Menurut Ensiklopedia Ekonomi Keuangan Perdagangan, pailit adalah suatu keadaan dimana seseorang yang oleh suatu pengadilan dinyatakan bangkrut dan yang aktivanya atau warisannya telah diperuntukkan untuk membayar utang. Sedangkan menurut Undang-undang Kepailitan, dapat diartikan sebagai sita umum atas semua kekayaan Debitor Pailit yang pengurusan dan pemberesannya dilakukan oleh Kurator di bawah pengawasan Hakim Pengawas sebagaimana yang telah diatur dalam Undang-undang.

Keadaan pailit menjadi ancaman yang sangat mungkin terjadi bagi siapa saja yang mengelola sebuah bisnis atau usaha. Ancaman tersebut tidak hanya berlaku bagi perusahaan yang baru didirikan, tapi juga bagi perusahaan yang sudah puluhan tahun berdiri. Setiap perusahaan memang berpotensi untuk mengalami pailit, meskipun kemungkinannya hanya 0,01% saja. Keadaan pailit akan menjadi hal yang sangat menakutkan bagi perusahaan, karena perusahaan berada dalam posisi terancam dan bisa saja musnah. Ketahui lebih lengkap tentang faktor penyebab perusahaan pailit di bawah ini.

 

Syarat Perusahaan Dinyatakan Pailit

Faktor Penyebab Perusahaan Pailit yang Harus DiketahuiMenurut Undang-undang, suatu perusahaan dapat dikatakan pailit jika suatu perusahaan tersebut telah memenuhi syarat-syarat yuridis kepailitan. Syarat-syarat tersebut menurut Pasal 2 Undang-undang Kepailitan meliputi adanya debitur yang mempunyai dua atau lebih kreditur dan tidak membayar sedikitnya satu utang secara lunas yang telah jatuh tempo dan dapat ditagih, dinyatakan pailit dengan putusan pengadilan. Kreditor dalam hal ini adalah kreditor baik konkuren, kreditor separatis atau kreditor preferen. Sedangkan hutang yang telah jatuh tempo berarti kewajiban untuk membayar utang yang telah jatuh waktu, baik karena telah diperjanjikan, karena percepatan waktu penagihan sesuai perjanjian atau karena putusan pengadilan, arbiter atau majelis arbitrase. Permohonan pailit menurut Undang-undang Kepailitan dapat diajukan oleh debitor, satu atau lebih kreditor, jaksa, Bank Indonesia, Perusahaan Efek atau Perusahaan Asuransi.

 

Penyebab Perusahaan Pailit

Faktor Penyebab Perusahaan Pailit yang Harus DiketahuiAda beberapa faktor penyebab perusahaan pailit, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Tidak mampu menangkap kebutuhan konsumen, sehingga perusahaan dapat memberikan layanan atau produk yang diterima pasar
  2. Terlalu fokus pada pengembangan produk, sehingga perusahaan dapat melupakan kebutuhan konsumen. Perusahaan yang terlalu fokus pada pengembangan produk akan kehilangan kepekaan terhadap apa yang terjadi di dalam perusahaan, situasi di luar, dan lain sebagainya.
  3. Mengalami ketakutan yang berlebihan, seperti takut bangkrut, takut rugi, takut tidak dapat melayani konsumen, takut pada ketidakmampuan mengatasi masalah, dan lainnya. sebenarnya ketakutan tersebut wajar. Namun, apabila ketakutan tersebut telah melebihi batas normal, maka kondisi tersebut harus diwaspadai karena akan menghambat kinerja perusahaan dan membawa kehancuran.
  4. Berhenti untuk melakukan inovasi dalam berbisnis. Inovasi penting untuk dilakukan oleh setiap pengusaha atau pebisnis. Karena tanpa melakukan inovasi, produk-produk yang dijual lama kelamaan akan membosankan bagi masyarakat yang menjadi target pasar.
  5. Kurang mengamati pergerakan kompetitor atau pesaing, sehingga akan menyebabkan sebuah perusahaan kalah bersaing dan tertinggal jauh di belakang. Sebuah perusahaan harus selalu memperhatikan langkah-langkah yang dilakukan oleh kompetitor.
  6. Menetapkan harga yang terlalu mahal. Memang ada beberapa orang percaya bahwa harga mahal akan membuat produk sebuah perusahaan tampak lebih bagus dan lebih mewah dari aslinya. Namun, bagaimana jadinya jika ada perusahaan baru yang mengeluarkan produk mirip dengan barang perusahaan Anda dan menjualnya jauh lebih murah. Maka kemungkinan perusahaan Anda akan ditinggal konsumen.
  7. Penyebab lainnya seperti terlilit utang, ekspansi yang berlebihan, penipuan yang dilakukan CEO, kesalahan manajemen perusahaan, pengeluaran tidak terkendali, dan masih banyak lagi.

 

Kasus Perusahaan Pailit

PT Indah Raya Widya Plywood Industries telah mengajukan permohonan kredit kepada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Pengajuan permohonan kredit tersebut telah disetujui oleh PT BNI (persero) Tbk, di mana bentuk pinjaman kredit terbagi dalam dua bentuk mata uang, yaitu utang dalam bentuk rupiah dan US Dollar. Perjanjian kredit dalam bentuk rupiah pertama kali dibuat pada 3 Februari 1994. Dengan fasilitas pinjaman maksimal sebesar Rp2.300.000.000,- dan telah diubah dalam perjanjian kredit terakhir yaitu pada tanggal 28 Juli 2000. Sedangkan perjanjian kredit dalam bentuk US Dollar dilakukan pada tanggal 24 Desember 1987.

Dengan fasilitas pinjaman maksimum sebesar Rp4.200.000.000, dan terakhir diubah di dalam perjanjian kredit tanggal 5 April 1993. Perjanjian tersebut kemudian dialihkan menjadi fasilitas offshore loan dalam mata uang US Dollar, yang dituangkan dalam perjanjian kredit tanggal 12 Oktober 1993 dengan fasilitas pinjaman maksimum sebesar US $1.990.000,00 dan terakhir diubah dalam perjanjian kredit tanggal 25 Maret 1998.

Kemudian berdasarkan Surat Bank BNI Nomor KPS/3/117/R tertanggal 13 Maret 1998, diputuskan melakukan perubahan cabang penyelenggara rekening yang semula ada pada PT BNI (Persero) Tbk Kantor Cabang Singapore menjadi PT BNI (Persero) Tbk Kantor Cabang Grand Cayma Island. Oleh karena itu, perjanjian kredit dalam bentuk US Dollar tersebut didudukan lagi dalam perjanjian yang terakhir diubah tertanggal 28 Juli 2000. Berdasarkan pada perjanjian tersebut, jatuh tempo utang PT Indah Raya Plywood Industries terhadap PT BNI (Persero) Tbk jatuh pada tanggal 29 Desember 2000. Untuk menjaga kelangsungan usaha pemohon, maka dengan itikad baik pemohon melakukan beberapa kali negosiasi. Namun hal tersebut tidak ditanggapi oleh pihak termohon. Sampai dengan tanggal 31 Oktober 2005, utang termohon menjadi:

Perhitungan hutang

  • Dalam bentuk rupiah, utang pokok = Rp2.270.000.000, Bunga = Rp118.512.149, dan Denda = Rp500.089. Total uutang= Rp2.389.012.238
  • Sedangkan dalam bentuk US Dollar, utang Pokok = US $1,979,612,85, Bunga = US $301.674,82, dan IBP = US $251.823,45. Total utang = US $2,533,111,12

Karena sampai dengan tanggal yang telah ditetapkan termohon belum membayar lunas hutangnya, maka diajukan permohonan pailit. Permohonan tersebut didaftarkan tanggal 29 Maret 2006. Dari pengajuan permohonan pailit tersebut, maka pihak termohon pailit mengajukan permohonan PKPU tertanggal 28 April 2006 di kepaniteraan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Atas permohonan tersebut, maka dikabulkan PKPU sementara tertanggal 4 Mei 2006. Setelah dikabulkan PKPU sementara termohon maka pada tanggal 17 Mei 2006. Selanjutnya dilaksanakan rapat kreditur pertama, dan pada tanggal 24 Mei 2006 dilaksanakan verifikasi utang piutang yang menghasilkan Daftar Kreditan Sementara. Dari rapat tersebut, pihak termohon melakukan bantahan terhadap PT BNI (Persero) Tbk Mengenai jumlah piutang yang masih ada perselisihan, serta penentuan keikutsertaan PT BNI (Persero) Tbk di dalam menentukan batasan jumlah suara, sehingga menuntut pihak termohon, pelaksanaan rapat pembahasan atas rencana perdamaian tersebut dianggap tidak sah dan cacat hukum.

Agar tidak terjatuh dalam jurang kepailitan, sebaiknya Anda perhatikan penyebab perusahaan pailit yang telah disebutkan di atas. Setelah mengetahui beberapa faktor penyebab perusahaan pailit, Anda akan lebih tenang dan nyaman dalam mengelola perusahaan. Siapkan upaya dan strategi terbaik agar terhindar dari kepailitan. Gunakan bantuan software akuntansi online Jurnal untuk mengelola keuangan di perusahaan Anda secara lebih praktis. Jurnal dilengkapi dengan berbagai fitur terbaik dan telah dipercaya oleh ribuan pengguna di Indonesia. Tunggu apa lagi? Daftarkan perusahaan Anda sekarang untuk mencoba 14 hari secara GRATIS. Lihatlah, bagaimana Jurnal dapat memberikan Anda keuntungan dan kemudahan dalam menjalankan bisnis sukses.