Cloud Computing dan Perannya Dorong Pertumbuhan Bisnis Anda

Tak dapat dipungkiri, dunia bisnis dapat memperoleh keuntungan besar dari penggunaan Komputasi Awan atau Cloud Computing sehingga banyak perusahaan bermigrasi menggunakan teknologi canggih tersebut. Dengan alasan bisa memangkas biaya, dan meningkatkan kinerja berkualitas. 

Namun masih banyak pihak yang mempertanyakan apa sebenarnya definisi dan manfaat Cloud Computing bagi dunia usaha. Berikut penuturan lebih lengkapnya.

Pengertian Cloud Computing

Pada dasarnya, Cloud merupakan metafora dari awan yang dalam hal ini sering diistilahkan sebagai internet.

Cloud Computing merupakan gaya komputasi baru di mana sumber daya yang terukur secara dinamis dan sering kali menggunakan konsep virtualisasi yang disediakan oleh provider dengan memanfaatkan media internet. 

Adapula ahli yang menilai bahwa cloud merupakan kumpulan teknologi, yakni berupa seperangkat teknologi yang membentuk lingkungan cloud. Banyak ahli TI berhadap bahwa Cloud Computing akan membentuk kembali proses teknologi informasi dan pasar TI. 

Secara konsep, Cloud Computing berarti menyimpan dan mengakses data dan program melalui internet dari lokasi berbeda atau menggunakan komputer dari hard drive komputer kita. Dengan menggunakan Cloud Computing, Anda bisa mengakses data atau program di mana saja, kapan saja, dan dengan perangkat apapun. (K. Chandrasekara, 2018)

3 Cara Bisnis UKM Memaksimalkan Teknologi di Tengah Wabah Corona

Sejarah Kehadiran Teknologi Cloud

Berdasarkan sejarahnya, Cloud Computing merupakan hasil evaluasi bertahap. Konsep penggabungan computing resources melalui jaringan global disebut-sebut berawal pada tahun 1960-an seiring dengan kemunculan ‘Intergalactic Computer Network’ oleh JCR Licklider. 

Ia juga bertanggung jawab atas pembangunan Advanced Research Projects Agency Network (ARPANET) tahun 1969. Saat itu ia memiliki cita-cita bahwa seluruh manusia di dunia seharusnya bisa terhubung dan mengakses program dan data dari sarana manapun dan dimanapun. 

Namun pandangan lain diungkapkan Herwin Anggeriana dalam bukunya ‘Cloud Computing: Komputasi Awan’. Menurut dia, hal yang mendasari konsep Cloud Computing berawal pada 1960-an. Yakni saat Pakar Komputasi MIT yang juga dikenal sebagai salah satu pionir intelegensi buatan John McCarthy menyampaikan gagasan bahwa suatu hari nanti jaringan komputasi akan menjadi infrastruktur publik, sama halnya seperti listrik dan telepon. 

Sejak saat itu, Cloud Computing sebenarnya sudah berkembang bersama internet dan  web. Namun karena terjadi perubahan teknologi bandwidth yang besar pada 1990-an, maka internet lebih dulu berkembang dibanding Cloud Computing. Kini terlihat bahwa pendorong utama teknologi komputasi ialah adanya revolusi internet. 

Pada 1990-an, perusahaan telekomunikasi mulai menawarkan VPN layanan jaringan pribadi dengan kualitas lebih baik, tapi biaya lebih rendah. Untuk menyeimbangkan penggunaan server, mereka menggunakan bandwidth jaringan, lalu menggunakan simbol awan sebagai petunjuk titik demarkasi antara provider dan pengguna. Pada dasarnya, Komputasi Awan memperluas batas untuk menutup server serta infrastruktur jaringan. 

Pada 1995, Larry Ellison, Pendiri Oracle memunculkan ide Network Computing sebagai kampanye untuk menggugat dominasi Microsoft yang saat itu merajai Desktop Computing dengan Windows 95. 

Ellison menawarkan ide bahwa pengguna tidak membutuhkan software sistem operasi yang dijejalkan ke dalam PC mereka, melainkan dengan Network Computing sebagai pengganti desktop. Namun akhirnya inovasi itu lenyap karena kualitas jaringan komputer yang belum memadai, dan pengguna kembali memilih PC desktop.

Sampai akhirnya muncul terobosan baru bernama Cloud Computing tanpa bergantung pada sistem operasi tertentu, melainkan hanya perlu mengakses internet dan menuju alamat situs untuk menjalankan program yang dibutuhkan. 

Baca Juga : Kenali 6 Model Cloud yang Bisa Dipakai UKM untuk Hadapi Krisis

Popularitas Komputasi Awan semakin menjulang saat munculnya layanan dalam bentuk software as a service Salesforce.com pada tahun 1999. Aplikasi CRM ini dianggap sebagai pencetus pertama aplikasi perusahaan yang dijalankan melalui Internet. 

Perkembangan berikutnya pada 2005 Amazon Web Services meluncurkan teknologi Elastic Compute Cloud(EC2), Google App Engine, dan IBM Blue Cloud Initiative. Jadi, terdapat situs layanan web yang di komersialkan dan memungkinkan individu atau perusahaan kecil untuk menyewa server agar dapat menjalankan aplikasi komputer mereka.

di Indonesia, terdapat pula pemain-pemain besar yang menjalankan bisnis berbasis Cloud Computing. Salah satunya Mekari yang memiliki 3 produk unggulan, Jurnal, Talenta, dan Klikpajak.

Fase Perkembangan Komputasi Awan

Berdasarkan buku bertajuk ‘Cloud Computing: Teori dan Implementasi’ yang ditulis Yo Ceng Giap Dkk disebutkan, terdapat sejumlah fase teknologi sebelum akhirnya Cloud Computing muncul sebagai solusi mendukung kinerja manusia. Pada fase pertama, terdapat konsep Mainframe Computing. Pengguna mengakses mainframe melalui sebuah terminal. Berlanjut ke fase kedua yakni PC Computing, di mana pengguna bisa mengakses informasi langsung dari PC. 

Pada fase ketiga muncul Network Computing, yakni pengguna bisa mengakses informasi dari server atau perangkat PC lain dari sebuah jaringan komputer. Dalam fase ini, pengguna bisa mengirimkan data melalui jaringan komputer.

Kemudian, berkembang konsep Internet Computing pada fase keempat. Pengguna bisa mengakses informasi dari PC ke server melalui internet. Hal ini dilanjutkan dengan fase kelima berupa konsep Grid Computing. Terakhir baru fase keenam muncul konsep Cloud Computing, ketika pengguna bisa mengakses informasi melalui layanan Cloud.

Baca Juga : Risiko UKM Tak Gunakan Cloud dalam Berbisnis di tengah Wabah Corona

Karakteristik Cloud bagi Bisnis

a. Cloud sebagai Layanan Mandiri

Pengguna Cloud dapat mengelola dan memesan layanan tanpa perlu berinteraksi secara langsung dengan individu penyedia layanan. Pengadaan layanan berlangsung secara otomatis sesuai kebutuhan pengguna.

b. Akses Cloud dengan Jaringan Broadband

Layanan Komputasi Awan harus bisa diakses dari lokasi manapun, dan waktu kapanpun dengan menggunakan alat apapun asalkan terhubung dengan jaringan layanan.

c. Sumber Daya Cloud Elastis

Cloud Computing digunakan secara bersama-sama oleh berbagai pelanggan. Penyedia layanan harus dapat memberi beban secara efisien sehingga sistem bisa dimanfaatkan secara optimal. Layanan ini harus tersedia secara terpusat dan bisa membagi sumber daya secara efisien. 

d. Kapasitas Cloud Fleksibel

Layanan Cloud Computing harus bisa menaikkan atau menurunkan kapasitas sesuai kebutuhan pengguna demi menunjang operasional bisnis. 

e. Layanan Cloud Terukur

Layanan harus disediakan secara terukur yang berfungsi untuk proses pembayaran. Pasalnya, Cloud Computing dibayar sesuai penggunaan.

Cara Kerja Komputasi Awan

Saat menggunakan komputer pribadi, Anda biasanya berinteraksi dengan tiga lapisan komputasi. Pertama, infrastruktur atau perangkat fisik seperti prosesor, hardisk, memori, atau kartu jaringan. Kedua, platform atau sistem operasi yang berinteraksi dengan perangkat keras. Ketiga, software atau perangkat lunak pengolah kata, gambar, dan lainnya. 

Sama halnya seperti komputer, Cloud Computing juga memiliki konsep tiga lapisan komputasi meski secara teknis kontennya berbeda. Dalam Komputasi Awan, komponen infrastruktur berupa server, media penyimpanan, dan bandwidth yang disediakan oleh provider. Dengan demikian, pengguna bisa mengakses sumber daya seolah-olah diinstal di tempatnya. 

Lapisan platform berupa perangkat web browser yang digunakan untuk membuat, menguji, dan menggunakan aplikasi web. Sementara lapisan software bukan aplikasi berbasis desktop, melainkan menggunakan web yang bisa menggunakan peramban web apapun. 

Berdasarkan cara kerjanya, pengguna Komputasi Awan dapat menggunakan perangkat pribadi seperti PC, laptop, handphone atau perangkat mobile lain melalui web browser untuk mengakses cloud. Layanan ini bekerja secara client-server menggunakan protokol web browser. Cloud menyediakan server berbasis aplikasi dan semua layanan data kepada pengguna dengan output ditampilkan pada perangkat pengguna. 

Misalnya, pengguna menggunakan cloud storage seperti google drive untuk masuk ke google drive maka pengguna wajib memiliki account, pengguna dapat login melalui perangkat yang digunakan. 

Setelah login melalui web browser, pengguna bisa melakukan penyimpanan atau mengunduh data yang tersimpan di server google, dalam hal ini application, platform, dan infrastructure disediakan oleh google, pengguna cukup memiliki account, maka dapat menggunakan cloud storage secara gratis. 

Baca Juga : Manfaat Teknologi Cloud bagi UKM di tengah Wabah Corona

Manfaat Teknologi Cloud Computing 

Menurut Williams, 2020, Cloud Computing membawa sejumlah manfaat bagi organisasi bisnis atau perusahaan, antara lain:

a. Bayar Sesuai Kebutuhan

Pengguna dapat menyesuaikan kebutuhan dalam cloud sehingga biaya yang dikeluarkan untuk operasional cloud dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

b. Cloud Tanpa Investasi Awal

Pengguna tidak perlu mengeluarkan investasi biaya yang besar untuk membangun Komputasi Awan, pengguna dapat menggunakan penyedia layanan cloud sehingga tidak ada biaya pembelian perangkat komputer, perangkat jaringan, dan lainnya.

c. Biaya Manajemen IT Cloud Efisien

Karena menggunakan layanan yang diberikan oleh penyedia layanan, maka dapat mengurangi biaya manajemen IT, karena pengelolaan manajemen IT dilakukan oleh penyedia layanan.

d. Skalabilitas Cepat Sesuai Permintaan

Kemampuan Cloud Computing dapat bekerja dengan cepat sesuai dengan kebutuhan dari para pengguna.

e. Akses Cloud Mudah dan Fleksibel

Pengguna tidak perlu berada pada komputer yang sama jika ingin mengakses aplikasi untuk keperluan operasional perusahaan. Pengguna dapat mengakses dengan mudah dari mana saja.

f. Penggunaan Sumber Daya Cloud Lebih Baik

Pengguna Komputasi Awan dapat meminimalisir permasalahan operasional sehingga memungkinkan dapat meningkatkan sumber daya Cloud yang lebih baik.

g. Berbagi Sumber Daya

Para pengguna dapat melakukan berbagi sumber daya ke sesama pengguna lain, misalnya menggunakan server virtual bersama-sama. 

Baca Juga : Cloud Jadi Solusi Bisnis UKM Ramah Biaya di Situasi Sulit

Tipe-tipe Layanan Komputasi Awan

Berikut adalah tipe-tipe layanan komputasi awan berdasarkan sifat jangkauannya :

a. Public Cloud

Jenis Public Cloud ditujukan penggunaannya murni untuk umum oleh penyedia layanan.

b. Private Cloud

Infrastruktur layanan Private Cloud dikelola dan dioperasikan hanya untuk kelompok atau organisasi tertentu yang biasanya berskala besar dan memiliki kemampuan untuk memiliki Cloud sendiri. Dari sisi lokasi, bisa berada on site atau off site

c. Community Cloud

Infrastruktur Cloud ini digunakan secara bersama oleh beberapa organisasi yang memiliki kepentingan yang sama, dan kebutuhan tingkat keamanan yang sama.

d. Hybrid Cloud

Infrastruktur Cloud yang tersedia pada Hybrid Cloud ini merupakan gabungan jenis cloud lain. Meski secara entitas tetap berdiri sendiri, tapi ada teknologi yang memungkinkan portabilitas data dan aplikasi antar Cloud tersebut terhubung.

Jurnal software akuntansi UKM

Model Layanan Cloud Computing bagi Bisnis

Berikut adalah model-model Komputasi Awan yang dibedakan berdasarkan jenis layanannya :

a. Platform as a Service (PaaS)

Platform as a Service (PaaS) merupakan layanan berbasis cloud dengan cara menyewa perangkat keras (hardware), sistem operasi, storage, dan kapasitas jaringan via internet. Pengguna bisa menyewa virtual server dan layanan untuk menjalankan software berbasis web yang telah dikembangkan. Selain itu, pengguna juga dapat menguji software berbasis web yang sedang dikembangkan.

Biasanya, PaaS berupa framework yang digunakan oleh pengembang (developer) untuk berfokus membangun atau membuat perangkat lunak. Dengan menggunakan PaaS, pengguna bisa memperoleh sumber daya untuk membuat perangkat lunak tanpa harus membeli hardware yang diperlukan. Contoh PaaS yang sudah tersedia di dunia antara lain : Google App Engine, Windows Azure, Amazon Web Service Elastic Beanstalk, Stratos Apache, dan OpenShift.

b. Infrastructure as a Service (IaaS)

Infrastructure as a Service (IaaS) merupakan sebuah layanan infrastruktur komputasi awan yang berupa, satu paket perangkat hardware komputer virtual, bersama dengan jaringan internet, bandwidth, dan dukungan alamat IP. Terdapat jaminan online secara real time dan keamanan dalam ‘ruang lingkup’ satu unit layanan IaaS.

Penyedia layanan yang biasa disebut vendor atau provider IaaS biasanya menyediakan berbagai spesifikasi infrastruktur, baik CPU, RAM maupun Data Storage dalam bentuk virtual tanpa sistem operasi. Contoh Iaas antara lain, Cisco yang menyediakan fitur dasar solusi telepon dan Biznet GIO Cloud sebagai pusat data virtual untuk korporasi.

c. Data-Storage as a Service (DaaS)

Data-Storage as a Service (DaaS) adalah layanan cloud dengan model penyediaan fasilitas sistem penyimpanan data secara remote dan dapat mengaksesnya kapan saja dan dari mana saja. Intinya, pengguna hanya perlu membayar biaya sesuai dengan besarnya resource yang digunakan. 

Contoh industri komersial yang menyediakan layanan DaaS adalah EMC Storage Managed Service (SMS), dan Google Cloud Datastore.

d. Software as a Service (SaaS)

Software as a Service (SaaS) merupakan layanan yang mengacu pada perangkat lunak (software) berbasis cloud via online melalui internet dan bisa dibeli secara berlangganan. Aplikasi tersedia dalam bentuk langganan sesuai kebutuhan pengguna atau on-demand. Jadi, pengguna tidak perlu lagi membeli lisensi dan menginstal aplikasi, melainkan cukup membayar biaya sesuai pemakaian. 

Model ini adalah salah satu layanan cloud yang paling sering digunakan oleh perusahaan untuk membangun dan mengembangkan bisnis karena mudah dikelola dan sangat terjangkau. Pengguna tidak perlu mengunduh dan memasang di masing-masing perangkat untuk menyebarkannya ke seluruh tim. Layanan ini sangat berguna bagi tim yang bekerja dengan terpisah ruang dan jarak.

Model layanan cloud ini juga memberi kemudahan untuk banyak hal. Mulai dari software pengelolaan akuntansi online seperti Jurnal by Mekari, software manajemen Human Resources Talenta, atau software pembayaran pajak Klikpajak.

Peran Cloud Computing dalam Dunia Bisnis

Para pelaku bisnis UKM di Indonesia menyadari pentingnya kebutuhan teknologi bagi usaha mereka. Namun biasanya pelaku usaha masih ragu untuk memberi, memelihara, dan mengamankan sistem informasi mereka sendiri. Investasi yang cukup besar menjadi kendala pelaku usaha untuk mengembangkan teknologi informasi bagi pengembangan bisnisnya. 

Maka itu, ada solusi yang ditawarkan oleh Cloud Computing. Pasalnya, teknologi ini memungkinkan pelaku usaha untuk menyewa jasa layanan tersebut tanpa perlu mengeluarkan biaya untuk infrastruktur, pengelolaan, platform, maupun aplikasi layanan IT lainnya. 

Risiko investasi teknologi dapat dialihkan ke pihak ketiga, yakni penyedia jasa Cloud Computing. Untuk skala bisnis, tarif layanan ini terjangkau karena mempertimbangkan mekanisme skala ekonomi.  

Di Indonesia, beberapa perusahaan telah bergerak di layanan jasa berbasis Cloud Computing, salah satunya Mekari yang menyediakan software akuntansi online Jurnal by Mekari, software payroll dan sistem HR Talenta, serta software bayar dan lapor pajak online Klikpajak.

Dengan kehadiran teknologi Komputasi Awan, Anda bisa memperoleh solusi bagi pengembangan bisnis di masa mendatang. 

Ada beberapa faktor yang membuat layanan Komputasi Awan dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing bisnis Anda. Pertama, model pembayaran bisa dilakukan secara bertahap secara bulanan. Kedua, teknologi ini mengurangi risiko investasi IT karena pengguna membayar sesuai kebutuhan serta dapat dimulai atau diberhentikan kapan saja sesuai kebutuhan.

Ketiga, model ini dapat mengubah biaya modal menjadi biaya operasional karena sistem pembayaran IT dilakukan melalui sistem berlangganan. Terakhir, pemeliharaan teknologi dilakukan oleh penyedia jasa sehingga perusahaan bisa fokus pada proses bisnis dan meningkatkan inovasi bisnis.

Jurnal sebagai SaaS Berbasis Cloud

Seperti diulas sebelumnya, Jurnal by Mekari merupakan layanan Software as a Service (SaaS) akuntansi berbasis Cloud di Indonesia. Melalui Jurnal, Anda dapat melihat ringkasan bisnis dari perangkat apapun, seperti PC, laptop, bahkan smartphone, asalkan tersambung dengan jaringan internet.

Tampilan ringkasan bisnis secara periodik dapat dilihat melalui aplikasi mobile, mulai dari data penjualan, pembelian, biaya, atau laporan laba rugi. Anda juga dapat melihat dan melakukan filter laporan keuangan untuk periode tertentu melalui smartphone kapanpun dan di manapun, sesuai dengan karakteristik Cloud Computing

Tak hanya itu, Anda juga bisa memonitor stok barang, memantau tagihan bahkan melakukan transaksi bisnis melalui aplikasi Jurnal secepat kilat, meski Anda sedang dalam perjalanan sekalipun. 

Software Jurnal by Mekari merupakan pilihan tepat bagi Anda yang membutuhkan bantuan pengelolaan laporan keuangan dengan lebih mudah dan praktis. Jurnal juga menyediakan berbagai fitur pendukung bisnis yang mampu mendorong perkembangan usaha Anda. 

Cari tahu selengkapnya mengenai produk software akuntansi online di website Jurnal. Cukup ketuk banner di bawah ini untuk mendapatkan promo kesempatan meraih diskon 20% dengan free trial 14 days dan 2x training (Minimal subscribe 6 bulan).


PUBLISHED14 Jul 2020
Lavinda
Lavinda

SHARE THIS ARTICLE: