Buzz dalam bahasa Indonesia memiliki arti “dengung” seperti yang dihasilkan lebah. Sedangkan marketing adalah salah strategi dari bisnis yang tujuannya untuk mencari, mendapatkan dan mempertahankan konsumen agar tetap bisa menguasai pasar. Jadi buzz marketing adalah salah satu teknik pemasaran dengan cara mem-viral-kan produk atau jasa agar lebih dikenal banyak orang dengan tujuan mendapatkan keuntungan yang lebih besar dari hasil penjualan yang meningkat.

 

Bagaimana Buzz Marketing Bisa Terjadi?

Buzz marketing tidak mungkin bisa terjadi dengan sendirinya, pasti ada teknik yang digunakan untuk menciptakannya. Kunci utamanya adalah apakah produk atau jasa yang Anda miliki bisa menarik konsumen sehingga banyak orang yang membicarakannya? Kurang lebih seperti itulah kunci utama dalam menciptakan buzz marketing.

 

Buzz marketing bisa terjadi dari produk atau jasa yang Anda miliki, artinya Anda memiliki produk atau jasa yang beda dan belum ada yang sama, memiliki keunikan tersendiri, dan bagus dari segi produk atau jasanya sehingga banyak orang yang tertarik. Untuk bisa melakukan buzz marketing pada produk atau jasa yang biasa-biasa saja tentunya akan lebih susah, karena tidak ada nilai yang bisa dijual untuk menjadikannya menjadi viral di kalangan masyarakat.

 

Selain dari produk, untuk bisa melakukan buzz marketing juga bisa dari cara marketingnya. Di mana, Anda harus membuat strategi marketing yang menarik, sehingga banyak orang yang akan melihatnya dan produk Anda bisa dikenal semua kalangan. Pasti berbeda hasilnya pada marketing produk atau jasa yang biasa-biasa saja, orang akan lebih malas melihatnya. Tetapi perlu Anda ketahui bahwa dari teknik buzz marketing semua itu ada kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya. Di bawah ini akan kami jelaskan kelebihan dan kekurangan buzz marketing.

 

Kelebihan Buzz Marketing

a. Biaya yang dikeluarkan untuk membuat buzz marketing tergolong murah.

b. Buzz marketing lebih mudah menaikkan nama brand.

c. Buzz marketing menjadikan produk atau jasa lebih mudah dikenal orang, sehingga penjualan bisa meningkat.

d. Dengan Internet,  buzz marketing lebih mudah terjadi.

 

Kekurangan Buzz Marketing

a. Buzz marketing masih memiliki ketergantungan pada triggers atau pemicu agar bisa menjadi viral.

b. Sulit untuk melakukan kendali apakah iklan sesuai target ataukah tidak.

c. Perlu melakukan beberapa tes agar iklan bisa menjadi viral di masyarakat.

 

Demikianlah pembahasan mengenai kelebihan dan kekurangan teknik penjualan dengan strategi buzz marketing. Tetapi perlu dicatat bahwa jika Anda menggunakan teknik buzz marketing untuk meledakan penjualan, maka Anda juga harus mengimbanginya dengan produk atau jasa yang dijual haruslah baik, jangan sampai sudah terlanjur menjadi viral kemudian produk atau jasa yang Anda jual buruk, maka berita tentang kejelekan produk Anda juga akan mudah menyebar, sehingga reputasi bisnis Anda menjadi jelek.

Selain itu, untuk menjalankan buzz marketing, Anda juga perlu melihat dan mengelola keuangan bisnis Anda. Untuk memudahkan Anda dalam mengelola keuangan bisnis, Anda bisa menggunakan software akuntansi. Jurnal adalah software akuntansi online yang membantu Anda dalam mengelola keuangan bisnis Anda dengan lebih mudah, cepat dan aman. Untuk info lebih lanjut tentang Jurnal secara lengkap, Anda dapat mengunjungi halaman ini. Daftarkan bisnis Anda sekarang juga dan nikmati free trial selama 14 hari untuk pengguna baru.