×
Pelajari Peran CFO Persiapkan Bisnis Berkelanjutan

Jurnal Pembayaran Dividen: Pengertian, Jenis, Contoh dan Cara Membuatnya

Jurnal pembayaran dividen sering didengar dan tidak asing lagi ketika sudah berada di dunia saham. Di dalam dunia saham untuk jurnal pembayaran dividen ini juga banyak diincar oleh kalangan para investor.

Akan tetapi ada juga satu hal yang harus diketahui bahwa untuk kata dividen ini juga banyak dicatat pada ilmu akuntansi. Untuk saat ini pada saat proses pembuatan jurnal pembayaran dividen bisa dibantu dengan beberapa alat.

Beberapa alat yang dimaksud adalah software akuntansi dari Mekari Jurnal yang sudah disediakan khusus untuk Anda demi membantu dan mempermudah segala jenis kegiatan yang sesuai dengan fitur-fitur yang tersedia.

jurnal pembayaran dividen

Dengan adanya dua alat bantuan tersebut untuk proses pembuatan tersebut hanya dengan membutuhkan waktu yang sangat singkat.

Pada kesempatan kali ini akan dibahas secara jelas mengenai jurnal pembayaran dividen, aplikasi jurnal akuntansi dan jurnal pembukuan usaha. Untuk anda yang penasaran dengan beberapa pembahasan tersebut bisa langsung saja simak penjelasan dibawah ini.

Pengertian Jurnal Pembayaran Dividen

Pada perusahaan sering melakukan aktivitas pembagian dividen, bahkan juga bisa dikatakan bahwa hampir semua sudah melakukan pembagian tersebut. Dengan adanya kegiatan ini semua aktivitas keuangan harus dicatat secara rapi dan benar pada jurnal pembayaran dividen.

Tentunya untuk pembuatan jurnal tersebut juga bisa langsung saja menggunakan alat bantuan dari aplikasi jurnal akuntansi dan pembukuan usaha dari Mekari Jurnal. Sebelum membahas lebih jauh mengenai permasalahan tersebut,akan lebih baiknya untuk memahami lebih dalam terlebih dahulu di segi pengertian.

Pengertian jurnal pembayaran dividen menurut kamus besar Indonesia merupakan sebagian laba atau pendapatan yang didapatkan oleh perusahaan. Tentu saja untuk semua laba atau pendapatan ini juga mempunyai besaran yang sudah ditetapkan dan disahkan oleh para direksi para perusahaan.

Semua pendapatan yang dimiliki oleh perusahaan ini, nantinya akan dibagikan secara adil kepada para pemegang saham. Selain itu, untuk sejumlah uang yang berasal dari laba atau hasil keuntungan ini akan langsung dibayarkan oleh para pemegang saham dari perseroan tersebut.

Sedangkan pengertian jurnal pembayaran dividen menurut Wikipedia yaitu proses pembagian laba yang dilakukan di dalam perusahaan kepada pemegang saham. Untuk besaran jumlah laba atau keuntungan yang didapatkan ini juga akan disesuaikan lagi dengan saham yang dimiliki oleh perusahaan tersebut.

Proses pembagian laba atau keuntungan ini juga akan akan berpengaruh terhadap kas yang dimiliki dan tersedia pada perusahaan tersebut. Untuk proses mendistribusikan keuntungan ini juga akan diberikan langsung kepada pemilik tujuan utama dalam suatu bisnis.

Dengan beberapa pengertian dari jurnal pembayaran dividen ini ada satu kesimpulan yang bisa ditarik dan lebih mudah untuk dipahami. Untuk kesimpulan dari segi pengertian jurnal pembayaran dividen adalah proses pembagian yang dilakukan oleh pemegang saham terhadap suatu perusahaan.

Proses pembagian saham ini juga memberikan pengaruh terhadap laba yang sudah ditahan dan kas milik dari perusahaan tersebut. Selain itu untuk pencatatan keuangan ini juga harus dilakukan dengan menggunakan aplikasi jurnal akuntansi dan pembukuan usaha milik dari Mekari Jurnal.

jurnal pembayaran dividen

Macam-Macam Jenis Jurnal Pembayaran Dividen

Secara umum untuk jurnal pembayaran dividen ini dibagi menjadi lima jenis dan harus diketahui oleh kalangan masyarakat. Untuk beberapa macam jenis dari jurnal pembayaran dividen tersebut adalah:

  1. Dividen Tunai

Paling pertama dari jenis pembayaran dividen adalah tunai. Tentu saja sesuai dengan namanya yaitu dividen tunai yang mempunyai arti bahwa semua proses pembayaran yang dilakukan oleh perusahaan berbentuk tunai tanpa adanya bentuk lain dalam proses sampai selesai.

Pembayaran tunai ini juga sama saja dilakukan dengan para pemegang saham perusahaan. Untuk masalah besaran jumlah saham yang didapatkan oleh para pemegang saham ini berbeda-beda.

Sehingga sebelum melakukan pembagian saham, biasanya sudah diperhitungkan secara rinci oleh seorang akuntan. Satu hal yang perlu diingat juga bahwa untuk hasil saham yang didapatkan ini juga berpengaruh dengan berapa jumlah yang dimiliki setiap anggotanya.

  1. Dividen Saham

Untuk jenis jurnal pembayaran dividen yang kedua adalah berbentuk saham. Pada jenis dividen kali ini semua proses pembayaran yang dilakukan oleh perusahaan ini berbentuk saham baru.

Tentu saja untuk pembagian dengan wujud saham baru ini dibagikan secara merata kepada semua anggota dan pemegangnya. Selain itu, untuk pembayaran ini juga disesuaikan lagi dengan jumlah saham yang sudah dimiliki oleh para investor atau para pemegang saham.

Sedangkan untuk masalah jumlah, masih sama seperti yang sebelumnya. Bahwa semua proses jumlah pembagian saham ini berbeda-beda dan tentunya tidak bisa disamakan antara satu dengan lainnya.

Sehingga sangat wajar sekali ketika untuk antara anggota satu dengan lainnya mempunyai jumlah pendapatan saham yang berbeda-beda. Selain itu, untuk pembagian ini juga tergantung dengan berapa jumlah saham yang sudah ditanamkan oleh perusahaan tersebut.

  1. Dividen Properti

Jenis jurnal pembayaran dividen ketiga adalah properti. Sesuai dengan namanya, bahwa untuk proses pembayaran yang dilakukan oleh perusahaan kepada para pemegang saham ini mempunyai wujud properti.

Untuk properti di dalam jenis yang satu ini bisa berbentuk seperti persediaan, aset, kendaraan dan masih banyak lainnya. Para perusahaan juga akan melakukan pencatatan semua jenis properti yang akan dijadikan sebagai nilai pasar yang wajar.

Selain itu untuk pencatatan ini juga mempunyai satu tujuan. Untuk satu tujuan tersebut adalah supaya bisa mengerti nilai buku yang berbeda-beda jumlahnya. Selain itu dengan adanya pencatatan ini juga bisa mengerti selisih dari keuntungan atau kerugian yang didapatkan.

  1. Skrip

Pada jenis jurnal pembayaran dividen kali ini masih belum banyak orang yang mengerti. Bahkan ada sebagian dari kalangan masyarakat yang masih asing dengan satu kata tersebut.

Di dalam jenis kali ini untuk pihak perusahaan yang akan melakukan proses pembayaran terhadap pemegang saham bisa dibayarkan dengan bentuk surat janji utang. Tentu saja untuk surat perjanjian hutang yang diberikan kepada para pemegang saham ini mempunyai jangka waktu.

Sedangkan untuk masalah jangka waktu sudah bisa dibicarakan dan disepakati di antara kedua belah pihak. Untuk kedua belah pihak yang dimaksud dalam jenis kali ini adalah perusahaan dan para pemegang saham.

  1. Likuidasi

Sama seperti jenis jurnal pembayaran dividen yang sebelumnya, bahwa masih banyak dari kalangan masyarakat belum mengerti dan pernah mendengar satu kata tersebut. Untuk pengertian dari dividen likuidasi merupakan salah satu cara untuk pengembalian modal awal.

Tentunya dalam proses pengembalian modal awal ini bisa langsung dilakukan dan dikontribusikan para pemegang saham sebagai ekuitas sebuah perusahaan. Selain itu dengan satu jenis deviden ini biasanya bisa dipergunakan pada saat perusahaan sudah bangkrut dan akan mengakhiri bisnis atau usahanya.

jurnal pembayaran dividen

Cara Melakukan Perhitungan

Setelah membahas mengenai pengertian dan beberapa jenis dari jurnal pembagian dividen. Maka untuk pembahasan selanjutnya dan harus diperhatikan adalah cara melakukan perhitungannya dengan baik dan benar sehingga sesuai dengan apa yang diinginkan dan diharapkan.

Seperti yang sudah banyak diketahui bahwa pada saat akan membuat jurnal maupun laporan mengenai pembagian dividen ini harus memperhatikan ketelitian yang sangat profesional. Selain itu, untuk pembuatan dan perhitungan ini biasanya hanya bisa dilakukan pada seorang akuntan perusahaan.

Bisa disimpulkan bahwa tidak semua kalangan masyarakat bisa membuat laporan atau jurnal jenis tersebut. Akan tetapi pada pembahasan kali ini akan diberikan cara untuk melakukan perhitungan supaya tidak salah.

Untuk cara perhitungan kali ini bisa dilakukan pada semua kalangan masyarakat. Sedangkan untuk anda yang penasaran bisa menyimak penjelasan pada poin cara pembahasan ini.

Sebelum masuk kepada proses perhitungan, lebih baik mengingat kembali mengenai perhitungan masalah dividen. Sesuai dengan definisi pada sebelumnya bahwa untuk jurnal pembayaran dividen ada salah satu keterangan yang menyatakan bahwa untuk proses pembagian ini bisa didasarkan dengan banyaknya jumlah saham yang dimiliki.

Pasti dari kalian juga sudah bertanya-tanya bagaimana proses perhitungannya. Pada saat akan memulai perhitungan, bisa memastikan terlebih dahulu bahwa ada tiga komponen yang harus diperhatikan terlebih dahulu. Untuk tiga komponen tersebut adalah laba bersih perusahaan, dividend payout ratio (DPR) dan jumlah saham yang beredar.

Ketiga komponen yang sudah disebutkan pada sebelumnya ini hanya berlaku pada perusahaan yang tidak go publik. Sedangkan untuk cara mencari tahu pembagian saham ini juga ada satu perhitungan secara khusus. Untuk perhitungan secara khusus dalam melakukan perhitungan dividen adalah:

Dividen total = Laba bersih x DPR %

Setelah mendapatkan hasil dari perhitungan dengan menggunakan rumus diatas. Maka bisa langsung melakukan perhitungan dividen dari setiap sahamnya dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

Total Dividen Dibagi Saham yang beredar. = Deviden Persaham

Rumus yang sudah dijelaskan di atas bisa menjadi salah satu cara termudah ketika akan melakukan perhitungan di dalam proses pembuatan jurnal pembayaran dividen. Ketika masih saja merasa kesusahan bisa meminta tolong atau melakukan konsultasi terhadap orang yang sudah pakar atau sering disebut dengan seorang akuntan.

Seorang akuntan yang ada di dalam perusahaan, tentunya sudah tidak asing lagi dengan dua rumus diatas. Dengan melakukan perhitungan dengan menggunakan rumus keduanya bisa mendapatkan hasil perhitungan dengan waktu yang sangat cepat.

Contoh Perhitungan Jurnal Pembayaran Dividen

Setelah memahami pengertian, jenis dan juga rumus, maka akan lebih mudah dipahami lagi ketika dipraktekkan secara langsung. Pada kesempatan ini juga akan diberikan satu contoh yang sangat mudah untuk dipahami.

Dengan adanya contoh yang akan dijelaskan pada pembahasan kali ini bisa dijadikan sebagai bahan referensi ketika akan membuat jurnal pembayaran dividen. Untuk lebih jelasnya anda bisa langsung saja simak penjelasan contoh di bawah ini.

Ketika suatu perusahaan mempunyai saham yang sudah beredar sebanyak Rp.30.000.000,00. Pada setiap lembar saham yang dimiliki oleh perusahaan ini berhasil melakukan pencetakan laba bersih dengan jumlah Rp.3.000.000.000.

Sedangkan untuk kebijakan yang dimiliki oleh perusahaan tersebut dalam proses pembagian dividen ini bisa mencapai dengan 30% dari laba bersih yang sudah didapatkan. Dengan adanya deskripsi perusahaan tersebut akan ada perhitungan jurnal pembayaran dividen yaitu:

  • Dividen total = Semua laba bersih x DPR (%)
  • Dividen total = Rp. 3.000.000.000 x 30 %
  • Dividen totalnya adalah Rp.900.000.000

Setelah proses perhitungan tersebut, maka bisa langsung melanjutkan hitungan pada besaran pembagian dividennya.

  • Dividen pada setiap saham = laba total : saham yang sedang beredar.
  • Dividen setiap sahamnya = Rp. 900.000.000 : Rp. 30.000.000.
  • Sedangkan untuk hasil dividen setiap saham nya yaitu Rp.30 disetiap lembar sahamnya.

Dengan adanya contoh yang sudah di atas secara mudah ini, bisa dijadikan sebagai bahan belajar untuk kalangan masyarakat. Selain itu, untuk anda yang ingin melakukan perhitungan juga bisa langsung mencontoh dari perhitungan yang sudah dijelaskan diatas.

Cara Melakukan Pencatatan Jurnal Pembayaran Dividen

Seperti yang sudah disebutkan pada sebelumnya, bahwa untuk proses pembagian dividen ini harus dilakukan pencatatan secara rinci. Selain itu, kegiatan tersebut juga sering disebut dengan jurnal pembayaran dividen.

Secara umum untuk proses pembayaran jenis dividen ini dibagi menjadi beberapa bagian. Beberapa bagian yang pada pembayaran jenis dividen tersebut adalah tunai, jurnal, akun kas, laba dengan utang dividen. Ada juga satu contoh mudah yang bisa membuat anda lebih banyak paham lagi.

Contoh Kasus :

Pada tanggal 21 Desember 2021, PT. KAL sudah memutuskan untuk proses pembagian dividen secara tunai sampai dengan Rp.150 pada setiap lembarnya. Pembagian yang dilakukan oleh PT. KAL ini bisa mencapai dengan 2000 lembar. Sehingga untuk total yang harus dikeluarkan adalah bisa mencapai dengan Rp.300.000.

Setelah tanggal 28 Desember 2021 untuk sejumlah dividen tersebut akan langsung dibayarkan oleh para pemegang saham. Untuk proses pencatatan saham yang bisa dilakukan pada tanggal 21 Desember 2021 adalah :

 

Tanggal Keterangan Debit Kredit
15 Desember 2021 Laba yang ditahan Rp.300.000,00
Utang Dividen Rp.300.000,00.

 

Sedangkan untuk jumlah pembayaran dividen pada tanggal 28 Desember 2021 ini tidak berbeda jauh dengan tabel yang sebelumnya. Untuk jurnal perhitungannya adalah:

Tanggal Keterangan Debit Kredit
29 Desember 2021 Utang Dividen Rp.300.000,00
Kas atau Bank Rp.3.000.000,00

 

Dengan pencatatan yang sudah dijelaskan di atas ini juga menjadi bukti bahwa pada saat membuat laporan maupun jurnal bisa dilakukan oleh semua orang. Selain itu, untuk kalangan masyarakat yang ingin melakukan perhitungan juga bisa menggunakan beberapa cara tersebut.

Perlu diingat lagi bahwa untuk setiap transaksi atau semua aktivitas yang berhubungan dengan keuangan perusahaan ini harus dicatat di dalam sebuah jurnal atau laporan. Untuk pencatatan laporan ini juga tidak terkecuali pada saat proses pembagian dividen dari para pemegang saham.

Pada saat proses pencatatan jurnal juga tidak boleh melewatkan beberapa hal yang mempengaruhi laporan keuangan di perusahaan. Ketika ada beberapa kesalahan yang pada saat proses pembuatan laporan atau jurnal keuangan, akan menyulitkan perusahaan pada beberapa situasi dan kondisi tertentu.

Salah satu kendala yang sering terjadi adalah pada saat akan melakukan pelaporan pajak perusahaan. Pastikan semua aktivitas keuangan yang sudah terjadi ini harus disusun pada sebuah laporan maupun jurnal dengan susunan yang rapi serta sistematis.

Dengan pembuatan laporan maupun jurnal secara sistematis ini juga dapat mempermudah pada saat perusahaan akan melaporkan pajak.

Semoga bermanfaat!

Kategori : Keuangan Bisnis

Kembangkan bisnis Anda dengan Mekari Jurnal sekarang

https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-invite-to-office.svg

Coba Gratis

Akses seluruh fitur Mekari Jurnal selama 14 hari tanpa biaya apapun

Coba Gratis 14 hari
https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-demo-interaktif.svg

Jadwalkan Demo

Jadwalkan sesi demo dan konsultasikan kebutuhan Anda langsung dengan sales kami

Jadwalkan Demo