Mekari Jurnal
Daftar Isi
4 min read

Margin Kontribusi: Pengertian dan Cara Menghitungnya

Tayang 18 Aug 2022
Diperbarui 18 Oktober 2023

Apa itu margin kontribusi? Ketika Anda menjalankan perusahaan atau bisnis, jelas penting untuk memahami seberapa menguntungkan bisnis tersebut bagi Anda. Banyak pemilik bisnis melihat indikator keuntungan suatu bisnis dari nilai Margin Profit.

Margin Profit sederhananya akan mengukur jumlah total pendapatan dari transaksi penjualan setelah dikurangi biaya-biaya yang terjadi.

Namun, sebelum menghitung nilai margin profit, sebaiknya pelajari dulu definisi dan kegunaan dari Margin Kontribusi sebagai alat analisis keuangan.

Apa Itu Margin Kontribusi?

Margin Kontribusi adalah nilai pendapatan bersih setelah dikurangi biaya variabel. Jika diformulasikan, maka akan jadi seperti ini:

Margin Kontribusi = Pendapatan Bersih – Biaya Variabel

Ketika Anda membuat produk atau memberikan jasa dan mengenakan biaya variabel (biaya packaging dan ongkos kirim, misal), nilai sisanya adalah Margin Kontribusi.

Ini adalah cara berbeda dalam memaknai laba bisnis. Implikasinya digunakan untuk melihat seberapa jauh pendapatan penjualan bisnis bisa menutupi biaya tetap setelah mengeluarkan unsur biaya variabel.

Cara Menghitung Margin Kontribusi

Sebagai contoh, perusahaan manufaktur PT Kilat mencetak pendapatan bersih sejumlah Rp150.000.000 dalam satu tahun. Rincian biaya variabel PT kilat adalah:

  • Ongkos Angkut Barang = Rp5.000.000
  • Biaya Tenaga Kerja Langsung = Rp20.000.000
  • Biaya Bahan Baku Langsung = Rp30.000.000

Maka total biaya variabel PT Kilat adalah Rp55.000.000. Jika dimasukkan dalam formulasi Margin Kontribusi, maka hasilnya adalah:

Margin Kontribusi PT Kilat: Rp150.000.000 – Rp55.000.000 = Rp95.000.000

Nilai dari pendapatn bersih tersebut bisa Anda kurangkan dengan biaya tetap untuk melihat apakah Margin kontribusi bernilai positif atau negatif.

Katakanlah biaya tetap PT Kilat dalam satu tahun sejumlah Rp80.000.000. Maka bisa dibilang PT Kilat masih mencetak profit Rp15.000.000 (Rp95.000.000 – Rp80.000.000).

Implikasinya, PT kilat masih mampu meng-cover biaya tetap setelah pendapatan bersih dikurangi dengan biaya variabel yang terjadi.

Perhitungan ini bisa Anda persempit lagi menjadi Margin Kontribusi per unit. Dengan formulasi yang sama, berikut perhitungannya, yakni:

Margin Kontribusi per unit = Harga jual produk per unit – biaya variabel per unit

Misalnya, jika satu produk dari PT Kilat seharga Rp20.000 dan biaya variabel per unitnya Rp6.000. Maka nilai per unitnya adalah Rp20.000 – Rp6.000 = Rp14.000.

Kesulitan dalam Menghitung Margin Kontribusi

Mungkin Anda bisa menghitung nilai nilai pendapatan bersih dari unsur-unsur yang terdapat dalam Laporan keuangan laba Rugi.

Namun, itu tidak semudah yang Anda bayangkan. Kesulitan terbesar dalam menghitung Margin Kontribusi adalah memilah apa yang disebut biaya tetap dan apa yang disebut biaya variabel?.

Mungkin sebagian besar orang-orang menganggap bahwa Harga Pokok Penjualan (HPP) termasuk biaya variabel.

Namun itu adalah kesalahan besar. Karena tidak sepenuhnya unsur dalam HPP merupakan biaya variabel. Di situ ada juga unsur biaya tetap seperti salah satunya adalah biaya overhead tetap.

Butuh ketelitian dan pengalaman lebih untuk bisa memilih dan memilah mana yang disebut biaya tetap dan biaya variabel.

Jika Anda berhasil melakukannya, itu akan menjadi usaha yang setimpal dengan menemukan nilai Margin Kontribusi yang sebenarnya.

Fungsi Margin Kontribusi

Manajemen menggunakan Margin Kontribusi untuk tiap kondisi yang berbeda.  Biasanya, manajemen menggunakannya sebagai alat dalam membantu membuat keputusan produksi dan penetapan harga dalam bisnis.

Konsep ini juga menjadi salah satu yang digunakan untuk menghitung Break Event Point (BEP) dalam suatu departemen atau lini produk.

Manajemen menggunakan metrik ini untuk memahami berapa harga yang dapat mereka tetapkan untuk suatu produk.

Dengan penetapan harga yang tepat, perusahaan atau bisnis tidak perlu khawatir kehilangan uang ketika biaya untuk produksi meningkat.

Penetapan harga produk berdasarkan metrik itu juga membantu manajemen untuk meraih nilai profitabilitas yang diinginkan.

Selain itu, metrik dari nilai pendapatan bersih ini dapat membantu manajemen memahami produk dan kegiatan operasional mana yang menguntungkan.

Dan tentunya manajer bisa memutuskan lini produk atau departemen mana yang tidak produktif yang selanjutnya akan dihentikan atau ditutup.

Investor dan para analis keuangan menggunakan margin tersebut untuk mengevaluasi seberapa efisien perusahaan dalam menghasilkan laba. Sebagai contoh, analis dapat menggunakan Margin Kontribusi per unit yang terjual untuk memperkirakan laba yang dihasilkan perusahaan untuk tahun depan.

Kesimpulannya, Margin Kontribusi merupakan salah satu unsur dan alat yang penting bagi manajemen maupun investor atau analis keuangan.

Dengan mengetahui dan memahami Margin Kontribusi, Anda bisa membuat bisnis atau perusahaan Anda beroperasi secara efisien dan efektif. Dan tentunya Anda bisa meminimalisir risiko kerugian yang akan terjadi ke depannya.

Untuk masalah perhitungannya, Anda bisa mengandalkan Software Akuntansi yang secara otomatis menyediakan Laporan Keuangan untuk kebutuhan analisa Anda, salah satunya adalah Jurnal.

Jurnal.id merupakan Software Akuntansi Online yang memberikan Anda fitur akuntansi lengkap dan komprehensif.

Anda juga bisa mendapatkan metrik lain dalam fitur Ringkasan Bisnis untuk kebutuhan Analisis Laporan Keuangan. Informasi lebih lanjut mengenai fitur ringkasan bisnis Jurnal bisa Anda lihat di sini.

Kategori : Cost Accounting
Kelola Pembukuan Online, Dapatkan Penawaran Terbatas Ini

 

Klaim Promo

 

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal
Kelola Pembukuan Online, Dapatkan Penawaran Terbatas Ini

 

Klaim Promo

 

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal