Dalam melakukan penilaian bisnis, Anda memerlukan sebuah tools yang dapat memberikan gambaran secara real dari entitas yang akan dinilai. Baik secara historis, aktual maupun yang bersifat prediksi atau perkiraan ke depan. Laporan keuangan perusahaan dapat digunakan sebagai tools tersebut, yaitu dengan cara meringkaskan kegiatan dan hasil dari kegiatan tersebut untuk jangka waktu tertentu. Terdapat 3 jenis laporan keuangan yang paling sering dilaporkan yaitu neraca keuangan, laporan laba rugi, dan laporan aliran kas. Laporan keuangan menjadi sangat penting karena dapat memberikan informasi yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan. Laporan keuangan diharapkan dapat memberikan informasi mengenai profitabilitas, risiko, dan timing dari aliran kas yang dihasilkan oleh perusahaan. Informasi tersebut nantinya dapat mempengaruhi harapan pihak-pihak yang berkepentingan, dan pada giliran selanjutnya akan mempengaruhi nilai perusahaan. Ketahui secara lebih jelas tentang penilaian bisnis dan laporan keuangan di bawah ini.

Faktor Penilaian Bisnis

Penilaian bisnis merupakan suatu kegiatan untuk memperkirakan nilai korporat yang bergantung pada penilaian kepentingan, penyertaan atau kepemilikan atas suatu perusahaan. Peristiwa yang biasanya memicu perlunya dilakukan penilaian bisnis adalah laporan keuangan terkait perpajakan, transaksi (meliputi merger dan akuisisi, jual beli, pembiayaan, dan lainnya), litigasi, gugatan cerai, sengketa pemegang saham, dan lain sebagainya. Yang menjadi objek penilaian bisnis meliputi aset, liabilitas, entitas, ekuitas, dan kepentingan atau kerugian ekonomis. Terdapat beberapa faktor yang dipertimbangkan dalam penilaian bisnis, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi:

  1. Karakteristik bisnis perusahaan yang dinilai seperti risiko, return, pembiayaan, dan lainnya.
  2. Laporan keuangan dan kondisi keuangan perusahaan.
  3. Identifikasi nilai aset tidak berwujud yang signifikan.
  4. Transaksi-transaksi sebelumnya.
  5. Informasi yang relevan terkait perusahaan yang dinilai seperti sejarah bisnis, kebijakan perusahaan, manajemen, dan lain sebagainya.

Sedangkan faktor eksternal meliputi:

  1. Kondisi ekonomi yang berpengaruh seperti keadaan politik dan kebijakan pemerintah.
  2. Kondisi industri secara spesifik.
  3. Ukuran tingkat pengendalian perusahaan.
  4. Data pasar lainnya seperti return untuk investasi alternatif, perjanjian kerjasama bisnis, dan lain sebagainya.

Jenis-jenis Laporan Keuangan

Terdapat 3 jenis laporan keuangan yang sering digunakan yaitu neraca, laporan laba rugi, dan laporan aliran kas. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini:

1. Neraca keuangan

Neraca keuangan merupakan sebuah gambaran kekayaan perusahaan pada saat tertentu. Karena fokus pada titik tertentu, maka neraca keuangan biasanya dinyatakan neraca per tanggal tertentu. Neraca dibagi menjadi 2 bagian, yaitu sisi kiri yang menyajikan aset yang dimiliki oleh perusahaan, dan sisi kanan yang menyajikan sumber dana yang dipakai untuk memperoleh aset tersebut. Untuk setiap sisi, neraca disusun atau diurutkan berdasarkan likuiditas aset. Likuiditas yang dimaksudkan adalah kedekatannya dengan kas. Demikian juga dengan sisi kanan neraca, kewajiban diurutkan dari hutang dagang sampai dengan modal saham. Alternatif penyusunan neraca adalah dengan cara menempatkan aktiva pada bagian atas, kemudian kewajiban dan modal di bagian bawah. Neraca keuangan didasarkan pada accounting identity yang menggambarkan neraca sebagai kesamaan antara aset dengan kewajiban dan modal saham.

2. Laporan laba rugi

Laporan laba rugi meringkaskan aktivitas perusahaan dalam periode tertentu. Karena itu, laporan keuangan perusahaan ditulis sebagai laporan laba rugi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember. Yang berarti, laporan laba rugi akan menyajikan ringkasan aktivitas selama satu tahun. Laporan laba rugi sering kali dianggap sebagai laporan yang paling penting di dalam laporan tahunan. Kegiatan yang dilaporkan meliputi kegiatan rutin seperti operasi bisnis, dan juga kegiatan yang tidak rutin seperti penjualan aset tertentu, penghentian lini bisnis tertentu, perubahan metode akuntansi, dan lain sebagainya. Definisi kegiatan rutin dan non rutin tergantung pada jenis usaha yang dilakukan oleh perusahaan.

Laporan keuangan laba rugi diharapkan akan memberikan informasi yang berkaitan dengan tingkat keuntungan, risiko, fleksibilitas keuangan, serta kemampuan operasional perusahaan. Tingkat keuntungan akan mencerminkan prestasi perusahaan secara keseluruhan. Risiko akan berkaitan dengan ketidakpastian hasil yang akan diperoleh perusahaan. Sementara, fleksibilitas berkaitan dengan kemampuan perusahaan untuk menyesuaikan terhadap kesempatan atau kebutuhan tidak seperti yang diharapkan. Sedangkan kemampuan operasional mengacu pada kemampuan perusahaan menjaga aktivitas perusahaan berdasarkan tingkat kegiatan tertentu.

3. Laporan aliran kas

Laporan aliran kas meringkas aliran kas yang masuk dan kas yang keluar untuk jangka waktu tertentu. Dalam beberapa situasi, laporan kas diperlukan karena laporan laba rugi tidak cukup akurat dalam menggambarkan kondisi keuangan perusahaan. Misalnya perusahaan yang sedang tumbuh mempunyai tingkat penjualan yang tinggi, berarti akan mencatat pendapatan atau penjualan yang tinggi. Di lain pihak, karena perusahaan masih baru, maka akan mengeluarkan kas yang banyak untuk membangun infrastruktur pemasaran dan produksi. Laporan laba rugi akan mencatat laba yang positif. Lalu bagaimana dengan aliran kasnya? Karena penjualan dilakukan secara kredit, maka belum banyak kas yang masuk. Karena aliran kas keluar lebih besar dibandingkan dengan aliran kas masuk, maka aliran kas yang masuk menjadi kecil atau bahkan negatif.

Tujuan dari laporan penilaian bisnis adalah untuk menyampaikan data, logika, asumsi yang melandasi dan analisis yang mendukung pernyataan nilai kepada pihak yang memberi tugas penilaian. Meskipun saat ini sudah memasuki era digital, tetapi masih banyak pebisnis yang belum menganggap laporan keuangan sebagai suatu hal yang penting. Padahal, meskipun merasa sulit dalam membuat laporan keuangan, para pebisnis dapat membuatnya dengan bantuan software akuntansi seperti Jurnal. Sebagai seorang pebisnis, Anda wajib membuat setiap catatan dan membuat laporan keuangan perusahaan. Pentingnya laporan keuangan bagi perusahaan dan bisnis akan menjadi sebuah manfaat jangka panjang untuk jalannya bisnis Anda. Dengan bantuan Jurnal, pengelolaan keuangan bisnis Anda akan lebih mudah dan praktis. Jurnal merupakan solusi terbaik untuk membantu Anda dalam mengerjakan pembukuan. Daftarkan bisnis Anda sekarang juga!