Jurnal Enterpreneur

Perbedaan Laporan Keuangan Syariah dan Konvensional

Apa perbedaan antara laporan keuangan syariah dan konvensional berdasarkan unsur atau komponen yang dimiliki? Pelajari selengkapnya di Blog Mekari Jurnal!

Laporan keuangan merupakan bentuk dokumen tertulis yang termasuk salah satu proses akuntansi yang harus dimiliki perusahaan atau instansi.

Laporan ini bukan hanya ditujukan kepada pimpinan perusahaan tetapi juga stakeholder dan semua yang terlibat dalam perusahaan.

Berdasarkan laporan keuangan ini nantinya investor akan tahu bahwa uang yang diinvestasikan benar-benar digunakan untuk semua kebutuhan perusahaan dengan baik.

Laporan keuangan yang berlaku di Indonesia yang umumnya diterapkan di instansi atau perusahaan dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu syariah dan konvensional.

Meskipun berbeda, kedua jenis laporan keuangan ini memiliki tujuan sama yaitu untuk menjelaskan soal posisi keuangan – mulai dari kinerjanya, arus kas dan komponen lain sehingga mempermudah pengambilan keputusan di masa depan.

perbedaan laporan keuangan syariah dan konvensional

Definisi Laporan Keuangan Syariah dan Konvensional 

Sebelum mengetahui perbedaan antara laporan keuangan syariah dan konvensional, ada baiknya untuk mempelajari pengertian masing-masing:

Laporan Keuangan Syariah

Sesuai dengan namanya, laporan keuangan dibuat dengan mengacu pada standar akuntansi syariah.

Di Indonesia, cukup banyak yang menggunakan laporan ini sebagai patokan.

Penyajian laporan keuangan syariah mengacu pada PSAK No 101 dengan komponen antara lain: aset, dana syirkah temporer, kewajiban, pendapatan dan beban, ekuitas, arus kas, dana zakat dan kebajikan.

Semua data tersebut akan membantu untuk memprediksi arus kas.

Laporan keuangan syariah memiliki beberapa tujuan sebagai berikut:

  • Memberikan informasi akan kepatuhan entitas syariah. Laporan ini menjadi tolak ukur apakah perusahaan sudah melaksanakan sesuai prinsip syariah dengan benar, selain itu, juga mempermudah Dewan Pengawas Syariah menjalankan pengawasan terhadap operasional perusahaan.
  • Memberikan informasi soal keuangan.  Kinerja perusahaan bisa terpapar dengan jelas sehingga mudah untuk mengambil keputusan soal keuangan di masa mendatang.
  • Memberikan informasi pemenuhan akan CSR. Sebagai wujud tanggung jawab perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Masyarakat hingga stakeholder adalah lingkungan sosial yang membutuhkan pertanggungjawaban perusahaan dalam wujud laporan keuangan.

Laporan Keuangan Konvensional 

Laporan keuangan konvensional menyajikan data keuangan untuk memberikan informasi secara kuantitatif atas kondisi keuangan dan hasil yang dicapai oleh institusi atau perusahaan dalam periode tertentu.

Pada landasan penyajiannya, laporan keuangan konvensional mengacu pada PSAK 1 tentang Penyajian Laporan Keuangan.

Tujuan dari laporan ini diantaranya yaitu:

  • Memberikan informasi kekayaan perusahaan, baik itu kekayaan yang didapatkan dari kegiatan utama perusahaan atau bukan semua harus tercatat secara reliabel.
  • Memberikan informasi tentang laba dan rugi, yang harus dijelaskan dengan tepat karena penting bagi pengelolaan perusahaan dan pemilik. Tujuannya untuk mempermudah proyeksi kemampuan perusahaan dalam jangka waktu tertentu.
  • Memberikan informasi lain yang relevan, informasi tambahan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pemilik atau pengelola perusahaan sehingga dapat melakukan analisis laporan keuangan lebih akurat.

Tahukan Anda bahwa aplikasi akuntansi online Mekari Jurnal dapat membantu mengelola keuangan perusahaan Anda? Buktikan dengan coba gratis Jurnal sekarang!

Coba Fitur Laporan Keuangan dan Bisnis mekari Jurnal untuk Keputusan Bisnis Lebih Cepat dan Akurat!

Perbedaan Laporan Keuangan Syariah dan Konvensional 

Perbedaan paling mendasar antara kedua laporan ini terletak pada acuan pembuatannya.

Jika laporan syariah lebih berdasarkan entitas syariah, maka laporan konvensional lebih ke kebutuhan pemilik atau pengelola.

Demi memahami perbedaan antara laporan keuanga syariah dan konvensional, ada beberapa faktor yang bisa menjadi  tolak ukur sebagai berikut:

Perbedaan Unsur-Unsur Laporan 

Perbedaan yang pertama dan tampak secara fisik adalah unsur-unsur laporan yang ada di dalamnya.

Pada laporan keuangan konvensional, unsur-unsur yang dimiliki termasuk laba dan rugi, perubahan modal atau ekuitas, laporan arus kas, hingga neraca.

Dalam laporan keuangan syariah ada juga unsur yang sama seperti dalam laporan konvensional seperti laba rugi dan arus kas.

Namun, ada penambahan lain pada posisi keuangan seperti perubahan dana investasi yang terikat, laporan sumber dan penggunaan dana qadhuk hasan, serta  penggunaan zakat, infaq, dan shadaqah.

Perbedaan Komponen dalam Laporan Keuangan Syariah dan Konvensional 

Pada laporan keuangan konvensional, komponen yang dimiliki lebih cenederung ke arah komersial.

Hal ini berbeeda dengan laporan keuangan syariah yang tidak hanya condong pada kegiatan komersial, namun juga komponen yang menjelaskan kegiatan sosial seperti zakat infaz dan dana qadhuk hasan.

Format Institusi atau Perusahaan 

Perusahaan yang menggunakan laporan konvensional cukup mengacu pada PSAK 1.

Pihak yang bertanggung jawab untuk membuat laporan keuangan adalah bagian akunting yang kemudian diserahkan kepada pemilik perusahaan hingga stakeholder.

Perusahaan yang menggunakan laporan keuangan syariah memiliki Dewan Pengawas Syariah ( DPS ) yang terdiri dari 3 orang ahli hukum agama Islam dan bertanggung jawab penuh memberikan fatwa dan pengawasan bersama dewan komisaris.

Laporan yang dibuat pun nantinya akan ikuti melewati proses pengawasan atau pengecekan agar sesuai dengan hukum agama Islam.

Macam-Macam Piutang 

Pada laporan keuangan disebut juga masalah piutang perusahaan.

Laporan keuangan konvensional jauh lebih sederhana karena menyediakan informasi pemilik akun piutang dagang saja.

Jika pemilik perusahaan adalah individu, maka piutang dibebankan atas nama satu orang saja.

Apabila perusahaan memiliki stakeholder, maka akun akan disesuaikan dengan nama masing-masing stakeholder.

Beda dengan laporan keuangan syariah memiliki lebih beragam jenis piutang, mulai dari piutang salam, piutang murabahah, piutang qardh dan piutang istishna.

Penyelesaian Masalah Keuangan 

Tidak jarang terjadi masalah dari laporan keuangan yang dibuat baik itu konvensional dan syariah.

Hanya saja penyelesaian masalah yang terjadi tersebut tidak diselesaikan dengan cara yang sama.

Masalah pada laporan keuangan konvensional akan diselesaikan melalui pengadilan negeri.

Oleh karena itu, hukum yang digunakan adalah hukum yang sudah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia.

Khusus untuk masalah di laporan keuangan syariah maka hukum yang dianut adalah syariah Islam.

Penyelesaian masalah pun akan dilakukan di Badan Arbitrase Muamalah (BAMUI), bukan di pengadilan tinggi.

Inilah perbedaan perbedaan laporan keuangan syariah dan konvensional.

Jika melihat dari paradigma yang dikenali masyarakat, laporan keuangan syariah lebih menekankan pada seluruh kegiatan manusia selalu menyediakan akuntabilitas yang dasarnya adalah akhlak dan syariah.

Perusahaan konvensional tidak melaksanakan operasional dan laporan keuangan berdasarkan hal tersebut, melainkan sesuai dengan hukum negara yang berlaku dan berpedoman pada operasional perusahaan saja.

Agar proses pelaporan lebih efektif, Anda bisa memanfaatkan software akuntansi yang terbaik seperti Mekari Jurnal yang menyediakan fitur pembuatan laporan keuangan otomatis.

Semua transaksi akan tercatat secara real-time sehingga Anda bisa mengaksesnya di manapun dan kapanpun.

Jurnal juga dilengkapi dengan berbagai fitur lain seperti pembuatan invoice otomatis, manajemen inventory, hingga integrasi dengan berbagai aplikasi lainnya.

Tunggu apalagi? Hubungi kami untuk menjadwalkan demo gratis sekarang juga!

Kategori : Akuntansi

Kembangkan bisnis Anda dengan Mekari Jurnal sekarang

https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-invite-to-office.svg
Coba Gratis

Akses seluruh fitur Mekari Jurnal selama 14 hari tanpa biaya apapun

Coba Gratis 14 hari
https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-demo-interaktif.svg
Jadwalkan Demo

Jadwalkan sesi demo dan konsultasikan kebutuhan Anda langsung dengan sales kami

Jadwalkan Demo