Modal Sendiri dalam Laporan Keuangan: Contoh & Cara Membacanya Mekari Jurnal Insight Modal sendiri adalah hak residual pemilik atas aset perusahaan setelah dikurangi seluruh liabilitas, dicatat di sisi ekuitas neraca dan dirinci di laporan perubahan ekuitas. Porsi pembiayaan UMKM dari bank turun dari 85,09% menjadi 82,44% dalam tiga tahun terakhir, salah satunya karena struktur modal yang sulit dibaca. Mekari Jurnal menyusun neraca dan laporan perubahan ekuitas otomatis dan real-time, lengkap dengan insight AI untuk membaca rasio keuangan. Modal sendiri dalam laporan keuangan adalah hak pemilik atas aset bersih perusahaan, yaitu selisih antara total aset dan total liabilitas, yang dicatat di bagian ekuitas pada neraca. Angka ini sering jadi acuan pertama bank dan investor sebelum menilai kelayakan pinjaman atau investasi. Artikel ini akan membahas letak modal sendiri di setiap laporan keuangan, komponennya untuk usaha perseorangan maupun PT, cara menghitung, contoh nyata, hingga rasio yang dipakai untuk menilai kesehatannya. Apa Itu Modal Sendiri dalam Laporan Keuangan? Modal sendiri atau ekuitas (equity) adalah dana yang berasal dari pemilik usaha tanpa melibatkan pinjaman atau pihak luar. Equity juga bisa dipahami sebagai aset perusahaan setelah dikurangi seluruh liabilitas. Berdasarkan PSAK 201 tentang Penyajian Laporan Keuangan, ekuitas termasuk salah satu unsur pokok yang wajib disajikan dalam laporan keuangan bertujuan umum, bersama aset, liabilitas, penghasilan, dan beban. Pada usaha perseorangan, istilah modal sendiri dan ekuitas merujuk pada hal yang sama. Pada perseroan terbatas, ekuitas mencakup komponen yang lebih rinci, seperti modal saham, agio saham, dan saldo laba. Modal sendiri berbeda dari modal asing atau utang karena tidak membawa kewajiban pengembalian dalam jangka waktu tertentu dan tidak membebani bunga. Sifat inilah yang membuat bank dan investor sering melihat rasio modal sendiri sebagai penanda seberapa kuat perusahaan menopang risikonya sendiri, bukan dengan dana pihak lain. Letak dan Komponen Modal Sendiri di Laporan Keuangan PSAK 201 mensyaratkan laporan keuangan lengkap terdiri dari laporan posisi keuangan (neraca), laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Letak Modal Sendiri dalam Laporan Keuangan Modal sendiri muncul di dua tempat utama dari kelima komponen ini: Di neraca: modal sendiri berada di sisi kanan bersama liabilitas, karena keduanya sama-sama sumber pendanaan aset. Modal sendiri ditampilkan sebagai satu angka total pada tanggal tertentu. Di laporan perubahan ekuitas: modal sendiri dirinci pergerakannya sepanjang satu periode, mulai dari saldo awal, penambahan dari laba bersih atau setoran pemilik, hingga pengurangan akibat prive atau dividen. Komponen Modal Sendiri Komponen modal sendiri berbeda tergantung bentuk badan usaha: Usaha perseorangan atau CV biasanya hanya mengenal tiga komponen: Modal pemilik: setoran awal dan tambahan setoran. Prive: penarikan dana pribadi pemilik yang mengurangi modal. Laba ditahan: akumulasi laba yang belum ditarik. Perseroan Terbatas (PT) memiliki komponen yang lebih rinci: Modal saham: nilai nominal saham yang disetor pemegang saham. Agio saham: selisih lebih antara harga jual saham dengan nilai nominalnya. Saldo laba (laba ditahan): akumulasi laba bersih yang belum dibagikan sebagai dividen. Cadangan: bagian laba yang sengaja disisihkan untuk tujuan tertentu, seperti ekspansi. Baca juga: Modal dalam Akuntansi: Jenis, Rumus, dan Contoh Rumus Dasar Modal Sendiri Rumus paling dasar untuk menghitung modal sendiri mengacu pada persamaan akuntansi: Modal Sendiri = Total Aset – Total Liabilitas Selisih antara seluruh aset yang dimiliki perusahaan dengan seluruh kewajiban yang harus dibayar inilah yang menjadi hak bersih pemilik. Untuk penjelasan lebih lengkap soal rumus modal kerja, rumus laporan perubahan modal, serta cara mencatatnya dalam jurnal, baca artikel Modal dalam Akuntansi: Jenis, Rumus, dan Contoh. Contoh & Cara Membaca Modal Sendiri Berikut adalah contoh dari studi kasus PT Sinar Boga Nusantara, distributor produk F&B skala menengah, untuk memperlihatkan bagaimana modal sendiri mengalir dari laporan perubahan ekuitas ke neraca. Contoh Modal Sendiri dalam Laporan Perubahan Ekuitas Saldo laba akhir dihitung dari saldo laba awal ditambah laba bersih, dikurangi dividen: Rp0 + Rp210.000.000 – Rp30.000.000 = Rp180.000.000. Total ekuitas akhir periode adalah modal saham dan agio saham ditambah saldo laba: Rp550.000.000 + Rp180.000.000 = Rp730.000.000. Contoh Modal Sendiri dalam Neraca Angka Rp730.000.000 yang muncul di laporan perubahan ekuitas adalah angka yang sama dengan yang muncul di sisi ekuitas neraca. Ini menunjukkan mengapa kedua laporan tidak bisa dibaca terpisah. Neraca menunjukkan posisi modal sendiri pada satu titik waktu, sementara laporan perubahan ekuitas menjelaskan bagaimana angka itu terbentuk. Baca juga: Contoh Laporan Perubahan Modal (Ekuitas) Perusahaan Rasio Keuangan untuk Menilai Kesehatan Modal Sendiri Angka modal sendiri saja belum cukup bermakna tanpa dibandingkan dengan pos lain. Berikut tiga rasio yang umum dipakai bank dan investor, dihitung memakai angka PT Sinar Boga Nusantara di atas. 1. Debt to Equity Ratio (DER) DER = Total Liabilitas / Total Ekuitas = Rp470.000.000 / Rp730.000.000 = 0,64 atau 64% Artinya, setiap Rp1 modal sendiri ditopang oleh sekitar Rp0,64 utang. Semakin rendah rasio ini, semakin kecil ketergantungan perusahaan pada utang. 2. Rasio Modal Sendiri terhadap Total Aset Rasio Modal Sendiri = Total Ekuitas / Total Aset = Rp730.000.000 / Rp1.200.000.000 = 0,61 atau 61% Artinya, 61% aset perusahaan didanai dari modal sendiri, sisanya dari utang. Rasio yang lebih tinggi umumnya dipandang lebih aman oleh kreditur. 3. Return on Equity (ROE) ROE = Laba Bersih / Total Ekuitas = Rp210.000.000 / Rp730.000.000 = 0,29 atau 29% Artinya, setiap Rp1 modal sendiri yang ditanamkan menghasilkan sekitar Rp0,29 laba bersih dalam satu periode. ROE yang sehat menunjukkan modal sendiri dikelola secara produktif, bukan sekadar mengendap di neraca. Ketiga rasio ini paling bermakna jika dibandingkan dari periode ke periode, bukan dilihat sekali saja pada satu titik waktu. Permudah Membaca Modal Sendiri Bisnis Anda dengan Mekari Jurnal Modal sendiri adalah salah satu angka pertama yang dibaca bank dan investor sebelum memutuskan mendukung sebuah bisnis. Memahami letaknya di neraca dan laporan perubahan ekuitas, komponennya untuk usaha perseorangan maupun PT, serta rasio yang menyertainya membuat pemilik bisnis lebih siap saat laporan keuangannya diperiksa pihak luar. Bagi bisnis yang ingin memastikan modal sendiri terbaca jelas oleh bank maupun investor, aplikasi laporan keuangan Mekari Jurnal menyusun neraca, laporan perubahan ekuitas, dan lebih dari 80 laporan lainnya secara otomatis dan real-time. Insight berbasis AI membantu membaca rasio keuangan seperti DER dan ROE dalam hitungan detik, tanpa perlu menghitung manual setiap bulan. Dengan aplikasi laporan keuangan Mekari Jurnal, neraca dan laporan perubahan ekuitas tersusun otomatis dari setiap transaksi yang tercatat, konsolidasi multicabang berjalan sesuai standar PSAK, dan laporan siap diekspor kapan pun dibutuhkan untuk pengajuan kredit, presentasi investor, maupun audit. Referensi Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). PSAK 201 Penyajian Laporan Keuangan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK), 2026. Siaran Pers Perkuat Akses Pembiayaan UMKM. Otoritas Jasa Keuangan (OJK). POJK Nomor 19 Tahun 2025 tentang Kemudahan Akses Pembiayaan kepada UMKM. Corporate Finance Institute. Capital: Definition, Types, Money vs Capital. Mekari Jurnal Aplikasi akuntansi dan operasional terintegrasi untuk membantu pemilik bisnis, akuntan, dan tim finance mengelola keuangan, pembukuan, serta operasional bisnis secara lebih efisien sekaligus. Pelajari lebih lanjut Mekari Jurnal menjadi bagian dari ekosistem software terpadu Mekari dengan berbagai produk lainnya, seperti: Semua Platform Akuntansi & keuangan Customer People Services Operasional & digitalisasi Mekari Software as a Service Platform Mekari Officeless Platform Integrasi & App Builder Platform Mekari Airene AI Core Lintas Produk Mekari Platform Mekari Jurnal Akuntansi & Operasional Akuntansi & keuangan Mekari Klikpajak Manajemen Pajak Akuntansi & keuangan Mekari Expense Manajemen Pengeluaran Bisnis Akuntansi & keuangan Mekari POS Point Of Sale Akuntansi & keuangan Mekari Qontak Customer Engagement Platform Customer Mekari Talenta HCM People Mekari Flex Benefit Karyawan People Payroll Service Payroll Outsource Services Mekari Sign Tanda Tangan Digital & E-Meterai Operasional & digitalisasi Mekari Desty Omnichannel Commerce Operasional & digitalisasi Lihat lebih banyak Tidak ada produk di kategori ini. Kategori : Financial Accounting Artikel Sebelumnya Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal Facebook Instagram LinkedIn YouTube Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Bagikan artikelWhatsAppLinkedinFacebook
Modal Sendiri dalam Laporan Keuangan: Contoh & Cara Membacanya Mekari Jurnal Insight Modal sendiri adalah hak residual pemilik atas aset perusahaan setelah dikurangi seluruh liabilitas, dicatat di sisi ekuitas neraca dan dirinci di laporan perubahan ekuitas. Porsi pembiayaan UMKM dari bank turun dari 85,09% menjadi 82,44% dalam tiga tahun terakhir, salah satunya karena struktur modal yang sulit dibaca. Mekari Jurnal menyusun neraca dan laporan perubahan ekuitas otomatis dan real-time, lengkap dengan insight AI untuk membaca rasio keuangan. Modal sendiri dalam laporan keuangan adalah hak pemilik atas aset bersih perusahaan, yaitu selisih antara total aset dan total liabilitas, yang dicatat di bagian ekuitas pada neraca. Angka ini sering jadi acuan pertama bank dan investor sebelum menilai kelayakan pinjaman atau investasi. Artikel ini akan membahas letak modal sendiri di setiap laporan keuangan, komponennya untuk usaha perseorangan maupun PT, cara menghitung, contoh nyata, hingga rasio yang dipakai untuk menilai kesehatannya. Apa Itu Modal Sendiri dalam Laporan Keuangan? Modal sendiri atau ekuitas (equity) adalah dana yang berasal dari pemilik usaha tanpa melibatkan pinjaman atau pihak luar. Equity juga bisa dipahami sebagai aset perusahaan setelah dikurangi seluruh liabilitas. Berdasarkan PSAK 201 tentang Penyajian Laporan Keuangan, ekuitas termasuk salah satu unsur pokok yang wajib disajikan dalam laporan keuangan bertujuan umum, bersama aset, liabilitas, penghasilan, dan beban. Pada usaha perseorangan, istilah modal sendiri dan ekuitas merujuk pada hal yang sama. Pada perseroan terbatas, ekuitas mencakup komponen yang lebih rinci, seperti modal saham, agio saham, dan saldo laba. Modal sendiri berbeda dari modal asing atau utang karena tidak membawa kewajiban pengembalian dalam jangka waktu tertentu dan tidak membebani bunga. Sifat inilah yang membuat bank dan investor sering melihat rasio modal sendiri sebagai penanda seberapa kuat perusahaan menopang risikonya sendiri, bukan dengan dana pihak lain. Letak dan Komponen Modal Sendiri di Laporan Keuangan PSAK 201 mensyaratkan laporan keuangan lengkap terdiri dari laporan posisi keuangan (neraca), laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Letak Modal Sendiri dalam Laporan Keuangan Modal sendiri muncul di dua tempat utama dari kelima komponen ini: Di neraca: modal sendiri berada di sisi kanan bersama liabilitas, karena keduanya sama-sama sumber pendanaan aset. Modal sendiri ditampilkan sebagai satu angka total pada tanggal tertentu. Di laporan perubahan ekuitas: modal sendiri dirinci pergerakannya sepanjang satu periode, mulai dari saldo awal, penambahan dari laba bersih atau setoran pemilik, hingga pengurangan akibat prive atau dividen. Komponen Modal Sendiri Komponen modal sendiri berbeda tergantung bentuk badan usaha: Usaha perseorangan atau CV biasanya hanya mengenal tiga komponen: Modal pemilik: setoran awal dan tambahan setoran. Prive: penarikan dana pribadi pemilik yang mengurangi modal. Laba ditahan: akumulasi laba yang belum ditarik. Perseroan Terbatas (PT) memiliki komponen yang lebih rinci: Modal saham: nilai nominal saham yang disetor pemegang saham. Agio saham: selisih lebih antara harga jual saham dengan nilai nominalnya. Saldo laba (laba ditahan): akumulasi laba bersih yang belum dibagikan sebagai dividen. Cadangan: bagian laba yang sengaja disisihkan untuk tujuan tertentu, seperti ekspansi. Baca juga: Modal dalam Akuntansi: Jenis, Rumus, dan Contoh Rumus Dasar Modal Sendiri Rumus paling dasar untuk menghitung modal sendiri mengacu pada persamaan akuntansi: Modal Sendiri = Total Aset – Total Liabilitas Selisih antara seluruh aset yang dimiliki perusahaan dengan seluruh kewajiban yang harus dibayar inilah yang menjadi hak bersih pemilik. Untuk penjelasan lebih lengkap soal rumus modal kerja, rumus laporan perubahan modal, serta cara mencatatnya dalam jurnal, baca artikel Modal dalam Akuntansi: Jenis, Rumus, dan Contoh. Contoh & Cara Membaca Modal Sendiri Berikut adalah contoh dari studi kasus PT Sinar Boga Nusantara, distributor produk F&B skala menengah, untuk memperlihatkan bagaimana modal sendiri mengalir dari laporan perubahan ekuitas ke neraca. Contoh Modal Sendiri dalam Laporan Perubahan Ekuitas Saldo laba akhir dihitung dari saldo laba awal ditambah laba bersih, dikurangi dividen: Rp0 + Rp210.000.000 – Rp30.000.000 = Rp180.000.000. Total ekuitas akhir periode adalah modal saham dan agio saham ditambah saldo laba: Rp550.000.000 + Rp180.000.000 = Rp730.000.000. Contoh Modal Sendiri dalam Neraca Angka Rp730.000.000 yang muncul di laporan perubahan ekuitas adalah angka yang sama dengan yang muncul di sisi ekuitas neraca. Ini menunjukkan mengapa kedua laporan tidak bisa dibaca terpisah. Neraca menunjukkan posisi modal sendiri pada satu titik waktu, sementara laporan perubahan ekuitas menjelaskan bagaimana angka itu terbentuk. Baca juga: Contoh Laporan Perubahan Modal (Ekuitas) Perusahaan Rasio Keuangan untuk Menilai Kesehatan Modal Sendiri Angka modal sendiri saja belum cukup bermakna tanpa dibandingkan dengan pos lain. Berikut tiga rasio yang umum dipakai bank dan investor, dihitung memakai angka PT Sinar Boga Nusantara di atas. 1. Debt to Equity Ratio (DER) DER = Total Liabilitas / Total Ekuitas = Rp470.000.000 / Rp730.000.000 = 0,64 atau 64% Artinya, setiap Rp1 modal sendiri ditopang oleh sekitar Rp0,64 utang. Semakin rendah rasio ini, semakin kecil ketergantungan perusahaan pada utang. 2. Rasio Modal Sendiri terhadap Total Aset Rasio Modal Sendiri = Total Ekuitas / Total Aset = Rp730.000.000 / Rp1.200.000.000 = 0,61 atau 61% Artinya, 61% aset perusahaan didanai dari modal sendiri, sisanya dari utang. Rasio yang lebih tinggi umumnya dipandang lebih aman oleh kreditur. 3. Return on Equity (ROE) ROE = Laba Bersih / Total Ekuitas = Rp210.000.000 / Rp730.000.000 = 0,29 atau 29% Artinya, setiap Rp1 modal sendiri yang ditanamkan menghasilkan sekitar Rp0,29 laba bersih dalam satu periode. ROE yang sehat menunjukkan modal sendiri dikelola secara produktif, bukan sekadar mengendap di neraca. Ketiga rasio ini paling bermakna jika dibandingkan dari periode ke periode, bukan dilihat sekali saja pada satu titik waktu. Permudah Membaca Modal Sendiri Bisnis Anda dengan Mekari Jurnal Modal sendiri adalah salah satu angka pertama yang dibaca bank dan investor sebelum memutuskan mendukung sebuah bisnis. Memahami letaknya di neraca dan laporan perubahan ekuitas, komponennya untuk usaha perseorangan maupun PT, serta rasio yang menyertainya membuat pemilik bisnis lebih siap saat laporan keuangannya diperiksa pihak luar. Bagi bisnis yang ingin memastikan modal sendiri terbaca jelas oleh bank maupun investor, aplikasi laporan keuangan Mekari Jurnal menyusun neraca, laporan perubahan ekuitas, dan lebih dari 80 laporan lainnya secara otomatis dan real-time. Insight berbasis AI membantu membaca rasio keuangan seperti DER dan ROE dalam hitungan detik, tanpa perlu menghitung manual setiap bulan. Dengan aplikasi laporan keuangan Mekari Jurnal, neraca dan laporan perubahan ekuitas tersusun otomatis dari setiap transaksi yang tercatat, konsolidasi multicabang berjalan sesuai standar PSAK, dan laporan siap diekspor kapan pun dibutuhkan untuk pengajuan kredit, presentasi investor, maupun audit. Referensi Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). PSAK 201 Penyajian Laporan Keuangan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK), 2026. Siaran Pers Perkuat Akses Pembiayaan UMKM. Otoritas Jasa Keuangan (OJK). POJK Nomor 19 Tahun 2025 tentang Kemudahan Akses Pembiayaan kepada UMKM. Corporate Finance Institute. Capital: Definition, Types, Money vs Capital. Mekari Jurnal Aplikasi akuntansi dan operasional terintegrasi untuk membantu pemilik bisnis, akuntan, dan tim finance mengelola keuangan, pembukuan, serta operasional bisnis secara lebih efisien sekaligus. Pelajari lebih lanjut Mekari Jurnal menjadi bagian dari ekosistem software terpadu Mekari dengan berbagai produk lainnya, seperti: Semua Platform Akuntansi & keuangan Customer People Services Operasional & digitalisasi Mekari Software as a Service Platform Mekari Officeless Platform Integrasi & App Builder Platform Mekari Airene AI Core Lintas Produk Mekari Platform Mekari Jurnal Akuntansi & Operasional Akuntansi & keuangan Mekari Klikpajak Manajemen Pajak Akuntansi & keuangan Mekari Expense Manajemen Pengeluaran Bisnis Akuntansi & keuangan Mekari POS Point Of Sale Akuntansi & keuangan Mekari Qontak Customer Engagement Platform Customer Mekari Talenta HCM People Mekari Flex Benefit Karyawan People Payroll Service Payroll Outsource Services Mekari Sign Tanda Tangan Digital & E-Meterai Operasional & digitalisasi Mekari Desty Omnichannel Commerce Operasional & digitalisasi Lihat lebih banyak Tidak ada produk di kategori ini.