Jurnal Enterpreneur

Tujuan Audit dan Tahapannya dalam Laporan Keuangan

Pada dasarnya, sebuah perusahaan perlu melakukan audit terhadap laporan keuangan. Tujuan audit laporan keuangan adalah untuk mengetahui kondisi perusahaan tersebut pada saat siklus audit. Penjelasan selengkapnya akan diulas oleh blog Jurnal By Mekari disini.

Siklus audit adalah untuk memberikan informasi mengenai kewajaran penyajian laporan keuangan, apakah sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku atau tidak.

Audit adalah bentuk akuntabilitas perusahaan kepada para pemangku kepentingan.

Tujuan audit laporan keuangan dilakukan oleh akuntansi publik adalah agar berjalan secara independen.

Dalam pelaksanaannya, terdapat juga beberapa tahapan yang harus dilakukan ketika melakukan audit laporan keuangan.

Penggunaan aplikasi laporan keuangan seperti Jurnal By Mekari pada perusahaan sangat penting untuk menjamin laporan lebih akurat.

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Apa Itu Siklus, Tujuan Audit dan Tahapannya dalam Laporan Keuangan Adalah Sebagai Berikut

Dimulai dari memahami apa itu audit terlebih dahulu.

Apa Itu Audit?

Menurut Arens (2003), audit adalah suatu proses pengumpulan dan pengevaluasian bukti tentang informasi yang dapat diukur mengenai suatu entitas ekonomi.

Hal ini dilakukan seorang yang kompeten dan independen untuk dapat menentukan dan melaporkan kesesuaian informasi dengan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan.

Secara singkat, audit laporan keuangan merupakan perbandingan antara kondisi yang terjadi dengan kriteria yang sudah ditetapkan.

Sementara itu, menurut The American Accounting Association’s Committee on Basic Auditing Concepts (Auditing: Theory And Practice, Edisi 9, 2001:1-2), siklus audit adalah suatu proses yang sistematis untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai pernyataan tentang kegiatan dan kejadian ekonomi.

Tujuannya untuk menetapkan tingkat kesesuaian antara pernyataan-pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan serta menyampaikan hasilnya kepada pemakai yang berkepentingan.

Berbeda halnya dengan William F. Meisser, Jr (Auditing and Assurance Service, A Systematic Approach, 2003:8), audit adalah proses yang sistematik dengan tujuan audit adalah mengevaluasi bukti mengenai tindakan dan kejadian ekonomi.

Hal ini untuk memastikan tingkat kesesuaian antara penugasan dan kriteria yang telah ditetapkan, hasil dari penugasan tersebut dikomunikasikan kepada pihak pengguna yang berkepentingan.

Dari banyaknya pengertian yang dituturkan oleh para ahli, laporan keuangan suatu perusahaan wajib diaudit.

Terlebih jika perusahaan Anda merupakan perusahaan yang go public.

Jika laporan keuangan tidak diaudit, mungkin laporan keuangan tersebut mengandung banyak kesalahan baik yang disengaja maupun tidak.

Oleh karena itu, laporan keuangan yang belum atau tidak diaudit kurang dipercaya kewajarannya oleh stakeholder.

Tahukah Anda kalau aplikasi akuntansi online Jurnal by Mekari bisa memudahkan Anda mengelola keuangan perusahaan secara lebih praktis dan akurat. Buktikan dengan coba gratis aplikasi Jurnal pada banner di bawah ini.

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Baca Juga : Hal Penting dalam Proses Audit Keuangan Perusahaan

Tujuan Audit Laporan Keuangan Adalah Sebagai Berikut

Tujuan audit laporan keuangan yaitu untuk menilai kewajaran atau kelayakan penyajian laporan keuangan yang dibuat oleh perusahaan.

Adapun kelayakan dan kewajaran ini mengacu pada prinsip akuntansi yang berterima umum dan selanjutnya atas penilaian tersebut akan tercermin pada opini audit.

Jenis jenis opini audit laporan keuangan adalah ada empat macam, yaitu:

  1. Wajar Tanpa Pengecualian (Unqualified Opinion), artinya laporan keuangan disajikan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku.
  2. Wajar Dengan Pengecualian (Qualified Opinion), artinya laporan keuangan dapat diandalkan tetapi masih ada beberapa masalah atau pos yang dikecualikan agar tidak salah dalam mengambil keputusan.
  3. Tidak Wajar (Adversed), artinya laporan keuangan tidak disajikan sesuai dengan standar akuntansi atau ada kesalahan material dalam laporan keuangan tersebut.
  4. Tidak Memberikan Pendapatan (Disclaimer), artinya laporan keuangan memiliki kesalahan yang material dan manajemen membatasi lingkup pemeriksaan sehingga auditor tidak menemukan bukti yang cukup.

Baca Juga : 5 Tips Mudah Melakukan Audit di Perusahaan Dagang

Tahapan Audit Laporan Keuangan Adalah Sebagai Berikut

Tujuan audit laporan keuangan adalah pemeriksaan laporan keuangan pada sebuah perusahaan. Biasanya dilaksanakan pada siklus audit.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa audit merupakan suatu kegiatan yang tersistematis sehingga untuk mencapai tujuan audit, terdapat tahapan-tahapan yang perlu dilakukan.

Adapun tahapan-tahapan audit laporan keuangan sebagai berikut:

1. Penerimaan Perikatan Audit

Perikatan merupakan suatu kesepakatan kedua belah pihak. Dalam hal audit maka kedua belah pihak ini adalah pihak auditor dan perusahaan yang biasanya diwakili oleh manajemen.

Sebelum melaksanakan audit, maka harus ada sebuah kesepakatan yang harus dibuat dan disetujui bersama.

Manajemen atau klien menyerahkan audit laporan keuangan kepada auditor dan auditor menyanggupi audit laporan keuangan sesuai dengan kompetensinya.

Bentuk perikatan ini dalam bentuk surat perikatan audit.

Tahap pertama dalam mengaudit suatu laporan keuangan adalah memutuskan apakah akan menolak atau menerima pekerjaan audit tersebut.

Namun, untuk memutuskannya auditor juga mempertimbangkan hal-hal seperti integritas manajemen, mengidentifikasi risiko, menilai independensi, menentukan kompetensi dan kemampuan profesionalnya.

Jadi dalam menentukan untuk menerima siklus audit atau tidak memerlukan pertimbangan yang banyak bukan semata-mata mendapatkan klien saja.

Hal ini sesuai dengan tujuan audit yaitu mengevaluasi, sehingga perlu mempertimbangkan berbagai faktor.

Kelola bisnis trading dan distribusi secara efektif. Pelajari Fitur Jurnal Selengkapnya di sini!

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Baca Juga : 6 Langkah dalam Melakukan Proses Audit yang Harus Diketahui

2. Perencanaan Proses Audit

Merencanakan proses audit adalah tahapan selanjutnya yang harus diketahui auditor.

Untuk membuat perencanaan audit, seorang auditor harus melakukan beberapa kegiatan seperti:

  • Memahami bisnis dan industri klien
  • Melakukan prosedur analitik
  • Menentukan materialitas, menetapkan risiko audit dan risiko bawaan.
  • Memahami struktur pengendalian intern dan menetapkan risiko pengendalian
  • Mengembangkan rencana audit dan program audit. Nanti pada praktiknya tidaklah sesingkat hal tersebut.

Dari setiap kegiatan yang dilakukan dalam perencanaan proses audit tersebut memiliki hal atau bagian lain yang harus dikerjakan lagi.

Dengan demikian, rencana audit laporan keuangan pun dibuat dengan benar dan tepat.

Baca juga: Alasan Pentingnya Pembukuan untuk Kesuksesan Bisnis Kecil

3. Pelaksanaan Pengujian Audit

Setelah membuat perencanaan audit laporan keuangan maka saatnya melaksanakan pengujian audit.

Pada tahap ini, auditor akan melakukan pengujian analitik, pengujian pengendalian dan pengujian substantif.

Singkatnya pengujian analitik dilakukan auditor dengan mempelajari data-data dan informasi bisnis klien dan membandingkan dengan data dan informasi lain.

Pengujian pengendalian merupakan prosedur audit untuk melakukan verifikasi efektivitas pengendalian internal klien.

Sementara pengujian substantif merupakan siklus audit untuk menemukan kesalahan yang langsung memberikan pengaruh pada laporan keuangan. Dengan ini, tujuan audit untuk mengevaluasi sudah dicapai.

Proses Akuntansi Otomatis Minim Risiko Human Error dengan Jurnal. Pelajari selengkapnya!

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Tujuan audit laporan keuangan adalah pemeriksaan laporan keuangan pada sebuah perusahaan. Biasanya dilaksanakan pada siklus audit.

4. Pelaporan Audit

Tahap terakhir yaitu pelaporan audit, yaitu hasil dari pekerjaan audit yang telah dikerjakan.

Laporan ini merupakan bentuk komunikasi auditor dengan pihak lainnya sehingga tidak boleh dibuat secara sembarangan.

Di dalam laporan audit harus mencakup jenis opini,  jasa yang diberikan, objek yang diaudit, lingkup audit, tujuan audit, hasil audit dan rekomendasi yang diberikan jika ada kekurangan, dan informasi atau istilah audit pada laporan keuangan lainnya.

Laporan audit merupakan tanggung jawab audit yang besar sehingga untuk memutuskan dan membuat laporan ini harus hati-hati.

Jika tidak maka nama kantor akuntan publik biasanya akan tercemar dan akan ada hukuman dari pihak berwajib.

Demikian ulasan mengenai audit mulai dari pengertian dan tujuan audit serta tahapannya dalam pelaporan keuangan.

Baca Juga : Hal Penting dalam Proses Audit Laporan Keuangan

Tujuan Dan Proses Audit Laporan Keuangan Adalah Lebih Mudah Dengan Menggunakan Aplikasi Akuntansi Jurnal By Mekari

Tujuan Dan Proses Audit Laporan Keuangan Adalah Lebih Mudah Dengan Menggunakan Aplikasi Akuntansi Jurnal By Mekari

 

Dalam membuat laporan keuangan perusahaan harus dilakukan secara akurat dan jelas untuk mendapatkan penilaian atau opini yang baik.

Untuk itu, salah satu hal yang harus Anda lakukan adalah mengelola keuangan perusahaan dengan baik.

Untuk memudahkan Anda melakukan pengelolaan keuangan, Anda dapat menggunakan bantuan Aplikasi Jurnal.

Sebagai software akuntansi online maupun software inventaris barang, Jurnal By Mekari memberikan kemudahan dalam pengelolaan keuangan, khususnya membuat laporan keuangan secara lengkap.

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Pastikan Anda Sudah Pakai Jurnal, Software Akuntansi Online Terpercaya!

Dengan Jurnal, Anda juga dapat melihat dan memonitor kondisi keuangan perusahaan kapan dan di mana saja dengan mudah.

Beralih ke Jurnal sekarang, dapatkan coba gratis free trial selama 14 hari. Atau jadwalkan live demo Jurnal dengan bertanya kepada sales kami.

Nah, sekaragn Anda tahu kalau sebuah perusahaan itu perlu melakukan audit terhadap laporan keuangan.

Lalu telah dijelaskan juga kalau tujuan audit laporan keuangan adalah untuk mengetahui kondisi perusahaan tersebut pada saat siklus audit.

Semoga informasi ini berguna, dan jangan lupa untuk dibagikan di sosial media!

 

Kategori : Keuangan

Kembangkan bisnis Anda dengan Jurnal sekarang

https://d39otahjdwbcpl.cloudfront.net/wp-content/uploads/2021/04/ic-invite-to-office.svg

Coba Gratis

Akses seluruh fitur Jurnal by Mekari selama 14 hari tanpa biaya apapun

Coba Gratis 14 hari
https://d39otahjdwbcpl.cloudfront.net/wp-content/uploads/2021/04/ic-demo-interaktif.svg

Jadwalkan Demo

Jadwalkan sesi demo dan konsultasikan kebutuhan Anda langsung dengan sales kami

Jadwalkan Demo