Mekari Jurnal
Daftar Isi
9 min read

Akuntansi Berbasis Akrual: Pengertian, Jenis, Contoh Penerapan

Tayang 20 Jul 2023
Diperbarui 25 Juli 2023

Akuntansi berbasis akrual merupakan salah satu metode dalam pencatatan keuangan yang memiliki kelebihan dalam memberikan informasi keuangan yang lebih tepat dan akurat.

Metode pencatatan ini sudah tercantum di dalam Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS) dan Prinsip Akuntansi yang Diterima Secara Umum (GAAP).

Sehingga praktik akuntansi berbasis akrual sudah menjadi standar untuk sebagian besar perusahaan kecuali untuk bisnis yang sangat kecil dan perorangan.

Metode yang sudah terstandarisasi secara global tentunya dapat memastikan keakuratannya dalam memberikan informasi seputar kesehatan keuangan perusahaan.

Oleh karena itu, ketahui secara lengkap mengenai akuntansi berbasis akrual beserta manfaat dan cara penerapannya berikut ini.

Apa Itu Akuntansi Berbasis Akrual?

Akuntansi berbasis akrual merupakan metode pencatatan dalam akuntansi keuangan yang memungkinkan perusahaan untuk dapat mencatat pemasukan sebelum menerima pembayaran.

Menurut Investopedia, Akuntansi akrual mengikuti prinsip pencocokan, yang menyatakan bahwa pendapatan dan beban harus dicatat dalam periode yang sama.

Dalam konsep akuntansi ini, pendapatan dicatat saat terjadinya peristiwa transaksi atau penerimaan piutang, sehingga dicatat sebelum mendapatkan uang dari pelanggan.

Begitu juga dengan beban, di mana tercatat pada saat terjadinya meskipun pembayaran belum dilakukan.

Cohtohnya, ketika perusahaan menerima faktur dari pemasok untuk pembelian bahan baku, biaya tersebut akan langsung tercatat sebagai beban meskipun faktur belum dibayarkan.

Jika berkaitan dengan utang-piutang, utang tercatat ketika perusahaan sudah menerima barang atau jasa beserta faktur untuk pembayarannya, tetapi pembayaran belum dilakukan.

Di sisi lain, piutang akan dicatat ketika perusahaan menjual barang atau jasa dan mengeluarkan faktur untuk pembayaran, walaupun pembayaran tersebut belum diterima.

Metode ini pada dasarnya memungkinkan arus masuk atau keluar kas saat ini dan masa depan berhubungan sehingga memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai keuangan perusahaan saat ini dan jangka panjang.

Konsep praktik akuntansi berbasis akrual membantu perusahaan untuk menghasilkan laporan keuangan yang lebih informatif dan akurat bagi manajemen, investor, kreditor, dan pihak-pihak terkait lainnya.

Saat ini, penerapan akuntansi berbasis akrual sudah umum dalam laporan keuangan perusahaan besar dan lembaga publik karena memenuhi persyaratan akuntansi dan pelaporan yang lebih ketat.

Akuntansi Berbasis Akrual: Pengertian, Jenis, Contoh Penerapan

Metode Dalam Akuntansi Berbasis Akrual

Praktik pencatatan berbasis akrual pada dasarnya terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan fungsi dan tujuannya.

Jika menerapkan secara menyeluruh implementasi akrual, maka hal tersebut disebut dengan metode akrual penuh atau full accrual accounting.

Full accrual accounting biasanya bertujuan untuk menentukan laba bersih yang lebih akurat, untuk mengukur posisi keuangan entitas dan untuk mencocokkan pendapatan dengan beban untuk periode tersebut.

Kemudian, terdapat metode gabungan antara kas dan akrual yang biasanya diterapkan secara terpisah, yaitu modified accrual accounting.

Metode ini menggunakan penerapan yang telah dimodifikasi dengan mengikuti metode basis kas untuk mencatat peristiwa jangka pendek dan mengikuti metode akrual untuk mencatat peristiwa jangka panjang.

Metode modified accrual accounting bertujuan untuk mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai profitabilitas perusahaan melalui hubungan antara pengeluaran dan pendapatan serta gambaran mengenai aset dan kewajiban di neraca perusahaan.

Baca Juga: Metode Pencatatan Akuntansi Basis Kas (Cash) vs Akrual (Accrual)

Jenis-jenis Akuntansi Berbasis Akrual

Pada dasarnya, jenis-jenis penerapan akuntansi berbasis akrual cukup banyak.

Namun, jika melihat dari penerapannya, jenis akuntansi berbasis akrual terbagi menjadi 4, yakni pendapatan, beban, utang, dan piutang. Berikut penjelasannya:

Pendapatan Akrual (Accrued Revenue)

Pendapatan ini dicatat pada saat transaksi penjualan atau penerimaan piutang terjadi, bahkan jika uang belum diterima dari pelanggan.

Biasanya, pendapatan ini terjadi pada transaksi proyek atau pinjaman dalam jangka panjang.

Misalnya, jika sebuah perusahaan menjual produknya melalui kredit, pendapatan akan langsung dicatat saat penjualan terjadi, bukan saat pelanggan membayar faktur.

Pendapatan Ditangguhkan (Deferred Revenue)

Pendapatan ini tercatat ketika perusahaan menerima uang tunai namun barang atau jasa belum didapat.

Kondisi ini akan menjadi liabilitas karena perusahaan mempunyai kewajiban untuk menyerahkan barang atau menyediakan jasa di masa yang akan datang.

Beban Akrual (Accrued Expenses)

Beban dicatat pada saat terjadinya, meskipun pembayaran belum dilakukan.

Misalnya, jika perusahaan menerima faktur dari pemasok untuk bahan baku yang dibeli, biaya bahan baku tersebut akan langsung dicatat sebagai beban pada saat faktur diterima, meskipun pembayaran faktur belum dilakukan.

Biaya Bayar Dimuka (Prepaid Expenses)

Pada dasarnya, metode ini sama dengan deferred revenue di mana transaksi dilakukan terlebih dahulu di awal, sehingga barang atau jasa belum didapat.

Namun, barang atau jasa tersebut menjadi aset bagi perusahaan Anda dan berhak untuk menerima barang atau jasa tersebut di masa depan.

Jenis-jenis Akuntansi Berbasis Akrual

Itulah keempat jenis akuntansi berbasis akrual secara umum. Di sisi lain, penerapan metode akuntansi akrual untuk transaksi utang-piutang adalah sebagai berikut:

Utang Akrual

Utang tercatat ketika perusahaan menerima barang atau jasa, dan faktur untuk pembayaran diterima, tetapi pembayaran belum dilakukan.

Misalnya, jika perusahaan menerima faktur dari pemasok tetapi belum membayarnya, utang akan dicatat pada saat faktur diterima.

Piutang Akrual

Piutang akant tercatat ketika perusahaan menjual barang atau jasa, kemudian faktur untuk penerimaan pembayaran telah diterbitkan, namun pembayaran belum diterima.

Misalnya, jika perusahaan mengeluarkan faktur kepada pelanggan tetapi pelanggan belum membayar, piutang akan dicatat pada saat faktur diterbitkan.

Penerapan Akuntansi Berbasis Akrual dalam Pendapatan

Berikut adalah contoh dari penerapan akuntansi berbasis akrual dalam pendapatan, seperti pendapatan penjualan produk/jasa, pendapatan sewa, dan bunga yang diterima.

Untuk pendapatan dari penjualan:

Pada tanggal 10 Juli 2023, perusahaan A menjual produk senilai Rp 25.000.000 kepada Pelanggan A dan mengeluarkan faktur untuk penjualan tersebut.

Sehingga, pada tanggal 10 Juli, perusahaan A akan mencatat akun sebagai berikut:

Debit: Piutang Usaha Rp 25.000.000 (menandakan hak untuk menerima pembayaran dari Pelanggan A)

Kredit: Pendapatan Penjualan Rp 25.000.000 (mencatat pendapatan yang dihasilkan dari penjualan tersebut)

Meskipun perusahaan A belum menerima pembayaran dari Pelanggan A, mereka tetap dapat mencatat pendapatan dengan angka Rp 25.000.000 karena transaksi penjualan sudah terjadi dan hak untuk menerima pembayaran telah dimiliki.

Penerapan akuntansi berbasis akrual dalam pendapatan memungkinkan perusahaan untuk mencatat pendapatan sesuai dengan waktu terjadinya transaksi.

Dalam contoh ini, pendapatan diakui saat penjualan atau pesanan terjadi, bukan saat uang diterima dari pelanggan.

Penerapan Akuntansi Berbasis Akrual dalam Biaya dan Beban

Selanjutnya merupakan contoh penerapan dalam biaya dan beban, dalam hal ini seperti biaya operasional, gaji dan tunjangan karyawan, dan bunga yang harus dibayar.

Untuk pengeluaran biaya operasional:

Pada tanggal 3 Juli, perusahaan B membeli bahan baku senilai Rp 18.000.000 dari pemasok dan menerima faktur untuk pembelian tersebut.

Gambaran catatan akunnya adalah sebagai berikut:

Pada tanggal 3 Juli, perusahaan B mencatat pembelian bahan baku sebagai berikut:

Debit: Persediaan bahan baku Rp 18.000.000 (mencatat bahan baku yang telah diterima)

Kredit: Utang usaha Rp 18.000.000 (mencatat kewajiban pembayaran kepada pemasok)

Meskipun pembayaran belum dilakukan, biaya pembelian bahan baku ini telah diakui sebagai beban saat terjadinya transaksi.

Untuk gaji karyawan:

Perusahaan C menjadwalkan pembayaran gaji karyawan setiap akhir bulan, upah karyawan tersebut akan diakui sebagai beban dalam laporan keuangan sejak tanggal terjadinya, yaitu pada akhir bulan tersebut.

Penerapan Akuntansi Berbasis Akrual:

Pada akhir bulan Juli, perusahaan C mencatat gaji karyawan sebagai berikut:

Debit: Beban Gaji Rp 150.000.000 (mencatat biaya gaji untuk bulan Juli)

Kredit: Utang Gaji Rp 150.000.000 (mencatat kewajiban pembayaran gaji kepada karyawan)

Meskipun gaji belum dibayar, biaya gaji ini telah diakui sebagai beban pada akhir bulan Juli karena mencerminkan hak karyawan untuk menerima pembayaran atas jasa mereka.

Penerapan Akuntansi Berbasis Akrual dalam Aktiva dan Kewajiban

Terakhir, berikut contoh dari penerapan akuntansi berbasis akrual dalam aktiva dan kewajiban termasuk aset, piutang usaha, hutang usaha, dan beban tangguhan.

Untuk aktiva atau aset:

Pada tanggal 7 Juli, perusahaan D membeli sebuah mesin produksi senilai Rp 460.000.000 secara kredit dari pemasok.

Penerapan Akuntansi Berbasis Akrual:

Pada tanggal 7 Juli , perusahaan D mencatat pembelian mesin sebagai berikut:

Debit: Aktiva Tetap – Mesin Produksi Rp 460.000.000 (mencatat mesin sebagai aset perusahaan)

Kredit: Utang Usaha Rp 460.000.000 (mencatat kewajiban pembayaran kepada pemasok)

Meskipun pembayaran belum dilakukan, aset mesin produksi ini telah diakui sebagai bagian dari aktiva perusahaan pada tanggal pembelian.

Tantangan dalam mengimplementasi Akuntansi Berbasis Akrual

Manfaat dan Tantangan Akuntansi Berbasis Akrual

Sama seperti metode dan praktik dalam akuntansi lainnya di mana dalam penerapannya terdapat manfaat dan tantangan yang dapat dirasakan oleh entitas, organisasi, atau perusahaan.

Berdasarkan publikasi dari Kemenkeu RI tentang Akuntansi Akrual. Berikut beberapa manfaat yang bisa Anda peroleh:

  1. Metode akuntansi berbasis akrual sudah menjadi international best practice dalam pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dalam berbagai sektor dan bidang.
  2. Perhitungan biaya yang lebih tepat dan akurat sebagai dasar penilaian kinerja dalam beberapa output tertentu jika dibandingkan dengan berbasis kas.
  3. Penyajian yang lebih terstruktur dan kompleks dalam neraca seperti perhitungan beban penyusutan, amortisasi, dan piutang tak tertagih sesuai dengan nilai bersih yang direalisasikan.
  4. Akuntansi berbasis akrual memberikan informasi dan wawasan yang lebih lengkap dan akurat, khususnya pada utang dan piutang perusahaan.

Di sisi lain, penerapan akuntansi berbasis akrual harus memenuhi beberapa prinsip dan aturan yang cukup kompleks. Selain itu terdapat beberapa tantangan lainnya, yaitu:

  1. Beberapa jenis bisnis yang melibatkan layanan jangka panjang atau kontrak proyek akan menghadapi kesulitan dalam menghitung pendapatan secara akurat.
  2. Menerapkan basis akrual memerlukan manajemen yang efektif terhadap utang dan piutang. Perusahaan harus memantau piutang usaha dan utang usaha secara hati-hati untuk mengelola likuiditas dan memastikan pelanggan dan pemasok membayar tepat waktu.
  3. Penerapan praktik akuntansi ini cukup mempengaruhi perhitungan pajak. Perusahaan harus mengakui pendapatan dan biaya pada saat transaksi terjadi, tetapi peraturan pajak mengharuskan pendapatan dan biaya diakui pada saat pembayaran atau penerimaan kas.
  4. Penerapan akuntansi berbasis akrual memerlukan pengelolaan sistem akuntansi yang tepat dan canggih. Perusahaan harus memiliki software pengelolaan akuntansi yang memungkinkan pencatatan transaksi secara akurat.

Kesimpulan

Itulah tujuan dan manfaat dari praktik akuntansi berbasis akrual bagi pencatatan transaksi perusahaan Anda.

Dengan manajemen dan keterlibatan dari semua pihak yang tepat, tentunya banyak manfaat dari akuntansi berbasis akrual dapat terwujudkan dan membantu meningkatkan pengambilan keputusan dan transparansi keuangan perusahaan.

Meskipun dapat menyajikan informasi keuangan yang lebih akurat dan lengkap, terdapat juga berbagai tantangan yang perlu diatasi dengan hati-hati agar perusahaan dapat berhasil mencapai tujuan dari penerapan praktik akuntansi.

Salah satu tantangannya adalah membutuhkan alat bantu pengelolaan akuntansi yang dapat melakukan pencatatan transaksi secara tepat dan akurat.

Mekari Jurnal merupakan software akuntansi online yang memiliki fitur pencatatan otomatis dan dapat membantu Anda dan perusahaan dalam mengelola keuangan dan bisnis.

Data transaksi yang sudah masuk juga langsung dapat terinput secara otomatis ke dalam fitur laporan keuangan Mekari Jurnal.

Tentunya akan semakin mudah karena dapat diakses secara realtime dan mengurangi risiko kesalahan input atau human error lainnya.

Tunggu apalagi? Gunakan Mekari Jurnal sekarang juga sebagai software penunjang pengelolaan akuntansi perusahaan Anda.

Daftarkan segera dan rasakan 14 hari menggunakan fitur-fiturnya secara gratis!

Saya Mau Coba Gratis Mekari Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Mekari Jurnal Sekarang!

 

Kategori : Akuntansi
Kelola Pembukuan Online, Dapatkan Penawaran Terbatas Ini

 

Klaim Promo

 

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal
Kelola Pembukuan Online, Dapatkan Penawaran Terbatas Ini

 

Klaim Promo

 

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal