Cara Melakukan Analisis Transaksi Akuntansi Bagi Pemula

Setiap pelaku usaha atau perusahaan pasti akan melakukan transaksi dan semua transaksi yang terjadi akan dicatat dalam sebuah buku harian. Tahukah Anda untuk mencatat transaksi dalam buku harian diperlukan suatu analisis? Analisis transaksi merupakan kegiatan yang penting dalam siklus akuntansi. Analisis digunakan untuk mengetahui pengaruh dari transaksi terhadap akun-akun sehingga membentuk persamaan dasar akuntansi.

Doubel-Entry System

Double-entry system atau sistem pencatatan berpasangan merupakan sistem analisis transaksi di mana setiap transaksi keuangan yang terjadi akan berpengaruh minimal dua akun. Pengaruh tersebut yakni untuk komponen aset di sisi debit dan komponen utang atau kewajiban atau pun modal atau ekuitas di sisi kredit. Hal ini mengacu pada persamaan dasar akuntansi yaitu Aset = Kewajiban + Modal.

Di mana aset sendiri merupakan sumber-sumber ekonomi yang dikuasai perusahaan dan memberikan manfaat ekonomi di masa depan. Kewajiban adalah pengorbanan ekonomi untuk menyerahkan aset atau jasa kepada entitas lain di masa depan. Sementara modal adalah hak residu atas aset setelah dikurangi dengan semua kewajiban.

Langkah-langkah Analisis Transaksi

Untuk menganalisis transaksi, Anda dapat melakukan langkah-langkah berikut ini:

a. Pahami jenis-jenis akun dan komponennya, misal akun aset dapat terdiri dari piutang, persediaan, dan lain-lain.

b. Tentukan pengaruh dari suatu transaksi pada akun aset, kewajiban, modal, beban atau pendapatan.

c. Tentukan pengaruhnya untuk setiap akun, apakah adanya transaksi tersebut menjadikan jumlah saldo akun menjadi naik atau turun.

d. Tulis kenaikan atau penurunan saldo atas akun tersebut di sebelah debit atau kredit.

Jenis Transaksi Keuangan

Agar dapat menganalisis dengan cepat dan mudah, maka Anda perlu mengetahui jenis-jenis transaksi keuangan. Beberapa transaksi keuangan dibagi menjadi beberapa kelompok sebagai berikut:

a. Transaksi dengan pemilik

Sebuah perusahaan yang didirikan pasti akan melakukan transaksi dengan pemilik. Biasanya terjadi di awal-awal pendirian. Transaksi dengan pemilik merupakan transaksi yang terjadi antara perusahaan dan pemiliknya. Transaksi ini terdiri dari penyetoran modal dan prive atau penarikan uang untuk kepentingan pribadi.

b. Transaksi dengan pelanggan

Transaksi dengan pelanggan pasti akan sering terjadi. Transaksi ini terdiri dari penjualan barang atau jasa kepada pelanggannya. Selain itu juga berkaitan dengan transaksi retur atau pengembalian barang oleh pelanggan karena tidak sesuai dengan pesanan atau ada cacat.

c. Transaksi dengan pemasok

Transaksi dengan pemasok ini seperti transaksi pembelian bahan baku, pembelian produk atau barang dagangan, retur pengembalian, dan transaksi lainnya.

d. Transaksi dengan kreditor

Beberapa contoh transaksi antara perusahaan dengan kreditor yakni transaksi penarikan pinjaman dan transaksi pelunasan pinjaman.

e. Transaksi dengan penyedia nilai tambah

Transaksi dengan penyedia nilai tambah yaitu transaksi yang terjadi antara perusahaan dengan pihak lain yang memberikan nilai tambah kepada produk atau jasa perusahaan Anda. Pihak yang memberikan nilai tambah misalnya karyawan. Karyawan akan menyediakan tenaga ataupun pikirannya untuk perusahaan, seperti membuat barang yang akan dijual kepada konsumen atau memberikan jasa atau pelayanan untuk konsumen.

 

Contoh Analisis Transaksi Akuntansi

Agar lebih memahami, berikut merupakan beberapa contoh penerapan dari analisis transaksi akuntansi.

1 Januari 2017 Tuan Ilyas membuka bisnis atau perusahaan dengan nama Binatu Rizky. Dia menyetorkan uang sebagai modal awal pendirian bisnis tersebut sebesar 1 Miliar (Rp1.000.000.000).

Analisis transaksi: transaksi tersebut menambah nilai aset berupa kas sebesar 1 Miliar untuk sisi debit. Sementara sisi kredit yang terpengaruh atas transaksi setoran ini adalah modal lebih tepatnya sebagai modal Ilyas.

Jurnal

Kas

1.000.000.000

Modal Ilyas

1.000.000.000

Tanggal 5 januari 2017, perusahaan membeli peralatan berupa mesin cuci dari toko Ku sebesar Rp150.000.000 secara tunai.

Analisis transaksi: transaksi tersebut menyebabkan perusahaan memiliki peralatan berupa mesin cuci, yang artinya sisi debit akun aset berupa peralatan bertambah saldo menjadi 150 juta. Sementara akun lain yang berpengaruh yakni kas. Akibat pembelian dilakukan secara tunai maka akun kas berkurang saldonya sebesar 150 juta. Namun, jika pembelian dilakukan secara kredit maka akun lawan yang berpengaruh bukan kas melainkan utang (kewajiban).

Jurnal

Peralatan

150.000.000

Kas

150.000.000

24 Maret 2017 untuk meningkatkan pelayanan pesan antar, perusahaan membeli sebuah mobil kepada toko nasmoco seharga Rp250.000.000 secara kredit.

Analisis transaksi: transaksi tanggal 24 Maret ini menyebabkan perusahaan bertambah aset (pada sisi debit) berupa mobil sebesar 250 juta dan juga mengakibatkan bertambah juga utang usaha disisi kredit (pasiva) sebesar 250 juta.

Jurnal

Mobil

250.000.000

Utang Usaha

250.000.000

Untuk memudahkan dalam melakukan pencatatan transaksi, Anda dapat menggunakan bantuan Jurnal. Jurnal merupakan software akuntansi online yang berbasis Cloud sehingga data secara otomatis akan tersimpan. Dengan Jurnal, Anda bisa mendapatkan kemudahan pencatatan untuk keperluan bisnis kapan pun dan di mana pun. Tidak hanya pencatatan transaksi, Jurnal juga menyediakan fitur pembuatan faktur secara otomatis, pelacakan ketersediaan barang, dan manajemen aset yang akan membantu mengembangakan nilai aset bisnis Anda di masa depan. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang Jurnal, bisa Anda dapatkan di sini.


PUBLISHED05 Jan 2020
Witdya Pangestika
Witdya Pangestika


Kategori : Panduan Akuntansi