Contoh Globalisasi yang Terjadi di Bidang Ekonomi

Pernahkah Anda mendengar istilah globalisasi ekonomi? Apa yang ada di pikiran Anda ketika mendengar istilah tersebut? Agar lebih memahami pengertiannya, simak penjelasannya lewat contoh globalisasi di bidang ekonomi.

Secara umum, pengertian globalisasi di bidang ekonomi adalah proses integrasi ekonomi individu dan negara ke dalam ruang lingkup dunia. Salah satu contoh globalisasi di bidang ekonomi adalah terjadinya praktik ekspor dan impor. Ekspor-impor dapat meningkatkan devisa suatu negara dan memenuhi kebutuhan di dalam negeri.

Globalisasi yang terjadi di bidang ekonomi ini sangat berpengaruh terhadap perdagangan antar beberapa negara yang sifatnya bebas. Karena memang pada dasarnya globalisasi ini bertujuan untuk menghilangkan hambatan-hambatan yang menjadi permasalahan. Di mana hambatan yang menjadi masalah ini terjadi pada perdagangan internasional.

Hambatan-hambatan tersebut biasanya terjadi karena tarif ekspor atau impor yang terlalu tinggi sehingga membuat harga barang tidak kompetitif. Bisa juga hambatannya berupa politik dagang yang diberlakukan suatu negara untuk melindungi produksi dalam negeri. Secara teori, hambatan-hambatan ini ditolak oleh perdagangan bebas. 

Pengertian Globalisasi Ekonomi

Pengertian globalisasi ekonomi yang disampaikan oleh Fakih (2002) dalam Agusalim (2017) adalah suatu proses pengintegrasian ekonomi nasional ke dalam sistem ekonomi global. 

Salah satu bentuk globalisasi ekonomi adalah ditandai dengan meningkatnya keterbukaan perekonomian suatu negara terhadap perdagangan internasional. Sementara, kegiatan perdagangan internasional ini akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu negara, karena semua negara bersaing di pasar internasional.

Globalisasi ekonomi juga dapat diartikan sebagai suatu proses yang terjadi pada saat masuknya ilmu ekonomi ke dalam sebuah negara. Di mana ilmu ekonomi ini mencakup mengenai proses produksi, distribusi, dan juga konsumsi.

Saat proses masuknya ilmu ekonomi ini ke ruang lingkup dunia, tidak ada lagi batasan atau hambatan dalam suatu negara atau wilayah. Dengan alasan bahwasanya globalisasi ini memang hanya memandang dunia sebagai suatu kesatuan. 

Di mana suatu kesatuan ini memiliki tujuan dalam menciptakan kawasan perdagangan yang sangat luas atau bebas. Karena adanya pengaruh dari harga barang yang tidak kompetitif dengan berdasarkan pada tarif ekspor dan impor yang memiliki harga tinggi.

Contoh Globalisasi di Bidang Ekonomi

Contoh globalisasi di bidang ekonomi  ini juga memiliki ciri khas sehingga mudah untuk dikenali. Seperti adanya perkembangan teknologi dan terjadi ketergantungan pasar sehingga ada interaksi antar budaya.

Dr. Tanri Abeng, S.E., M.B.A adalah seorang mantan Menteri Negara Pendayagunaan BUMN pada Kabinet Pembangunan VII dan Kabinet Reformasi Pembangunan. Beliau juga dikenal sebagai pengusaha sekaligus mantan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero). Menurut beliau, bentuk nyata dari globalisasi ekonomi terjadi dalam contoh sebagai berikut:

1. Produksi

Bentuk yang pertama adalah produksi yang pada umumnya ingin lebih menekankan ke arah biaya. Di mana, dalam hal ini sebuah perusahaan akan melakukan produksi di beberapa negara untuk menekan biaya produksi.

Langkah ini dilakukan karena melihat dari faktor upah buruh dalam suatu negara yang sudah dianggap cukup reda atau murah. Sehingga tarif bea masuk ke negara tersebut juga tergolong murah. Bukan hanya itu, hal ini bisa juga dipengaruhi oleh infrastruktur yang sudah disediakan di dalam suatu negara.

Karena infrastruktur tersebut yang disediakan memang lebih memadai sampai iklim usaha. Di mana iklim usaha yang dimiliki dalam suatu negara ini dianggap sudah kondusif.

2. Pembiayaan

Bentuk dari pembiayaan untuk globalisasi dalam bidang ekonomi ini lebih mengacu pada saat melakukan pinjaman atau investasi. Di mana pinjaman atau investasi ini bisa terjadi di seluruh negara yang ada di dunia ini.

Perusahaan yang dapat dijadikan sebagai contoh globalisasi di bidang ekonomi adalah PT Telkom. Di mana PT Telkom ini ingin memperluas satuan sambungan telepon di berbagai negara sehingga membutuhkan investasi dari negara lain.

Baca Juga: Penerapan Kebijakan Moneter dan Fiskal di Indonesia

3. Tenaga Kerja

Bentuk tenaga kerja dapat dijadikan contoh nyata dengan adanya para tenaga kerja asing yang masuk ke dalam sebuah negara.

Para tenaga kerja ini bekerja di negara lain dengan tujuan untuk mendapatkan penghasilan yang tinggi. Karena pendapatan yang di dapatkan di negaranya masih tergolong rendah. 

Namun tidak lupa melihat dari segi tingkatan atau kemampuan dari tenaga kerja itu sendiri. 

Contoh nyata dari tenaga kerja asing di Indonesia ini adalah seorang buruh kasar dan staf profesional yang memiliki banyak pengalaman kerja. Pengalaman ini di dapatkan dari negara asalnya.

4. Jaringan Informasi

Kemajuan teknologi yang terjadi pada zaman sekarang ini adalah contoh globalisasi di bidang ekonomi dalam bentuk jaringan informasi. Dengan adanya kemajuan teknologi ini menyebabkan semua informasi dapat diterima secara cepat dan juga lebih akurat.

Informasi yang didapatkan ini bisa melalui radio, televisi, maupun internet. Di mana internet ini adalah sumber informasi yang sangat cepat. Selain cepat, internet juga sangat mudah pada saat diakses oleh seluruh masyarakat yang ada di dunia.

Inilah yang menyebabkan merek terkenal seperti Channel, Gucci, maupun restoran cepat saji internasional banyak dikenal di seluruh penjuru dunia. Sehingga, berdampak pada selera masyarakat di negara lain, baik yang berada di kota maupun desa yang sudah menuju kepada selera global.

5. Perdagangan

Bentuk globalisasi ekonomi pada bidang perdagangan ini dapat ditandai dengan adanya penyeragaman dan penurunan tarif ekspor dan impor dalam suatu negara. Oleh karena itu, hambatan yang menjadi kendala sudah bisa dihapuskan atau tidak memiliki tarif dalam suatu negara.

Tujuannya adalah agar negara lain juga menghapus tarif yang diterapkan di negaranya pada saat proses ekspor impor. Akibat dari perdagangan dunia tersebut juga pengawasan menjadi semakin ketat, cepat, dan juga adil.

Terwujudnya  perdagangan  bebas  cenderung   mendorong  masing-masing  negara untuk  berspesialisasi  secara  penuh  dalam  produksi  barang  yang  mempunyai  keunggulan komparatif.  Kesiapan   suatu   negara   dalam   globalisasi   tergantung bagaimana   cara   negara   tersebut   mendorong   produk   yang   dihasilkannya   mempunyai keunggulan   komparatif. Dengan   keunggulan   komparatif   akan   dihasilkan   produk   yang berdaya saing di pasar global.

Baca Juga: Kenali Ruang Lingkup Perusahaan Manufaktur

Beberapa strategi untuk meningkatkan daya saing produk internasional yaitu:

  • Menetapkan negara mana yang akan menjadi pesaing dalam melakukan perdagangan internasional seperti ekspor produk.
  • Memperhatikan segmentasi pasar yang memiliki peluang cukup besar untuk melawan negara yang telah ditetapkan.
  • Meminimalisasi kegiatan impor dalam negeri.
  • Membuat kegiatan pameran ekspor bertujuan agar calon importir mengenal dan tertarik mencoba untuk memasarkan di negaranya.
  • Menggunakan software berteknologi sebagai langkah adaptasi di era persaingan global dan digital.

Selain itu, perusahaan perlu melakukan evaluasi secara berkala terhadap strategi perdagangan internasional yang selama ini berjalan. Adaptasi adalah salah satu kunci agar perusahaan bisa bertahan dengan berbagai perkembangan ekonomi global dan persaingan digital. 

Cara paling efektif beradaptasi dengan perkembangan ekonomi global adalah mengelola bisnis menggunakan perangkat teknologi canggih. Salah satunya, menggunakan software akuntansi online seperti Jurnal by Mekari. 

Software Jurnal by Mekari dapat mempermudah Anda dalam mengelola keuangan bisnis dengan tersedianya berbagai fitur, seperti laporan keuangan, persediaan barang, rekonsiliasi transaksi, termasuk pula pencatatan faktur pembelian dan pembayaran.

Dengan menggunakan aplikasi accounting online Jurnal by Mekari, Anda bisa menghemat biaya, waktu, dan energi karena data keuangan bisnis diproses dengan baik.

Pada November ini, dapatkan promo diskon hingga 20% dan Cashback mencapai Rp1,5 juta bagi yang berlangganan Jurnal Paket Enterprise+ minimal 24 bulan. Tak hanya itu, Anda juga berhak mendapat diskon 20% dan cashback hingga Rp1 juta jika berlangganan Paket Pro minimal 24 bulan.

Untuk info selengkapnya, Anda bisa mengunjungi website Jurnal atau mencoba demo gratis selama 14 hari dengan mengetuk banner di bawah ini.

 


PUBLISHED19 Nov 2020
Lavinda
Lavinda


Kategori : Bisnis