Analisa Break Even Point, Penjelasan dan Contoh Soal

Istilah Break Even Point sangat sering digunakan untuk menganalisis sebuah perusahaan. Tahukah Anda apa itu Break Even Point atau BEP?

Pengertian Break Even Point

BEP atau Break Even Point adalah titik dimana pendapatan sama dengan modal yang dikeluarkan, tidak terjadi kerugian atau keuntungan. Total keuntungan dan kerugian ada pada posisi 0 titik break even point yang artinya pada titik ini perusahaan tidak mengalami kerugian atau mendapat keuntungan.

Coba gratis program laporan keuangan Jurnal disini.

Hal tersebut dapat terjadi bila perusahaan dalam operasinya menggunakan biaya tetap, dan volume penjualan hanya cukup untuk menutup biaya tetap dan biaya variabel. Apabila penjualan hanya cukup untuk menutup biaya variabel dan sebagian biaya tetap, maka perusahaan menderita kerugian.

Sebaliknya akan memperoleh memperoleh keuntungan, bila penjualan melebihi biaya variabel dan biaya tetap yang harus di keluarkan.

Baca Juga: 5 Tujuan Perdagangan Internasional yang Perlu Anda Ketahui

BEP sangat penting bagi sebuah perusahaan, selain itu break even point juga sering digunakan oleh para pelaku saham. Kalkulasi saham yang dibuat dengan menggunakan metode BEP saat seseorang melakukan kegiatan jual beli saham dapat menganalisa kapan saat yang tepat untuk membeli (call) dan kapan harus menjual (put).

Konsep Break Even Point

Perhitungan  atau penutupan BEP tergantung pada konsep-konsep yang mendasari atau asumsi yang digunakan didalamnya. Menurut Susan Irawati dalam bukunya “Manajemen Keuangan” asumsi  dasar yang digunakan dalam BEP adalah sebagai berikut :

  1. Biaya yang terjadi dalam suatu perusahaan harus digolongkan kedalam biaya tetap dan biaya variabel.
  2. Biaya vaiabel yang secara total berubah sesuai dengan perubahan volume, sedangkan biaya tetap tidak mengalami perubahan secara total.
  3. Jumlah biaya tetap tidak berubah walaupun ada perubahan kegiatan, sedangkan biaya tetap perunit akan berubah-ubah.
  4. Harga jual per-unit konstan selama periode dianalisis.
  5. Jumlah produk yang diproduksi dianggap selalu habis terjual.
  6. Perusahaan menjual dan membuat satu jenis produk, bila perusahaan membuat atau menjual lebih dari satu jenis produk maka “perimbangan hasil penjualan” setiap produk tetap.

Break Even Analysis 

Break even analysis merupakan dasar dari seluruh metode break even.  Fungsi break even analysis untuk mengetahui volume penjualan akan menghasilkan keuntungan atau kerugian. Ada tiga manfaat yang menjadi dasar break even analysis yaitu: 

  1. Memberikan informasi banyaknya  investasi yang butuhkan agar dapat mengimbangi pengeluaran awal.
  2. memberi margin sebagai langkah pembatas supaya tidak mengalami kerugian
  3. Digunakan secara luas, baik dalam analisa jual beli saham dan menganalisa budget dari berbagai macam project yang dilakukan perusahaan.

Komponen Penghitungan Dasar

Selain ketiga manfaat break even analysis berikut empat konsep penggunaan break even analysis yang harus Anda ketahui: 

  1. Fixed cost atau biaya tetap artinya biaya tetap atau tidak berubah meskipun volume produksi berubah.
  2. Variabel cost atau biaya variabel, artinya biaya berubah-ubah sesuai dengan perubahan volume produksi.
  3. Penghasilan atau revenue, merupakan jumlah pendapatan yang diterima oleh penjual barang.
  4. Laba atau profit, merupakan sisa penghasilan setelah dikurangi biaya tetap dan biaya variable.

Metode Perhitungan dan Rumus 

Dalam dunia akuntansi BEP sering digunakan untuk menemukan persamaan dimana biaya yang dikeluarkan untuk produksi barang sesuai dengan pendapatan yang didapat dalam satu periode. Penghitungan break even point berguna sebagai salah satu management tool dalam menentukan persoalan diatas. Ada beberapa rumus BEP yang dapat Anda gunakan :

BEP = Biaya Tetap : (Harga jual per unit – biaya variabel per unit )

Selisih dari pengurangan harga jual per unit dan biaya variabel per unit adalah rumus dari margin kontribusi (contribution margin). Cara ini bisa digunakan untuk mengetahui titik dimana jumlah beban setara dengan  jumlah biaya dan jumlah unit yang dikeluarkan. 

BEP =  Biaya tetap : Margin kontribusi per unit

BEP tidak hanya dapat dihitung dalam bentuk unit, jika Anda sudah mengetahui berapa banyak minimal unit yang harus dijual untuk menutup biaya produksi Anda dapat mengalikannya dengan biaya per unitnya.

 Apabila diinginkan break even point dalam rupiah, maka dari formulasi rumus break even point dalam unit dikalikan dengan harganya (P), sehingga :

BEP dalam bentuk mata uang = harga jual per unit x BEP per unit

Setelah mengetahui rumus perhitungan BEP Anda juga harus mengetahui Margin Contribution atau margin kontribusi. Margin kontribusi dapat mengetahui berapa keuntungan dari suatu produk yang berhasil dijual, dengan mengukur efek dari sales terhadap keuntungan. Cara menghitungnya hamper sama dengan break even point :

Margin kontribusi : Total sales – Biaya variabel

Dalam menghitung margin kontribusi, hal penting yang harus perhatikan adalah biaya variabel yang dikenakan, baik relasinya dengan total biaya ataupu dengan total sales suatu perusahaan.

Dengan menggunakan margin kontribusi sebuah perusahaan dapat memisahkan biaya tetap produksinya dengan keuntungan yang didapat. Dengan begitu perusahaan mengetahui interval harga produk yang akan dijual.

Contoh soal break even point : Seorang akuntan manajer perusahaan ABC bertanggung jawab dalam operasional produksi dan persediaan stok barang ingin mengetahui jumlah sales yang diperlukan untuk menutup biaya operasional sebesar Rp.50.000.000,- dan ingin mendapat keuntungan sebesar Rp.20.000.000,- Penyabaran biaya yang dikeluarakan untuk operasinya adalah sebagai berikut:

Total biaya tetap             = 50.000.000

Biaya variabel per unit =  30.000

Harga jual per unit        = 50.000

Keuntungan yang di inginkan = 20.000.000

Carilah nilai break even point terlebih dahulu, saat nilai break even point sudah diketahui maka selanjutnya Anda dapat mengetahui juga nilan margin kontribusi.

Break even point = 50.000.000 : (margin kontribusi)

Break even point = 50.000.000 : (50.000 – 30.000)

Break even point = 50.000.000 : 20.000

Break even point = 2500 Unit

Artinya perusahaan harus menjual 2500 Unit agar tidak mengalami kerugian, tetapi jika hanya menjual 2500 unit perusahaan ABC juga tidak akan memperoleh keuntungan.

Poin penting selanjutnya bagi akuntan manajer yang mengawasi produksi adalah menghitung dalam bentuk rupiah atau mata uang lainya. Kendalanya semua biaya baik itu biaya tetap ataupun variabel harus dengan jenis mata uang. 

BEP dalam rupiah = Harga jual per unit x BEP unit

BEP dalam rupiah = 50.000 x 2.500 unit

BEP dalam rupiah = Rp.125.000.000

Mengitung Break Even Point dan Break Even Analysis

Selanjutnya yang merupakan point penting dalam perhitungan break even point (BEP) adalah bagaimana menerapkan BEP untuk menghasilkan keuntungan yang dinginkan dengan menggunakan break even analysis.

N unit yang dibutuhkan = (20.000.000 : margin kontibusi) + break even point unit

N unit = (20.000.000 : 20.000) + 2.500

N unit = 1.000 +2.500

N unit = 3.500

Baca Juga: Solusi Simpel Menghitung Harga Pokok Penjualan Perusahaan Dagang

Dengan menggunakan korelasi dari metode BEP dan break even analysis, manajer produksi ABC dapat mengetahui berapa banyak unit yang harus terjual agar perusahaan ABC mendapat keuntungan yang di inginkan. Dalam contoh kasus Perusahaan ABC harus menjual sebanyak 3.500 unit agar memperoleh keuntungan sebesar Rp.20.000.000.

Break Even Point berguna untuk menganalisis studi kelayakan sebuah aktivitas usaha dalam perencanaan bisnis. Selain itu BEP juga berfungsi sebagai landasaan strategis penjualan misalnya penentuan harga barang, pengambilan keputusan, dan metode produksi.

Anda dapat menghitung  BEP usaha Anda melalui software keuangan, Jurnal. Anda dapat mencoba Jurnal secara gratis selama 14 hari!


PUBLISHED07 Mar 2020
Cyan
Cyan


Kategori : Panduan Akuntansi