Di bawah ini adalah daftar kesalahan finansial menurut para ahli finansial terkemuka yang sering dilakukan oleh para entrepreneur. Amati daftar berikut ini dan pastikan diri Anda tidak terperangkap pada kesalahan-kesalahan berikut.

Rekening Bank yang Kosong

Seorang entrepreneur pada umumnya tidak terlalu mempedulikan jumlah kas di tangan. Saat memiliki sejumlah kas, entrepreneur biasanya akan langsung menginvestasikan uang tersebut ke bisnisnya. Meskipun investasi yang dilakukan dapat memiliki potensi pengembalan ROI yang besar, di sisi lain akan membuat keadaan menjadi sangat berisiko bila kondisi bisnis sedang memburuk, misalnya terjadi perubahan trend di pasar yang tidak menguntungkan bisnis. Menjaga jumlah kas adalah seperti memiliki asuransi kehidupan. Anda tidak tahu apa yang akan terjadi baik di kehidupan bisnis maupun di kehidupan personal Anda di masa depan yang mungkin saja membutuhkan uang kas dalam waktu singkat. Sehingga, ada baiknya Anda tidak membiarkan rekening Bank kosong.

— Alan Moore, XYPlanningNetwork.com

Menghabiskan Uang tanpa Mempedulikan ROI

Untuk setiap uang yang Anda habiskan untuk perusahaan, seharusnya memiliki potensi ROI yang jelas. Jangan pernah terlalu mengejar ‘branding,’ kecuali jika Anda dapat memperkirakan tingkat pengembaliannya. ROI tidak perlu selalu positif, itu sebabnya Anda perlu menganalisisnya, tetapi tetap perlu memiliki tujuan pengeluaran yang jelas dan dapat memberikan timbal balik pada perusahaaan.

— Jim Wang, KasaiMedia.com

Terlalu Hemat

Jangan berhemat pada biaya yang diperlukan untuk mengembangkan bisnis Anda, bahkan jika bisnis Anda belum menghasilkan keuntungan yang banyak. Kehidupan berhemat yang Anda bekerja lebih efektif dan efisien Pikirkan jangka panjang dan jaga diri Anda dari kelelahan yang tidak perlu karena melakukan terlalu banyak urusan bisnis oleh diri sendiri.

— Lena Presley Gott, WhatMommyDoes.com

Ketidakteraturan yang Menyebabkan Biaya Ekstra

Ketidakteraturan adalah racun. Tenggat waktu terlewat, biaya tidak terkontrol dan barang-barang yang hilang, semuanya akan menjadi gangguan saat Anda ingin mengembangkan bisnis Anda. Buatlah sistem organisasi yang memungkinkan Anda untuk menjaga sesuatu pada tempatnya, sehingga Anda dapat bekerja secara efektif dan efisien.

— John Wedding, MightyBargainHunter.com

Tidak Mengetahui Kapan Saatnya untuk Berhenti

Memberikan investasi baru ke bisnis Anda ketika seharusnya berhenti adalah salah satu masalah yang sering terjadi. Anda seharusnya sudah memiliki traksi (pelanggan yang membayar) dalam beberapa bulan setelah memulai bisnis Jika Anda menggunakan definisi lain dari ‘traksi’, maka Anda hanya membodohi diri sendiri dan membuang-buang waktu Anda. “

— Doug Nordman, The-Military-Guide.com

Sementara Anda sibuk mengerjakan bisnis Anda dan mencoba untuk membuat hal besar berikutnya, jangan tetap mengawasi bentuk keuangan perusahaan Anda. Membuat salah satu kesalahan keuangan di atas dapat mengacaukan kehidupan bisnis Anda.

Untuk mengurangi kemungkinan para Entrepreneur dalam membuat kesalahan finansial, salah satu penyedia layanan akuntansi cloud di Indonesia Jurnal.id mencoba membantu para pengusaha. Jurnal.id telah menciptakan platform akuntansi online berbasiskan cloud computing yang dapat Anda coba gratis selama 30 hari di sini. Platform akuntansi Jurnal.id dapat membantu para pengusaha untuk mengelola pembukuan dengan lebih praktis. Keuntungan yang didapat dengan menggunakan Jurnal.id antara lain:

  1. Menjalani bisnis kapanpun dan dimanapun
  2. Membuat faktur penjualan,pesanan pembelian, dan surat Jalan secara otomatis
  3. Menyiapkan laporan keuangan instan hanya dengan 1-klik.