Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
9 min read

9 Tips Memilih Sistem Akuntansi Terbaik untuk Bisnis Anda

Diperbarui
Ditulis oleh: Desra Israyana Desra
Direview oleh: Mekari Jurnal reviewer Devi Priyanti S.E

Delapan dari sepuluh UMKM di Indonesia masih mencatat keuangan secara manual, dan sebagian tidak mencatat sama sekali. Akibatnya, akses ke kredit perbankan pun tersendat.

Memilih sistem akuntansi terbaik jadi langkah awal yang menentukan, bukan sekadar soal fitur terbanyak atau harga termurah, melainkan kesesuaian dengan standar akuntansi, skala bisnis, dan kebutuhan pelaporan jangka panjang.

Artikel ini membahas jenis-jenis sistem akuntansi, standar yang perlu jadi acuan, kriteria teknis, hingga kesalahan umum yang sebaiknya dihindari saat memilih.

Baca juga: Tantangan Akuntansi Sektor Bisnis Zaman Sekarang Yang Perlu Anda Ketahui

Apa Itu Sistem Akuntansi dan Mengapa Pemilihannya Penting?

Sistem akuntansi adalah keseluruhan metode dan alat yang digunakan bisnis untuk mencatat, mengklasifikasikan, dan melaporkan transaksi keuangan secara konsisten. Cakupannya luas, mulai dari pencatatan manual di buku kas, spreadsheet, software akuntansi, hingga sistem ERP yang mengintegrasikan akuntansi dengan fungsi bisnis lain.

Dalam literatur akuntansi, akuntansi dipandang sebagai bagian dari sistem informasi yang bertugas mencatat dan mendistribusikan aktivitas keuangan suatu entitas kepada pihak yang membutuhkan, baik pihak internal seperti manajemen maupun pihak eksternal seperti bank dan investor.

Sistem akuntansi yang dipilih pada akhirnya menentukan apakah proses itu berjalan efisien dan menghasilkan laporan keuangan yang bisa dipercaya, atau justru menjadi sumber kesalahan yang berulang.

Inilah mengapa pemilihan sistem akuntansi tidak bisa dianggap sepele. Sistem yang tepat akan mendukung pertumbuhan bisnis, sementara sistem yang salah justru menjadi hambatan begitu skala usaha membesar.

Baca juga: Jasa Akuntansi Profesional Bantu Piutang Cepat Tertagih dan Arus Kas Stabil

Jenis-Jenis Sistem Akuntansi yang Bisa Dipilih Bisnis

Sebelum membahas kriteria pemilihan, penting untuk memahami dulu spektrum sistem akuntansi yang tersedia, dari yang paling sederhana hingga paling kompleks:

`1. Pencatatan manual (buku kas)

Cocok untuk usaha yang baru mulai dengan transaksi sangat sederhana. Kelemahannya, metode ini rentan human error, sulit ditelusuri kembali, dan hampir mustahil diaudit ketika bisnis mulai berkembang.

2. Spreadsheet (Excel/Google Sheets)

Sedikit lebih terstruktur dibanding buku kas dan masih banyak dipakai UMKM karena gratis atau murah, tetapi tetap mengandalkan input manual sehingga rawan kesalahan rumus dan minim kontrol akses.

3. Software akuntansi berbasis desktop

Diinstal di satu perangkat, biasanya dengan lisensi sekali bayar. Cocok untuk bisnis yang tidak butuh akses dari banyak lokasi, tapi pembaruan fitur dan penyesuaian regulasi cenderung lebih lambat.

4. Software akuntansi berbasis cloud

Bisa diakses dari mana saja dengan model berlangganan. Pembaruan fitur dan penyesuaian terhadap perubahan aturan pajak atau pelaporan umumnya lebih cepat dibanding sistem desktop.

Baca juga: 5 Manfaat Menggunakan Software Berbasis Cloud

5. Sistem ERP dengan modul akuntansi terintegrasi

Pilihan untuk perusahaan besar yang butuh integrasi penuh antara akuntansi dengan modul lain seperti inventori, produksi, dan SDM. Kompleksitas, biaya, dan waktu implementasinya jauh lebih tinggi dibanding empat opsi sebelumnya.

Standar Akuntansi yang Perlu Jadi Acuan Sebelum Memilih Sistem

Bagian ini yang paling sering terlewat saat bisnis memilih sistem akuntansi.

Sistem yang bagus secara fitur belum tentu menghasilkan laporan yang sesuai standar akuntansi yang berlaku di Indonesia, padahal kesesuaian standar inilah yang menentukan apakah laporan keuangan bisa diterima bank, investor, atau otoritas pajak.

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) menetapkan beberapa standar sesuai skala dan kompleksitas entitas:

Standar Target Entitas Komponen Laporan
SAK EMKM Usaha mikro, kecil, menengah tanpa akuntabilitas publik signifikan Laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, catatan atas laporan keuangan
SAK ETAP Entitas tanpa akuntabilitas publik dengan skala lebih kompleks Lebih lengkap dibanding SAK EMKM, mendekati struktur PSAK umum
PSAK/IFRS penuh Entitas dengan akuntabilitas publik, misalnya perusahaan terbuka dan lembaga keuangan Laporan lengkap sesuai standar internasional, termasuk pengungkapan tambahan

SAK EMKM sendiri disahkan pada Oktober 2016 dan efektif berlaku sejak 1 Januari 2018, dirancang khusus agar UMKM bisa menyusun laporan keuangan secara sederhana tanpa kompleksitas standar akuntansi umum.

Sebelum menjatuhkan pilihan pada satu sistem akuntansi, pastikan dulu standar mana yang wajib dipenuhi bisnis Anda.

Sistem yang tidak bisa menghasilkan format laporan sesuai standar ini akan menyulitkan bisnis, terutama saat menyusun laporan untuk pengajuan kredit bank atau menghadapi pemeriksaan pajak.

Simulasi Sederhana: Membandingkan Kebutuhan Sistem Berdasarkan Skala Bisnis

Agar lebih mudah dipahami, berikut simulasi kebutuhan sistem akuntansi untuk tiga skala bisnis yang berbeda.

Skala Bisnis Kebutuhan Utama Sistem yang Relevan
Usaha mikro (baru mulai, transaksi < 50/bulan) Pencatatan sederhana sesuai SAK EMKM, biaya rendah Aplikasi akuntansi cloud dengan paket dasar
Usaha menengah (multi-produk, tim > 5 orang) Manajemen persediaan, multi-user, rekonsiliasi bank otomatis Software akuntansi cloud dengan paket menengah/lengkap
Perusahaan besar/multi-cabang ntegrasi payroll, inventori, e-Faktur, pelaporan konsolidasi ERP dengan modul akuntansi atau software akuntansi tingkat enterprise

Simulasi ini menunjukkan bahwa tidak ada satu sistem yang otomatis “terbaik” untuk semua bisnis.

Sistem yang optimal untuk usaha mikro justru bisa jadi kurang memadai begitu bisnis naik kelas ke skala menengah, sehingga faktor skalabilitas perlu dipertimbangkan sejak awal, bukan hanya kebutuhan saat ini.

9 Tips & Kriteria Teknis dalam Memilih Sistem Akuntansi Terbaik

1. Kesesuaian dengan Skala dan Jenis Bisnis

Setiap bisnis memiliki kebutuhan akuntansi yang berbeda. Misalnya, bisnis dagang membutuhkan fitur manajemen persediaan, sedangkan bisnis jasa lebih memerlukan pencatatan berbasis proyek atau job costing.

Pilih software akuntansi yang menyediakan modul sesuai model bisnis Anda agar tidak membayar fitur yang tidak digunakan.

2. Kelengkapan Fitur Inti

Pastikan software memiliki fitur dasar seperti pencatatan transaksi, pembuatan invoice, rekonsiliasi bank, manajemen persediaan, serta laporan laba rugi, neraca, dan arus kas secara otomatis. Fitur yang lengkap dapat mengurangi pekerjaan manual dan meminimalkan kesalahan pencatatan.

Buat daftar kebutuhan utama bisnis terlebih dahulu, lalu bandingkan apakah seluruh fitur tersebut sudah tersedia dalam satu platform.

3. Kemudahan Penggunaan

Software yang mudah digunakan akan mempercepat proses adaptasi karyawan dan mengurangi risiko kesalahan input data. Antarmuka yang intuitif juga membuat proses operasional menjadi lebih efisien.

Manfaatkan demo atau masa uji coba (free trial) untuk memastikan software mudah dipahami oleh seluruh tim, termasuk yang tidak memiliki latar belakang akuntansi.

4. Kemampuan Integrasi dengan Sistem Lain

Integrasi dengan sistem seperti POS, CRM, payroll, e-commerce, atau aplikasi perpajakan dapat mengurangi proses input data berulang dan meningkatkan efisiensi operasional.

Sebaiknya pilih software akuntansi yang sudah terintegrasi dengan ekosistem software bisnis lainnya. Selain mempermudah pertukaran data, cara ini juga dapat menekan Total Cost of Ownership (TCO) karena Anda tidak perlu berlangganan banyak solusi dari vendor yang berbeda.

5. Keamanan Data

Data keuangan merupakan aset penting perusahaan sehingga sistem harus memiliki perlindungan yang memadai, seperti enkripsi, kontrol akses berdasarkan peran (role-based access), dan pencadangan data (backup) otomatis.

Pastikan penyedia software memiliki standar keamanan yang jelas serta rutin melakukan pembaruan sistem untuk melindungi data dari ancaman siber.

6. Skalabilitas

Seiring pertumbuhan bisnis, jumlah transaksi, pengguna, dan kebutuhan pelaporan juga akan meningkat. Software yang skalabel memungkinkan perusahaan berkembang tanpa perlu berganti sistem.

Pilih solusi yang menawarkan paket atau fitur yang dapat ditingkatkan (upgrade) sesuai perkembangan bisnis sehingga implementasinya lebih hemat dalam jangka panjang.

7. Total Biaya Kepemilikan (TCO)

Biaya software tidak hanya mencakup harga langganan, tetapi juga implementasi, pelatihan, integrasi, migrasi data, hingga biaya pemeliharaan. Memahami TCO membantu perusahaan menghindari pengeluaran tak terduga.

Hitung seluruh biaya selama beberapa tahun penggunaan, bukan hanya biaya berlangganan bulanan, agar mendapatkan gambaran investasi yang lebih akurat.

8. Kualitas Dukungan Teknis

Layanan dukungan yang responsif akan sangat membantu ketika terjadi kendala teknis atau saat perusahaan membutuhkan bantuan implementasi. Selain itu, pembaruan fitur yang rutin menunjukkan bahwa software terus mengikuti kebutuhan bisnis dan perubahan regulasi.

Cari penyedia yang menawarkan berbagai kanal dukungan, seperti live chat, email, telepon, serta pusat bantuan (knowledge base) yang mudah diakses.

9. After Sales / Customer Support

Layanan purna jual yang baik memastikan perusahaan tetap mendapatkan pendampingan setelah implementasi, mulai dari onboarding hingga konsultasi penggunaan fitur baru. Hal ini penting agar investasi software memberikan manfaat yang optimal.

Sebelum memilih software, cari tahu reputasi layanan pelanggan melalui ulasan pengguna atau studi kasus. Penyedia dengan layanan after sales yang baik biasanya memiliki tingkat kepuasan pelanggan yang lebih tinggi dan membantu proses implementasi berjalan lebih lancar.

7 Langkah Memilih Sistem Akuntansi yang Tepat

Agar proses pemilihan tidak berlarut-larut dan tetap objektif, berikut kerangka langkah yang bisa diikuti:

  1. Petakan kebutuhan dan pain point pencatatan keuangan yang dihadapi saat ini.
  2. Tentukan standar akuntansi yang wajib dipenuhi sesuai skala usaha (SAK EMKM, SAK ETAP, atau PSAK penuh).
  3. Susun daftar kriteria, bedakan mana yang wajib ada (must-have) dan mana yang sekadar nilai tambah.
  4. Bandingkan beberapa kandidat sistem, idealnya 3-5 pilihan, berdasarkan fitur, harga, dan ulasan pengguna lain.
  5. Uji coba melalui trial atau demo untuk menilai seberapa mudah sistem digunakan oleh tim sehari-hari.
  6. Hitung total biaya kepemilikan jangka panjang, bukan hanya harga langganan bulanan di permukaan.
  7. Pastikan tersedia dukungan migrasi data dari sistem lama, agar transisi tidak mengganggu operasional.

Baca juga: Perhatikan 5 Hal Ini Sebelum Memilih Software Akuntansi

Kesalahan Umum saat Memilih Sistem Akuntansi

Berikut kesalahan yang paling sering terjadi, terutama pada bisnis kecil dan menengah:

  1. Memilih berdasarkan harga termurah tanpa memeriksa apakah sistem tersebut sesuai standar akuntansi yang dibutuhkan.
  2. Mengabaikan kebutuhan integrasi dengan sistem lain yang sudah berjalan di bisnis.
  3. Tidak melibatkan tim keuangan dalam proses evaluasi dan pengambilan keputusan.
  4. Meremehkan biaya dan waktu migrasi data dari sistem lama ke sistem baru.
  5. Memilih sistem yang terlalu kompleks (over-engineered) dibanding kebutuhan bisnis saat ini, sehingga fitur yang dibayar justru tidak terpakai.

Rendahnya literasi akuntansi di kalangan pelaku UMKM turut memperbesar risiko kesalahan-kesalahan ini, karena banyak pelaku usaha belum terbiasa memetakan kebutuhan pelaporan keuangannya sendiri sebelum memilih sistem.

Rekomendasi Sistem Akuntansi Bisnis Terbaik: Mekari Jurnal

Memilih sistem akuntansi terbaik bukan keputusan yang bisa diambil terburu-buru. Bisnis perlu mencocokkan standar akuntansi yang berlaku, skala usaha, serta kebutuhan pelaporan jangka panjang, bukan sekadar tergiur fitur terbanyak atau harga termurah.

Mekari Jurnal hadir sebagai sistem akuntansi pembukuan yang dirancang mengikuti standar akuntansi yang berlaku di Indonesia, dengan pencatatan transaksi otomatis serta laporan laba rugi, neraca, dan arus kas yang tersedia secara real-time.

Untuk bisnis yang terus bertumbuh, Mekari Jurnal juga mendukung akses multi-user dan multi-cabang sehingga tim keuangan tetap bisa berkolaborasi dengan mudah, tanpa perlu berpindah sistem lagi di kemudian hari.

Sebagai software akuntansi terintegrasi, Mekari Jurnal hadir dengan berbagai fitur yang membantu bisnis mengelola proses keuangan secara lebih cepat, akurat, dan efisien:

  • Proses akuntansi 100% digital: Seluruh transaksi tercatat secara otomatis dalam satu sistem, sehingga proses pembukuan menjadi lebih rapi, terkonsolidasi, dan siap direkonsiliasi kapan saja.
  • Kelola transaksi 5x lebih cepat: Mulai dari penawaran, penagihan, hingga pembayaran dapat dilakukan dalam satu platform terintegrasi untuk meningkatkan efisiensi operasional.
  • Tutup buku dan laporan 2x lebih cepat: Pembuatan laporan keuangan berlangsung otomatis sesuai standar akuntansi, sehingga proses closing bulanan dapat diselesaikan lebih cepat.
  • Rekonsiliasi dan pembayaran otomatis: Terintegrasi dengan Mekari Pay, Cashlink, serta puluhan bank lokal melalui API untuk mempercepat proses rekonsiliasi dan pembayaran bisnis.
  • Kelola pajak lebih mudah: Otomatiskan perhitungan dan pelaporan PPN maupun PPh melalui integrasi dengan Mekari Klikpajak sebagai mitra resmi DJP.
  • OCR untuk entri data instan: Cukup unggah invoice atau foto kuitansi, data transaksi akan diekstrak dan dicatat secara otomatis sehingga mengurangi pekerjaan input manual.

Referensi:

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM)

IAI, Tentang SAK EMKM

Mekari Jurnal

Aplikasi akuntansi dan operasional terintegrasi untuk membantu pemilik bisnis, akuntan, dan tim finance mengelola keuangan, pembukuan, serta operasional bisnis secara lebih efisien sekaligus.

Pelajari lebih lanjut

Sebagai bagian dari ekosistem software terpadu Mekari, 
Mekari Jurnal juga terintegrasi dengan berbagai solusi Mekari lainnya seperti :

  • Semua
  • Platform
  • Akuntansi & keuangan
  • Customer
  • People
  • Services
  • Operasional & digitalisasi
Kategori : Business Management

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

WhatsApp Hubungi Kami