Komponen yang Ada dalam Surat Perjanjian Hutang

Dalam urusan hutang piutang, banyak yang menganggap keberadaan surat perjanjian hutang tidak terlalu penting. Padahal, sebagai langkah antisipasi, penting sekali untuk membuat surat perjanjian saat memberikan ataupun menerima pinjaman. 

Hadirnya surat perjanjian saat terjadi hutang piutang akan meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti misalnya, tidak adanya itikad baik peminjam untuk menyelesaikan pinjaman secara tepat waktu. 

Berurusan dengan uang memang tidak memandang status teman atau kerabat. Yang namanya hutang memang harus dibayar sesuai dengan kesepakatan. Namun, karena tidak menggunakan surat perjanjian, justru banyak pihak yang memanfaatkan untuk berbuat curang dan tidak membayar hutangnya.

Sebenarnya, perjanjian lisan bisa saja dilakukan asalkan terdapat saksi yang mengetahui bahwa telah terjadi proses hutang piutang. Namun secara hukum perdata, disarankan untuk diterbitkan surat tertulis agar kreditur tidak kesulitan saat mencari saksi. Ketika terjadi sengketa, bukti tertulis sifatnya lebih kuat dan bisa diandalkan. 

Bagaimana cara membuat surat perjanjian hutang? Apa saja komponen yang wajib ada di dalamnya? Simak penjelasannya berikut ini!

10 Cara Efektif Mengelola Utang Perusahaan

Tujuan Pembuatan Surat Perjanjian Hutang

Bagi yang belum tahu, pengertian surat perjanjian hutang adalah perjanjian tertulis bersifat resmi dan memiliki kekuatan hukum yang memuat segala hal tentang hutang piutang. Di dalamnya meliputi informasi kedua belah pihak yang terlibat, waktu diterima dan dikembalikan, serta besaran uang yang dipinjamkan. 

Surat perjanjian ini sangat bermanfaat untuk memberikan ketenangan bagi pihak-pihak yang terlibat di dalamnya. Yang lebih penting lagi, karena surat ini memiliki kekuatan hukum, jadi ketika terjadi masalah dapat diselesaikan secara adil melalui jalur hukum. 

Perlu dipahami bahwa kehadiran surat perjanjian yang berkaitan dengan hutang piutang tidak hanya berfungsi sebagai bukti perjanjian saja. Lebih dari itu, surat perjanjian ini memiliki beberapa alasan dan tujuan yang rasional bagi pihak peminjam dan pemberi pinjaman.

Sebagai Konfirmasi Pihak- Pihak yang Terlibat

Tujuan pertama diadakannya surat perjanjian tentang hutang piutang adalah untuk melakukan konfirmasi dengan semua pihak yang terkait. Siapa saja yang dimaksud pihak yang terkait?

Di antaranya adalah pihak peminjam, pemberi pinjaman, dan saksi jika ada. Dalam surat perjanjian ini terdapat data informasi pihak-pihak yang terkait seperti nama lengkap, nomor KTP, dan alamat tempat tinggal. 

Data-data ini digunakan untuk menghindari adanya kesalahan identitas. Atau untuk menyelesaikan masalah jika terjadi kemungkinan adanya pihak tak bertanggung jawab yang mengelak melunasi pinjaman.

Baca Juga: Kelola Hutang dan Piutang dengan Software Akuntansi Online yang Simple

Sebagai Konfirmasi Besaran Hutang dan Waktu Transaksi

Selain mencantumkan data diri, di dalam surat perjanjian ini juga memuat besaran nominal uang yang dipinjam. Hal ini berguna agar tidak ada pihak yang melakukan kecurangan untuk mengubah nominal dalam perjanjian hutang. 

Waktu transaksi juga harus tertulis secara jelas. Waktu ini terdiri dari hari dan tanggal saat kedua pihak melakukan transaksi hutang piutang. Cara ini akan memperjelas tentang transaksi hutang piutang yang terjadi tanpa ada satu pihak pun yang merasa dirugikan. 

Dapat Menghindari Terjadinya Perselisihan

Perselisihan di sini artinya adalah perdebatan akibat perbedaan pendapat antara kedua belah pihak. Akibat dari perselisihan bisa jadi berakhir di jalur hukum karena antar pihak merasa saling benar dan tidak mau mengalah.

Masalah yang berkaitan dengan hutang piutang memang seringkali tidak bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan. Oleh karena itu, untuk menghindari terjadinya perselisihan yang panjang, dibuatlah surat perjanjian yang memuat transaksi hutang piutang. 

Surat perjanjian ini dapat dijadikan sebagai bukti sehingga jika ada perbedaan pendapat maka dapat diselesaikan dengan cepat. Selain itu, tidak ada salah satu pihak yang merasa dirugikan akibat dari perselisihan yang terjadi antara kedua belah pihak.

Dapat Menghindari Risiko Terburuk

Risiko terburuk dari meminjamkan uang kepada orang atau pihak lain adalah gagal bayar. Jadi kondisi ini adalah ketika peminjam tidak bisa membayar atau mengembalikan uang yang telah dipinjam sehingga orang tersebut kabur.

Risiko lain yang bisa juga terjadi adalah orang yang meminjam uang ini meninggal dunia sehingga tidak bisa membayar hutang yang dimiliki. Akan tetapi, dengan adanya surat perjanjian pinjaman, hutang dapat ditagihkan kepada ahli waris debitur. Dengan tujuan agar bisa membayar hutang keluarga yang meninggal dunia.

Baca Juga: Cara Membaca Laporan Neraca pada Aplikasi Catatan Keuangan

Komponen Surat Perjanjian Hutang

Meskipun tidak memiliki ketetapan bentuk formal, ketika membuat surat perjanjian pinjaman, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Di antaranya adalah:

Data diri dari kedua belah pihak. 

Setidaknya di dalam surat perjanjian pinjaman mencakup nama, alamat, nomor KTP, dan pekerjaan pihak debitur maupun kreditur. 

Jumlah pinjaman

Nominal pinjaman adalah komponen yang paling penting dan tidak boleh terlewatkan untuk ditulis. Tuliskan nominal pinjaman secara jelas dalam bentuk angka dan penjelasan huruf untuk menghindari adanya tindakan kecurangan. 

Tujuan pinjaman

Atas kesepakatan bersama, tujuan pinjaman boleh dituliskan maupun tidak dalam sebuah surat perjanjian. Namun, tujuan penulisan tujuan pinjaman adalah agar kedua pihak merasa mendapatkan informasi yang jelas dan adil. 

Mekanisme dan jangka waktu pengembalian

Informasi yang tertulis seputar mekanisme dan jangka waktu pengembalian adalah berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak. Artinya, kedua belah pihak harus sama-sama menyetujui bagaimana cara pengembalian uang yang dipinjamkan.

Jika terdapat kesepakatan mekanisme cicilan maka harus jelas pula waktu pembayaran cicilan yang dilakukan. Jangan lupa mencantumkan batas waktu pengembalian, berupa tanggal dan bulan serta tahun yang jelas. 

Jaminan pinjaman

Dalam sebuah hutang piutang, jaminan memegang peran yang cukup penting. Karena pada dasarnya sebuah kegiatan meminjam uang tidak bisa berdasarkan kepercayaan saja. 

Silakan tulis jaminan yang diberikan atas transaksi pinjaman tersebut. Jaminan pinjaman biasanya terdiri dari surat tanah, surat kendaraan atau BPKB, maupun aset berharga seperti perhiasan atau kendaraan. Fungsi dari jaminan adalah untuk barang penjamin yang akan diserahkan kepada pemberi pinjaman jika ada risiko gagal bayar. 

Kompensasi pinjaman

Jika transaksi hutang piutang menimbulkan kompensasi yang diterima oleh pemberi pinjaman maka harus dituliskan dalam surat perjanjian. Kompensasi biasanya berbentuk bunga yang dibebankan berdasarkan jangka waktu pengembalian. 

Penyelesaian perselisihan

Informasi tentang penyelesaian perselisihan penting untuk dituliskan untuk meminimalisir risiko  perbedaan penafsiran antara kedua pihak. Harapannya agar masalah dapat terselesaikan secara cepat dan adil bagi kedua pihak. 

Dapatkan e-Book Jurnal Gratis: Panduan Mudah Dapat Pinjaman Modal untuk UKM

Cara Membuat Surat Perjanjian Hutang

Berikut ini adalah cara dan contoh pembuatan surat perjanjian pinjaman:

  1. Buat judul secara singkat dan jelas. Judul yang dimaksud adalah judul yang terkait dengan isi surat tersebut. Contohnya adalah: Surat Perjanjian Hutang Piutang.
  2. Tulis keterangan singkat berupa tanggal surat yang berfungsi untuk mengingatkan kesepakatan yang sudah dilakukan. 
  3. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, jangan lupa untuk menuliskan identitas lengkap kedua belah pihak dan komponen informasi lainnya pada surat perjanjian.
  4. Sebagai penutup, bubuhkan tanda tangan yang bersangkutan sebagai bukti bahwa surat perjanjian telah disetujui oleh kedua belah pihak. Penutup boleh ditambahkan dengan satu paragraf penutup.

Untuk mengelola hutang piutang usaha secara lebih mudah dan praktis, Anda dapat menggunakan Software Jurnal by Mekari karena dapat mempermudah Anda dalam mengelola keuangan bisnis. Jurnal dilengkapi berbagai fitur yang Anda butuhkan, seperti laporan keuangan, persediaan barang, rekonsiliasi transaksi, termasuk pula pencatatan faktur pembelian dan pembayaran.

Dengan menggunakan aplikasi accounting online Jurnal by Mekari, Anda bisa menghemat biaya, waktu, dan energi karena data keuangan bisnis diproses dengan baik.

Pada Oktober ini, dapatkan promo diskon hingga 20% dan Cashback mencapai Rp1,5 juta bagi yang berlangganan Jurnal Paket Enterprise+ minimal 24 bulan. Tak hanya itu, Anda juga berhak mendapat diskon 20% dan cashback hingga Rp1 juta jika berlangganan Paket Pro minimal 24 bulan.

Untuk info selengkapnya, Anda bisa mengunjungi website Jurnal atau mencoba demo gratis selama 14 hari dengan mengetuk banner di bawah ini.


PUBLISHED18 Oct 2020
Lavinda
Lavinda


Kategori : Keuangan