetahui jumlah uang yang dimiliki perusahaan di bank, baik berbentuk tabungan, petty cash, atau format lain.

Intinya, Anda harus mengetahui seberapa banyak dana yang dimiliki perusahaan untuk bisa memenuhi utang perusahaan atau berbagai kewajiban lain.

Selain itu, Anda juga perlu mengetahui jumlah investasi yang dimiliki perusahaan beserta jenis instrumen keuangannya, seperti deposito, obligasi, saham, atau sukuk.

Anda juga harus mengetahui berapa banyak total aset berwujud yang dimiliki perusahaan, seperti tanah, bangunan, mesin, atau peralatan produksi.

Kelola Risiko utang Piutang Tanpa Harus Kehilangan Transaksi Penjualan

Anda juga perlu mengetahui jumlah total kewajiban atau utang yang harus dilunasi perusahaan dalam periode tertentu. Tujuannya, untuk menghindari pelanggaran kesepakatan bisnis.

Tak ketinggalan, Anda juga harus mengetahui jumlah dana yang masih tersangkut dan belum cair di konsumen, klien, mitra kerja atau merchant.

Berikut dengan data subjek dan rentang waktu piutang tersebut harus dilunasi.

Jangan sampai Anda lupa bahwa Anda sudah memberikan kewajiban berupa barang atau jasa kepada klien, namun belum memperoleh pembayaran.

Kelalaian dalam pencatatan bisa menyebabkan Anda mengalami kerugian karena tak sadar masih memiliki dana di pihak luar.

Untuk menghindari terjadinya kelalaian, Anda membutuhkan bantuan teknologi berupa software akuntansi online Mekari Jurnal.

Melalui penggunaan aplikasi Jurnal, Anda bisa mengelola laporan neraca sekaligus utang piutang dengan mudah dan cepat, tentu dengan sistem pencatatan otomatis dan dapat dipantau secara real time.

Contoh laporan keuangan pada Jurnal software akuntansi UKM

Baca juga: Ini 5 Sektor Bisnis Tahan Krisis saat Pandemi COVID-19

Prioritaskan Utang Berbiaya Tinggi

Tips kelola hutang piutang yang kedua adalah prioritaskan utang yang berbiaya tinggi.

Ungkapan “Cash is the king” sepertinya bermakna besar dan layak dipakai saat situasi sulit seperti sekarang ini.

Pada masa krisis, menjaga likuiditas kas atau uang tunai merupakan hal yang sangat penting demi kelangsungan bisnis.

Kendati demikian, Anda juga tak bisa mengabaikan kewajiban untuk membayar utang perusahaan.

Di situasi krisis, Anda kemungkinan sulit untuk membayar utang sesuai kewajiban.

Maka itu, Anda perlu mengukur ulang utang yang perlu dibayar terlebih dahulu, kemudian prioritaskan membayar utang yang memiliki jumlah cicilan atau beban bunga utang paling tinggi.

Perhatian jumlah minimum cicilan, jika tak ada penalti atau beban bunga, maka sebaiknya bayarkan senilai minimum cicilan terlebih dahulu, dan dana yang tersisa bisa dibayarkan untuk kewajiban lain.

Jika harus bayar cicilan aset operasional, prioritaskan membayar cicilan aset yang berpengaruh langsung pada aktivitas operasional, misalnya sewa mobil, cicilan mesin produksi, membayar sewa software akuntansi online, membayar jasa konsultan keuangan, dan lainnya.

Sebaliknya, tunda membayar dana untuk pengembangan aset yang tidak berdampak langsung pada aktivitas operasional, misalnya merenovasi gedung, memodifikasi mobil, dan lainnya.

Kelola Usaha Mikro Kecil secara Efektif. Pelajari Fitur Jurnal Selengkapnya di sini!

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Baca juga: Manajemen Piutang: Ketahui Pengelolaan yang Tepat Bagi Bisnis

Negosiasi dengan Kreditur 

Tips mengelola utang dan piutang di situasi krisis berikutnya ialah berusaha proaktif bernegosiasi dengan bank atau pihak pemberi pinjaman lain untuk meminta keringanan pembayaran utang.

Anda juga perlu memperhatikan berbagai kebijakan insentif keuangan yang diterbitkan oleh pemerintah dan lembaga pemberi pinjaman.

Dengan begitu, Anda bisa meminta kompensasi saat krisis berdasarkan aturan yang ada.

Baca Juga : Pengertian, Jenis, Format, Contoh Laporan Keuangan Adalah Berikut

Restrukturisasi Utang

Jika berdasarkan laporan neraca keuangan, perusahaan tak sanggup membayar utang secara penuh, maka Anda disarankan mengajukan restrukturisasi utang, baik ke bank, lembaga keuangan lain maupun investor ritel.

Restrukturisasi utang bisa berupa perubahan jumlah pokok atau biaya bunga utang, dan perpanjangan tenor atau jangka waktu berutang.

Akan sangat bagus kalau kreditur memberi grass period. Grass period adalah masa tenggang setelah jatuh tempo pembayaran utang tanpa penghitungan denda bagi debitur.

“Kadang pelaku usaha itu belum apa-apa sudah takut atau negative thinking. jangan sampai seperti itu. Dengan komunikasi yang baik mungkin saja bisa menghasilkan jalan tengah,” ujar Jibrilia.

Siapkan Daftar Penagihan Tepat Waktu

Berdasarkan informasi dari laporan neraca, Anda harus mengumpulkan seluruh data piutang secara akurat.

Data yang dimaksud antara lain, jumlah dana yang belum cair, subjek piutang, dan rentang waktu piutang.

Dari data tersebut, Anda bisa menyiapkan daftar penagihan piutang secara tepat waktu.

Langkah awal dimulai dengan melakukan penagihan pembayaran beberapa saat sebelum waktu jatuh tempo.

Kemudian mengingatkan kembali pada saat waktu jatuh tempo, dan memberi peringatan ketika pihak yang berutang tak membayar sesuai waktu yang disepakati.

Baca juga: Cara Menghitung dan Membuat Anggaran Piutang Sederhana

Negosiasi dengan Debitur

Dalam prosesnya, Anda harus proaktif berkomunikasi dengan pihak konsumen untuk menegosiasikan solusi yang tepat dalam membayar piutang, terutama ketika mereka tidak mampu membayar tunggakan.

Rencanakan cara pembayaran sebaga jalan tengah, misalnya  mencicil separuh dari kewajiban, mencicil dalam jangka waktu lebih panjang, atau membayar tanpa bunga, bahkan melakukan barter.

Coba Fitur Aplikasi Catatan Keuangan dan Bisnis untuk Keputusan Bisnis Lebih Cepat dan Akurat

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Tips Kelola Utang dan Piutang Perusahaan dengan Menggunakan Jurnal

Melalui software akuntansi online Mekari Jurnal, Anda bisa mengelola dan memantau anggaran keuangan, mencatat transaksi keuangan, serta mengelola data utang piutang secara akurat dan mudah. Bahkan data tersebut bisa diakses dimanapun dan kapanpun.

Mekari Jurnal ikut mendukung dan berkomitmen membantu menjawab tantangan untuk menjaga produktivitas dan pertumbuhan ekonomi di tengah tuntutan untuk mengurangi mobilitas ke tempat kerja dan keramaian umum lewat program #UKMtahankrisis.

Cari tahu selengkapnya mengenai produk Mekari Jurnal di website atau isi formulir berikut ini untuk mencoba demo gratis Mekari Jurnal secara langsung.

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

CTA Jurnal

Itulah beberapa tips dan cara kelola utang piutang perusahaan di saat pandemi sekarang agar cash flow dapat berjalan dengan lancar.

Mudah-mudahan informasi di atas bermanfaat. Ikuti media sosial Mekari Jurnal untuk informasi lain tentang bisnis, keuangan, dan akuntansi.

Lalu, Jika Terjadi Resesi Berikut Solusi Yang Bisa Dilakukan Perusahaan

Berikut penjelasannya.

1. Manfaatkan Peluang Inovasi dengan Riset Pasar

Riset Pasar Sebagai Kunci Inovasi

Dalam menghadapi resesi, inovasi adalah salah satu kunci keberhasilan bagi bisnis. Namun, inovasi yang efektif harus didasarkan pada pemahaman yang mendalam tentang pasar dan pelanggan. Oleh karena itu, riset pasar menjadi langkah awal yang sangat penting. Riset pasar membantu bisnis untuk memahami perubahan dalam perilaku dan preferensi pelanggan selama resesi.

Mengidentifikasi Peluang

Dengan melakukan riset pasar yang cermat, bisnis dapat mengidentifikasi peluang yang mungkin terlewatkan oleh pesaing. Hal ini termasuk peluang untuk mengembangkan produk atau layanan baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan anggaran pelanggan selama resesi. Riset pasar juga membantu dalam mengidentifikasi tren yang mungkin muncul selama resesi, sehingga bisnis dapat bersiap untuk merespons dengan cepat.

Personalisasi Penawaran

Melalui riset pasar, bisnis dapat memahami kebutuhan dan preferensi pelanggan secara lebih personal. Ini memungkinkan bisnis untuk menawarkan produk atau layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan individual pelanggan. Personalisasi penawaran dapat meningkatkan daya tarik bisnis dan membantu dalam mempertahankan pelanggan selama resesi.

Evaluasi Kinerja Produk

Riset pasar juga membantu bisnis dalam mengevaluasi kinerja produk yang ada. Bisnis dapat mengetahui produk mana yang paling sukses dan menguntungkan, serta produk mana yang mungkin perlu disesuaikan atau ditarik dari pasar. Dengan demikian, bisnis dapat fokus pada produk-produk yang paling menguntungkan selama resesi.

Penyesuaian Harga

Selama resesi, perubahan harga dapat menjadi strategi yang efektif untuk menarik pelanggan. Namun, penyesuaian harga harus didasarkan pada pemahaman yang baik tentang persepsi pelanggan terhadap nilai produk. Riset pasar membantu bisnis untuk memahami sejauh mana pelanggan bersedia membayar dan bagaimana mereka merespons perubahan harga.

2. Diversifikasi Pemasok (Supplier)

Perlunya Diversifikasi Pemasok

Selama resesi, ketersediaan bahan baku dan barang dapat menjadi masalah serius karena fluktuasi harga dan ketersediaan pasokan. Oleh karena itu, diversifikasi pemasok menjadi strategi penting. Diversifikasi pemasok berarti bisnis memiliki lebih dari satu pemasok untuk bahan baku atau barang yang diperlukan. Diversifikasi ini membantu bisnis dalam mengurangi risiko ketergantungan pada satu pemasok dan meningkatkan fleksibilitas dalam menghadapi perubahan pasar.

Keuntungan Diversifikasi Pemasok

Salah satu keuntungan utama dari diversifikasi pemasok adalah dapat mengatasi peningkatan harga atau kelangkaan bahan baku dari satu pemasok. Jika satu pemasok menghadapi masalah pasokan, bisnis masih dapat memperoleh bahan baku dari pemasok lainnya. Diversifikasi juga memungkinkan bisnis untuk mendapatkan harga yang lebih kompetitif dengan membandingkan penawaran dari beberapa pemasok.

Kerja Sama dengan Pemasok Lokal

Selain memiliki beberapa pemasok, bisnis juga dapat mempertimbangkan kerja sama dengan pemasok lokal. Pemasok lokal mungkin lebih fleksibel dalam hal harga, waktu pengiriman, dan ketersediaan barang. Selain itu, kerja sama dengan pemasok lokal dapat memberikan dampak positif pada ekonomi lokal dan mendukung komunitas bisnis setempat.

Evaluasi Kualitas dan Kinerja Pemasok

Penting untuk terus mengevaluasi kualitas dan kinerja pemasok. Bisnis perlu memastikan bahwa pemasok-pemasok yang digunakan dapat memenuhi standar kualitas yang dibutuhkan. Evaluasi kinerja juga membantu dalam menentukan apakah kerja sama dengan pemasok tertentu masih menguntungkan bagi bisnis.

Strategi Persediaan Cadangan

Dalam beberapa kasus, bisnis juga dapat mempertimbangkan strategi persediaan cadangan. Ini berarti menyimpan persediaan bahan baku atau barang jadi yang cukup besar untuk mengatasi situasi darurat jika terjadi gangguan pasokan dari pemasok utama. Namun, strategi ini juga harus dipertimbangkan dengan hati-hati karena dapat mengikat modal perusahaan.

3. Efisiensi Anggaran Pemasaran

Penyesuaian Strategi Pemasaran

Selama resesi, efisiensi anggaran pemasaran menjadi lebih krusial. Bisnis perlu memastikan bahwa setiap dolar yang dihabiskan untuk pemasaran memberikan hasil yang maksimal. Ini dapat dicapai dengan menyesuaikan strategi pemasaran agar lebih efisien dan tepat sasaran.

Pengalihan ke Pemasaran Digital

Salah satu langkah efisiensi yang umum dilakukan adalah pengalihan sebagian besar anggaran pemasaran ke ranah digital. Pemasaran digital memiliki keunggulan dalam hal jangkauan yang luas, biaya yang lebih terjangkau, dan kemampuan untuk mengukur hasil dengan lebih baik. Strategi pemasaran digital mencakup iklan online, media sosial, dan pemasaran konten.

Pemilihan Platform Media Sosial yang Tepat

Pemilihan platform media sosial yang sesuai dengan target pasar sangat penting. Misalnya, jika target pasar Anda adalah generasi milenial, maka fokus pada platform seperti Facebook, YouTube, dan Instagram adalah strategi yang baik. Sebaliknya, jika Anda ingin menjangkau Generasi Z, platform seperti Instagram, YouTube, dan TikTok mungkin lebih efektif.

Kerja Sama dengan Influencer dan Content Creator

Kerja sama dengan influencer, content creator, atau Key Opinion Leader (KOL) dapat menjadi strategi efektif dalam pemasaran digital. Generasi Z dan milenial memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi pada brand yang memiliki hubungan dengan para influencer atau KOL. Kerja sama ini dapat membantu meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap produk atau layanan Anda.

Analisis Data Hasil Pemasaran

Pemasaran digital juga memungkinkan analisis data yang lebih mendalam. Bisnis dapat melacak dan menganalisis perilaku pelanggan secara lebih rinci. Data ini dapat digunakan untuk mengoptimalkan strategi pemasaran, mengidentifikasi tren, dan membuat perubahan yang diperlukan dalam waktu nyata.

Pengukuran Kinerja

Selain itu, pengukuran kinerja pemasaran menjadi lebih akurat dalam pemasaran digital. Bisnis dapat melihat metrik seperti tingkat konversi, ROI (Return on Investment), dan lainnya dengan lebih tepat. Hal ini memungkinkan untuk mengevaluasi efektivitas setiap kampanye pemasaran dan mengalokasikan anggaran dengan lebih bijak.

4. Siapkan Dana Darurat

Perlunya Dana Darurat Bisnis

Dalam menghadapi resesi, penting bagi bisnis untuk memiliki dana darurat yang memadai. Dana darurat bisnis berfungsi untuk menjaga stabilitas operasional bisnis di tengah ketidakpastian ekonomi. Dana ini dapat digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan, termasuk pembayaran gaji karyawan, pembayaran tagihan, dan pembiayaan operasional.

Pisahkan Dana Pribadi dan Bisnis

Penting untuk memisahkan dana darurat bisnis dari dana pribadi pemilik bisnis. Hal ini membantu dalam menjaga transparansi keuangan bisnis dan memastikan bahwa dana darurat benar-benar tersedia jika dibutuhkan. Pisahkan rekening bank untuk bisnis dan pribadi.

Pilih Bank Terpercaya

Dana darurat bisnis sebaiknya disimpan di bank yang terpercaya dan memiliki jaminan perlindungan dari pemerintah. Pastikan bahwa dana darurat tersebut dapat diakses dengan cepat jika diperlukan.

Perencanaan Keuangan yang Matang

Selain memiliki dana darurat, bisnis juga perlu memiliki perencanaan keuangan yang matang. Ini mencakup pengelolaan kas yang hati-hati, perencanaan anggaran, dan proyeksi keuangan untuk menghadapi berbagai skenario yang mungkin terjadi selama resesi.

Penyusunan Rencana Krisis

Bisnis sebaiknya juga menyusun rencana krisis yang mencakup langkah-langkah konkret yang akan diambil jika terjadi situasi darurat. Rencana ini harus melibatkan seluruh tim manajemen dan karyawan untuk memastikan koordinasi yang baik dalam menghadapi krisis.

5. Restrukturisasi Tenaga Kerja

Evaluasi Kinerja Karyawan

Selama resesi, bisnis mungkin perlu mempertimbangkan restrukturisasi tenaga kerja. Ini bisa mencakup evaluasi kinerja karyawan untuk mengidentifikasi yang berprestasi dan yang tidak. Karyawan yang kurang berprestasi mungkin perlu mendapatkan pelatihan tambahan atau perubahan peran, sedangkan yang sangat berprestasi perlu diapresiasi.

Pengurangan Personil

Jika situasi sangat sulit, pengurangan personil mungkin tidak dapat dihindari. Namun, pengurangan ini harus dilakukan dengan hati-hati dan sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan yang berlaku. Komunikasi yang baik dengan karyawan yang terkena dampak juga sangat penting.

Fokus pada Kapasitas yang Berprestasi

Dalam menghadapi resesi, bisnis perlu memaksimalkan kapasitas karyawan yang berprestasi. Mereka mungkin dapat mengambil peran tambahan atau memberikan kontribusi yang lebih besar dalam mengatasi tantangan yang dihadapi bisnis.

Pemberdayaan Karyawan

Pemberdayaan karyawan adalah strategi penting selama resesi. Karyawan yang merasa memiliki tanggung jawab dan peran yang penting dalam bisnis mungkin lebih termotivasi untuk berkontribusi secara positif dalam menghadapi resesi.

Konsultasi dengan Ahli HR

Dalam hal restrukturisasi tenaga kerja, bisa sangat bermanfaat untuk berkonsultasi dengan ahli sumber daya manusia (HR) atau pengacara yang berpengalaman dalam hukum ketenagakerjaan. Hal ini dapat membantu bisnis untuk mematuhi regulasi yang berlaku dan mengambil langkah-langkah yang tepat secara hukum.

Dalam menghadapi resesi, tiap langkah harus dipertimbangkan dengan cermat dan disesuaikan dengan kondisi bisnis yang spesifik. Dengan perencanaan yang matang dan adaptasi yang cepat, bisnis dapat bertahan dan bahkan tumbuh selama masa sulit ini.

6 Hal yang Harus Dihindari Selama Resesi

Resesi adalah periode ekonomi yang sulit dan memerlukan tindakan bijak untuk melindungi keuangan Anda. Untuk menghindari dampak yang lebih buruk selama resesi, ada beberapa hal yang perlu dihindari. Berikut adalah daftar hal-hal tersebut:

1. Jangan Menjadi Penjamin Pinjaman

Menjadi penjamin pinjaman atau “cosigner” adalah tindakan berisiko yang harus dihindari selama resesi. Ketika Anda menjadi penjamin pinjaman, Anda secara hukum bertanggung jawab untuk melunasi utang jika peminjam utama gagal melakukannya. Dalam situasi resesi, risiko ini meningkat karena peminjam mungkin kehilangan pekerjaan atau tidak mampu membayar utang mereka.

2. Hindari Hipotek dengan Suku Bunga Fluktuatif

Mengambil hipotek dengan suku bunga yang dapat disesuaikan (ARM) mungkin terlihat menguntungkan saat suku bunga rendah. Namun, selama resesi, suku bunga dapat naik ketika ekonomi pulih, yang berarti pembayaran hipotek Anda juga akan meningkat. Ini dapat menyebabkan kesulitan keuangan yang serius. Sebaiknya pilih hipotek dengan suku bunga tetap untuk menghindari ketidakpastian.

3. Tidak Mengambil Utang Baru

Mengambil utang tambahan selama resesi adalah langkah berisiko. Ketidakpastian ekonomi dapat mengakibatkan PHK atau pengurangan pendapatan, membuat pengembalian utang menjadi sulit. Hindari menambah utang baru kecuali benar-benar diperlukan dan setelah mempertimbangkan risikonya.

4. Jangan Meremehkan Pekerjaan

Selama resesi, risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) meningkat. Kualitas pekerjaan Anda dan kontribusi Anda dalam perusahaan menjadi lebih penting. Tingkatkan keterampilan Anda dan tunjukkan nilai Anda agar tidak termasuk dalam daftar PHK. Pemberi kerja lebih mungkin mempertahankan karyawan yang produktif.

5. Hindari Investasi Berisiko

Bagi pemilik bisnis, berinvestasi dalam pertumbuhan bisnis adalah hal yang penting. Namun, selama resesi, berhati-hatilah dengan investasi berisiko. Lebih baik berpikir besar ketika ekonomi pulih dan biaya investasi lebih rendah. Hindari risiko besar yang dapat membahayakan stabilitas bisnis Anda selama resesi.

6. Jangan Boros

Selama resesi, penting untuk mengontrol pengeluaran dan menghindari pemborosan. Buat anggaran yang realistis dan perhatikan setiap pengeluaran. Simpan sebanyak mungkin untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi. Ini adalah saat yang tepat untuk memprioritaskan keuangan Anda dan menghindari pengeluaran yang tidak perlu.

Dengan menghindari hal-hal ini selama resesi, Anda dapat melindungi keuangan Anda dan meningkatkan kemungkinan bertahan dan pulih ketika kondisi ekonomi membaik. Selalu berencana dengan bijak dan konsultasikan dengan profesional keuangan jika diperlukan untuk mengambil keputusan terbaik untuk situasi Anda.

Kategori : Business Management
Kelola Keuangan Bisnis Lebih Optimal dengan Integrasi Manajemen Supply Chain!

 

Akses e-Book dengan gratis!

 

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal
Kelola Keuangan Bisnis Lebih Optimal dengan Integrasi Manajemen Supply Chain!

 

Akses e-Book dengan gratis!

 

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal