Cara Bisnis UKM Jaga Kestabilan Cash Flow saat Pandemi Corona

Pandemi Virus Corona atau COVID-19 semakin meresahkan masyarakat. Korban jiwa terus berjatuhan dan ekonomi nasional terganggu. Pelaku usaha pun putar otak agar bisnis mereka tetap jalan. Misalnya para pemilik bisnis UKM, yang terus berusaha melewati masa krisis agar tetap eksis. Salah satu cara yang dapat dilakukan mereka selama masa pandemi COVID-19 ini  adalah dengan selalu memperhatikan kestabilan cash flow.

Cash flow atau dikenal dengan arus kas merupakan hal digunakan untuk menunjukkan aliran pemasukan dan pengeluaran pada suatu periode yang telah ditetapkan. Arus kas menjadi hal terpenting dari manajemen keuangan sebuah bisnis yang sedang berkembang. Segala strategi yang dijalankan dan langkah yang diambil selama masa sulit ini harus berdasar pada arus kas perusahaan. Lalu bagaimana cara bisnis UKM menjaga kestabilan cash flow selama pandemi COVID-19?  Berikut ini solusinya seperti dikutip Jurnal by Mekari, Rabu (1/4).

1. Ketahui dan Hemat Biaya Produksi

Ketahui dan Hemat Biaya Produksi

Anda sebagai pemilik bisnis UKM, harus mengetahui dan mengkalkulasikan terlebih dahulu berapa biaya produksi produk Anda. Biaya produksi sendiri merupakan akumulasi dari semua biaya-biaya yang Anda butuhkan dalam proses menghasilkan suatu produk atau barang. Biaya yang dimaksud seperti pembelian bahan baku, biaya membayar karyawan produksi, biaya operasional barang dan biaya-biaya lainnya sesuai dengan bisnis yang Anda jalankan. 

Setelah mengetahui biaya produksi saat ini, coba untuk menghemat biaya produksi dengan tetap memastikan kualitas produk UKM. Anda dapat memulainya dengan hanya membeli kebutuhan bahan baku sesuai kebutuhan saat ini, menekan biaya overhead yang berhubungan dengan proses produksi, Anda juga dapat melakukan merawat peralatan produksi agar menghindari bisnis Anda membeli peralatan yang baru.

2. Tekan Biaya Pengeluaran

Tekan Biaya Pengeluaran

Setelah Anda mengetahui biaya produksi yang dibutuhkan, Anda dapat membatasi dan memprioritaskan pengeluaran bisnis saat ini. Pertama, Anda sudah membatasi pengeluaran dengan menghemat biaya produksi produk UKM,  selanjutnya Anda harus memprioritaskan pengeluaran yaitu dengan dengan memilih anggaran mana yang dianggap sangat berdampak terhadap bisnis saat ini dan anggaran mana yang harus dikurangi karena kurang atau justru tidak berdampak terhadap kegiatan bisnis saat ini. 

3. Tunda Inventaris dan Ekspansi Bisnis

Tunda Inventaris dan Ekspansi Bisnis

Menambah inventaris atau mengekspansi bisnis memang diperlukan dalam peningkatan daya saing bisnis Anda. Tetapi untuk melakukan kedua hal tersebut bisnis perlu mengeluarkan uang dalam jumlah yang tidak sedikit. Sehingga ini akan berpengaruh lagi terhadap pengeluaran bisnis Anda.

Kecuali jika Anda yakin bahwa penambahan inventaris dan ekspansi bisnis berpengaruh terhadap profit yang Anda akan dapatkan selama masa pandemi corona ini, Anda dapat menambah inventaris dan ekspansi bisnis dengan tetap memperhatikan laba yang didapatkan.

4. Lakukan Promosi agar Menambah Penjualan

Lakukan Promosi agar Menambah Penjualan

Anda dapat menawarkan promosi agar menambah penjualan karena pembelian pertama atau kedua dari konsumen belum tentu menghasilkan profit yang terasa bagi bisnis Anda. Berikan potongan harga untuk menarik konsumen dalam membeli produk UKM. Terlebih, Anda sudah mengetahui berapa biaya produksi yang harus dikeluarkan sehingga potongan harga yang diberikan tetap menjaga kestabilan keuangan.

Selain itu, Anda juga dapat menerapkan strategi bundling dengan menawarkan paket yang menggabungkan beberapa produk.  Misalnya produk A dan produk B, jika dibeli secara bersamaan akan maka harga yang ditawarkan lebih murah daripada hanya membeli produk A saja. Dengan melakukan promosi seperti ini konsumen terus terdorong untuk membeli produk Anda selagi Anda sudah memperhitungkannya secara matang.

5. Siapkan Rencana Cadangan

Siapkan Rencana Cadangan

Bisnis UKM harus memiliki rencana cadangan terutama disaat pandemi corona ini banyak hal terduga yang mungkin saja akan terjadi. Misalnya, biaya bahan baku yang meningkat ataupun pengiriman yang terhambat.  Untuk menyiapkan segala kemungkinan yang akan terjadi susun strategi dari sekarang bagaimana bisnis Anda tetap bertahan.

Contohnya, Anda menyiapkan anggaran untuk situasi darurat tertentu atau menahan kredit agar Anda benar-benar mengambilnya ketika bisnis memang sangat membutuhkan.

6. Perhatikan dan Buat Laporan Arus Kas secara Berkala

Perhatikan dan Buat Laporan Arus Kas secara Berkala

Terus perhatikan dan buat laporan arus kas secara berkala. Laporan arus kas dapat memprediksi pemasukan dan pengeluaran Anda pada periode berikutnya sehingga Anda dapat merencanakan strategi bisnis yang tepat dan membuat keputusan yang lebih cepat. Anda juga dapat menggunakan software akuntansi online seperti Jurnal agar memudahkan bisnis dalam membuat laporan arus kas. Misalnya, Anda menggunakan software Jurnal. Anda tidak perlu lagi repot-repot mempelajari langkah-langkah apa yang harus dilakukan ketika membuat laporan cash flow perusahaan. Berbagai fitur sudah bisa dimanfaatkan. 

Sebagai aplikasi software akuntansi online, Jurnal ikut mendukung dan berkomitmen membantu menjawab tantangan untuk menjaga produktivitas dan pertumbuhan ekonomi di tengah tuntutan untuk mengurangi mobilitas ke tempat kerja dan keramaian umum lewat program #UKMtahankrisis.

Cari tahu selengkapnya mengenai produk Jurnal di website Jurnal atau isi formulir berikut ini untuk mencoba demo gratis Jurnal secara langsung. Cukup ketuk banner di bawah ini untuk mendapatkan promo kesempatan bonus berlangganan Jurnal selama 60 hari dan diskon 35% (Min subscribe 12 bulan). Salam sehat dan produktif selalu!


PUBLISHED01 Apr 2020
Septina
Septina

SHARE THIS ARTICLE: