Mekari Jurnal
Daftar Isi
8 min read

Perkembangan Teknologi AI Dalam Dunia Akuntansi

Tayang 12 Jun 2023
perkembangan ai akuntansi
Perkembangan Teknologi AI Dalam Dunia Akuntansi

Semenjak awal tahun 2023 ini, dunia sudah disuguhkan dengan berbagai penerapan AI di berbagai macam bidang, salah satunya adalah bidang akuntansi.

Penerapan AI pada akuntansi pada dasarnya bukanlah suatu hal yang baru, pasalnya penerapan ini terjadi bertahap mulai dari beberapa pekerjaan akuntansi terlebih dahulu.

Lalu, kapan penerapan AI dalam akuntansi mulai terjadi? Apakah AI memberikan pengaruh yang besar terhadap akuntansi dan apa saja? Simak selengkapnya dalam artikel berikut!

AI Dalam Dunia Akuntansi

Sejak awal perkembangan AI pada tahun 1960an, peneliti sudah muai mencoba untuk menerapkan AI dalam berbagai bidang, salah satunya akuntansi.

Namun, pada saat itu teknologi AI masih belum matang. Barulah pada tahun 1990an, AI memungkinkan untuk melakukan untuk seperti mengembangkan dan menganalisis data.

Ini cukup untuk bidang akuntansi yang cocok untuk menganalisis data keuangan, mengidentifikasi tren atau pola yang tersembunyi, dan memberikan wawasan bagi para profesional akuntansi.

Perkembangan AI yang semakin masif memunculkan berbagai jenis kecerdasan yang cocok dalam bidang akuntansi seperti Natural Language Processing (NLP) dan Robotic Processing Automation (RPA).

NLP dapat membantu dalam menganalisis dan mengolah dokumen keuangan, seperti laporan tahunan atau laporan keuangan.

Sedangkan RPA dapat membantu mengotomatisasi proses pekerjaan yang sama secara terus-menerus seperti pengelolaan faktur, rekonsiliasi bank, atau penggajian.

Dalam bidang audit, AI membantu dalam mendeteksi kecurangan atau ketidakberesan dalam data keuangan.

Melalui analisis AI yang lebih canggih, sistem dapat menganalisis data secara menyeluruh, mengidentifikasi pola-pola yang mencurigakan, dan memberikan indikasi adanya kecurangan atau risiko tinggi.

Perkembangan AI dalam bidang audit memunculkan teknologi terbaru bernama Computer-Assisted Audit Techniques (CAATs).

CAATs merupakan teknologi AI untuk membantu menyederhanakan proses audit. Menggunakan teknologi seperti analisis data, pembelajaran mesin, dan AI berbasis aturan, auditor dapat mengotomatisasi tugas-tugas audit, meningkatkan efisiensi, dan mengidentifikasi masalah potensial dengan lebih efektif.

Terakhir, AI dapat membantu untuk melakukan forecasting tren ekonomi Dengan menggunakan teknologi Machine Learning, AI dapat digunakan untuk membuat prediksi dan peramalan dalam konteks akuntansi.

Misalnya, teknologi AI dapat membantu dalam meramalkan (forecast) penjualan, mengoptimalkan persediaan barang, atau memprediksi risiko keuangan di masa depan.

sejarah perkembangan ai pada bidang akuntansi

Contoh Implementasi AI Dalam Akuntansi

Banyak perusahaan dari berbagai negara saat ini sudah berlomba-lomba dalam meneliti dan penerapan AI dalam sistem pekerjaan akuntansi dan audit.

Sebanyak 22% firma akuntansi mengatakan bahwa AI membantu mereka dalam mengautomasi berbagai tugas dan mengembangkan operasional bisnis.

Berbagai terobosan mulai dari era kecerdasan buatan bertemu dengan akuntansi hingga perkembangannya saat ini telah memberikan hasil terobosan yang besar.

Berikut sedikit sejarah perkembangan AI dalam akuntansi dan audit melalui implementasinya pada perusahaan besar yang dikenal dengan Big 4 Company, yaitu:

Deloitte

Perusahaan Deloitte sudah mulai mencoba menerapkan AI dalam ekosistemnya sejak tahun 2016.

Pada saat itu, Deloitte bekerjasama dengan Kira Systems untuk mengembangkan sebuah alat kognitif berbasis machine learning yang dirancang untuk membantu proses audit bernama Argus.

Semenjak itu, Deloitte terus memantapkan jalannya untuk terus mengembangkan AI dalam bisnisnya. Berikut list AI dalam akuntansi perusahaan Deloitte:

  • Guided Risk Assessment Personal Assistant (GRAPA), sebuah aplikasi yang bekerja untuk membantu auditor dalam membandingkan risiko dari strategi dan metode yang pernah dijalankan.
  • Penerapan AI chatbots yang membantu staf dalam memahami aturan, hukum, standar audit dan akuntansi, dan literatur khusus dengan sukses.
  • Mengembangkan alat analisis suara bernama Behavior and Emotion Analytics Tool (BEAT) berbasis deep learning untuk menganalisis dan interaksi suara.
  • Berbagai teknologi berbasis AI sebagai solusi permasalahan akuntansi seperti Deloitte Signal, Deloitte Optix, Deloitte Connect, dan I-count.

Baca Juga: Mengenal KAP Big Four: Perusahaan Impian Anak Akuntansi yang Bergaji Tinggi

Ernst & Young

Setiap terdapat aturan atau regulasi berkaitan dengan kontrak yang baru, EY memanfaatkan AI berbasis NLP (Natural Language Processing) untuk menganalisis dan memvalidasi berbagai informasi.

Kemudian terdapat sebuah alat bernama Helix Anomaly Detector (GLAD) yang mampu mendeteksi jurnal pemasukan yang telah dimanipulasi.

AI juga telah membantu EY melalui Fraud Investigation and Dispute Service (FIDS) yang dapat mendeteksi faktur yang meragukan hingga 97%.

Klynveld Peat Marwick Goerdeler (KPMG)

KPMG bekerjasama dengan Microsoft untuk mengembangkan AI dalam ekosistemnya.

Melalui teknologi komputerisasi bernama Watson, KPMG membangun ekosistem AI dalam satu platform tunggal.

Sudah banyak teknologi AI yang telah dikembangkan oleh KPMG hingga saat ini, mulai dari sistem untuk menganalisis resiko berbasis pembelajaran data hingga program analisis data perpajakan bernama K-Analyzer.

Baca Juga: Pengertian Transformasi Bisnis: Tahapan dan Manfaat Terhadap Bisnis

PricewaterhouseCoopers (PwC)

Menggunakan Robot Process Automation (RPA), PwC memberikan layanan konsultasi keuangan melalui analisis data dan meninjau neraca saldo klien.

PwC cukup menjadi contoh bagaimana sistem akuntansi dapat berdampingan dengan teknologi AI tingkat tinggi.

Salah satu contohnya, PwC telah menciptakan robot GL.ai dengan bermitra dengan H2O.ai, sebuah perusahaan Silicon Valley, untuk mengintegrasikan teknologi AI ke dalam praktik akuntansi. GL.ai menggunakan teknologi Deep Learning untuk merangsang proses berpikir dan membuat kesimpulan dengan cara yang sama seperti yang dilakukan oleh auditor berpengalaman.

Selanjutnya, PwC mengembangkan aplikasi AI bernama Cash.ai yang mengotomatiskan audit kas, termasuk saldo kas, rekonsiliasi bank, surat konfirmasi bank, valuta asing, dan kesehatan keuangan bank.

Terakhir, PwC menggunakan teknologi bernama Halo yang dapat melakukan analisis secara mendalam berbagai jenis jurnal akuntansi perusahaan.

pekerjaan akuntan tidak akan berubah dengan adanya ai dalam akuntansi

Apakah Pekerjaan Akuntan Tergantikan oleh AI?

Menurut Griffin (2019), usaha kecil yang tidak beradaptasi dengan perubahan zaman berisiko tertinggal.

Hal ini sama halnya dengan sebuah profesi, penting untuk semua profesi seperti seorang akuntan untuk mengikuti tren pekerjaan agar tetap kompetitif.

Banyak riset dan data yang telah menyebutkan bahwa perkembangan AI dapat berdampak pada 300 juta orang yang akan kehilangan pekerjaannya.

Namun, berdasarkan pendapat dari 4 firma akuntansi global mengungkapkan dua hal penting terhadap hal ini.

Pertama, profesi akuntansi dapat mengubah mindset untuk semakin berinvestasi pada kecerdasan buatan (AI) dan mengintegrasikannya dalam bisnis.

Kedua, Big 4 menegaskan bahwa teknologi AI adalah dapat menjadi penentu penting untuk kesuksesan akuntansi di masa depan.

Berdasarkan kedua pendapat tersebut, dapat dikatakan bahwa penerapan AI dalam akuntansi malah memberikan peluang kepada akuntan untuk semakin kompetitif dan produktif di masa depan jika dapat berinteraksi dengannya.

Adanya AI dalam pekerjaan seorang akuntan tentunya akan merubah cara mereka bekerja, tapi tidak akan menghilangkan esensi dari inti pekerjaan tersebut.

Dampak Implementasi AI dalam Bidang Akuntansi

Seperti yang telah dijabarkan di atas, implementasi AI dalam akuntansi memberikan kontribusi yang cukup besar khususnya dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

Berikut akan terlihat bagaimana suatu pekerjaan dapat berubah karena dampak dari penerapan AI.

Trend Analysis

AI membantu akuntan dengan mengumpulkan dan menganalisis data untuk menghasilkan hasil prediktif berkualitas tinggi berdasarkan data tersebut dan memberikan nilainya sendiri kepada klien.

Secara lebih umum, AI berfokus pada bagaimana analisis data menggunakan teknologi ini dapat mengubah cara pembuatan keputusan bisnis utama.

Audit Dengan AI

Dengan bantuan komputerisasi, kecerdasan buatan dapat lebih mudah memeriksa, menganalisis, dan meringkas data dalam jumlah besar (big data) dengan cepat.

Hal ini dapat menghemat waktu auditor dengan menghilangkan kebutuhan untuk menggunakan metode sampling dan mempermudah pekerjaan auditor.

Manajemen Risiko Dengan AI

Kecerdasan buatan memungkinkan perusahaan mengenali berbagai bentuk data atau angka. Selain itu, kecerdasan buatan dapat menganalisis teks dan menemukan perbedaan untuk mendeteksi penipuan.

Baca Juga: Teknologi Konstruksi untuk Tingkatkan Produktivitas

Pembuatan Laporan

AI memainkan banyak peran dalam sistem regulasi saat ini, seperti mengelola portofolio investasi melalui peraturan dan regulasi dalam suatu organisasi.

Melalui algoritma yang telah terinput berbagai perintah, AI dapat melakukan pembuatan laporan secara end-to-end dengan akurat, secara otomatis, dan terhindar dari adanya kesalahan manusia (human error).

Rekonsiliasi Vendor

Untuk mempermudah pekerjaan, pemrosesan faktur, penjualan, dan informasi biaya dapat diotomatisasi.

Selain otomatisasi, AI juga membuka lapangan pekerjaan di kantor akuntan yang dapat menyediakan berbagai pekerjaan bagi orang-orang yang memiliki keterampilan dan fleksibilitas untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang selalu berubah.

kelebihan dan kekurangan ai dalam bidang akuntansi

Kelebihan dan Kekurangan AI Akuntansi

Berikut rangkuman mengenai kelebihan dan kekurangan dalam penerapan AI dalam bidang akuntansi:

Kelebihan Kekurangan
  • Penghematan biaya dan operasional efisiensi.
  • Peningkatan produktivitas.
  • Peningkatan layanan pelanggan.
  • Tingkat akurasi yang lebih tinggi.
  • Gaya kerja yang lebih fleksibel.
  • Memangkas alur proses suatu pekerjaan.
  • Hemat tenaga.
  • Dapat mengelola resiko¬† yang terjadi dalam pekerjaan.
  • Analisis Metadata.
  • Pekerjaan yang dilakukan berulang-ulang, memakan waktu dan berbasis aturan dilakukan secara otomatis.
  • Waktu yang lebih singkat dan memaksimalkan pekerjaan dalam suatu waktu.
  • Benturan kepentingan dan/atau ancaman terhadap independensi (di pihak auditor eksternal) dalam hal organisasi di bawah pengawasan yang lebih besar oleh AI.
  • Kepunahan pekerjaan/tugas konvensional.
  • Meningkatnya ketimpangan pendapatan dan ketimpangan kekayaan.
  • Pada tingkat kecerdasan AI saat ini aplikasi, tidak mungkin untuk sistem AI untuk memperbarui dirinya sendiri dalam menanggapi perubahan dalam hukum, peraturan dan kebijakan. Jadi, sering terjadinya perubahan dapat menghambat proses kerja.
  • Komitmen biaya yang lebih besar (modal dan maintenance).
  • Kurangnya keahlian dari pihak akuntan dan auditor dalam menerapkan teknologi AI.
  • Perlawanan dari tenaga kerja yang masih aktif bekerja.

Kesimpulan

AI dalam dunia akuntansi pada dasarnya merupakan alat yang bertujuan untuk menunjang produktivitas pekerjaan akuntan.

Dalam konteks perusahaan, AI berfungsi untuk merampingkan alur proses bisnis yang rumit menjadi lebih efektif dan efisien menggunakan perintah algoritma yang canggih.

Apakah AI dapat menggantikan pekerjaan seorang akuntan? Tentu saja tidak. Tapi jika pertanyaannya, apakah AI dapat mengubah cara kerja seorang akuntan? Tentu saja iya.

Semua orang bebas memiliki opininya masing-masing mengenai hal ini, tentunya kecerdasan buatan tidak akan bisa menggantikan sisi kemanusiaan dan naluriah seorang manusia dalam berpikir.

Ambil sisi positif dari keberadaan AI dalam akuntansi untuk membangun inovasi dan kemajuan yang lebih bernilai.

Tentu saja, agar pengelolaan akuntansi dan keuangan lebih mudah terkelola dengan cepat dan akurat dapat menggunakan aplikasi akuntansi online berbasis cloud, seperti Mekari Jurnal.

Fitur-fitur lengkap dan saling terintegrasi seperti mengurus perpajakan, membuat laporan keuangan, hingga pengelolaan invoice dan stok barang dapat dilakukan hanya dari satu tempat.

Jadi tunggu apalagi? Daftarkan perusahaan Anda sekarang juga di Mekari Jurnal dan rasakan perkembangan bisnis Anda meningkat!

Baik, Saya Mau Coba Gratis Mekari Jurnal Sekarang!

atau

Konsultasi dengan Sales Mekari Jurnal Sekarang!

Kategori : InspirasiTeknologi
Kelola Pembukuan Online, Dapatkan Penawaran Terbatas IniPromo Mekari Jurnal September 2023Klaim Promo
Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal
Kelola Pembukuan Online, Dapatkan Penawaran Terbatas IniPromo Mekari Jurnal September 2023Klaim Promo
Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal