Mengenal Definisi, Jenis, dan Cara Menghitung Rasio Profitabilitas

Dalam menjalankan aktivitas bisnis, pelaku usaha tentu perlu mengenal definisi, jenis, dan cara perhitungan rasio profitabilitas. Hal itu berguna untuk membantu mereka mengelola keuangan perusahaan dengan baik.

Berikut uraian lengkap tentang rasio profitabilitas yang perlu Anda diketahui seperti dikutip Jurnal by Mekari.

Note : Baca artikel Lima Sektor Bisnis Booming saat New Normal Datang 

Definisi Rasio Profitabilitas

Rasio profitabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dan mencari keuntungan dari aktivitas bisnisnya. Rasio ini juga memberikan ukuran tingkat efektivitas manajemen suatu perusahaan.

Hal ini ditunjukkan oleh laba yang dihasilkan dari penjualan dan pendapatan investasi. Penggunaan rasio ini juga menunjukkan efisiensi perusahaan. 

Rasio ini menggambarkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba melalui semua kemampuan dan sumber daya yang dimilikinya, yakni kegiatan penjualan, penggunaan aset, maupun penggunaan modal.

Dari perspektif investor, pertumbuhan keuntungan perusahaan merupakan salah satu indikator penting untuk menilai prospek perusahaan di masa mendatang. Hal ini penting diperhatikan untuk mengetahui sejauh mana investasi yang akan dilakukan investor di suatu perusahaan mampu memberi pengembalian keuntungan yang sesuai dengan tingkat yang diharapkan investor. 

Note : Baca artikel Apa Itu Rasio Modal Kerja dan Bagaimana Cara Menghitungnya?

Fungsi dan Tujuan Penggunaan Rasio Profitabilitas

Bagi pelaku usaha, rasio profitabilitas bertujuan untuk mengukur tingkat efektivitas manajemen dalam menjalankan operasional perusahaan. Pengukuran rasio profitabilitas dilakukan untuk memonitor dan mengevaluasi tingkat perkembangan keuntungan perusahaan dari waktu ke waktu. 

Informasi terkait rasio profitabilitas tentu memiliki fungsi sangat penting bagi bisnis yang Anda jalankan. Beberapa fungsi di antaranya adalah:

  • Mengetahui tingkat kemampuan perusahaan menghasilkan laba dalam satu periode tertentu.
  • Membandingkan dan menilai posisi laba perusahaan tahun sebelumnya dengan tahun sekarang.
  • Mengetahui perkembangan laba dari waktu ke waktu.
  • Mengukur seberapa besar jumlah laba bersih yang dihasilkan dari dana yang tertanam dalam total aset dan total ekuitas.
  • Mengetahui tingkat laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri.
  • Mengetahui produktivitas dari seluruh dana perusahaan yang digunakan, baik modal pinjaman maupun modal sendiri.
  • Mengukur margin laba kotor atas penjualan bersih, mengukur margin laba operasional atas penjualan bersih, dan mengukur margin laba bersih atas penjualan bersih. 

Note : Baca artikel Pahami Strategi Penjualan yang Efektif saat Fase New Normal

Jurnal software akuntansi UKM

Jenis- jenis Rasio Profitabilitas

Pengembalian atas Investasi (RoI)

Pengembalian atas Investasi atau Return on Investment (RoI) merupakan salah satu jenis dari rasio profitabilitas yang menunjukkan hasil pengembalian atas jumlah aktiva yang digunakan dalam perusahaan. RoI juga menjadi ukuran efektivitas manajemen dalam mengelola investasinya. 

Pengembalian atas Ekuitas (RoE)

Pengembalian atas Ekuitas atau Return on Equity (RoE) bisa diartikan sebagai hasil pengembalian ekuitas atau rentabilitas modal sendiri. RoE merupakan rasio untuk mengukur laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri.

Rasio ini menunjukkan efisiensi penggunaan modal sendiri, sehingga makin tinggi rasio, maka berarti efisiensi makin baik. Artinya, posisi pemilik perusahaan makin kuat.

Demikian pula sebaliknya ketika rasio rendah, maka efisiensi tidak maksimal dan posisi pemilik perusahaan semakin lemah. 

Pada dasarnya, RoE menggambarkan sejauh mana kemampuan perusahaan menghasilkan laba yang bisa diperoleh pemegang saham. RoE bisa dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah ekuitas perusahaan. 

Note : Baca artikel 5 Langkah Atur Ulang Keuangan Bisnis Jelang New Normal

Pengembalian atas Aset (RoA) 

Pengembalian atas Aset atau Return on Asset (RoA) menggambarkan sejauh mana kemampuan aset-aset yang dimiliki perusahaan bisa menghasilkan laba bersih. RoA diperoleh dengan membagi laba sebelum bunga dan pajak dengan jumlah aset perusahaan. Namun literatur berbeda menyebutkan cara menghitung RoA  yang merupakan salah satu jenis dari rasio profitabilitas ini bisa dilakukan dengan membagi laba bersih dengan total aset.

Laba per Saham 

Rasio Laba per Lembar Saham atau Earning per Share merupakan rasio untuk mengukur keberhasilan manajemen dalam mencapai keuntungan bagi pemegang saham. Rasio yang rendah berarti manajemen belum berhasil untuk memuaskan pemegang saham, sebaliknya dengan rasio yang tinggi, kesejahteraan pemegang saham meningkat atau tingkat pengembaliannya tinggi. 

Margin Laba Operasional

Margin Laba Operasional atau Operating Profit Margin adalah rasio yang digunakan untuk mengukur besarnya persentase laba operasional atas penjualan bersih. Rasio dihitung dengan membagi laba operasional terhadap penjualan bersih. 

Laba operasional dihitung sebagai hasil pengurangan antara laba kotor dan beban operasional. Adapun, beban operasional terdiri atas beban penjualan, beban umum dan administrasi. 

Margin Laba Kotor

Margin Laba Kotor atau Gross Profit Margin adalah rasio yang digunakan untuk mengukur besarnya persentase laba kotor atas penjualan bersih. Rasio ini dihitung dengan membagi laba kotor terhadap penjualan bersih. 

Laba kotor sendiri dihitung sebagai hasil pengurangan antara penjualan bersih dengan harga pokok penjualan. Sementara itu, penjualan bersih merupakan penjualan dikurangi retur dan penyesuaian harga jual serta potongan penjualan. 

Margin Laba Bersih

Margin Laba Bersih atau Net Profit Margin adalah rasio yang digunakan untuk mengukur besarnya persentase laba bersih atas penjualan bersih. Rasio dihitung dengan membagi laba bersih terhadap penjualan bersih.

Laba bersih dihitung sebagai hasil pengurangan antara laba sebelum pajak penghasilan dan beban pajak penghasilan. 

Note : Baca artikel Ini 5 Sektor Bisnis Tahan Krisis saat Pandemi COVID-19

Mengetahui Kinerja Perusahaan dengan Laporan Laba Rugi

Cara Perhitungan Rasio Profitabilitas

Rumus Perhitungan RoE :

RoE = Laba Bersih / Total Ekuitas (Modal Sendiri).

Dalam perhitungan RoE, semakin tinggi hasil pengembalian atas ekuitas berarti semakin tinggi pula jumlah laba bersih yang dihasilkan dari setiap rupiah dana yang tertanam dalam ekuitas.

Sebaliknya, semakin rendah hasil pengembalian atas ekuitas berarti semakin rendah pula jumlah laba bersih yang dihasilkan dari setiap dana yang tertanam dalam ekuitas. 

Rumus Perhitungan RoA : 

RoA = Laba Bersih / Total Aset

Artinya, semakin tinggi hasil pengembalian atas aset berarti semakin tinggi pula jumlah laba bersih yang dihasilkan dari setiap rupiah dana yang tertanam dalam total aset.

Sebaliknya, semakin rendah hasil pengembalian atas aset berarti semakin rendah pula jumlah laba bersih yang dihasilkan dari setiap dana yang tertanam dalam total aset. 

Rumus Perhitungan Margin Laba Operasional :

Margin Laba Operasional = Laba Operasional / Penjualan Bersih.

Hal ini berarti, semakin tinggi margin laba operasional berarti semakin tinggi pula laba operasional yang dihasilkan dari penjualan bersih. Ini dapat disebabkan tingginya laba kotor atau rendahnya beban operasional.

Sebaliknya, semakin rendah margin laba operasional berarti semakin rendah pula laba operasional yang dihasilkan dari penjualan bersih. Hal ini disebabkan rendahnya laba kotor atau tingginya beban operasional atau keduanya.  

Note : Baca artikel Antisipasi Gelombang Kedua Covid-19 bagi Pengusaha

Rumus Perhitungan Margin Laba Kotor :

Margin Laba Kotor = Laba Kotor/ Penjualan Bersih  

Artinya, semakin tinggi margin laba kotor berarti semakin tinggi pula laba kotor yang dihasilkan dari penjualan bersih. Hasil ini dapat disebabkan tingginya harga jual atau rendahnya harga pokok penjualan atau keduanya.

Sebaliknya, semakin rendah margin laba kotor berarti semakin rendah pula laba kotor yang dihasilkan dari penjualan bersih. Hal ini dapat disebabkan rendahnya harga jual atau tingginya harga pokok penjualan atau bisa jadi keduanya. 

Rumus Perhitungan Margin Laba Bersih :

Margin Laba Bersih = Laba Bersih / Penjualan Bersih

Hal ini berarti, semakin tinggi margin laba bersih berarti semakin tinggi pula laba bersih yang dihasilkan dari penjualan bersih. Hal ini dapat disebabkan tingginya laba sebelum pajak penghasilan.

Sebaliknya, semakin rendah margin laba bersih berarti semakin rendah pula laba bersih yang dihasilkan dari penjualan bersih. Hal ini bisa disebabkan rendahnya laba sebelum pajak penghasilan. 

Untuk memantau kinerja rasio profitabilitas dalam laporan keuangan, Anda dapat menggunakan software akuntansi online Jurnal by Mekari. Jurnal menyediakan berbagai fitur yang berfungsi untuk mencatat dan memonitor laporan kinerja bisnis secara berkala dengan mudah.

Jurnal menyediakan beragam fitur unggulan antara lain, tampilan dashboard bisnis dengan data real time, laporan keuangan, pengelolaan inventori, dan pengelolaan aset secara rinci. Tak hanya itu, terdapat pula modul penjualan dan pembelian, rekonsiliasi bank, serta integrasi bisnis yang memudahkan Anda mengambil keputusan bisnis secara bijak.

Note : Baca artikel UMKM Terdampak COVID-19 Dapat Subsidi Bunga Kredit

Cari tahu selengkapnya mengenai produk Jurnal di website Jurnal atau isi formulir berikut ini untuk mencoba demo gratis Jurnal secara langsung. Cukup ketuk banner di bawah ini untuk mendapatkan promo kesempatan bonus berlangganan Jurnal selama 60 hari dan diskon 35% (Minimal subscribe 12 bulan).

CTA Jurnal


PUBLISHED22 Jun 2020
Lavinda
Lavinda

SHARE THIS ARTICLE: