Pengertian Likuidasi, Jenis-Jenis dan Contoh Kasusnya

Berdasarkan pengertian likuidasi adalah tindakan penyelesaian seluruh aset dan kewajiban sebagai akibat pembubaran suatu perusahaan oleh para likuidator. Proses likuidasi termasuk menyelesaikan penjualan harta perusahaan, penagihan hutang, pelunasan utang, dan penyelesaian sisa harta pemilik perusahaan. Likuidasi memiliki jenis-jenis dan contoh kasusnya.

Likuidasi terjadi dalam perusahaan karena masalah finansial. Biasanya perusahaan mengalami kebangkrutan atau kerugian yang membuat perusahaan tidak bisa bertahan lebih lama lagi. Dengan perusahaan yang tidak mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya, likuidasi merupakan pilihan yang harus diambil.

Baca Juga: Rasio Likuiditas: Manfaat dan Jenisnya

Jenis-Jenis Likuidasi dan Contohnya


Software Accounting, Kapan Perusahaan Anda Membutuhkannya?

Dalam sebuah bisnis, proses di mana sebuah perusahaan mengalami kerugian merupakan hal yang wajar terjadi. Tetapi jika perusahaan tidak dapat memenuhi kewajiban dalam jangka pendek, maka likuidasi harus dilakukan. Berikut adalah jenis-jenis likuidasi dan contohnya:

Likuidasi Wajib

Likuidasi wajib dilakukan saat pembubaran sebuah perseroan yang mana pembubaran ini bukan untuk peleburan dan penggabungan perseroan. Dengan likuidasi wajib, perseroan yang telah dibubarkan tidak dapat melakukan perbuatan hukum kecuali diperlukan untuk proses likuidasi.

Likuidasi wajib bisa dilakukan jika pihak-pihak yang memiliki hak atas perusahaan melakukan petisi pembubaran perusahaan ke pengadilan. Dengan adanya petisi tersebut maka proses likuidasi wajib bisa dilakukan.

Pihak-pihak tersebut adalah perusahaan itu sendiri, kreditor, pemegang saham, sekretaris negara atau yang setara, dan penerima resmi.

Contohnya, jika sebuah perusahaan sudah tidak mampu menyelesaikan beban hutang dalam jangka pendek maupun jangka panjang, maka pihak-pihak yang berwenang dalam perusahaan berhak mengajukan petisi untuk perusahaan agar melakukan likuidasi.

Baca Juga: Perbedaan Pailit dan Bangkrut Dalam Dunia Bisnis yang Harus Diketahui

Likuidasi Sukarela

Likuidasi sukarela berbeda dengan likuidasi wajib. Likuidasi sukarela dilakukan secara sukarela dan setiap pihak sepakat untuk melakukan likuidasi. Paling tidak sebesar 75% pemegang saham perusahaan harus menyetujui likuidasi agar proses likuidasi sukarela bisa dilakukan dengan lancar.

Keputusan likuidasi juga harus disetujui oleh dewan perusahaan. Di dalam struktur dewan perusahaan terdapat campur tangan direktur perusahaan dan pemegang saham yang menentukan apakah likuidasi sukarela perlu dilakukan atau tidak.

Misalnya, ketika perusahaan mengakhiri usahanya karena dianggap tak mampu lagi bersaing dengan kompetitor atau pasar beralih, maka likuidasi sukarela bisa menjadi pilihan sebelum perusahaan mengalami kerugian yang lebih besar.

 

Likuidasi Sementara

Pengertian likuidasi sementara adalah aktivitas yang dilakukan saat perusahaan sedang dalam kondisi melakukan pelanggaran-pelanggaran dan aset milik perusahaan terancam. Likuidasi sementara adalah pilihan yang diambil sampai waktu yang ditentukan untuk perusahaan kembali lagi.

Likuidator sementara akan ditunjuk untuk mempertahankan status quo sampai menunggu keputusan dari sidang petisi. Tugas dari likuidator sementara adalah mempertahankan aset perusahaan agar tetap aman hingga keputusan diambil. Likuidator sementara dilarang mendistribusikan aset perusahaan kepada kreditor.

Contohnya, saat perusahaan mengalami masalah yang berkaitan dengan pelanggaran hukum meskipun perusahaan tersebut masih bisa berjalan dan mampu menyelesaikan tanggung jawabnya. Maka pilihan likuidasi sementara bisa dilakukan untuk menyelamatkan aset perusahaan agar tidak hilang.

Pengertian likuidasi terjadi pada perusahaan yang memiliki masalah keuangan. Oleh karena itu penting sekali bagi perusahaan untuk menjaga proses laporan keuangan serta pengelolaan keuangan perusahaan agar tidak terjadi kesalahan yang bisa merugikan perusahaan.

Agar terhindar dari proses likuidasi, Anda perlu mengelola dan memantau kinerja keuangan perusahaan dengan cermat. Dalam hal ini, software akuntansi online bisa menjadi solusi untuk membantu Anda dalam proses pengelolaan keuangan.

Salah satunya, Jurnal by Mekari yang merupakan software akuntansi online dengan fitur yang mampu mempermudah proses pengelolaan keuangan perusahaan. Dengan Jurnal, perusahaan bisa mengelola keuangannya dengan hasil yang lebih akurat.

Jurnal by Mekari dapat mempermudah Anda dalam mengelola keuangan dengan adanya software akuntansi yang akurat.

Khusus Agustus 2020 ini, bagi yang berlangganan Jurnal selama 1 tahun, Anda akan mendapat gratis berlangganan 1 bulan dan diskon hingga 20%. Tak hanya itu, dilengkapi juga dengan tiga kali free training dan free 7 users login.

Cari tahu selengkapnya mengenai produk ini di website Jurnal atau coba demo gratis software Jurnal selama 14 hari.

Banner Blog


PUBLISHED05 Aug 2020
Desy
Desy

SHARE THIS ARTICLE: