Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh

Format Laporan Keuangan Menurut PSAK 201: Komponen, Susunan, dan Contoh Penyajiannya

Tayang
Ditulis oleh: Author Avatar Andhika Pramudya

Highlights
  • PSAK 201 merupakan pembaruan yang menyesuaikan dengan IFRS yang lebih relevan untuk meningkatkan transparansi, konsistensi, dan keterbandingan laporan keuangan
  • Di dalam PSAK 201, format laporan keuangan menekankan pada pentingnya informasi komparatif untuk membantu analisis tren dan meningkatkan kualitas pengambilan keputusan
  • Laporan tidak lengkap, tidak ada data pembanding, dan tidak melakukan penyesuaian retrospektif menjadi risiko utama dalam penyajian laporan keuangan

PSAK 201 secara resmi diterapkan sebagai pembaruan dan perubahan penoromal dari PSAK 1 untuk menyesuaikan dengan standar internasional (IFRS) yang baru dan lebih relevan dengan bisnis modern saat ini.

Perubahan ini disahkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) IAI pada 12 Desember 2022 dan mulai berlaku efektif sejak 1 Januari 2024.

Standar akuntansi ini mengatur penyajian berbagai jenis laporan keuangan terkini yang bisa relevan, andal, transparan, dan dapat dibandingkan antar periode maupun antar perusahaan.

Untuk selengkapnya mengenai format penyusunan laporan keuangan menurut PSAK 201, simak ulasannya dalam artikel Mekari Jurnal berikut ini.

Apa Itu PSAK 201?

Ikatan Akuntansi Akuntansi menjelaskan bahwa PSAK 201 adalah standar akuntansi keuangan yang mengatur penyajian laporan keuangan bertujuan umum di Indonesia sebagai penomoran baru dari PSAK 1 tentang Penyajian Laporan Keuangan.

Standar akuntansi keuangan ini telah efektif diterapkan dalam praktik pengelolaan bisnis di Indonesia per 1 Januari 2025.

Jadi, jika saat ini Anda masih mencari panduan mengenai PSAK 1, maka merujuk pada PSAK 201 adalah langkah yang tepat sebagai acuan utama dalam penyusunan laporan keuangan.

Apa yang Diatur PSAK 201?

Terdapat tiga aspek utama yang kemudian diatur dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 201 (PSAK 201) secara spesifik, yaitu persyaratan penyajian laporan keuangan, struktur laporan keuangan, dan persyaratan minimal isi laporan keuangan.

1. Persyaratan Penyajian Laporan Keuangan

Menetapkan dasar-dasar penyajian agar laporan keuangan dapat dibandingkan baik dengan laporan keuangan periode sebelumnya maupun dengan laporan keuangan entitas lain.

2. Struktur Laporan Keuangan

Memberikan pedoman mengenai bagaimana akun-akun harus dikelompokkan dan disajikan secara sistematis.

3. Persyaratan Minimal Isi Laporan Keuangan

Menentukan informasi apa saja yang paling sedikit harus diungkapkan agar laporan dianggap lengkap dan tidak menyesatkan.

Standar ini berlaku bagi semua entitas dengan tujuan umum, yang menyusun laporan keuangan untuk memenuhi kebutuhan informasi pengguna eksternal yang tidak memiliki posisi untuk meminta laporan khusus.

Baca Juga: Mengenal Perbedaan SAK dan IFRS dalam Akuntansi

Format Laporan Keuangan Menurut PSAK 201

Dalam PSAK 201 menetapkan bahwa format laporan keuangan yang benar harus mencerminkan susunan komponen yang komprehensif dan urutan penyajian yang logis sesuai dengan karakteristik bisnis.

Idealnya adalah berbagai laporan terhubung dalam satu kesatuan dan memberikan gambaran yang utuh mulai dari posisi aset hingga rincian kebijakan akuntansi yang digunakan di balik angka-angka tersebut.

Komponen Laporan Keuangan Lengkap Menurut PSAK 201

Komponen laporan keuangan yang komprehensif dan terstruktur berdasarkan PSAK 201 akan tersaji secara berurutan, mulai dari:

  1. Laporan posisi keuangan pada akhir periode (sebelumnya sering disebut Neraca).
  2. Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain selama periode.
  3. Laporan perubahan ekuitas selama periode.
  4. Laporan arus kas selama periode.
  5. Catatan atas laporan keuangan (CaLK), yang berisi ringkasan kebijakan akuntansi signifikan dan informasi penjelasan lainnya.
  6. Informasi komperatif mengenai periode terdekat sebelumnya.
  7. Laporan posisi keuangan pada awal periode terdekat sebelumnya (hanya dalam kondisi tertentu seperti reklasifikasi atau penyajian kembali)

Penjelasan Tiap Format Laporan Menurut PSAK 201

Mari kita bedah setiap komponen satu per satu dari urutan pertama hingga penutup penyajian laporan keuangan, mulai dari laporan posisi keuangan hingga catatan atas laporan keuangan.

1. Laporan Posisi Keuangan

Penyajian laporan keuangan PSAK 201 menempatkan laporan posisi keuangan atau neraca keuangan sebagai gambaran kekayaan sebuah entitas pada satu titik waktu tertentu.

Laporan ini menyajikan tiga unsur utama secara sistematis pada tanggal tertentu, yaitu:

  • Aset sebagai sumber daya yang dimiliki dan dikendalikan perusahaan
  • Liabilitas atau kewajiban kepada pihak ketiga
  • Ekuitas yaitu hak residual pemilik setelah dikurangi liabilitas

Tanpa posisi keuangan yang tersaji dengan baik, pengguna laporan tidak bisa menilai likuiditas, solvabilitas, atau struktur modal perusahaan

2. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain

Komponen ini bukan sekadar laporan laba rugi sederhana karena di dalam PSAK 201 mencakup penghasilan komprehensif lain (Other Comprehensive Income/ OCI), yang mencakup pos-pos yang mempengaruhi ekuitas tetapi belum atau tidak akan diakui dalam laba rugi.

Beberapa contoh komponen OCI seperti selisih kurs translasi operasi luar negeri, perubahan nilai wajar instrumen keuangan tertentu, atau surplus revaluasi aset tetap.

3. Laporan Perubahan Ekuitas

Laporan perubahan ekuitas menyajikan rekonsiliasi saldo ekuitas dari awal hingga akhir periode agar pembaca dapat melihat hubungan antara laba bersih yang dihasilkan, setoran modal dari pemilik, pembagian dividen, serta saldo laba ditahan.

Laporan ini menjadi jembatan penting antara laporan laba rugi dan laporan posisi keuangan, karena laba atau rugi periode berjalan pada akhirnya akan memengaruhi saldo ekuitas.

Selain itu, laporan ini juga memastikan bahwa setiap perubahan pada hak pemilik terekam secara transparan dan dapat ditelusuri sumbernya.

4. Laporan Arus Kas

Informasi arus kas berfokus dalam menyajikan arus masuk dan keluar uang tunai yang dikategorikan ke dalam tiga aktivitas utama, yaitu operasi, investasi, dan pendanaan.

Laporan ini sangat penting sebagai pelengkap laporan laba rugi untuk menilai apakah laba yang dilaporkan benar-benar didukung oleh ketersediaan kas yang nyata.

Pemisahan ini memungkinkan pengguna laporan untuk memahami dari mana kas masuk dan ke mana kas keluar secara lebih terstruktur.

Baca Juga: Cash Flow Operating Activities: Pengertian, Komponen, Cara Menghitung dan Peranannya

5. Catatan Atas Laporan Keuangan (CaLK)

Catatan atas laporan keuangan (CaLK) menjadi komponen terakhir yang disebutkan dalam PSAK 201, di mana berperan penting dalam menjelaskan informasi yang lebih detail di balik angka yang tercantum pada laporan keuangan.

CaLK akan memaparkan penjelasan naratif, rincian angka, dan ringkasan kebijakan akuntansi yang tidak mungkin dijelaskan hanya lewat angka di tabel utama bagi pembaca yang ingin memverifikasi kewajaran laporan keuangan.

Peran Informasi Komparatif dalam Format PSAK 201

Salah satu aspek yang sering terabaikan dalam format laporan keuangan menurut PSAK 201 adalah kewajiban menyajikan informasi komparatif.

Mengapa ini wajib? Karena data tanpa perbandingan sering kali kehilangan konteksnya. Dengan adanya data periode lalu, pengguna laporan dapat membaca tren pertumbuhan, mendeteksi anomali, dan menilai kualitas pelaporan perusahaan secara lebih objektif.

Dalam praktik bisnis Indonesia, informasi komparatif ini lazimnya disajikan dalam kolom terpisah di setiap laporan, misalnya kolom “Tahun Berjalan” dan kolom “Tahun Sebelumnya” yang berdampingan untuk memberikan dukungan yang signifikan untuk analisis dan transparansi.

Kapan Perlu Menyajikan Laporan Posisi Keuangan pada Awal Periode?

Terdapat kondisi khusus dalam PSAK 201 yang mewajibkan perusahaan menyajikan laporan posisi keuangan ketiga (pada awal periode terdekat sebelumnya).

Hal ini disyaratkan apabila entitas:

  • Menerapkan kebijakan akuntansi secara retrospektif (berlaku surut ke masa lalu)
  • Membuat penyajian kembali (restatement) pos-pos laporan keuangan
  • Melakukan reklasifikasi pos-pos dalam laporan keuangannya

Baca Juga: 8 Hal Penting Sebelum Membuat Laporan Keuangan!

Contoh Susunan Format Laporan Keuangan Menurut PSAK 201

Berikut adalah urutan atau susunan logis contoh format laporan keuangan menurut PSAK 201 yang sebaiknya Anda ikuti dalam menyusun laporan tahunan atau laporan resmi perusahaan:

Komponen Penjelasan
Laporan Posisi Keuangan Menyajikan informasi terkait Aset Lancar, Aset Tidak Lancar, Liabilitas Jangka Pendek, Liabilitas Jangka Panjang, serta Ekuitas sebagai gambaran posisi keuangan perusahaan pada suatu tanggal tertentu
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Menampilkan kinerja keuangan perusahaan melalui Pendapatan, Beban, Laba Bersih, serta komponen Penghasilan Komprehensif Lain (OCI) dalam satu periode
Laporan Perubahan Ekuitas Menunjukkan perubahan setiap komponen ekuitas dengan merekonsiliasi saldo awal dan saldo akhir, termasuk laba ditahan, modal, dan transaksi dengan pemilik
Laporan Arus Kas Menyajikan arus kas masuk dan keluar yang diklasifikasikan ke dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan untuk menilai likuiditas perusahaan
Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) Berisi penjelasan rinci mulai dari profil perusahaan, kebijakan akuntansi yang digunakan, hingga rincian akun-akun penting sebagai pelengkap laporan utama
Informasi Komparatif Mengharuskan penyajian data periode sebelumnya sebagai pembanding untuk setiap angka pada periode berjalan guna meningkatkan relevansi analisis
Laporan Posisi Keuangan Awal (Jika Diperlukan) Disajikan hanya jika terdapat penerapan retrospektif, penyajian kembali, atau reklasifikasi yang berdampak material terhadap laporan keuangan

Kesalahan Umum Saat Menyusun Format Laporan Keuangan Menurut PSAK 201

Dalam praktiknya, masih banyak ditemukan kekeliruan yang dilakukan oleh tim keuangan, terutama bagi mereka yang belum memperbarui pemahamannya ke standar terbaru.

Beberapa kesalahan tersebut antara lain:

1. Laporan Tidak Lengkap

Banyak perusahaan hanya menyusun laporan laba rugi dan neraca tanpa menyertakan CaLK serta laporan perubahan ekuitas sehingga tidak memenuhi standar SAK.

2. Tanpa Informasi Komparatif

Beberapa laporan keuangan hanya menampilkan data periode berjalan tanpa menyajikan informasi komparatif dari periode sebelumnya.

3. Istilah Tidak Konsisten

Penggunaan istilah lama yang tidak sesuai PSAK 201 masih sering terjadi sehingga berpotensi menimbulkan kesalahan interpretasi.

4. Tidak Ada Penyesuaian Retrospektif

Perusahaan kerap tidak melakukan penyesuaian retrospektif dan tidak menyajikan laporan posisi keuangan tambahan saat terjadi perubahan kebijakan akuntansi material.

Baca Juga: 4 Standar Akuntansi Keuangan yang Berlaku di Indonesia

Kesimpulan

PSAK 201 hadir sebagai panduan komprehensif untuk memastikan bahwa setiap entitas di Indonesia menyajikan informasi keuangan yang transparan, andal, dan dapat dibandingkan secara global.

Format laporan keuangan menurut PSAK 201 harus dipahami sebagai sebuah kesatuan struktur dan komponen wajib, bukan sekadar urusan tampilan visual semata.

Jika bisnis Anda ingin menyusun laporan keuangan yang lebih rapi dan sesuai standar penyajian, memahami format menurut PSAK 201 adalah langkah dasar yang sangat penting.

Dengan software akuntansi Mekari Jurnal, penyusunan laporan posisi keuangan, laba rugi, arus kas, dan laporan pendukung lainnya dapat dilakukan lebih cepat, akurat, dan konsisten, sehingga Anda selalu siap menghadapi dinamika bisnis maupun audit keuangan kapan saja.

Coba GRATIS sekarang juga!

Saya Mau Bertanya Ke Sales Mekari Jurnal Sekarang!

 

 

 

Referensi:

IAI, “Standar Akuntansi Keuangan Indonesia Efektif Per 1 Januari 2025”.

Scribd, “Perbandingan PSAK 1 dan PSAK 201”.

IAI, “Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 201”.

FAQ Tentang PSAK 201 dalam Akuntansi

Apa itu PSAK 201 dalam akuntansi?

Apa itu PSAK 201 dalam akuntansi?

PSAK 201 adalah standar akuntansi yang mengatur penyajian laporan keuangan di Indonesia sebagai pembaruan dari PSAK 1.

Apakah PSAK 201 menggantikan PSAK 1?

Apakah PSAK 201 menggantikan PSAK 1?

Ya, PSAK 201 merupakan penomoran dan pembaruan dari PSAK 1 dengan penyesuaian terhadap standar IFRS terbaru.

Apa saja komponen laporan keuangan menurut PSAK 201?

Apa saja komponen laporan keuangan menurut PSAK 201?

Komponen utamanya meliputi laporan posisi keuangan, laba rugi dan OCI, perubahan ekuitas, arus kas, serta catatan atas laporan keuangan.

Apa itu OCI dalam PSAK 201?

Apa itu OCI dalam PSAK 201?

OCI (Other Comprehensive Income) adalah penghasilan komprehensif lain yang memengaruhi ekuitas tetapi tidak dicatat dalam laba rugi.

Mengapa informasi komparatif penting dalam PSAK 201?

Mengapa informasi komparatif penting dalam PSAK 201?

Informasi komparatif membantu pengguna laporan memahami tren, membandingkan kinerja, dan meningkatkan kualitas analisis.

Kapan perlu menyajikan laporan posisi keuangan tambahan?

Kapan perlu menyajikan laporan posisi keuangan tambahan?

Diperlukan saat terjadi perubahan kebijakan akuntansi, restatement, atau reklasifikasi yang berdampak material.

Apa kesalahan umum dalam penyusunan laporan keuangan PSAK 201?

Apa kesalahan umum dalam penyusunan laporan keuangan PSAK 201?

Kesalahan umum meliputi laporan tidak lengkap, tidak ada data pembanding, dan penggunaan istilah yang tidak sesuai standar.

Siapa yang wajib menerapkan PSAK 201?

Siapa yang wajib menerapkan PSAK 201?

PSAK 201 berlaku bagi entitas yang menyusun laporan keuangan untuk tujuan umum bagi pengguna eksternal.

Apa manfaat penerapan PSAK 201 bagi bisnis?

Apa manfaat penerapan PSAK 201 bagi bisnis?

Meningkatkan transparansi, konsistensi, dan kredibilitas laporan keuangan sehingga lebih mudah dianalisis oleh investor dan manajemen.

Bagaimana cara memastikan laporan sesuai PSAK 201?

Bagaimana cara memastikan laporan sesuai PSAK 201?

Pastikan struktur laporan lengkap, konsisten, menyajikan data komparatif, dan mengikuti pedoman penyajian yang berlaku.

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

WhatsApp Hubungi Kami