Modal dalam Akuntansi: Jenis, Rumus, dan Contoh Mekari Jurnal Highlight Modal dalam akuntansi adalah hak pemilik atas aset bersih perusahaan, yaitu selisih antara total aset dan total kewajiban. Sekitar 69,02% pelaku usaha mikro kecil di Indonesia membutuhkan bantuan modal usaha, dan 74% UMKM belum punya akses pembiayaan formal. Modal terdiri dari beberapa jenis: modal sendiri, modal pinjaman, modal kerja, dan modal tetap, yang masing-masing punya fungsi berbeda. Modal akhir dihitung dari modal awal ditambah setoran dan laba, lalu dikurangi prive dan rugi. Kesalahan kecil seperti menyamakan modal dengan kas atau lupa mencatat prive bisa membuat laporan modal menyesatkan. Hampir tujuh dari sepuluh pelaku usaha mikro kecil di Indonesia membutuhkan bantuan modal usaha, dan mayoritas UMKM masih belum mendapatkan akses pembiayaan formal dari lembaga keuangan (Kontan, 2025). Di titik ini, banyak pemilik usaha baru sadar bahwa masalahnya bukan cuma kekurangan dana, tapi juga tidak tahu cara menghitung dan mencatat modal dengan benar sehingga sulit meyakinkan bank atau investor. Artikel ini akan membahas pengertian modal dalam akuntansi secara tuntas, mulai dari jenis, rumus, cara mencatat di jurnal, sampai studi kasus perhitungannya. Apa Itu Modal dalam Akuntansi? Modal dalam akuntansi adalah hak atau klaim pemilik atas aset bersih perusahaan, yaitu selisih antara total aset yang dimiliki dengan total kewajiban yang harus dibayar. Dalam laporan posisi keuangan atau neraca, modal selalu muncul di sisi kanan bersama kewajiban, karena modal pada dasarnya adalah salah satu sumber pendanaan aset perusahaan. Konsep ini berbeda dari pemahaman sehari-hari yang menyamakan modal dengan uang kas. Modal bisa berbentuk uang tunai, tetapi juga bisa berupa peralatan, kendaraan, bangunan, persediaan barang, bahkan keahlian yang dikonversi menjadi nilai uang saat disetorkan ke usaha. Modal juga bersifat dinamis. Nilainya berubah setiap kali pemilik menambah setoran, menarik dana untuk keperluan pribadi (prive), atau ketika usaha mencatat laba maupun rugi. Itulah sebabnya modal perlu dicatat dan dilaporkan secara berkala lewat laporan perubahan modal, bukan hanya dicatat sekali di awal pendirian usaha. Istilah modal sering tertukar dengan ekuitas. Untuk usaha perseorangan, kedua istilah ini umumnya merujuk pada hal yang sama. Namun pada perseroan terbatas, ekuitas mencakup komponen yang lebih rinci seperti modal saham, agio saham, dan saldo laba. Jenis-Jenis Modal dalam Akuntansi Modal dapat dikelompokkan dari beberapa sudut pandang. Berikut pembagian yang paling sering dipakai dalam praktik akuntansi. Modal sendiri (equity): Berasal dari pemilik usaha atau pemegang saham, meliputi setoran awal, tambahan setoran, dan laba ditahan. Modal sendiri tidak punya kewajiban pengembalian dengan jangka waktu tertentu seperti utang. Modal pinjaman (utang/liabilitas): Berasal dari pihak ketiga seperti bank atau investor obligasi. Sumber dana ini wajib dikembalikan sesuai jangka waktu yang disepakati dan umumnya disertai bunga. Modal kerja (working capital): Dana yang dipakai untuk membiayai kegiatan operasional sehari-hari, seperti membeli persediaan atau membayar gaji. Dihitung dari selisih aset lancar dengan kewajiban lancar. Modal tetap (fixed capital): Dana yang tertanam dalam aset jangka panjang seperti tanah, bangunan, dan mesin. Baru kembali dalam bentuk uang setelah aset dijual atau disusutkan dalam waktu lama. Modal berdasarkan sumbernya: Bisa berasal dari setoran langsung pemilik (uang, aset, atau keahlian yang dinilai uang) atau terbentuk secara internal dari akumulasi laba usaha selama beberapa periode. Cara Mencatat Modal dalam Jurnal Akuntansi Pencatatan modal mengikuti aturan debit-kredit standar. Berikut tiga transaksi modal yang paling sering terjadi: Setoran modal awal pemilik: Akun Kas dan Peralatan didebit sesuai nilai yang disetor, akun Modal dikredit dengan total nilainya, yaitu Rp20.000.000 pada contoh Dapur Rina. Penarikan dana untuk keperluan pribadi (prive): Akun Prive didebit Rp1.500.000, akun Kas dikredit dengan nilai yang sama. Di akhir periode, akun prive ditutup ke akun modal sehingga mengurangi saldonya. Penutupan laba bersih ke modal: Akun Ikhtisar Laba Rugi didebit Rp4.000.000, akun Modal dikredit dengan nilai yang sama. Ketiga jurnal ini lalu disusun menjadi laporan perubahan modal, yang menunjukkan pergerakan saldo modal dari awal sampai akhir periode secara transparan. Ini bagian yang jarang dibahas tuntas oleh sumber lain, padahal justru paling dibutuhkan saat menyusun laporan keuangan bulanan. Baca juga: Contoh Laporan Perubahan Modal (Ekuitas) Perusahaan Rumus Modal dalam Akuntansi Rumus paling dasar untuk menghitung modal mengacu pada persamaan akuntansi: Modal = Aset – Kewajiban Artinya, untuk mengetahui besaran modal pemilik, kita cukup mengurangkan seluruh kewajiban perusahaan dari seluruh aset yang dimiliki. Sisa dari pengurangan ini menjadi hak bersih pemilik. Selain rumus dasar tersebut, ada rumus modal kerja untuk menilai kesehatan likuiditas usaha: Modal Kerja = Aset Lancar – Kewajiban Lancar Aset lancar mencakup kas, piutang usaha, dan persediaan yang bisa dicairkan dalam waktu kurang dari satu tahun. Kewajiban lancar mencakup utang usaha dan beban yang harus dibayar dalam periode yang sama. Untuk melihat pergerakan modal dari satu periode ke periode berikutnya, gunakan rumus laporan perubahan modal: Modal Akhir = Modal Awal + Setoran Tambahan + Laba Bersih – Prive – Rugi Contoh Perhitungan dan Studi Kasus Modal Berikut studi kasus sederhana untuk memperjelas penerapan rumus di atas. Studi kasus: Bu Rina membuka usaha katering bernama Dapur Rina. Pada 1 Januari, ia menyetor modal awal berupa kas Rp15.000.000 dan peralatan dapur senilai Rp5.000.000. Sepanjang Januari, usaha membukukan laba bersih Rp4.000.000. Bu Rina juga mengambil Rp1.500.000 untuk keperluan pribadi (prive). Modal awal = Rp15.000.000 (kas) + Rp5.000.000 (peralatan) = Rp20.000.000 Modal akhir = Rp20.000.000 + Rp4.000.000 – Rp1.500.000 = Rp22.500.000 Dengan begitu, modal Dapur Rina di akhir Januari tercatat sebesar Rp22.500.000. Nilai ini akan muncul di neraca pada bagian ekuitas pemilik dan menjadi modal awal untuk perhitungan periode Februari. Jika di akhir Januari aset lancar Dapur Rina (kas, piutang, dan persediaan bahan) berjumlah Rp12.000.000, sementara kewajiban lancar (utang ke pemasok) sebesar Rp3.000.000, maka modal kerjanya adalah Rp12.000.000 – Rp3.000.000 = Rp9.000.000. Modal kerja positif ini menunjukkan Dapur Rina punya cukup dana cair untuk membiayai operasional bulan berikutnya tanpa harus berutang lagi. Faktor yang Memengaruhi Besaran Modal Beberapa faktor dan komponen akan mempengaruhi nominal modal dalam akuntansi, diantaranya: Laba dan rugi usaha: Laba bersih menambah modal lewat akun laba ditahan, sementara rugi mengurangi modal secara langsung. Setoran dan penarikan pemilik: Tambahan setoran modal akan menambah saldo, sedangkan prive atau pembagian dividen akan menguranginya. Struktur pendanaan: Usaha yang banyak mengandalkan utang biasanya punya porsi modal sendiri yang lebih kecil dibanding aset totalnya. Nilai aset yang berubah: Penyusutan aset tetap, penurunan nilai persediaan, atau revaluasi aset turut memengaruhi besaran modal di neraca. Kebijakan akuntansi: Metode pencatatan persediaan, penyusutan, dan pengakuan pendapatan yang dipilih perusahaan bisa membuat angka modal berbeda meski transaksi yang terjadi sama. Ini salah satu alasan kenapa modal usaha mikro kecil sering rentan tergerus tanpa disadari pemiliknya, karena pencatatan yang tidak konsisten dari bulan ke bulan. Kesalahan Umum dalam Mengelola Modal Berikut kesalahan yang paling sering terjadi, terutama pada bisnis kecil dan menengah: Menyamakan modal dengan kas yang tersedia. Banyak pemilik usaha mengira modal habis ketika kas menipis, padahal modal masih utuh selama aset lain seperti persediaan atau peralatan masih bernilai. Tidak mencatat prive secara rutin. Penarikan dana pribadi yang tidak tercatat membuat laporan modal jadi tidak akurat dan sulit ditelusuri. Mengabaikan laporan perubahan modal. Tanpa laporan ini, pemilik kehilangan jejak dari mana saja modal bertambah atau berkurang sepanjang periode. Tidak memisahkan modal kerja dan modal tetap. Dana yang seharusnya untuk operasional sehari-hari malah tertanam di aset jangka panjang, sehingga usaha kesulitan menjaga likuiditas. Terlalu bergantung pada utang. Struktur modal yang didominasi utang membuat usaha rentan saat suku bunga naik atau pendapatan menurun. Baca juga: 6 Kesalahan Pembukuan Dalam Akuntansi Perusahaan yang Sering Terjadi Permudah Pencatatan Modal Bisnis Anda dengan Mekari Jurnal Memahami jenis modal, rumus perhitungan, hingga cara mencatatnya dalam jurnal akan membantu pemilik usaha membaca kondisi keuangan dengan lebih akurat dan mengambil keputusan bisnis yang lebih tepat. Melalui software akuntansi terintegrasi seperti Mekari Jurnal, pencatatan modal akan lebih mudah dilakukan dengan: Proses akuntansi 100% digital: Transaksi tercatat otomatis, terkonsolidasi, dan siap direkonsiliasi. 5x lebih cepat kelola transaksi: Penawaran, penagihan, hingga pembayaran dalam sistem terpadu. 2x lebih cepat tutup buku dan laporan: Pembuatan laporan instan dan otomatis sesuai standar akuntansi. Rekonsiliasi dan pembayaran otomatis: Terintegrasi Mekari Pay, Cashlink, dan puluhan bank lokal via API. Kelola pajak lebih mudah: Kelola PPN dan PPh otomatis melalui Mekari Klikpajak, mitra resmi DJP. OCR untuk entri data instan: Foto kuitansi atau upload invoice, data tercatat otomatis dalam sistem. Dengan aplikasi akuntansi Mekari Jurnal, setiap setoran modal, prive, dan laba otomatis terhubung ke laporan perubahan modal dan neraca secara real-time, sehingga pemilik usaha bisa fokus mengembangkan bisnis tanpa pusing menghitung manual setiap bulan. Coba Software Akuntansi Mekari Jurnal sekarang! Referensi: Corporate Finance Institute. Capital: Definition, Types, Money vs Capital. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Standar Akuntansi Keuangan. Badan Pusat Statistik (BPS), 2020. Survei Dampak Covid-19 terhadap Pelaku Usaha. Frequently asked questions Apa pengertian modal dalam akuntansi secara singkat? Apa pengertian modal dalam akuntansi secara singkat? Modal adalah hak pemilik atas aset bersih perusahaan, yaitu selisih antara total aset dan total kewajiban yang dimiliki. Apa bedanya modal dan ekuitas? Apa bedanya modal dan ekuitas? Pada usaha perseorangan, modal dan ekuitas merujuk pada hal yang sama. Pada perseroan terbatas, ekuitas mencakup komponen lebih rinci seperti modal saham, agio saham, dan saldo laba. Bagaimana cara menghitung modal kerja? Bagaimana cara menghitung modal kerja? Modal kerja dihitung dengan rumus aset lancar dikurangi kewajiban lancar. Hasil positif menandakan usaha punya cukup dana cair untuk operasional jangka pendek. Apakah prive mengurangi modal? Apakah prive mengurangi modal? Ya, Prive atau penarikan dana untuk keperluan pribadi pemilik akan mengurangi saldo modal saat ditutup di akhir periode. Di mana modal dicatat dalam laporan keuangan? Di mana modal dicatat dalam laporan keuangan? Modal dicatat di sisi kredit pada neraca, sebagai bagian dari ekuitas pemilik, dan dirinci lebih lanjut dalam laporan perubahan modal. Apakah utang termasuk modal? Apakah utang termasuk modal? Utang termasuk sumber pendanaan aset perusahaan, tetapi secara akuntansi dicatat sebagai kewajiban, bukan modal pemilik. Kategori : Akuntansi Artikel Sebelumnya Artikel Selanjutnya Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal Facebook Instagram LinkedIn YouTube Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Bagikan artikelWhatsAppLinkedinFacebook
Modal dalam Akuntansi: Jenis, Rumus, dan Contoh Mekari Jurnal Highlight Modal dalam akuntansi adalah hak pemilik atas aset bersih perusahaan, yaitu selisih antara total aset dan total kewajiban. Sekitar 69,02% pelaku usaha mikro kecil di Indonesia membutuhkan bantuan modal usaha, dan 74% UMKM belum punya akses pembiayaan formal. Modal terdiri dari beberapa jenis: modal sendiri, modal pinjaman, modal kerja, dan modal tetap, yang masing-masing punya fungsi berbeda. Modal akhir dihitung dari modal awal ditambah setoran dan laba, lalu dikurangi prive dan rugi. Kesalahan kecil seperti menyamakan modal dengan kas atau lupa mencatat prive bisa membuat laporan modal menyesatkan. Hampir tujuh dari sepuluh pelaku usaha mikro kecil di Indonesia membutuhkan bantuan modal usaha, dan mayoritas UMKM masih belum mendapatkan akses pembiayaan formal dari lembaga keuangan (Kontan, 2025). Di titik ini, banyak pemilik usaha baru sadar bahwa masalahnya bukan cuma kekurangan dana, tapi juga tidak tahu cara menghitung dan mencatat modal dengan benar sehingga sulit meyakinkan bank atau investor. Artikel ini akan membahas pengertian modal dalam akuntansi secara tuntas, mulai dari jenis, rumus, cara mencatat di jurnal, sampai studi kasus perhitungannya. Apa Itu Modal dalam Akuntansi? Modal dalam akuntansi adalah hak atau klaim pemilik atas aset bersih perusahaan, yaitu selisih antara total aset yang dimiliki dengan total kewajiban yang harus dibayar. Dalam laporan posisi keuangan atau neraca, modal selalu muncul di sisi kanan bersama kewajiban, karena modal pada dasarnya adalah salah satu sumber pendanaan aset perusahaan. Konsep ini berbeda dari pemahaman sehari-hari yang menyamakan modal dengan uang kas. Modal bisa berbentuk uang tunai, tetapi juga bisa berupa peralatan, kendaraan, bangunan, persediaan barang, bahkan keahlian yang dikonversi menjadi nilai uang saat disetorkan ke usaha. Modal juga bersifat dinamis. Nilainya berubah setiap kali pemilik menambah setoran, menarik dana untuk keperluan pribadi (prive), atau ketika usaha mencatat laba maupun rugi. Itulah sebabnya modal perlu dicatat dan dilaporkan secara berkala lewat laporan perubahan modal, bukan hanya dicatat sekali di awal pendirian usaha. Istilah modal sering tertukar dengan ekuitas. Untuk usaha perseorangan, kedua istilah ini umumnya merujuk pada hal yang sama. Namun pada perseroan terbatas, ekuitas mencakup komponen yang lebih rinci seperti modal saham, agio saham, dan saldo laba. Jenis-Jenis Modal dalam Akuntansi Modal dapat dikelompokkan dari beberapa sudut pandang. Berikut pembagian yang paling sering dipakai dalam praktik akuntansi. Modal sendiri (equity): Berasal dari pemilik usaha atau pemegang saham, meliputi setoran awal, tambahan setoran, dan laba ditahan. Modal sendiri tidak punya kewajiban pengembalian dengan jangka waktu tertentu seperti utang. Modal pinjaman (utang/liabilitas): Berasal dari pihak ketiga seperti bank atau investor obligasi. Sumber dana ini wajib dikembalikan sesuai jangka waktu yang disepakati dan umumnya disertai bunga. Modal kerja (working capital): Dana yang dipakai untuk membiayai kegiatan operasional sehari-hari, seperti membeli persediaan atau membayar gaji. Dihitung dari selisih aset lancar dengan kewajiban lancar. Modal tetap (fixed capital): Dana yang tertanam dalam aset jangka panjang seperti tanah, bangunan, dan mesin. Baru kembali dalam bentuk uang setelah aset dijual atau disusutkan dalam waktu lama. Modal berdasarkan sumbernya: Bisa berasal dari setoran langsung pemilik (uang, aset, atau keahlian yang dinilai uang) atau terbentuk secara internal dari akumulasi laba usaha selama beberapa periode. Cara Mencatat Modal dalam Jurnal Akuntansi Pencatatan modal mengikuti aturan debit-kredit standar. Berikut tiga transaksi modal yang paling sering terjadi: Setoran modal awal pemilik: Akun Kas dan Peralatan didebit sesuai nilai yang disetor, akun Modal dikredit dengan total nilainya, yaitu Rp20.000.000 pada contoh Dapur Rina. Penarikan dana untuk keperluan pribadi (prive): Akun Prive didebit Rp1.500.000, akun Kas dikredit dengan nilai yang sama. Di akhir periode, akun prive ditutup ke akun modal sehingga mengurangi saldonya. Penutupan laba bersih ke modal: Akun Ikhtisar Laba Rugi didebit Rp4.000.000, akun Modal dikredit dengan nilai yang sama. Ketiga jurnal ini lalu disusun menjadi laporan perubahan modal, yang menunjukkan pergerakan saldo modal dari awal sampai akhir periode secara transparan. Ini bagian yang jarang dibahas tuntas oleh sumber lain, padahal justru paling dibutuhkan saat menyusun laporan keuangan bulanan. Baca juga: Contoh Laporan Perubahan Modal (Ekuitas) Perusahaan Rumus Modal dalam Akuntansi Rumus paling dasar untuk menghitung modal mengacu pada persamaan akuntansi: Modal = Aset – Kewajiban Artinya, untuk mengetahui besaran modal pemilik, kita cukup mengurangkan seluruh kewajiban perusahaan dari seluruh aset yang dimiliki. Sisa dari pengurangan ini menjadi hak bersih pemilik. Selain rumus dasar tersebut, ada rumus modal kerja untuk menilai kesehatan likuiditas usaha: Modal Kerja = Aset Lancar – Kewajiban Lancar Aset lancar mencakup kas, piutang usaha, dan persediaan yang bisa dicairkan dalam waktu kurang dari satu tahun. Kewajiban lancar mencakup utang usaha dan beban yang harus dibayar dalam periode yang sama. Untuk melihat pergerakan modal dari satu periode ke periode berikutnya, gunakan rumus laporan perubahan modal: Modal Akhir = Modal Awal + Setoran Tambahan + Laba Bersih – Prive – Rugi Contoh Perhitungan dan Studi Kasus Modal Berikut studi kasus sederhana untuk memperjelas penerapan rumus di atas. Studi kasus: Bu Rina membuka usaha katering bernama Dapur Rina. Pada 1 Januari, ia menyetor modal awal berupa kas Rp15.000.000 dan peralatan dapur senilai Rp5.000.000. Sepanjang Januari, usaha membukukan laba bersih Rp4.000.000. Bu Rina juga mengambil Rp1.500.000 untuk keperluan pribadi (prive). Modal awal = Rp15.000.000 (kas) + Rp5.000.000 (peralatan) = Rp20.000.000 Modal akhir = Rp20.000.000 + Rp4.000.000 – Rp1.500.000 = Rp22.500.000 Dengan begitu, modal Dapur Rina di akhir Januari tercatat sebesar Rp22.500.000. Nilai ini akan muncul di neraca pada bagian ekuitas pemilik dan menjadi modal awal untuk perhitungan periode Februari. Jika di akhir Januari aset lancar Dapur Rina (kas, piutang, dan persediaan bahan) berjumlah Rp12.000.000, sementara kewajiban lancar (utang ke pemasok) sebesar Rp3.000.000, maka modal kerjanya adalah Rp12.000.000 – Rp3.000.000 = Rp9.000.000. Modal kerja positif ini menunjukkan Dapur Rina punya cukup dana cair untuk membiayai operasional bulan berikutnya tanpa harus berutang lagi. Faktor yang Memengaruhi Besaran Modal Beberapa faktor dan komponen akan mempengaruhi nominal modal dalam akuntansi, diantaranya: Laba dan rugi usaha: Laba bersih menambah modal lewat akun laba ditahan, sementara rugi mengurangi modal secara langsung. Setoran dan penarikan pemilik: Tambahan setoran modal akan menambah saldo, sedangkan prive atau pembagian dividen akan menguranginya. Struktur pendanaan: Usaha yang banyak mengandalkan utang biasanya punya porsi modal sendiri yang lebih kecil dibanding aset totalnya. Nilai aset yang berubah: Penyusutan aset tetap, penurunan nilai persediaan, atau revaluasi aset turut memengaruhi besaran modal di neraca. Kebijakan akuntansi: Metode pencatatan persediaan, penyusutan, dan pengakuan pendapatan yang dipilih perusahaan bisa membuat angka modal berbeda meski transaksi yang terjadi sama. Ini salah satu alasan kenapa modal usaha mikro kecil sering rentan tergerus tanpa disadari pemiliknya, karena pencatatan yang tidak konsisten dari bulan ke bulan. Kesalahan Umum dalam Mengelola Modal Berikut kesalahan yang paling sering terjadi, terutama pada bisnis kecil dan menengah: Menyamakan modal dengan kas yang tersedia. Banyak pemilik usaha mengira modal habis ketika kas menipis, padahal modal masih utuh selama aset lain seperti persediaan atau peralatan masih bernilai. Tidak mencatat prive secara rutin. Penarikan dana pribadi yang tidak tercatat membuat laporan modal jadi tidak akurat dan sulit ditelusuri. Mengabaikan laporan perubahan modal. Tanpa laporan ini, pemilik kehilangan jejak dari mana saja modal bertambah atau berkurang sepanjang periode. Tidak memisahkan modal kerja dan modal tetap. Dana yang seharusnya untuk operasional sehari-hari malah tertanam di aset jangka panjang, sehingga usaha kesulitan menjaga likuiditas. Terlalu bergantung pada utang. Struktur modal yang didominasi utang membuat usaha rentan saat suku bunga naik atau pendapatan menurun. Baca juga: 6 Kesalahan Pembukuan Dalam Akuntansi Perusahaan yang Sering Terjadi Permudah Pencatatan Modal Bisnis Anda dengan Mekari Jurnal Memahami jenis modal, rumus perhitungan, hingga cara mencatatnya dalam jurnal akan membantu pemilik usaha membaca kondisi keuangan dengan lebih akurat dan mengambil keputusan bisnis yang lebih tepat. Melalui software akuntansi terintegrasi seperti Mekari Jurnal, pencatatan modal akan lebih mudah dilakukan dengan: Proses akuntansi 100% digital: Transaksi tercatat otomatis, terkonsolidasi, dan siap direkonsiliasi. 5x lebih cepat kelola transaksi: Penawaran, penagihan, hingga pembayaran dalam sistem terpadu. 2x lebih cepat tutup buku dan laporan: Pembuatan laporan instan dan otomatis sesuai standar akuntansi. Rekonsiliasi dan pembayaran otomatis: Terintegrasi Mekari Pay, Cashlink, dan puluhan bank lokal via API. Kelola pajak lebih mudah: Kelola PPN dan PPh otomatis melalui Mekari Klikpajak, mitra resmi DJP. OCR untuk entri data instan: Foto kuitansi atau upload invoice, data tercatat otomatis dalam sistem. Dengan aplikasi akuntansi Mekari Jurnal, setiap setoran modal, prive, dan laba otomatis terhubung ke laporan perubahan modal dan neraca secara real-time, sehingga pemilik usaha bisa fokus mengembangkan bisnis tanpa pusing menghitung manual setiap bulan. Coba Software Akuntansi Mekari Jurnal sekarang! Referensi: Corporate Finance Institute. Capital: Definition, Types, Money vs Capital. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Standar Akuntansi Keuangan. Badan Pusat Statistik (BPS), 2020. Survei Dampak Covid-19 terhadap Pelaku Usaha. Frequently asked questions Apa pengertian modal dalam akuntansi secara singkat? Apa pengertian modal dalam akuntansi secara singkat? Modal adalah hak pemilik atas aset bersih perusahaan, yaitu selisih antara total aset dan total kewajiban yang dimiliki. Apa bedanya modal dan ekuitas? Apa bedanya modal dan ekuitas? Pada usaha perseorangan, modal dan ekuitas merujuk pada hal yang sama. Pada perseroan terbatas, ekuitas mencakup komponen lebih rinci seperti modal saham, agio saham, dan saldo laba. Bagaimana cara menghitung modal kerja? Bagaimana cara menghitung modal kerja? Modal kerja dihitung dengan rumus aset lancar dikurangi kewajiban lancar. Hasil positif menandakan usaha punya cukup dana cair untuk operasional jangka pendek. Apakah prive mengurangi modal? Apakah prive mengurangi modal? Ya, Prive atau penarikan dana untuk keperluan pribadi pemilik akan mengurangi saldo modal saat ditutup di akhir periode. Di mana modal dicatat dalam laporan keuangan? Di mana modal dicatat dalam laporan keuangan? Modal dicatat di sisi kredit pada neraca, sebagai bagian dari ekuitas pemilik, dan dirinci lebih lanjut dalam laporan perubahan modal. Apakah utang termasuk modal? Apakah utang termasuk modal? Utang termasuk sumber pendanaan aset perusahaan, tetapi secara akuntansi dicatat sebagai kewajiban, bukan modal pemilik.