Mekari Jurnal
Daftar Isi
8 min read

Waspada Kejahatan Teknologi AI dalam Menjalankan Bisnis

Tayang 26 Jun 2023
Diperbarui 17 Oktober 2023

Simak artikel berikut agar Anda dan perusahaan Anda dapat lebih waspada dalam menghadapi kejahatan AI dalam menjalankan bisnis.

Kejahatan siber dan dunia maya semakin berkembang bersamaan dengan peningkatan penggunaan teknologi AI di era ini.

Orang-orang yang tidak bertanggungjawab memanfaatkan teknologi AI untuk mencari keuntungan pribadi.

Menurut berita CNBC, peran AI cukup besar dalam perkembangan cybersecurity. Namun, perannya lebih menguntungkan bagi pelaku kejahatan siber.

Oleh karena itu, Anda harus lebih waspada terhadap kejahatan siber dengan menggunakan AI dalam menjalankan bisnis.

Salah satunya, dengan turut menggunakan AI untuk menyerang balik aktivitas kejahatan tersebut dengan efektif.

Lalu yang menjadi pertanyaan, apa saja kejahatan tersebut? dan bagaimana mengatasinya?

Berikut Blog by Mekari Jurnal akan membantu mengulas kejahatan AI dalam menjalankan bisnis agar Anda dan perusahaan bisa lebih waspada terhadapnya!

Definisi Singkat Mengenai AI

Sebelum membahas lebih jauh mengenai kejahatan AI dalam menjalankan bisnis. Terlebih dahulu kenali apa itu AI.

AI atau artificial intelligence adalah teknologi kecerdasan buatan dengan kemampuan mesin untuk menjalankan fungsi kognitif yang biasanya berkaitan dengan pikiran manusia.

Tujuan AI pada umumnya adalah menunjang kelangsungan pekerjaan manusia agar lebih mudah, efektif, dan produktif.

Hal ini terlihat dari statistik yang dikeluarkan oleh Forbes, di mana 60% pelaku usaha mengatakan AI akan meningkatkan hubungan pelanggan dan produktivitas bisnis.

Hingga saat ini, terdapat 3 jenis AI yang membantu pekerjaan manusia, yaitu manipulation AIneural AI, dan neural networks.

Sedangkan sub-bidangnya mulai dari deep learning, machine learningnatural language processing, dan computer vision.

Baca Juga: Perkembangan Teknologi AI Dalam Dunia Akuntansi

Waspada Kejahatan Teknologi AI dalam Menjalankan Bisnis

Waspada terhadap 3 Kejahatan AI Ini dalam Menjalankan Bisnis

Melalui bidang-bidang dalam AI, pemanfaatan AI semakin berkembang luas dan mendalam.

Walaupun begitu, orang-orang yang tidak bertanggungjawab juga melihat hal ini sebagai peluang untuk menciptakan kejahatan siber yang lebih efektif.

Oleh karena itu, Anda harus lebih waspada terhadap 3 kejahatan AI berikut dalam menjalankan bisnis perusahaan, yaitu:

1. Deepfake

Deepfake AI adalah salah satu jenis kecerdasan buatan yang dimanfaatkan untuk memanipulasi gambar, audio, dan video yang meyakinkan.

Bahkan istilah “deepfake” merupakan istilah gabungan, yakni dari deep learning dan fake atau palsu.

Salah satu bahaya utama dari deepfake adalah kemampuannya untuk menyampaikan informasi palsu yang tampak berasal dari sumber terpercaya.

Misalnya, orangnya secara langsung sebab adanya kemampuan manipulasi video.

Ada 3 pendekatan pelaku kejahatan dalam menggunakan deepfake, yakni sebagai sumber video, deepfake audio, dan lip-snyc.

  • Sumber videoDeepfakes dilakukan dengan memahami dan mengikuti ekspresi wajah dan bahasa tubuh seseorang. Sehingga terlihat seseorang yang asli dalam suatu video tapi menyatakan informasi yang berbeda dari informasi asli yang disampaikan.
  • Deepfake audio. Manipulasi dilakukan dengan mengkloning audio suara seseorang dan menggunakannya untuk menyatakan informasi yang pelaku ingin sebarkan.
  • Lip-snyc. Melalui sinkronisasi pergerakan mulut dan memanipulasi kata-kata yang ingin pelaku kejahatan sebarkan.

Tindak kejahatan deepfake semakin masif seiring dengan perkembangan pemutakhiran AI, seperti kehadiran AI image generator yang cukup viral belakangan ini.

Beberapa bidang AI juga ikut berkontribusi dalam pembuatan konten deepfakes mulai dari autoencoders, neural networks, hingga natural language processing.

Pada tahun 2021 sendiri, 66% responden perusahaan mengalami insiden keamanan yang melibatkan deepfakes selama 12 bulan terakhir.

2. Hacking

Hacking merupakan sebuah istilah yang merujuk pada tindakan menyusup melalui kelemahan suatu sistem keamanan perusahaan, mengakses data di dalamnya, dan mengeksploitasinya.

Ada 7 cara kerja hacking, mulai dari melakukan rekayasa identitas, meretas kata sandi, menginfeksi dengan malware, jaringan nirkabel, backdoor accesstoxic emails, dan fake code.

Adanya AI memudahkan pelaku kejahatan untuk mengembangkan sistem hacking untuk lebih merusak dan sulit untuk dihindarkan.

Melalui beberapa teknologi AI, metode pencurian data akan semakin memudahkan pelaku untuk mengelabui orang-orang atau menembus keamanan siber perusahaan.

Misalnya, teknologi machine learning yang dapat belajar dan beradaptasi secara terus-menerus berdasarkan data yang masuk dan tersimpan.

AI akan mempelajarinya secara otomatis dan menyesuaikan diri untuk membuat program malware yang lebih kuat.

Oleh karena itu, Anda harus lebih waspada lagi terhadap kejahatan AI dalam perkembangan bisnis saat ini.

terjadinya serangan kejahatan siber seperti hacking dan phising

3. Phising

Phishing, sejenis serangan kejahatan siber di mana penjahat mencoba menyamar sebagai seseorang atau perusahaan untuk menipu korban, merupakan ancaman utama yang dihadapi bisnis.

Biasanya, kejahatan jenis phising ini menyerang melalui jaringan komunikasi antar pelanggan atau communication relationship manajement milik perusahaan.

Contohnya melalui Whatsapp Blast, e-commerce chatbots, dan email.

Hal ini sesuai dengan penjelasan dari Trellix, salah satu perusahaan penyedia keamanan siber. Trellix mengungkapkan bahwa adanya generative AI membuat serangan phising semakin meningkat.

Peningkatan itu terlihat melalui sebuah survei yang mengemukakan bahwa pada tahun 2021, sebanyak 68% responden menyatakan menerima kejahatan peniruan identitas (impersonation) dan serangan phising terhadap perusahaan mereka.

Melalui ChatGPT, pelaku akan membuat konten email yang lebih alami dan memasukkan kode malware yang kemungkinan akan menyerang pengguna yang membukanya.

Hal ini akan membuka celah pada infrastruktur IT perusahaan dan mengambil data yang tersimpan.

Cara Memanfaatkan AI Untuk Mencegahnya

Kejahatan teknologi sekarang ini memberikan risiko yang sangat besar bagi perkembangan suatu perusahaan.

Kondisi ini menjadi peluang bagi AI untuk melebarkan pemanfaatannya.

Artinya, selain bertujuan untuk  mengeksekusi sebuah pekerjaan dengan lebih cepat dan akurat dan memenuhi kekurangan sumber daya, AI juga memberikan perlindungan untuk dari serangan berbahaya.

Berdasarkan data statistik dari eftsure, berikut peran AI dalam pengaruhnya terhadap kejahatan siber:

  • AI menangani 75% sistem keamanan jaringan pada perusahaan skala internasional.
  • 51% perusahaan mengandalkan AI untuk mengidentifikasi ancaman kejahatan siber.
  • 69% perusahaan mengakui tidak dapat mengatasi kejahatan siber tanpa AI.
  • Mengganti teknik deteksi sistem lama dengan AI dapat meningkatkan identifikasi kejahatan siber hingga 95%.
  • AI mengurangi waktu untuk memulihkan sistem dan merespon kejahatan siber sebesar 12%.

Lalu bagaimana AI menghadapinya? Berikut 5 cara memanfaatkan AI untuk mencegah kejahatan siber terhadap perusahaan:

1. AI Dapat Melawan Spam dan Phising

Melalui rangkaian algoritma menjadi sebuah program yang konkret, perusahaan dapat membuat sistem yang dapat memprediksi perilaku dan anomali yang tidak biasa.

Dengan menggunakan analisis data dan algoritme ini, AI dapat mengidentifikasi bentuk email spam dan phishing dengan mempertimbangkan konten dan konteks pesan saat mencari anomali dan sinyal peringatan.

Salah satu contohnya yaitu perusahaan terkemuka AI, Darktrace, yang dapat membantu mencegah kejahatan email. Caranya dengan menganalisis tautan dan konten dalam email yang masuk.

Baca Juga: Cara Mudah Dapat Passive Income Dengan Teknologi AI

2. Melindungi Data DNS dengan AI

Beberapa kejahatan siber juga menggunakan DNS untuk mengakses informasi pelanggan dan bisnis yang berharga.

Melalui teknologi deep learning dan machine learning, AI dapat menganalisis triliunan kueri DNS untuk lebih memahami di mana aktor jahat bersembunyi.

Kejahatan dimulai ketika permintaan DNS dicegat oleh pelaku penjahat kemudian mengirimkan respons DNS palsu.

Hal ini cukup masih masif terjadi dan sekitar 30.000 serangan data DNS terjadi setiap harinya.

Oleh karena itu, DNSFilter, menawarkan keamanan DNS yang didukung dengan teknologi AI.

Caranya adalah dengan menggunakan DNS untuk mengkategorisasikan data dan memblokir konten yang terindikasi toxic.

Kemudian mengamankan data dengan membentuk sebuah pintu akses dan hanya mengizinkan klien yang sudah terdaftar lebih dahulu.

cara memanfaatkan AI untuk menghadapi kejahatan AI dalam menjalankan bisnis

3. Menggunakan AI untuk Mengidentifikasi Malware

Malware adalah ancaman yang tumbuh secara aktif terhadap keberlangsungan keamanan siber.

Akan tetapi, teknologi AI memperkuat strategi pertahanan perusahaan untuk berkembang terhadapnya.

Saat setiap aktivitas malware masuk dan melewati sistem, AI beradaptasi untuk menjadi lebih kuat lagi.

Machine learning yang terdapat pada AI telah memungkinkan perusahaan untuk mengoptimalkan strategi perlindungan malware mereka dengan meningkatkan kuantitas dan akurasi data yang dianalisisnya.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Secured Access Service Edge (SASE), Netskope, yang telah mengembangkan sistem perlindungan ancaman berlapis yang komprehensif untuk memindai lalu lintas sistem jaringan pelanggannya.

Melalui pemindaian mendalam berbasis analisis statis dan dinamis, AI ML membantu mengidentifikasi pergerakan malware yang masuk ke dalam sistem dan mengatasinya.

4. Perlindungan Autentikasi dengan AI

Saat penjahat siber mengembangkan taktik mereka, AI memainkan peran penting dalam meningkatkan proses autentikasi.

Proses autentikasi khususnya multi-factor authentication (MFA) berfungsi untuk membantu mengamankan aksesibilitas pada sistem.

Sistem autentikasi tradisional menerapkan perlindungannya hanya pada saat tahap masuk berlangsung.

Sedangkan AI dapat membantu dan mendeteksinya selama sesi pengguna berjalan di dalamm sistem.

Misalnya, jika pengguna mengakses dengan lokasi dan perangkat baru, atau mencoba mengakses informasi keuangan yang tidak relevan dengan pekerjaannya, mereka akan diminta untuk memverifikasi identitasnya.

OneLogin, perusahaan autentikasi berbasis risiko, menawarkan Autentikasi SmartFactor berteknologi AI yang dapat merampingkan visibilitas ke dalam upaya login secara real-time.

Memungkinkan pengguna untuk bertindak cepat dan mengatasi aktivitas yang berisiko tinggi, menentukan risiko dan secara otomatis menyesuaikan persyaratan autentikasi.

Baca Juga: 8 Aplikasi AI yang Dapat Menunjang Produktivitas Bisnis

5. Prediksi Resiko Pelanggaran

Sistem AI memiliki kemampuan untuk memprediksi bagaimana dan di mana perusahaan paling mungkin melakukan pelanggaran siber.

Sehingga mereka dapat merencanakan alokasi sumber daya dan alat ke area kelemahan yang telah diprediksi dan diidentifikasi AI.

Wawasan yang diperoleh dari analisis AI dapat membantu perusahaan untuk mengonfigurasi dan meningkatkan kontrol dan proses untuk meningkatkan keamanan siber mereka secara paling efektif.

Kesimpulan

Bisa dikatakan bahwa perkembangan teknologi AI saat ini sudah seperti pedang bermata dua.

Di satu sisi, dapat membantu perusahaan dalam meningkatkan keamanan data. Namun di sisi lain, pelaku kejahatan juga beradaptasi dengan mengeksploitasi fungsi dari AI itu sendiri.

Lalu, apakah AI merupakan solusi atau potensi yang dapat merugikan pihak perusahaan?

Satu hal yang pasti, Anda sebagai perusahaan dapat berinvestasi terhadap sistem keamanan yang berbasis dengan AI untuk  mengatasi kejahatan siber berbasis AI.

87% keamanan data perusahaan siber internasional sudah menggunakan AI dalam sistemnya. Maka, jangan sampai perusahaan Anda juga tertinggal untuk mengimplementasikannya.

Itulah artikel yang mengulas secara lengkap mengenai kejahatan AI yang dapat merugikan bisnis dalam perkembangannya.

Salah satu hal yang dapat merugikan bisnis salah satunya adalah kesalahan memasukkan atau menghitung data keuangan (human error).

Salah satu solusi untuk mengatasinya adalah dengan menggunakan software akuntansi yang dapat membantu mengolahnya secara cepat dan akurat.

Melalui Mekari Jurnal, Anda dapat melakukan pembukuan dan memasukkannya ke laporan keuangan secara otomatis.

Anda-pun tidak perlu pusing untuk menghadapi pengelolaan bisnis karena semuanya dapat terbantu dengan fitur-fitur penunjang bisnis dalam satu platform.

Mulai dari mengurus perpajakan, manajemen inventaris barang, pengelolaan anggaran, hingga pembuatan invoice & faktur yang dapat Anda temukan dalam Mekari Jurnal.

Gunakan Mekari Jurnal sekarang dan rasakan manfaatnya terhadap perkembangan perusahaan Anda!

Semoga artikel ini dapat bermanfaat!

Kategori : Technology
Kelola Pembukuan Online, Dapatkan Penawaran Terbatas Ini

 

Klaim Promo

 

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal
Kelola Pembukuan Online, Dapatkan Penawaran Terbatas Ini

 

Klaim Promo

 

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal