Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh

Komponen Neraca Perdagangan dan Cara Menghitungnya

Tayang
Ditulis oleh: Author Avatar Adelia Vita. A
Highlights
  • Neraca perdagangan menunjukkan selisih antara nilai ekspor dan impor suatu negara, yang mencerminkan kondisi perdagangan internasional dalam suatu periode.
  • Setelah mencatat surplus selama 72 bulan berturut-turut, neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit US$1,61 miliar pada Mei 2026, terutama akibat meningkatnya defisit komoditas migas.
  • Bagi pelaku ekspor-impor, PSAK 221 (sebelumnya PSAK 10) mengatur pencatatan transaksi mata uang asing menggunakan kurs pada tanggal transaksi serta pengakuan selisih kurs dalam laba rugi.

Setelah mencatat surplus selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020, neraca perdagangan Indonesia berbalik mengalami defisit pada Mei 2026. 

Kondisi ini menjadi sorotan karena sebelumnya banyak ekonom memperkirakan neraca perdagangan masih akan mencatat surplus.

Perubahan tersebut menjadi momentum untuk memahami kembali apa itu neraca perdagangan, komponen penyusunnya, cara membacanya, serta mengapa indikator yang sering dianggap sebagai bagian dari ekonomi makro ini juga penting bagi pelaku usaha, terutama yang terlibat dalam kegiatan ekspor dan impor.

Artikel ini membahas pengertian neraca perdagangan, komponen penyusunnya, cara menghitungnya menggunakan data terbaru Indonesia, serta relevansinya terhadap aktivitas bisnis dan pembukuan perusahaan.

Apa itu Neraca Perdagangan?

Berdasarkan Satu Data Perdagangan Kementerian Perdagangan RI, neraca perdagangan adalah selisih antara nilai ekspor dan impor suatu negara dalam periode tertentu. Indikator ini menunjukkan apakah suatu negara lebih banyak menjual barang ke luar negeri (ekspor) atau membeli barang dari luar negeri (impor).

Neraca perdagangan merupakan salah satu komponen utama dalam neraca pembayaran (balance of payments atau BoP), yaitu catatan seluruh transaksi ekonomi antara suatu negara dan negara lain selama periode tertentu. Oleh karena itu, neraca perdagangan sering digunakan sebagai indikator untuk menilai kinerja perdagangan internasional suatu negara.

Jika nilai ekspor lebih besar daripada impor, neraca perdagangan mengalami surplus. Sebaliknya, jika nilai impor lebih besar daripada ekspor, kondisi tersebut disebut defisit perdagangan.

Komponen-Komponen Neraca Perdagangan

Pada dasarnya, neraca perdagangan terdiri dari tiga komponen utama, yaitu:

  • Ekspor, yaitu nilai barang dan jasa yang dijual suatu negara ke negara lain selama periode tertentu.
  • Impor, yaitu nilai barang dan jasa yang dibeli suatu negara dari negara lain selama periode tertentu.
  • Saldo selisih perdagangan, yaitu selisih antara nilai ekspor dan impor yang menunjukkan apakah suatu negara mengalami surplus atau defisit perdagangan.

Ketiga komponen tersebut menjadi dasar perhitungan neraca perdagangan dan selalu disajikan dalam rilis statistik perdagangan luar negeri oleh Badan Pusat Statistik (BPS) setiap bulan.

Baca Juga: Menilai Baiknya Suatu Anggaran Neraca Lewat Karakteristiknya

Cara Menghitung Neraca Perdagangan dan Contoh Data Terbaru Indonesia

Cara menghitung neraca perdagangan sebenarnya cukup sederhana, yaitu dengan mengurangi nilai impor dari nilai ekspor dalam suatu periode.

Rumus:

Neraca Perdagangan = Nilai Ekspor − Nilai Impor

Jika hasilnya positif, berarti suatu negara mengalami surplus perdagangan karena nilai ekspornya lebih besar daripada impor. 

Sebaliknya, jika hasilnya negatif, negara tersebut mengalami defisit perdagangan.

Contoh Perhitungan Neraca Perdagangan Indonesia

Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS), pada Mei 2026 Indonesia mencatat:

  • Nilai ekspor: US$23,20 miliar
  • Nilai impor: US$24,81 miliar

Maka perhitungannya adalah sebagai berikut:

Neraca Perdagangan = US$23,20 miliar − US$24,81 miliar = –US$1,61 miliar

Hasil tersebut menunjukkan bahwa Indonesia mengalami defisit neraca perdagangan sebesar US$1,61 miliar pada Mei 2026.

Defisit ini menjadi perhatian karena mengakhiri tren surplus neraca perdagangan selama 72 bulan berturut-turut yang telah berlangsung sejak Mei 2020. 

Meski demikian, secara kumulatif Januari–Mei 2026, Indonesia masih membukukan surplus perdagangan sebesar US$4,03 miliar. 

Artinya, defisit pada Mei 2026 belum mencerminkan perubahan tren perdagangan sepanjang tahun, melainkan penurunan yang terjadi pada periode tersebut.

Baca Juga: Neraca Pembayaran: Pengertian, Jenis, dan Fungsi

Jenis Neraca Perdagangan

Berdasarkan selisih antara nilai ekspor dan impor, neraca perdagangan dibagi menjadi tiga jenis.

  • Neraca perdagangan surplus: Terjadi ketika nilai ekspor lebih besar daripada impor. Kondisi ini menunjukkan negara memperoleh lebih banyak pendapatan dari penjualan barang ke luar negeri dibandingkan pengeluarannya untuk impor.
  • Neraca perdagangan defisit: Terjadi ketika nilai impor lebih besar daripada ekspor. Artinya, pengeluaran untuk membeli barang dari luar negeri melebihi pendapatan dari ekspor.
  • Neraca perdagangan seimbang: Terjadi ketika nilai ekspor dan impor relatif sama sehingga tidak terjadi surplus maupun defisit perdagangan.

Fungsi Neraca Perdagangan

Neraca perdagangan tidak hanya menunjukkan selisih ekspor dan impor, tetapi juga menjadi salah satu indikator penting untuk menilai kondisi ekonomi suatu negara.

  • Mengukur kinerja perdagangan internasional: Menunjukkan apakah suatu negara lebih banyak mengekspor atau mengimpor barang dalam periode tertentu.
  • Menilai daya saing produk dalam negeri: Surplus perdagangan dapat menjadi indikasi bahwa produk domestik memiliki daya saing yang baik di pasar internasional.
  • Mendukung penyusunan kebijakan ekonomi: Data neraca perdagangan digunakan pemerintah sebagai dasar dalam menetapkan kebijakan ekspor, impor, tarif, maupun kerja sama perdagangan.
  • Membantu memantau kondisi ekonomi: Perubahan surplus atau defisit perdagangan dapat menjadi salah satu indikator perkembangan ekonomi dan aktivitas perdagangan suatu negara.

Baca Juga: Neraca Keuangan: Pengertian, Bentuk, Jenis, Contoh

Faktor yang Mempengaruhi Neraca Perdagangan

Besarnya surplus atau defisit perdagangan dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya:

  • Pertumbuhan ekonomi: Saat ekonomi tumbuh, permintaan terhadap barang, termasuk barang impor, biasanya ikut meningkat.
  • Nilai tukar mata uang: Pelemahan atau penguatan nilai tukar dapat mempengaruhi harga barang ekspor dan impor sehingga berdampak pada volume perdagangan.
  • Harga dan daya saing produk: Produk yang berkualitas dengan harga kompetitif cenderung lebih mudah bersaing di pasar internasional.
  • Kebijakan perdagangan: Tarif impor, kuota, subsidi, atau perjanjian perdagangan dapat mempengaruhi arus ekspor dan impor antarnegara.

Neraca Perdagangan vs Neraca Pembayaran: Jangan Tertukar

Istilah “neraca perdagangan” dan “neraca pembayaran” sering dianggap sama, padahal keduanya memiliki cakupan yang berbeda.

Neraca perdagangan hanya mencatat transaksi ekspor dan impor barang dan jasa. Sementara itu, neraca pembayaran mencakup cakupan yang jauh lebih luas, meliputi transaksi berjalan (termasuk neraca perdagangan di dalamnya), transaksi modal, dan transaksi finansial, seperti investasi asing, pinjaman luar negeri, dan perubahan cadangan devisa.

Dengan kata lain, neraca perdagangan adalah salah satu bagian dari neraca pembayaran, bukan istilah yang bisa dipertukarkan begitu saja. 

Sebuah negara secara teoritis bisa saja mencatat neraca perdagangan yang defisit, tetapi neraca pembayaran secara keseluruhan tetap surplus jika ditopang oleh derasnya aliran investasi asing yang masuk.

Kesalahan Umum Memahami Neraca Perdagangan

Beberapa kesalahpahaman berikut sering ditemukan saat membahas neraca perdagangan.

  • Menyamakan neraca perdagangan dengan neraca pembayaran. Padahal neraca perdagangan hanya salah satu komponen dari neraca pembayaran yang jauh lebih luas cakupannya.
  • Menyimpulkan seluruh sektor perdagangan lesu hanya dari angka total yang defisit. Padahal defisit total bisa saja disebabkan oleh satu sektor tertentu, seperti migas, sementara sektor lain seperti nonmigas tetap tumbuh positif.
  • Menganggap surplus selalu berarti kondisi ekonomi yang sehat sepenuhnya. Surplus maupun defisit perlu dianalisis lebih lanjut, misalnya apakah surplus berasal dari ekspor produk bernilai tambah tinggi atau sekadar komoditas mentah yang harganya fluktuatif.
  • Mengabaikan relevansi neraca perdagangan bagi pembukuan bisnis sendiri. Padahal fluktuasi nilai tukar yang tercermin dari dinamika neraca perdagangan berdampak langsung pada pencatatan transaksi valuta asing sesuai PSAK 10.

Baca Juga: Neraca Lajur: Pengertian, Jenis, Cara Membuat, dan Contoh

Mengapa Memahami Neraca Perdagangan Penting bagi Bisnis 

Neraca perdagangan adalah indikator yang menunjukkan selisih antara nilai ekspor dan impor suatu negara dalam periode tertentu. 

Selain membantu menilai kinerja perdagangan internasional, neraca perdagangan juga memberikan gambaran mengenai daya saing ekonomi, kondisi ekspor-impor, serta berbagai faktor yang mempengaruhi aktivitas perdagangan.

Bagi perusahaan yang menjalankan transaksi ekspor dan impor, pemahaman terhadap neraca perdagangan perlu diimbangi dengan pencatatan transaksi yang akurat. 

Dengan begitu, laporan keuangan dapat mencerminkan kondisi bisnis yang sebenarnya sekaligus mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat.

Mekari Jurnal sebagai software akuntansi membantu bisnis mencatat setiap transaksi secara otomatis dan konsisten, termasuk transaksi dalam mata uang asing yang memerlukan penyesuaian kurs sesuai standar akuntansi yang berlaku.

Dengan fitur Pembukuan Mekari Jurnal, Anda dapat:

  • Mencatat transaksi secara otomatis dan terintegrasi ke laporan keuangan, sehingga setiap transaksi ekspor-impor langsung tercermin dalam laporan laba rugi dan neraca tanpa input berulang.
  • Menyusun bagan akun (chart of accounts) sesuai kebutuhan bisnis, termasuk memisahkan akun keuntungan atau kerugian selisih kurs secara konsisten sejak awal.
  • Menghasilkan lebih dari 55 jenis laporan keuangan, manajemen, dan operasional, mendukung pengambilan keputusan bisnis yang lebih akurat berdasarkan data real-time.
  • Menjaga akurasi data keuangan melalui integrasi bank, sehingga pencatatan penerimaan dan pengeluaran dalam berbagai mata uang tetap sinkron dengan kondisi kas yang sesungguhnya.

Kelola pembukuan transaksi bisnis Anda bersama Mekari Jurnal!

Coba Gratis Sekarang!

Referensi

Badan Pusat Statistik (BPS), “Surplus Neraca Perdagangan Indonesia Terus Berlanjut.”

Bank Indonesia (BI), “Neraca Perdagangan Mei 2026 Mencatat Defisit.”

Kementerian Perdagangan RI (Kemendag), “Satu Data Perdagangan: Neraca Perdagangan Indonesia.”

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), “PSAK 10 (kini PSAK 221): Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing.”

FAQ

Apa yang dimaksud dengan neraca perdagangan?

Apa yang dimaksud dengan neraca perdagangan?

Neraca perdagangan adalah selisih antara nilai ekspor dan impor suatu negara dalam periode tertentu. Jika ekspor lebih besar daripada impor, terjadi surplus perdagangan, sedangkan jika impor lebih besar daripada ekspor, terjadi defisit.

Bagaimana cara menghitung neraca perdagangan?

Bagaimana cara menghitung neraca perdagangan?

Neraca perdagangan dihitung dengan rumus nilai ekspor − nilai impor. Hasil positif menunjukkan surplus perdagangan, sedangkan hasil negatif menunjukkan defisit.

Apa penyebab neraca perdagangan mengalami defisit?

Apa penyebab neraca perdagangan mengalami defisit?

Defisit terjadi ketika nilai impor lebih besar daripada nilai ekspor. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan impor, perubahan nilai tukar, harga komoditas, maupun kebijakan perdagangan.

Apa saja faktor yang mempengaruhi neraca perdagangan?

Apa saja faktor yang mempengaruhi neraca perdagangan?

Beberapa faktor yang mempengaruhi neraca perdagangan meliputi pertumbuhan ekonomi, nilai tukar mata uang, daya saing produk, harga komoditas, serta kebijakan ekspor dan impor pemerintah.

Mengapa neraca perdagangan penting bagi pelaku usaha?

Mengapa neraca perdagangan penting bagi pelaku usaha?

Neraca perdagangan membantu pelaku usaha memahami kondisi ekspor-impor dan perubahan nilai tukar yang dapat mempengaruhi biaya, pendapatan, serta pencatatan transaksi mata uang asing dalam laporan keuangan.

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

WhatsApp Hubungi Kami