Mendengar tentang perusahaan jasa pasti sudah biasa di telinga Anda bukan? semua orang pasti tahu tentang perusahaan jasa. Ya hal ini karena aktivitas perusahaan jasa sangat lekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Lihat saja contohnya seperti jasa laundry, jasa ojek, jasa fotocopy, travel, dan masih banyak lagi. Perusahaan jasa merupakan perusahaan yang kegiatan utamanya melakukan penjualan dan penawaran produknya dalam bentuk pelayanan atau jasa.

Perbedaan proses kegiatan dan produk yang dihasilkan menjadikan akuntansi perusahaan jasa juga berbeda. Idealnya, perusahaan jasa memiliki proses akuntansi yang lebih sederhana dibandingkan dengan jenis perusahaan lain. Agar memahami lebih lengkap mengenai akuntansi perusahaan jasa, simak ulasan berikut ini.

Pengertian Perusahaan Jasa

Sebelum membahas tentang akuntansi perusahaan jasa, ada baiknya Anda memahami tentang pengertian dan karakteristik perusahaan jasa itu sendiri terlebih dahulu.  Menurut Kotler, perusahaan jasa adalah perusahaan yang menawarkan suatu tindakan yang tidak berwujud dan tidak menyebabkan perpindahan kepemilikan. Sama dengan Kotler, Adrian Payne mendefinisikan perusahaan jasa sebagai perusahaan yang melakukan aktivitas ekonomi yang memiliki manfaat intangible dan terdapat hubungan interaksi dengan konsumen atau dengan barang miliknya sendiri tetapi tidak menghasilkan transfer kepemilikan. Sementara, Gronross menyebutkan bahwa perusahaan jasa merupakan perusahaan yang memiliki serangkaian aktivitas intangible antara dua pelanggan dan karyawan jasa untuk mengatasi masalah pelanggan.

Karakteristik Perusahaan Jasa

Merujuk pengertian perusahaan jasa, maka dapat kita peroleh beberapa karakteristik dari perusahaan jasa. Adapun karakteristik nya seperti:

  • Kegiatan utamanya menjual jasa

Karena perusahaan jasa tidak membuat produk, maka kegiatan utama perusahaan jasa pun hanya menjual atau menawarkan jasa yang dimilikinya.

  • Tidak menyediakan produk dalam bentuk fisik

Seperti yang Anda tahu bahwa jasa merupakan bentuk intangible sehingga perusahaan jasa tidak menjual produk yang bisa disimpan atau dilihat. Meskipun produknya tidak dapat dilihat tetapi manfaat nya dapat dirasakan oleh konsumen atau penggunanya.

  • Hasil tidak dapat disamakan

Hasil dari usaha jasa sangat subjektif, bergantung terhadap kepuasan konsumen atau pelanggannya. Sehingga, hasil usaha jasa tidak dapat disamakan antara satu konsumen dengan konsumen lainnya. Penyebabnya yakni karena ukuran kepuasan setiap orang berbeda. Selain itu, kualitas karyawan juga tergantung  kondisi psikologis, kesehatan, dan sebagainya. Sebagai contoh karyawan yang memiliki shift sejak pagi hingga sore pasti berbeda dalam memberikan pelayanannya, layanan pagi pasti lebih prima dibanding dengan layanan yang dilakukan sore hari saat kondisi karyawan sudah capek bukan?

  • Tidak ada harga pokok produksi

Karakteristik yang sangat membedakan antara perusahaan jasa dengan jenis perusahaan lainnya adalah tidak adanya harga pokok produksi dan penjualan. Perusahaan jasa tidak melakukan kegiatan produksi barang karenanya ia tidak membutuhkan bahan baku produksi. Hal tersebut membuat laporan keuangan pada perusahaan jasa tidak terdapat informasi tentang harga pokok produksi dan penjualan.

  • Tidak ada standar harga yang umum

Kebutuhan konsumen atau pelanggan biasanya berbeda-beda tergantung keluhan atau keinginannya. Sehingga harga jasa tidak bisa dipatok secara umum dan harus disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.

Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa

Sama dengan jenis perusahaan lainnya, perusahaan jasa juga harus membuat laporan keuangan. Nah seperti yang Anda ketahui untuk membuat laporan keuangan maka Anda harus mengetahui siklus akuntansi perusahaan jasa. Dengan begitu laporan keuangan yang dihasilkan baik dan benar. Berikut siklus akuntansi perusahaan jasa:

1. Identifikasi dan Analisis Transaksi

Langkah pertama dalam siklus akuntansi adalah mengidentifikasi dan menganalisis  transaksi. Akuntan atau Anda harus mengidentifikasi transaksi sehingga dapat dicatat dengan benar. Tidak semua transaksi dapat dicatat, transaksi yang dapat dicatat adalah transaksi yang mengakibatkan perubahan posisi keuangan perusahaan, memiliki bukti dan dapat dinilai ke dalam unit moneter secara objektif. Setelah mengidentifikasi transaksi, Anda harus menentukan pengaruhnya terhadap posisi keuangan. Untuk memudahkan, Anda dapat menggunakan persamaan matematis yaitu

Aktiva = Kewajiban + Ekuitas.

2. Pencatatan Transaksi Kedalam Jurnal

Setelah informasi transaksi dianalisis, kemudian dicatat dalam buku jurnal. Jurnal adalah suatu catatan kronologis tentang transaksi-transaksi yang terjadi dalam suatu periode akuntansi.

3. Posting ke Buku Besar

Langkah selanjutnya yaitu mem-posting transaksi yang sudah dicatat dalam jurnal ke dalam buku besar. Buku besar adalah kumpulan rekening-rekening pembukuan yang masing-masing digunakan untuk mencatat informasi tentang aktiva tertentu.

4. Penyusunan Neraca Saldo

Neraca saldo adalah daftar saldo rekening-rekening buku besar pada periode tertentu. Cara menyusun neraca saldo sangat mudah, Anda hanya perlu memindahkan saldo yang ada di buku besar ke dalam neraca saldo untuk disatukan. Saldo pada neraca saldo harus sama jumlahnya.

5. Penyusunan Jurnal & Neraca Saldo Penyesuaian

Jika pada akhir periode akuntansi, terdapat  transaksi yang belum dicatat, atau ada transaksi yang salah, atau perlu disesuaikan maka dicatat dalam jurnal penyesuaian. Penyesuaian umumnya dilakukan  secara periodik, biasanya saat laporan akan disusun.  Kemudian, Anda juga harus membuat neraca saldo kedua dengan cara memindahkan saldo yang telah disesuaikan pada buku besar ke dalam neraca saldo yang baru. Saldo dari akun-akun pada buku besar dikelompokkan kedalam kelompok aktiva atau pasiva. Saldo antara kelompok aktiva dan pasiva pada neraca saldo ini juga harus seimbang.

6. Penyusunan Laporan Keuangan

Langkah selanjutnya yakni menyusun neraca saldo. Berdasarkan informasi pada neraca saldo setelah penyesuaian, tahap selanjutnya yaitu menyusun laporan keuangan. Laporan keuangan yang disusun seperti:

7. Penyusunan Jurnal Penutup

Setelah membuat laporan keuangan, Anda juga harus membuat jurnal penutup. Jurnal penutup hanya dibuat pada akhir periode akuntansi saja. Rekening yang ditutup hanya rekening nominal atau rekening laba-rugi. Caranya dengan me-nol kan atau membuat nihil rekening terkait. Rekening-rekening nominal harus ditutup karena rekening tersebut digunakan untuk mengukur aktivitas atau aliran sumber-sumber yang terjadi pada periode berjalan.

Jenis Transaksi Akuntansi Perusahaan Jasa

Perbedaan karakteristik antar jenis perusahaan juga menyebabkan adanya perbedaan untuk beberapa transaksi yang ada pada perusahaan jasa. Berikut beberapa jenis transaksi akuntansi perusahaan jasa:

  • Pembelian

Transaksi pembelian ini adalah kegiatan membeli suatu produk. Transaksi pembelian yang dilakukan oleh perusahaan jasa seperti pembelian peralatan dan perlengkapan kerja. Semua itu dilakukan untuk memberikan pelayanan dan kepuasan kepada pelanggan. Selanjutnya Anda harus mencatat transaksi lain yang berhubungan dengan transaksi pembelian yang dilakukan. Misalnya, Salon Shizuka melakukan pembelian berupa hairdryer, gunting, alat catok, vitamin rambut di Toko Cantik Berseri maka setelah pembelian dilakukan Anda harus segera mencatatnya dalam pembukuan usaha Anda.

  • Pendapatan

Seperti halnya perusahaan lain, perusahaan jasa juga memiliki tujuan untuk memperoleh keuntungan. Adapun pendapatan dari perusahaan jasa yakni pendapatan dari layanan yang telah diberikan. Oleh karena itu, para pengusaha jasa akan memberikan layanan yang terbaik. Transaksi pendapatan wajib dicatat dalam pembukuan perusahaan baik tunai maupun kredit.

  • Pembayaran Beban-Beban

Selain mengeluarkan uang untuk membeli keperluan seperti peralatan dan perlengkapan. Perusahaan jasa juga memiliki biaya atau beban. Adapun contoh beban-beban yang biasanya dikeluarkan seperti beban tagihan listrik, telepon, internet, administrasi, dan beban-beban lainnya.

  • Penerimaan Piutang

Piutang merupakan penjualan atau pemberian layanan yang dilakukan secara kredit. Sesuai dengan kebijakan/kesepakatan yang dilakukan maka konsumen akan melunasi pembayaran dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Sehingga pada waktu pelunasan piutang, perusahaan juga harus mencatatnya.

  • Penanaman Modal atau Investasi

Pada saat pertama kali didirikan pasti ada setoran modal dari pemilik atau pun investor. Nah, semua investasi juga harus dicatat dengan baik. Apalagi jika dana atau modal yang diperoleh dari pihak lain. Dengan demikian pembagian hasil dan pengembaliannya jelas.

Itulah Informasi tentang akuntansi perusahaan jasa yang perlu Anda ketahui. Dengan begitu Anda dapat membedakan antara perusahaan jasa dengan jenis perusahaan lain. Selain itu dengan memahami jenis transaksi maka Anda juga dapat menentukan  pos / akun dari setiap transaksi-transaksi yang terjadi secara benar. Dengan demikian Anda dapat mengurangi risiko kesalahan dalam pengelolaan keuangan. Jumlah dan jenis transaksi yang terjadi pada perusahaan jasa berbeda antar perusahaan, bergantung pada besar atau tidak lingkup operasional perusahaan itu sendiri.


Untuk memudahkan Anda menghitung dan mengelola semua transaksi yang terjadi, Anda dapat menggunakan bantuan software akuntansi seperti Jurnal. Jurnal adalah dapat membantu Anda menjalankan sistem akuntansi perusahaan Anda dengan cepat. Anda hanya perlu menginput semua transaksi, Jurnal secara otomatis akan mengolahnya menjadi laporan keuangan. Dan masih banyak fitur-fitur lain yang akan memudahkan pekerjaan dan kesuksesan bisnis Anda. Temukan info dan fitur lain dari Jurnal dengan klik di sini.