Ketahui Perkembangan dan Klasifikasi Akuntansi Internasional

Ada beberapa jenis akuntansi sesuai dengan kebutuhannya. Salah satunya adalah akuntansi internasional. Akuntansi internasional adalah akuntansi yang khusus untuk transaksi internasional. Dalam akuntansi internasional berisi tentang prinsip akuntansi antar negara yang berbeda dan penyelarasan berbagai standar akuntansi dalam bidang kewenangan pajak, auditing, dan bidang akuntansi lainnya. 

Lingkungan bisnis yang berubah-ubah dan berkembang dengan pesat membuat akuntansi juga harus semakin berkembang. Hal ini dimaksudkan agar akuntansi tetap bisa memberikan informasi yang diperlukan dalam mengambil keputusan di perusahaan pada setiap perubahan dan perkembangan yang terjadi di lingkungan bisnis.

Perkembangan Akuntansi Internasional

4 Alasan Produk Luar Negeri Lebih Diminati

Dalam perkembangan akuntansi internasional. Ada 8 faktor yang mempengaruhi perkembangannya, yaitu:

1. Sumber Dana

Untuk negara-negara yang memiliki pasar ekuitas yang kuat, fokus dari akuntansi adalah bagaimana perusahaan dapat menghasilkan profit. Selain itu akuntansi juga dirancang untuk menganalisa arus kas di masa depan serta mempertimbangkan resiko-resiko terkait yang kemungkinan terjadi di masa depan. Tetapi jika sistem pendanaan berbasis dengan kredit terutama sumbernya adalah bank, fokus dari akuntansi adalah melindungi kreditor dengan menggunakan perhitungan akuntansi.

2. Sistem Hukum

Ada 2 orientasi dasar hukum yaitu hukum kode dan hukum kasus. Untuk negara-negara yang menerapkan sistem hukum kode, hukum adalah 1 kelompok lengkap yang mencakup ketentuan dan prosedur. Aturan akuntansi di negara tersebut juga sudah diatur sebagai hukum nasional yang lengkap. Sedangkan untuk negara dengan hukum kasus, hukum dibuat berdasarkan kasus yang berkembang sehingga tidak ada usaha untuk mengatur secara hukum yang lengkap.

3. Perpajakan

Banyak negara yang mengatur pajak secara efektif dengan menentukan standar karena perusahaan harus menghitung pendapatan dan beban pajak yang perlu dibayarkan. Namun, ketika akuntansi keuangan dan pajak terpisah, kadang-kadang aturan pajak mengharuskan penerapan prinsip akuntansi tertentu, yang berbeda dengan prinsip akuntansi keuangan.

4. Ikatan Politik dan Ekonomi

Banyak Negara berkembang yang menerapkan system akuntansi yang dikembangkan oleh bangsa lain, entah karena paksaan ataupun karena keinginan sendiri. Seperti contoh sistem pencatatan double entry yang berawal di italia kemudian menyebar di Eropa; Inggris mengekspor akuntan dan konsep akuntansi di seluruh wilayah kekuasaannya; pendudukan jerman pada saat PD II menyebabkan Perancis menerapkan plan comptable. USA memaksa rezim pengatur akuntansi bergaya USA di Jepang pada saat PD II.

5. Inflasi

Inflasi yang terjadi pada suatu negara dapat menyebabkan perubahan terhadap akuntansi biaya yang diterapkan, sehingga menyebabkan distorsi terhadap akuntansi biaya historis dan mempengaruhi kecenderungan (tendensi) suatu Negara untuk menerapkan perubahan terhadap akun-akun perusahaan.

6. Perkembangan Ekonomi

Tingkat perkembangan ekonomi suatu negara mempengaruhi jenis transaksi usaha yang dilaksanakan. Masalah akuntansi seperti penilaian aktiva tetap dan pencatatan depresiasi yang sangat relevan dalam sektor manufaktur menjadi semakin kurang penting.

7. Tingkat pendidikan

Tingkat pendidikan suatu negara juga sangat mempengaruhi akuntansi yang diterapkan. Standar praktik akuntansi yang sudah diterapkan dan merupakan hal yang sangat penting akan menjadi tidak berguna jika disalahgunakan.

8. Budaya

Ada 4 dimensi budaya nasional menurut Hostede yaitu individualisme, jarak kekuasaan, penghindaran ketidakpastian, dan maskulinitas.

Faktor-faktor tersebut sangat mempengaruhi bagaimana akuntansi bisa bekerja dengan optimal dan memberikan hasil yang bermanfaat pula. Setiap faktor dapat membuat perubahan tentang akuntansi internasional yang berlaku di tiap negara. Memahami setiap faktor yang terjadi di dalam satu negara bisa menjadi langkah yang baik untuk proses akuntansi internasional.

Baca juga: 8 Kesalahan Dasar-dasar Akuntansi dan Keuangan Bisnis

Klasifikasi Akuntansi Internasional

sejarah akuntansi

Untuk mengkasifikasi akuntansi yang satu ini, dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu:

  1. Pertama, yaitu pertimbangan sesuai dengan pengetahuan, intuisi, dan pengalaman. Klasifikasi ini dilakukan dengan memahami kondisi yang sedang terjadi dan mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi proses akuntansi internasional.
  2. Kedua, klasifikasi dengan akuntansi internasional dengan cara empiris. Berbeda dengan poin klasifikasi yang pertama, klasifikasi empiris dilakukan dengan melakukan pembandingan antara data prinsip dan data praktik akuntansi yang ada di seluruh dunia. Dengan adanya basis data yang lengkap, diharapkan agar bisa membantu proses pengambilan keputusan yang berhubungan dengan akuntansi internasional.

Baca juga: Chart Of Account: Mempelajari Klasifikasi Sistem Kode Akun Akuntansi

Klasifikasi akuntansi internasional memiliki tujuan untuk mengelompokkan sistem akuntansi berdasarkan karakteristik khususnya. Klasifikasi tersebut dapat digunakan untuk kelompok-kelompok tertentu yang sesuai dengan karakteristik yang ada sehingga pengambilan keputusan tentang akuntansi internasional juga lebih mudah dan tepat. Dengan adanya klasifikasi tersebut, diharapkan akuntan bisa melihat lebih jelas solusi yang perlu diberikan tanpa terjadi konflik atau kesalahan fatal.

Proses akuntansi perusahaan adalah hal yang sangat penting dan krusial, Anda tidak bisa lalai dalam hal ini. Untuk mempermudah , Anda bisa menggunakan software akuntansi.

Bagi Anda yang memiliki usaha, akuntansi perusahaan dengan cara manual akan sangat memusingkan. Anda dapat menggunakan Jurnal sebagai alat otomasi keuangan Anda.

Jurnal adalah software keuangan yang dapat mencatat laporan keuangan Anda secara otomatis. Ketahui produk unggulan Jurnal dan coba free trial Jurnal selama 14 hari sekarang juga.


PUBLISHED04 Jun 2020
Desy
Desy

SHARE THIS ARTICLE: