Mekari Jurnal
Daftar Isi
10 min read

Kesalahan Finansial Yang Harus Dihindari Entrepreneur

Tayang 25 Jun 2023
Diperbarui 09 Oktober 2023

Di bawah ini adalah daftar kesalahan finansial menurut para ahli finansial terkemuka yang sering dilakukan oleh para entrepreneur.

Amati daftar berikut ini dan pastikan diri Anda tidak terperangkap pada kesalahan-kesalahan berikut.

Manajemen Cash Flow Yang Jelek

Dalam dunia bisnis, pemasukan memang penting, namun cash flow yang positif adalah kunci keberhasilan jangka panjang.

Tidak peduli sebesar apa pun keuntungan yang dihasilkan, bisnis akan kesulitan bertahan jika manajemen cash flow tidak baik.

Cash flow menjadi elemen yang lebih krusial daripada sekadar pemasukan.

Sebagai contoh, meskipun bisnis A menghasilkan keuntungan yang positif, jika cash flow-nya negatif, pemilik usaha mungkin akan kesulitan membayar gaji karyawan dan biaya operasional.

Keterbatasan cash flow justru dapat menghambat kemajuan bisnis.

Bagaimana cara menciptakan cash flow yang sehat?

Penting untuk memahami manajemen cash flow dengan membuat laporan laba rugi yang terperinci.

Dari situ, Anda dapat mengidentifikasi persentase pengeluaran dan memberikan prioritas pada biaya operasional yang paling mendesak.

Selalu lakukan evaluasi secara berkala setiap bulan untuk memastikan cash flow tetap sehat dan seimbang.

Selain itu, ada beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk mengoptimalkan cash flow, seperti mengelola stok dengan bijak, mengefisienkan proses pengiriman dan penagihan, serta menjaga hubungan baik dengan pemasok dan pelanggan untuk meminimalkan keterlambatan pembayaran.

Dengan pemahaman yang baik tentang manajemen cash flow dan tindakan yang tepat, Anda dapat mengatasi tantangan dan membangun cash flow yang stabil untuk bisnis Anda.

Ingatlah bahwa manajemen cash flow yang baik adalah fondasi penting untuk keberhasilan jangka panjang.

Jadi, manajemen cash flow yang jelek adalah salah satu kesalahan finansial yang wajib dihindari oleh seorang entrepreneur.

Rekening Bank yang Kosong

Seorang entrepreneur pada umumnya tidak terlalu mempedulikan jumlah kas di tangan.

Saat memiliki sejumlah kas, entrepreneur biasanya akan langsung menginvestasikan uang tersebut ke bisnisnya.

Meskipun investasi yang dilakukan dapat memiliki potensi pengembalan ROI yang besar, di sisi lain akan membuat keadaan menjadi sangat berisiko bila kondisi bisnis sedang memburuk, misalnya terjadi perubahan trend di pasar yang tidak menguntungkan bisnis.

Menjaga jumlah kas adalah seperti memiliki asuransi kehidupan.

Anda tidak tahu apa yang akan terjadi baik di kehidupan bisnis maupun di kehidupan personal Anda di masa depan yang mungkin saja membutuhkan uang kas dalam waktu singkat.

Sehingga, ada baiknya Anda tidak membiarkan rekening Bank kosong.

Bisnis Tidak Punya Dana Darurat Sama Sekali

Keberhasilan bisnis tidak selalu terjamin, dan tantangan yang tak terduga bisa mengintai kapan saja.

Oleh karena itu, penting bagi pemilik bisnis untuk mempersiapkan dana darurat yang cukup untuk menghadapi situasi sulit yang mungkin terjadi.

Tidak punya dana darurat untuk bisnis adalah kesalahan finansial yang wajib dihindari oleh seorang entrepreneur.

Krena bisa saja banyak masalah yang dapat menghantam bisnis, seperti masalah hukum dan legalitas, kebutuhan asuransi, atau bahkan perbaikan operasional yang memerlukan biaya tambahan.

Oleh karena itu, memiliki dana darurat menjadi kunci penting dalam menjaga kelangsungan bisnis.

Sama halnya dengan keuangan pribadi, bisnis juga perlu memiliki cadangan dana darurat setidaknya tiga bulan pengeluaran.

Dengan memiliki dana darurat yang mencukupi, Anda dapat menghindari kepanikan dan tidak terjebak dalam utang ketika menghadapi masalah bisnis yang mendesak.

Selalu prioritaskan menyisihkan sebagian keuntungan untuk dana darurat bisnis.

Jangan menganggapnya sebagai pengeluaran yang tidak penting, tetapi sebagai investasi dalam keamanan bisnis Anda.

Dana darurat memberikan jaminan bahwa bisnis Anda dapat bertahan dan mengatasi tantangan apa pun yang mungkin muncul.

Ingatlah, bisnis yang sukses adalah bisnis yang telah mempersiapkan langkah antisipatif.

Dengan memiliki dana darurat yang memadai, Anda dapat menjaga bisnis Anda tetap berjalan lancar tanpa harus terjerat dalam utang yang tidak perlu.

Menghabiskan Uang tanpa Mempedulikan ROI

Setiap pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan harus memiliki pertimbangan ROI (Return on Investment) yang jelas.

Penting bagi pemilik bisnis untuk tidak menghabiskan uang tanpa memperhatikan potensi pengembalian investasi.

Meskipun branding dapat menjadi hal yang penting, namun harus ada perkiraan yang jelas tentang tingkat pengembalian yang mungkin diperoleh.

Jangan hanya terbuai oleh upaya branding tanpa mempertimbangkan potensi keuntungan yang akan diperoleh sebagai hasilnya.

ROI tidak selalu harus positif, namun penting untuk menganalisis dan memperhitungkan potensi pengembalian tersebut.

Jadi salah satu kesalahan finansial yang harus dihindari oleh seorang entrepreneur adalah tidak memperhitungkan ROI.

Karena setiap pengeluaran yang dilakukan harus memiliki tujuan yang jelas dan mampu memberikan nilai balik bagi perusahaan.

Sebagai pemilik bisnis, penting untuk melakukan evaluasi terhadap setiap pengeluaran yang dilakukan.

Pertimbangkan manfaat jangka panjang dan potensi pengembalian yang akan diperoleh dari pengeluaran tersebut.

Dengan melakukan analisis yang baik, Anda dapat memastikan bahwa setiap uang yang diinvestasikan memiliki potensi ROI yang layak.

Ingatlah bahwa dalam pengelolaan keuangan perusahaan, menghabiskan uang dengan bijak dan mempertimbangkan ROI adalah langkah penting untuk mencapai kesuksesan jangka panjang.

Jangan Kikir: Investasikan dalam Pertumbuhan Bisnis Anda

Ketika menjalankan bisnis, jangan terlalu hemat dalam mengeluarkan biaya yang diperlukan untuk mengembangkan usaha Anda, meskipun saat ini belum banyak menghasilkan keuntungan.

Berhemat adalah hal yang penting, namun jangan sampai menjadi terlalu kikir hingga menghambat pertumbuhan bisnis Anda.

Terlalu fokus pada penghematan bisa membuat Anda terjebak dalam siklus kerja yang tidak efektif dan efisien.

Ingatlah untuk berpikir jangka panjang dan menjaga keseimbangan dalam kehidupan Anda.

Jika terus memaksakan diri untuk menangani semua urusan bisnis sendiri, Anda bisa merasa lelah dan kelelahan yang tidak perlu.

Belajarlah untuk delegasi tugas kepada tim atau mempertimbangkan untuk mendapatkan bantuan dari profesional yang memiliki keahlian dalam bidang tertentu.

Dengan begitu, Anda dapat fokus pada aspek strategis dan pengembangan bisnis yang lebih penting.

Investasikan dalam pertumbuhan bisnis Anda dengan bijak.

Lakukan riset pasar, kembangkan strategi pemasaran yang efektif, tingkatkan kualitas produk atau layanan, dan jangan takut untuk mencoba hal-hal baru.

Ingatlah bahwa pengembangan bisnis membutuhkan investasi yang tepat, baik itu dalam bentuk waktu, tenaga, atau sumber daya finansial.

Dengan sikap yang bijaksana dan tidak terlalu hemat, Anda dapat memberikan dorongan yang dibutuhkan untuk memajukan bisnis Anda ke tingkat yang lebih tinggi.

Ketidakteraturan yang Menyebabkan Biaya Ekstra

Ketidakteraturan bisa menjadi musuh bisnis yang merugikan, dan merupakan salah satu kesalahan finansial yang wajib dihindari oleh seorang entrepreneur.

Ketika tenggat waktu terlewat, biaya menjadi tidak terkendali, dan barang-barang hilang, semuanya dapat menyebabkan masalah yang menghambat perkembangan bisnis Anda.

Untuk menghindari hal tersebut, penting untuk menciptakan sistem organisasi yang efektif.

Dengan memiliki sistem yang teratur, Anda dapat menjaga segala sesuatunya tetap berada pada tempatnya.

Ini akan membantu Anda bekerja secara efisien dan efektif.

Mulailah dengan menyusun jadwal dan tenggat waktu yang jelas untuk setiap tugas dan proyek yang harus diselesaikan.

Pastikan tim Anda memahami pentingnya menghormati tenggat waktu ini dan bekerja dengan disiplin.

Selain itu, gunakan alat dan teknologi yang tepat untuk membantu dalam mengatur dan melacak pekerjaan.

Selain itu, penting juga untuk memiliki kebijakan dan prosedur yang jelas dalam mengelola keuangan dan aset perusahaan.

Ini termasuk pengendalian biaya dan inventarisasi yang ketat.

Dengan demikian, Anda dapat menghindari biaya ekstra yang tidak perlu dan meminimalkan risiko kehilangan barang.

Dengan menciptakan ketertiban dan keteraturan dalam bisnis Anda, Anda dapat menghindari masalah yang disebabkan oleh ketidakteraturan.

Ini akan membantu mengoptimalkan produktivitas, mengurangi biaya yang tidak perlu, dan meningkatkan efisiensi secara keseluruhan.

Ingatlah bahwa tindakan kecil dalam menciptakan ketertiban dapat memiliki dampak besar pada perkembangan bisnis Anda.

Dengan menjaga kegiatan bisnis Anda teratur, Anda dapat mencapai tujuan Anda dengan lebih efektif dan menghindari biaya ekstra yang tidak diinginkan.

Tidak Mengelola Keuangan Bisnis Dengan Bantuan Aplikasi Seperti Mekari Jurnal

Tidak Mengelola Keuangan Bisnis Dengan Bantuan Aplikasi Seperti Mekari Jurnal

Untuk mengurangi kemungkinan para Entrepreneur dalam membuat kesalahan finansial, salah satu penyedia layanan akuntansi cloud di Indonesia Mekari Jurnal mencoba membantu para pengusaha.

Mekari Jurnal telah menciptakan platform akuntansi online berbasiskan cloud computing yang dapat Anda coba gratis di sini.

Platform software akuntansi Jurnal.id dapat membantu para pengusaha untuk mengelola pembukuan dengan lebih praktis.

Keuntungan yang didapat dengan menggunakan Mekari Jurnal antara lain:

  1. Menjalani bisnis kapanpun dan dimanapun
  2. Membuat faktur penjualan,pesanan pembelian, dan surat Jalan secara otomatis
  3. Menyiapkan laporan keuangan instan hanya dengan 1-klik.

Tidak Mengetahui Sama Sekali Tentang Pajak Usaha

Banyak entrepreneur muda yang masih kebingungan mengenai pajak usaha.

Padahal, pembayaran pajak merupakan kewajiban yang harus dipenuhi dalam menjalankan bisnis.

Selain itu, membayar pajak juga dapat membantu memperoleh pinjaman bank untuk modal usaha.

Sebelumnya, perlu memahami bagaimana bisnis kita beroperasi.

Jika bisnis kita berbasis offline, pajak yang perlu dibayarkan mungkin termasuk Pajak Penghasilan (PPh) Final untuk membayar sewa gedung dan lain sebagainya, PPh Pasal 21 jika kita memiliki karyawan, dan PPh Pasal 23 jika terdapat transaksi pembelian jasa.

Sementara itu, jika bisnis kita berbasis online, terdapat Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh) berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013 sebesar 1% dari omzet

Untuk keberlangsungan bisnis kita, penting untuk tidak mengabaikan kewajiban pembayaran pajak usaha.

Memahami dan memenuhi kewajiban pajak adalah tindakan yang bertanggung jawab dan penting dalam menjalankan bisnis.

Jangan biarkan ketidaktahuan tentang pajak menghambat kesuksesan bisnis kita.

Dengan memenuhi kewajiban pajak secara tepat waktu, kita dapat membangun reputasi yang baik dan berkontribusi pada pembangunan negara.

Tidak Mengetahui Kapan Saatnya untuk Berhenti

Mengetahui kapan saatnya berhenti merupakan keputusan penting dalam mengelola bisnis Anda.

Terlalu sering, para pengusaha terjebak dalam kesalahan untuk terus menginvestasikan dana baru ke dalam bisnis mereka tanpa mempertimbangkan situasi yang sebenarnya.

Sebagai pengusaha, Anda perlu mengenali tanda-tanda traksi yang sebenarnya dalam bisnis Anda.

Traksi berarti Anda telah memiliki pelanggan yang benar-benar membayar produk atau layanan Anda dalam beberapa bulan pertama setelah memulai bisnis.

Jangan mempermainkan diri sendiri dengan definisi traksi yang ambigu atau mengabaikan fakta-fakta yang mengatakan sebaliknya.

Menginvestasikan lebih banyak uang pada bisnis yang belum menunjukkan traksi nyata hanya akan membuang waktu dan sumber daya Anda.

Sementara Anda berfokus pada pengembangan bisnis dan pencapaian target besar berikutnya, jangan lupa untuk selalu memantau kondisi keuangan perusahaan Anda.

Salah satu kesalahan keuangan di atas dapat berdampak buruk pada kelangsungan bisnis Anda.

Penting untuk melakukan evaluasi rutin terhadap kinerja keuangan perusahaan Anda dan mengambil keputusan berdasarkan data yang jelas.

Jika bisnis Anda terus mengalami kerugian yang tidak dapat ditutupi, saatnya untuk menghentikan investasi lebih lanjut dan mempertimbangkan alternatif lain seperti restrukturisasi atau mengakhiri bisnis.

Mengenali kapan saatnya untuk berhenti merupakan langkah penting dalam menjaga keberlanjutan bisnis Anda.

Jaga keseimbangan antara ambisi dan realitas keuangan, dan berani mengambil keputusan yang tepat untuk masa depan bisnis Anda.

Pengeluaran Lebih Besar Dibandingkan Dengan Pemasukan

Saat menjalankan bisnis, penting bagi kita untuk mengenali peribahasa “Besar pasak daripada tiang”.

Ini adalah salah satu kesalahan finansial yang harusnya dihindari oleh seorang entrepreneur.

Meskipun bisnis kita menghasilkan keuntungan yang tinggi, jika pengeluaran tidak diatur dengan baik, akhirnya kita akan mengalami kerugian.

Setiap bisnis harus menentukan margin keuntungan yang sesuai dengan kebutuhan.

Setiap industri memiliki margin laba bersih yang berbeda-beda.

Misalnya, di industri retail, margin keuntungan yang ideal adalah sekitar 2%, sedangkan di industri restoran, margin keuntungan yang diharapkan sekitar 10%.

Dengan mengetahui hal ini, kita dapat menghindari kesalahan dalam menentukan harga jual produk bisnis kita.

Selain itu, penting juga untuk melakukan evaluasi secara berkala guna memastikan bahwa pengeluaran kita masih sesuai dengan proyeksi.

Dengan mengawasi pengeluaran secara ketat, kita dapat mengendalikan biaya operasional dan mengoptimalkan keuntungan bisnis.

Jangan terlena dengan keuntungan semata. Sebagai pemilik bisnis yang bijak, kita harus menjaga keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran agar bisnis kita tetap berkelanjutan.

Dengan melakukan manajemen keuangan yang cerdas, kita dapat mencapai kesuksesan jangka panjang dalam dunia bisnis.

Keuangan Bisnis dan Pribadi Tidak Dipisah

Sebagai seorang entrepreneur, sangat penting untuk memisahkan keuangan pribadi dan bisnis.

Ini adalah salah satu kesalahan finansial yang wajib dihindari oleh seorang entrepreneur!

Hal ini memungkinkan kita untuk memiliki pemahaman yang jelas tentang keuntungan dan kerugian yang terkait dengan bisnis kita.

Dengan adanya pemisahan yang jelas, proses pengelolaan keuangan seperti perencanaan anggaran dan pencatatan arus kas bisnis akan menjadi lebih mudah dilakukan.

Memisahkan keuangan pribadi dan bisnis adalah suatu prinsip yang tidak bisa diabaikan.

Ini membantu kita untuk menghindari kesalahan dalam mencampuradukkan uang pribadi dengan uang bisnis, yang dapat menyebabkan kekacauan dalam laporan keuangan dan menyulitkan pemantauan performa bisnis.

Dengan memisahkan keuangan, kita juga dapat dengan lebih jelas melihat seberapa baik bisnis kita berjalan, mengidentifikasi pengeluaran yang dapat dikurangi, dan mengoptimalkan penggunaan dana bisnis.

Jadi, jangan pernah meremehkan pentingnya memisahkan keuangan pribadi dan bisnis.

Ini adalah aturan tidak tertulis yang harus diikuti oleh setiap entrepreneur yang serius dalam menjalankan bisnisnya.

Dengan melakukan pemisahan yang jelas, kita dapat menjaga keuangan bisnis dengan lebih baik dan mengambil keputusan yang lebih cerdas untuk pertumbuhan bisnis kita.

Semoga informasi mengenai kesalahan finansial yang wajib dihindari oleh seorang entrepreneur diatas bisa berguna untuk Anda.

Kategori : Business Management
Kelola Pembukuan Online, Dapatkan Penawaran Terbatas Ini

 

Klaim Promo

 

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal
Kelola Pembukuan Online, Dapatkan Penawaran Terbatas Ini

 

Klaim Promo

 

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal