Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh

Kriteria Held for Sale: Pengertian, Syarat, Pengukuran, dan Penyajiannya dalam PSAK 105/IFRS 5

Tayang
Ditulis oleh: Author Avatar Andhika Pramudya

Aset tidak lancar tidak selalu digunakan hingga akhir masa manfaatnya. Dalam kondisi seperti restrukturisasi, pelepasan lini bisnis, atau penjualan aset, aset tersebut dapat dikeluarkan dari operasi berjalan.

Atas dasar ini, akuntansi memerlukan klasifikasi yang lebih sesuai dengan realitas ekonomi, di mana aset yang akan dijual dipisahkan dari aset yang masih digunakan, sehingga kriteria held for sale menjadi relevan.

akuntansi memerlukan klasifikasi yang lebih sesuai dengan realitas ekonomi, di mana aset yang akan dijual dipisahkan dari aset yang masih digunakan, sehingga kriteria held for sale menjadi relevan.

PSAK 58 Kini Bernomor PSAK 105

Selama ini, topik yang relevan dengan aset tidak lancar yang dikuasai untuk dijual dan operasi yang dihentikan diatur dalam PSAK 58.

Namun, dalam pembaruan nomenklatur SAK Indonesia oleh IAI, standar ini kini resmi bernomor PSAK 105: Aset Tidak Lancar yang Dikuasai untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan.

Apa Itu Held for Sale dalam Akuntansi?

Held for sale adalah sebuah klasifikasi akuntansi khusus untuk aset tidak lancar atau suatu kelompok lepasan (disposal group) yang jumlah tercatatnya akan dipulihkan terutama melalui transaksi penjualan, bukan melalui penggunaan secara berkelanjutan dalam operasi perusahaan.

Gambarannya adalah sebagai berikut:

Ketika manajemen memutuskan bahwa sebuah aset akan dijual, karakteristik ekonomi dari aset tersebut otomatis berubah total.

Aset tersebut tidak lagi berkontribusi dalam menghasilkan pendapatan operasional lewat penggunaannya, melainkan akan menghasilkan aliran kas masuk secara instan melalui pelepasannya.

Aturan mengenai konsep ini sesungguhnya telah diatur dalam IFRS 5 Non-current Assets Held for Sale and Discontinued Operations yang menegaskan bahwa perubahan klasifikasi ini mengubah secara signifikan cara pengukuran dan penyajian nilai aset dalam laporan posisi keuangan.

Kriteria Held for Sale yang Wajib Dipenuhi

Untuk dapat diklasifikasikan sebagai held for sale, semua kriteria berikut harus terpenuhi secara bersamaan, bukan pilihan sebagian.

1. Tersedia untuk Dijual Segera

Aset harus berada dalam kondisi siap dijual tanpa penundaan signifikan, kecuali syarat umum penjualan.

2. Penjualan Sangat Mungkin Terjadi

Manajemen harus memiliki komitmen kuat dan formal bahwa penjualan benar-benar akan dilakukan.

3. Program Aktif Mencari Pembeli

Perusahaan harus menjalankan langkah nyata seperti pemasaran aktif atau negosiasi dengan calon pembeli.

4. Dipasarkan pada Harga yang Wajar

Aset harus ditawarkan pada harga yang mencerminkan nilai pasar yang realistis.

5. Target Penyelesaian dalam Satu Tahun

Penjualan diharapkan selesai dalam waktu maksimal satu tahun sejak klasifikasi ditetapkan.

6. Rencana Penjualan Stabil

Rencana penjualan harus berjalan konsisten dengan kemungkinan kecil untuk dibatalkan atau diubah secara signifikan.

Notes: IFRS 5/PSAK 105 mengizinkan pengecualian batas waktu satu tahun jika penjualan aset tertunda karena kondisi di luar kendali entitas, selama perusahaan tetap berkomitmen pada rencana penjualan.

Contohnya termasuk proses persetujuan regulator yang lebih lama dari perkiraan atau kondisi pasar yang memburuk secara tidak terduga.

Bagaimana Aset Held for Sale Diukur?

Prosedur pengukuran held for sale menerapkan asas kehati-hatian (konservatisme) yang sangat ketat guna melindungi hak-hak informatif pembaca laporan keuangan.

Standar akuntansi PSAK 105 menetapkan bahwa ketika sebuah aset memenuhi kriteria untuk dijual, nilainya wajib diukur pada titik yang lebih rendah antara nilai tercatat (carrying amount/ nilai buku bersih) dengan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual (fair value less costs to sell).

Setelah aset diklasifikasikan sebagai held for sale, pengukurannya berubah.

Aset diukur pada nilai yang lebih rendah antara jumlah tercatat dan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual (lower of carrying amount and fair value less costs to sell).

Rumus yang bisa Anda gunakan adalah:

Nilai tercatat setelah klasifikasi = min (jumlah tercatat sebelumnya, nilai wajar – biaya untuk menjual)

Catatan:

Biaya untuk menjual mencakup biaya langsung yang terkait dengan penjualan aset, seperti komisi agen, biaya notaris, biaya hukum, dan biaya pemindahan.

Biaya keuangan dan beban pajak penghasilan umumnya tidak termasuk dalam biaya untuk menjual.

Jika nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual lebih rendah dari jumlah tercatat aset, selisihnya diakui sebagai rugi penurunan nilai dan dicatat dalam laba rugi pada periode yang sama dengan reklasifikasi.

Sebaliknya, jika kemudian nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual meningkat, pemulihan nilai dapat diakui, tetapi tidak boleh melebihi akumulasi rugi penurunan nilai yang sebelumnya telah diakui.

Apakah Aset Held for Sale Masih Disusutkan?

Jawabannya adalah tidak karena begitu aset diklasifikasikan sebagai held for sale, proses penyusutan harus dihentikan.

Hal ini karena nilai aset tidak lagi dipulihkan melalui penggunaan, melainkan melalui penjualan, sehingga tidak ada lagi dasar ekonomis untuk melanjutkan depresiasi.

Penyajian Held for Sale dalam Laporan Keuangan

Penyajian pos akuntansi ini diatur secara khusus agar struktur laporan keuangan tetap transparan dan mudah dipindai oleh para pemangku kepentingan.

Aset dikuasai untuk dijual disajikan secara terpisah dalam laporan posisi keuangan, tidak digabungkan dengan aset tetap atau aset tidak lancar lainnya.

Pos ini biasanya ditampilkan di bagian tersendiri dalam seksi aset, umumnya di bagian aset lancar atau dalam kategori terpisah antara aset lancar dan tidak lancar, bergantung pada kebijakan penyajian entitas.

Aset dan liabilitas dalam kelompok lepasan harus disajikan secara terpisah dalam laporan keuangan. Keduanya juga tidak boleh saling hapus (not offset).

Penyajian yang terpisah ini penting agar pengguna laporan keuangan dapat dengan mudah mengidentifikasi aset yang tidak lagi akan digunakan dalam operasi dan sedang dalam proses untuk dijual.

Pengungkapan yang diperlukan antara lain:

  • Deskripsi aset atau kelompok lepasan
  • Fakta dan keadaan yang menyebabkan penjualan, cara dan perkiraan waktu penjualan
  • Rugi atau pemulihan penurunan nilai yang diakui terkait klasifikasi ini.

Perbedaan Held for Sale vs Aset Tidak Digunakan

Ini adalah area yang sering membingungkan. Aset yang sedang tidak digunakan, menganggur (idle), atau dihentikan sementara dari operasi belum tentu memenuhi kriteria held for sale.

Sebuah mesin yang dihentikan penggunaannya sementara karena perbaikan, atau gudang yang kosong karena penurunan permintaan, masih beroperasi dalam kapasitas yang direncanakan, hanya sementara tidak aktif.

Selama manajemen belum memiliki komitmen formal untuk menjualnya dan proses penjualan aktif belum dimulai, aset tersebut tetap diklasifikasikan sebagai aset tetap.

Perbedaan ini penting karena penghentian depresiasi untuk aset menganggur tidak diperbolehkan, berbeda dengan aset held for sale.

Jika perusahaan salah mengklasifikasikan aset menganggur sebagai held for sale, maka depresiasi yang seharusnya diakui menjadi tidak tercatat, yang berakibat pada overstatement laba dan nilai buku aset.

Kesalahan Umum yang Perlu Dihindari

Akurasi pelaporan rasio keuangan perusahaan Anda bisa mengalami penyimpangan jika tim pembukuan harian masih terjebak dalam beberapa kekeliruan umum berikut ini:

  • Menghentikan depresiasi terlalu cepat, sebelum aset memenuhi seluruh kriteria held for sale secara resmi
  • Mengandalkan niat manajemen saja, tanpa memastikan aset benar-benar siap dijual dan memenuhi checklist kelayakan
  • Tidak memisahkan penyajian aset dan liabilitas kelompok lepasan, sehingga informasi neraca menjadi tidak jelas dan tidak sesuai standar
  • Melakukan saling hapus akun (netting) antara aset dan liabilitas, padahal keduanya harus disajikan secara terpisah
  • Tidak melakukan uji penurunan nilai saat reklasifikasi, sehingga potensi impairment tidak tercatat dengan tepat
  • Mengabaikan pengungkapan dalam CALK, seperti alasan klasifikasi, estimasi waktu penjualan, dan dampak keuangan
  • Tidak memperbarui evaluasi status aset, terutama jika penjualan melewati batas waktu satu tahun tanpa kondisi pengecualian yang valid

Checklist Kriteria Held for Sale

Gunakan checklist berikut sebelum mengklasifikasikan suatu aset sebagai held for sale:

  • Aset tersedia untuk dijual segera dalam kondisi sekarang, tanpa perlu modifikasi atau perbaikan signifikan
  • Ada komitmen formal dari manajemen yang berwenang terhadap rencana penjualan
  • Program aktif pencarian pembeli sudah berjalan
  • Aset dipasarkan pada harga yang wajar sesuai nilai pasar
  • Penjualan sangat mungkin terjadi (highly probable)
  • Penjualan diperkirakan selesai dalam satu tahun sejak tanggal klasifikasi
  • Pengukuran sudah dilakukan pada nilai lebih rendah antara jumlah tercatat dan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual
  • Rugi penurunan nilai sudah diakui jika relevan
  • Depresiasi dihentikan sejak tanggal klasifikasi
  • Aset disajikan terpisah dalam laporan posisi keuangan
  • Pengungkapan yang diperlukan sudah disiapkan untuk catatan atas laporan keuangan

Jika salah satu butir di atas belum terpenuhi, klasifikasi held for sale belum dapat dilakukan.

Kesimpulan

Klasifikasi aset tidak lancar sebagai held for sale diatur secara ketat dalam PSAK 105 dan IFRS 5 dengan kriteria yang harus dipenuhi, seperti ketersediaan aset untuk dijual segera dan probabilitas penjualan yang sangat tinggi dalam satu tahun.

Setelah memenuhi kriteria tersebut, aset diukur pada nilai terendah antara nilai buku dan nilai wajar dikurangi biaya jual, serta depresiasi dihentikan dan penyajiannya dipisahkan dalam laporan posisi keuangan.

Penerapan yang tepat memastikan laporan keuangan mencerminkan kondisi bisnis secara lebih akurat dan bebas dari salah saji material.

Untuk mendukung proses ini secara lebih efektif dan minim human error, perusahaan dapat memanfaatkan software akuntansi seperti Mekari Jurnal yang membantu pengelolaan dan pelaporan keuangan secara lebih terstruktur dan real-time.

Coba GRATIS sekarang dan rasakan manfaatnya!

Konsultasi dengan Mekari Jurnal Sekarang!

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

WhatsApp Hubungi Kami