Memahami Akun Sekuritas untuk Bisnis: Pengertian, Jenis, dan Pencatatannya Mekari Jurnal Highlight Akun sekuritas adalah rekening yang wajib dimiliki investor untuk mencatat dan menyimpan kepemilikan efek seperti saham, obligasi, dan reksadana di pasar modal. Jumlah investor pasar modal Indonesia tembus 20,32 juta SID di akhir 2025, tumbuh 37% dibanding 2024. Akun sekuritas terdiri dari dua komponen: rekening efek (mencatat kepemilikan efek) dan RDN (menyimpan dana transaksi). Bagi bisnis, kepemilikan sekuritas melalui akun ini adalah aset keuangan yang wajib diklasifikasikan sesuai PSAK 71, bukan sekadar portofolio pribadi. Kesalahan klasifikasi aset keuangan bisa membuat laba rugi periode berjalan tersaji tidak akurat. Jumlah investor pasar modal Indonesia menembus 20,32 juta Single Investor Identification (SID) di akhir 2025, tumbuh 37% dibanding tahun sebelumnya.Lonjakan ini juga datang dari bisnis yang mulai menempatkan kas idle-nya di instrumen pasar modal. Syarat pertamanya adalah memiliki akun sekuritas. Namun bagi bisnis, kepemilikan efek tersebut juga harus dicatat dengan benar di pembukuan.Artikel ini membahas pengertian akun sekuritas, jenis rekening di dalamnya, cara membukanya, hingga cara mencatatnya sebagai aset keuangan perusahaan sesuai standar akuntansi yang berlaku. Apa itu Akun Sekuritas?Akun sekuritas adalah rekening yang wajib dimiliki investor untuk melakukan transaksi jual beli efek seperti saham, obligasi, dan reksa dana di pasar modal.Menurut OJK-Pedia, sekuritas adalah bukti kepemilikan modal atau bukti utang-piutang dalam bentuk surat berharga yang dapat diperdagangkan.Akun sekuritas dikelola oleh perusahaan sekuritas (broker) yang telah memperoleh izin usaha dari OJK, sementara kepemilikan efek di dalamnya tercatat secara elektronik di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).Singkatnya, sekuritas adalah instrumen investasinya, sedangkan akun sekuritas merupakan rekening yang digunakan untuk menyimpan dan memperdagangkan instrumen tersebut.Fungsi Akun Sekuritas untuk BisnisBanyak yang menganggap akun sekuritas hanya digunakan oleh investor individu. Padahal, perusahaan juga dapat memanfaatkan akun sekuritas sebagai bagian dari strategi pengelolaan keuangan dan investasi. Berikut beberapa fungsinya: Berinvestasi pada instrumen pasar modal. Perusahaan dapat membeli saham, obligasi, atau reksa dana sebagai bagian dari strategi pengelolaan dana dan diversifikasi aset. Mengoptimalkan dana menganggur (idle cash). Dana operasional yang belum digunakan dapat ditempatkan pada instrumen investasi tertentu untuk memperoleh potensi imbal hasil tanpa mengganggu likuiditas bisnis. Mendukung pengelolaan aset perusahaan. Investasi yang tercatat dalam akun sekuritas menjadi bagian dari aset keuangan perusahaan yang dapat dipantau dan dilaporkan secara sistematis. Mempermudah pencatatan dan pelaporan investasi. Seluruh transaksi investasi terdokumentasi dalam satu rekening sehingga memudahkan proses rekonsiliasi, penyusunan laporan keuangan, maupun audit. Mendukung perencanaan keuangan jangka panjang. Perusahaan dapat memanfaatkan investasi di pasar modal sebagai salah satu strategi untuk menjaga nilai aset dan mendukung tujuan keuangan jangka panjang. Baca juga: Kenali Jenis-Jenis Investasi, Berikut Tips Bagi Pemula!Jenis Rekening dalam Akun SekuritasSaat membuka akun sekuritas, investor sebenarnya membuka dua rekening sekaligus yang saling terkait: Rekening Efek atau Sub Rekening Efek (SRE), digunakan untuk mencatat kepemilikan saham dan efek lain yang dimiliki investor. Rekening ini tercatat di sistem KSEI sehingga kepemilikannya terverifikasi dan aman dari risiko duplikasi pencatatan. Rekening Dana Nasabah (RDN), rekening bank khusus yang digunakan untuk menyimpan dan menyelesaikan dana transaksi jual-beli efek. RDN dikelola oleh bank yang bekerja sama dengan perusahaan sekuritas, terpisah dari rekening operasional broker. Pemisahan RDN dari rekening pribadi maupun rekening operasional perusahaan sekuritas ini merupakan bentuk perlindungan investor yang diwajibkan regulator, sehingga dana investor tidak bisa dicampur atau disalahgunakan oleh pihak broker.Cara Membuka Akun Sekuritas: Syarat dan LangkahnyaMembuka akun sekuritas kini dapat dilakukan sepenuhnya secara online. Berikut langkah umumnya: Pilih perusahaan sekuritas yang telah terdaftar dan diawasi OJK serta menjadi anggota Bursa Efek Indonesia. Siapkan dokumen pribadi: KTP, NPWP, dan buku tabungan (untuk pembukaan RDN). Isi formulir pembukaan rekening efek dan RDN, baik secara online maupun offline di kantor sekuritas. Lakukan verifikasi data, termasuk swafoto atau video call sebagai bagian dari proses know your customer (KYC). Setelah akun aktif, lakukan setoran modal awal ke RDN sesuai ketentuan minimum masing-masing sekuritas sebelum mulai bertransaksi. Untuk badan usaha, dokumen yang diminta biasanya lebih lengkap, mencakup akta pendirian perusahaan, NPWP badan usaha, dan izin usaha yang relevan.Akun Sekuritas sebagai Aset Keuangan Perusahaan: Klasifikasi Menurut PSAK 71Ketika bisnis, bukan individu, menempatkan dananya pada efek melalui akun sekuritas, kepemilikan tersebut menjadi aset keuangan yang tunduk pada PSAK 71 — Instrumen Keuangan, standar yang menggantikan PSAK 55 sejak berlaku efektif 1 Januari 2020.PSAK 71 mewajibkan entitas mengklasifikasikan aset keuangan berdasarkan dua hal: model bisnis entitas dalam mengelola aset tersebut, dan karakteristik arus kas kontraktual nya. Berdasarkan itu, ada tiga kategori pengukuran: Biaya perolehan diamortisasi (amortized cost), untuk instrumen yang dimiliki dengan tujuan menerima arus kas kontraktual hingga jatuh tempo, seperti obligasi yang dipegang sampai maturity. Nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (FVOCI), ketika entitas mengelola aset baik untuk menerima arus kas kontraktual maupun untuk dijual sewaktu-waktu. Nilai wajar melalui laba rugi (FVTPL), kategori default untuk instrumen yang diperdagangkan aktif atau tidak memenuhi dua kategori sebelumnya, seperti saham yang dibeli untuk tujuan trading jangka pendek. Pemilihan kategori ini bukan sekadar formalitas, ia menentukan di mana keuntungan atau kerugian dari perubahan nilai wajar diakui: langsung di laba rugi berjalan (FVTPL), di penghasilan komprehensif lain (FVOCI), atau tidak diakui sama sekali sampai instrumen jatuh tempo/dijual (amortized cost).Klasifikasi yang keliru bisa membuat laba bersih periode berjalan tersaji lebih tinggi atau lebih rendah dari kondisi sebenarnya.Contoh Pencatatan Akuntansi Kepemilikan Sekuritas BisnisAgar lebih konkret, berikut simulasi sederhana pencatatan investasi sekuritas pada bisnis.Studi kasus: PT Sinar Abadi membuka akun sekuritas atas nama perusahaan dan membeli 10.000 lembar saham dengan harga Rp2.000/lembar pada awal Maret, dengan tujuan trading jangka pendek (FVTPL).Jurnal pengakuan awal (awal Maret): Akun Debit Kredit Investasi Sekuritas – FVTPL Rp20.000.000 Kas Rp20.000.000 Jurnal penyesuaian nilai wajar (akhir Maret): Akun Debit Kredit Investasi Sekuritas – FVTPL Rp3.000.000 Keuntungan Perubahan Nilai Wajar – Laba Rugi Rp3.000.000 Perlakuan ini sangat berbeda dari investor individu, yang tidak perlu menjurnal apa pun atas kenaikan nilai portofolionya cukup memantau di aplikasi trading.Bagi bisnis, setiap pergerakan nilai wajar sekuritas memengaruhi laba rugi yang dilaporkan ke pemegang saham dan pihak eksternal lainnya.Akun Sekuritas untuk Investor Individu vs Pencatatan Investasi Sekuritas BisnisBerikut perbandingannya agar lebih jelas. Aspek Investor Individu Bisnis/Perusahaan Tujuan kepemilikan Investasi atau trading pribadi Penempatan idle cash atau strategi investasi korporasi Kewajiban pencatatan Tidak wajib menjurnal, cukup memantau portofolio Wajib dicatat sebagai aset keuangan di pembukuan Standar yang mengikat Tidak ada kewajiban akuntansi formal PSAK 71, bersifat wajib Dampak ke laporan keuangan Tidak berdampak ke laporan keuangan pihak lain Memengaruhi laporan posisi keuangan dan laba rugi Pihak yang berkepentingan Diri sendiri Pemegang saham, kreditur, auditor, otoritas pajak Perbedaan paling mendasar terletak pada akuntabilitas: bisnis wajib memastikan posisi dan hasil investasi sekuritasnya bisa dipertanggungjawabkan kepada pihak eksternal, sementara individu hanya perlu bertanggung jawab pada dirinya sendiri.Risiko dan Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Mengelola Akun SekuritasBeberapa hal yang perlu diwaspadai saat bisnis mengelola akun sekuritas:Beberapa hal yang perlu diwaspadai saat bisnis mengelola akun sekuritas: Volatilitas nilai wajar. Untuk instrumen berkategori FVTPL, fluktuasi harga pasar langsung memengaruhi laba rugi periode berjalan, sehingga laba bisa terlihat naik-turun signifikan meski operasional bisnis stabil. Rekonsiliasi rutin. Laporan dari perusahaan sekuritas dan KSEI perlu direkonsiliasi secara berkala dengan catatan internal untuk menghindari selisih pencatatan. Risiko salah klasifikasi. Menempatkan instrumen pada kategori pengukuran yang keliru bisa membuat penyajian laporan keuangan menyesatkan. Kompetensi tim keuangan. Penerapan PSAK 71 membutuhkan pemahaman yang cukup teknis, terutama saat menentukan model bisnis dan karakteristik arus kas kontraktual suatu instrumen. Dengan makin banyaknya bisnis kecil-menengah yang mulai menempatkan idle cash di instrumen pasar modal seiring lonjakan jumlah investor, pemahaman akuntansi atas akun sekuritas menjadi semakin relevan, bukan hanya bagi institusi keuangan besar.Cara Mudah Pencatatan Investasi Sekuritas Bisnis AndaBeberapa langkah praktis yang bisa diterapkan: Pisahkan akun sekuritas atas nama bisnis dari akun sekuritas pribadi pemilik atau direksi. Tetapkan kebijakan klasifikasi aset keuangan (FVTPL, FVOCI, atau biaya perolehan diamortisasi) sejak awal dan terapkan secara konsisten. Lakukan rekonsiliasi nilai wajar setiap periode pelaporan, jangan menunggu sampai akhir tahun. Gunakan aplikasi akuntansi yang bisa mencatat aset keuangan secara otomatis dan menyajikannya langsung ke laporan posisi keuangan serta laba rugi. Libatkan akuntan atau konsultan yang memahami PSAK 71 untuk memastikan klasifikasi awal sudah tepat. Bagi bisnis yang mulai aktif mengelola investasi sekuritas, mencatatnya secara manual berisiko menimbulkan kesalahan klasifikasi dan keterlambatan update nilai wajar. Beralih ke sistem yang terintegrasi seperti aplikasi akuntansi Mekari Jurnal membantu memastikan setiap pergerakan nilai investasi sekuritas tercatat akurat dan tersaji sesuai standar di laporan keuangan.Permudah Pencatatan Akun Sekuritas Bisnis dengan Mekari JurnalMemiliki akun sekuritas saja tidak cukup. Bisnis juga perlu memastikan setiap transaksi investasi dan kepemilikan aset keuangan dicatat dengan benar agar laporan keuangan tetap akurat dan sesuai standar akuntansi.Dengan Mekari Jurnal, Anda dapat mengelola pembukuan bisnis secara lebih mudah, termasuk memantau saldo akun aset melalui fitur Neraca Saldo yang diperbarui secara otomatis. Hal ini membantu proses rekonsiliasi akun, penyusunan laporan keuangan, hingga evaluasi posisi aset perusahaan menjadi lebih cepat dan akurat.Kelola Posisi Aset Bisnis Lebih Mudah dengan Fitur Neraca Saldo Akses ringkasan saldo akun secara real-time sehingga Anda dapat memantau posisi aset, termasuk investasi sekuritas, dengan lebih mudah. Data keuangan tersusun lebih akurat karena setiap transaksi terdokumentasi secara sistematis, sehingga meminimalkan risiko kesalahan pencatatan. Rekonsiliasi akun lebih cepat untuk membantu penyusunan laporan keuangan dan mendukung pengambilan keputusan bisnis yang lebih tepat waktu. Memudahkan pemantauan saldo aset dan akun sehingga kondisi keuangan perusahaan dapat dievaluasi secara lebih akurat kapan pun dibutuhkan. Mekari Jurnal adalah aplikasi akuntansi dan operasional terintegrasi untuk membantu pemilik bisnis, akuntan, dan tim finance mengelola keuangan, pembukuan, serta operasional bisnis secara lebih efisien sekaligus mempercepat pertumbuhan bisnis.Sebagai bagian dari ekosistem software terpadu Mekari, Mekari Jurnal juga terintegrasi dengan berbagai solusi Mekari lainnya seperti Mekari Talenta, Mekari Flex, Mekari Qontak, Mekari Klikpajak, Mekari Sign, Mekari Desty, Mekari POS, Mekari Expense, Mekari Officeless, dan Mekari Airene untuk mendukung automasi operasional bisnis secara end-to-end.Referensi:OJK-Pedia, “Definisi Sekuritas dan Rekening Efek”Bursa Efek Indonesia (IDX), “Buka Rekening Online”Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), “PSAK 71: Instrumen Keuangan (Pengakuan dan Pengukuran)” Frequently asked questions Apa perbedaan akun sekuritas dan rekening sekuritas? Apa perbedaan akun sekuritas dan rekening sekuritas? Keduanya merujuk pada hal yang sama, yaitu rekening yang wajib dimiliki investor untuk mencatat dan menyimpan kepemilikan efek di pasar modal, terdiri dari rekening efek dan RDN Apakah akun sekuritas sama dengan RDN? Apakah akun sekuritas sama dengan RDN? Tidak. Akun sekuritas terdiri dari dua komponen: rekening efek untuk mencatat kepemilikan saham/efek, dan RDN untuk menyimpan dana transaksi. Keduanya wajib dimiliki bersamaan, tetapi fungsinya berbeda. Apakah bisnis boleh memiliki akun sekuritas atas nama perusahaan? Apakah bisnis boleh memiliki akun sekuritas atas nama perusahaan? Boleh, selama memenuhi syarat dokumen legalitas badan usaha, seperti akta pendirian, NPWP perusahaan, dan izin usaha yang diminta perusahaan sekuritas. Bagaimana cara mencatat investasi sekuritas perusahaan di laporan keuangan? Bagaimana cara mencatat investasi sekuritas perusahaan di laporan keuangan? Investasi sekuritas dicatat sebagai aset keuangan dan diklasifikasikan sesuai PSAK 71 ke dalam kategori biaya perolehan diamortisasi, FVOCI, atau FVTPL, tergantung model bisnis dan karakteristik arus kas instrumen tersebut Apakah keuntungan dari investasi sekuritas bisnis kena pajak? Apakah keuntungan dari investasi sekuritas bisnis kena pajak? transaksi efek umumnya dikenakan pajak sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku, terpisah dari perlakuan akuntansinya menurut PSAK. Apakah investasi sekuritas bisa dicatat tanpa software akuntansi? Apakah investasi sekuritas bisa dicatat tanpa software akuntansi? Bisa, tetapi risiko salah klasifikasi dan salah hitung nilai wajar jauh lebih tinggi dibanding menggunakan aplikasi akuntansi yang terintegrasi. Kategori : Accountant & Finance Profession Artikel Sebelumnya Artikel Selanjutnya Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal Facebook Instagram LinkedIn YouTube Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Bagikan artikelWhatsAppLinkedinFacebook
Memahami Akun Sekuritas untuk Bisnis: Pengertian, Jenis, dan Pencatatannya Mekari Jurnal Highlight Akun sekuritas adalah rekening yang wajib dimiliki investor untuk mencatat dan menyimpan kepemilikan efek seperti saham, obligasi, dan reksadana di pasar modal. Jumlah investor pasar modal Indonesia tembus 20,32 juta SID di akhir 2025, tumbuh 37% dibanding 2024. Akun sekuritas terdiri dari dua komponen: rekening efek (mencatat kepemilikan efek) dan RDN (menyimpan dana transaksi). Bagi bisnis, kepemilikan sekuritas melalui akun ini adalah aset keuangan yang wajib diklasifikasikan sesuai PSAK 71, bukan sekadar portofolio pribadi. Kesalahan klasifikasi aset keuangan bisa membuat laba rugi periode berjalan tersaji tidak akurat. Jumlah investor pasar modal Indonesia menembus 20,32 juta Single Investor Identification (SID) di akhir 2025, tumbuh 37% dibanding tahun sebelumnya.Lonjakan ini juga datang dari bisnis yang mulai menempatkan kas idle-nya di instrumen pasar modal. Syarat pertamanya adalah memiliki akun sekuritas. Namun bagi bisnis, kepemilikan efek tersebut juga harus dicatat dengan benar di pembukuan.Artikel ini membahas pengertian akun sekuritas, jenis rekening di dalamnya, cara membukanya, hingga cara mencatatnya sebagai aset keuangan perusahaan sesuai standar akuntansi yang berlaku. Apa itu Akun Sekuritas?Akun sekuritas adalah rekening yang wajib dimiliki investor untuk melakukan transaksi jual beli efek seperti saham, obligasi, dan reksa dana di pasar modal.Menurut OJK-Pedia, sekuritas adalah bukti kepemilikan modal atau bukti utang-piutang dalam bentuk surat berharga yang dapat diperdagangkan.Akun sekuritas dikelola oleh perusahaan sekuritas (broker) yang telah memperoleh izin usaha dari OJK, sementara kepemilikan efek di dalamnya tercatat secara elektronik di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).Singkatnya, sekuritas adalah instrumen investasinya, sedangkan akun sekuritas merupakan rekening yang digunakan untuk menyimpan dan memperdagangkan instrumen tersebut.Fungsi Akun Sekuritas untuk BisnisBanyak yang menganggap akun sekuritas hanya digunakan oleh investor individu. Padahal, perusahaan juga dapat memanfaatkan akun sekuritas sebagai bagian dari strategi pengelolaan keuangan dan investasi. Berikut beberapa fungsinya: Berinvestasi pada instrumen pasar modal. Perusahaan dapat membeli saham, obligasi, atau reksa dana sebagai bagian dari strategi pengelolaan dana dan diversifikasi aset. Mengoptimalkan dana menganggur (idle cash). Dana operasional yang belum digunakan dapat ditempatkan pada instrumen investasi tertentu untuk memperoleh potensi imbal hasil tanpa mengganggu likuiditas bisnis. Mendukung pengelolaan aset perusahaan. Investasi yang tercatat dalam akun sekuritas menjadi bagian dari aset keuangan perusahaan yang dapat dipantau dan dilaporkan secara sistematis. Mempermudah pencatatan dan pelaporan investasi. Seluruh transaksi investasi terdokumentasi dalam satu rekening sehingga memudahkan proses rekonsiliasi, penyusunan laporan keuangan, maupun audit. Mendukung perencanaan keuangan jangka panjang. Perusahaan dapat memanfaatkan investasi di pasar modal sebagai salah satu strategi untuk menjaga nilai aset dan mendukung tujuan keuangan jangka panjang. Baca juga: Kenali Jenis-Jenis Investasi, Berikut Tips Bagi Pemula!Jenis Rekening dalam Akun SekuritasSaat membuka akun sekuritas, investor sebenarnya membuka dua rekening sekaligus yang saling terkait: Rekening Efek atau Sub Rekening Efek (SRE), digunakan untuk mencatat kepemilikan saham dan efek lain yang dimiliki investor. Rekening ini tercatat di sistem KSEI sehingga kepemilikannya terverifikasi dan aman dari risiko duplikasi pencatatan. Rekening Dana Nasabah (RDN), rekening bank khusus yang digunakan untuk menyimpan dan menyelesaikan dana transaksi jual-beli efek. RDN dikelola oleh bank yang bekerja sama dengan perusahaan sekuritas, terpisah dari rekening operasional broker. Pemisahan RDN dari rekening pribadi maupun rekening operasional perusahaan sekuritas ini merupakan bentuk perlindungan investor yang diwajibkan regulator, sehingga dana investor tidak bisa dicampur atau disalahgunakan oleh pihak broker.Cara Membuka Akun Sekuritas: Syarat dan LangkahnyaMembuka akun sekuritas kini dapat dilakukan sepenuhnya secara online. Berikut langkah umumnya: Pilih perusahaan sekuritas yang telah terdaftar dan diawasi OJK serta menjadi anggota Bursa Efek Indonesia. Siapkan dokumen pribadi: KTP, NPWP, dan buku tabungan (untuk pembukaan RDN). Isi formulir pembukaan rekening efek dan RDN, baik secara online maupun offline di kantor sekuritas. Lakukan verifikasi data, termasuk swafoto atau video call sebagai bagian dari proses know your customer (KYC). Setelah akun aktif, lakukan setoran modal awal ke RDN sesuai ketentuan minimum masing-masing sekuritas sebelum mulai bertransaksi. Untuk badan usaha, dokumen yang diminta biasanya lebih lengkap, mencakup akta pendirian perusahaan, NPWP badan usaha, dan izin usaha yang relevan.Akun Sekuritas sebagai Aset Keuangan Perusahaan: Klasifikasi Menurut PSAK 71Ketika bisnis, bukan individu, menempatkan dananya pada efek melalui akun sekuritas, kepemilikan tersebut menjadi aset keuangan yang tunduk pada PSAK 71 — Instrumen Keuangan, standar yang menggantikan PSAK 55 sejak berlaku efektif 1 Januari 2020.PSAK 71 mewajibkan entitas mengklasifikasikan aset keuangan berdasarkan dua hal: model bisnis entitas dalam mengelola aset tersebut, dan karakteristik arus kas kontraktual nya. Berdasarkan itu, ada tiga kategori pengukuran: Biaya perolehan diamortisasi (amortized cost), untuk instrumen yang dimiliki dengan tujuan menerima arus kas kontraktual hingga jatuh tempo, seperti obligasi yang dipegang sampai maturity. Nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (FVOCI), ketika entitas mengelola aset baik untuk menerima arus kas kontraktual maupun untuk dijual sewaktu-waktu. Nilai wajar melalui laba rugi (FVTPL), kategori default untuk instrumen yang diperdagangkan aktif atau tidak memenuhi dua kategori sebelumnya, seperti saham yang dibeli untuk tujuan trading jangka pendek. Pemilihan kategori ini bukan sekadar formalitas, ia menentukan di mana keuntungan atau kerugian dari perubahan nilai wajar diakui: langsung di laba rugi berjalan (FVTPL), di penghasilan komprehensif lain (FVOCI), atau tidak diakui sama sekali sampai instrumen jatuh tempo/dijual (amortized cost).Klasifikasi yang keliru bisa membuat laba bersih periode berjalan tersaji lebih tinggi atau lebih rendah dari kondisi sebenarnya.Contoh Pencatatan Akuntansi Kepemilikan Sekuritas BisnisAgar lebih konkret, berikut simulasi sederhana pencatatan investasi sekuritas pada bisnis.Studi kasus: PT Sinar Abadi membuka akun sekuritas atas nama perusahaan dan membeli 10.000 lembar saham dengan harga Rp2.000/lembar pada awal Maret, dengan tujuan trading jangka pendek (FVTPL).Jurnal pengakuan awal (awal Maret): Akun Debit Kredit Investasi Sekuritas – FVTPL Rp20.000.000 Kas Rp20.000.000 Jurnal penyesuaian nilai wajar (akhir Maret): Akun Debit Kredit Investasi Sekuritas – FVTPL Rp3.000.000 Keuntungan Perubahan Nilai Wajar – Laba Rugi Rp3.000.000 Perlakuan ini sangat berbeda dari investor individu, yang tidak perlu menjurnal apa pun atas kenaikan nilai portofolionya cukup memantau di aplikasi trading.Bagi bisnis, setiap pergerakan nilai wajar sekuritas memengaruhi laba rugi yang dilaporkan ke pemegang saham dan pihak eksternal lainnya.Akun Sekuritas untuk Investor Individu vs Pencatatan Investasi Sekuritas BisnisBerikut perbandingannya agar lebih jelas. Aspek Investor Individu Bisnis/Perusahaan Tujuan kepemilikan Investasi atau trading pribadi Penempatan idle cash atau strategi investasi korporasi Kewajiban pencatatan Tidak wajib menjurnal, cukup memantau portofolio Wajib dicatat sebagai aset keuangan di pembukuan Standar yang mengikat Tidak ada kewajiban akuntansi formal PSAK 71, bersifat wajib Dampak ke laporan keuangan Tidak berdampak ke laporan keuangan pihak lain Memengaruhi laporan posisi keuangan dan laba rugi Pihak yang berkepentingan Diri sendiri Pemegang saham, kreditur, auditor, otoritas pajak Perbedaan paling mendasar terletak pada akuntabilitas: bisnis wajib memastikan posisi dan hasil investasi sekuritasnya bisa dipertanggungjawabkan kepada pihak eksternal, sementara individu hanya perlu bertanggung jawab pada dirinya sendiri.Risiko dan Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Mengelola Akun SekuritasBeberapa hal yang perlu diwaspadai saat bisnis mengelola akun sekuritas:Beberapa hal yang perlu diwaspadai saat bisnis mengelola akun sekuritas: Volatilitas nilai wajar. Untuk instrumen berkategori FVTPL, fluktuasi harga pasar langsung memengaruhi laba rugi periode berjalan, sehingga laba bisa terlihat naik-turun signifikan meski operasional bisnis stabil. Rekonsiliasi rutin. Laporan dari perusahaan sekuritas dan KSEI perlu direkonsiliasi secara berkala dengan catatan internal untuk menghindari selisih pencatatan. Risiko salah klasifikasi. Menempatkan instrumen pada kategori pengukuran yang keliru bisa membuat penyajian laporan keuangan menyesatkan. Kompetensi tim keuangan. Penerapan PSAK 71 membutuhkan pemahaman yang cukup teknis, terutama saat menentukan model bisnis dan karakteristik arus kas kontraktual suatu instrumen. Dengan makin banyaknya bisnis kecil-menengah yang mulai menempatkan idle cash di instrumen pasar modal seiring lonjakan jumlah investor, pemahaman akuntansi atas akun sekuritas menjadi semakin relevan, bukan hanya bagi institusi keuangan besar.Cara Mudah Pencatatan Investasi Sekuritas Bisnis AndaBeberapa langkah praktis yang bisa diterapkan: Pisahkan akun sekuritas atas nama bisnis dari akun sekuritas pribadi pemilik atau direksi. Tetapkan kebijakan klasifikasi aset keuangan (FVTPL, FVOCI, atau biaya perolehan diamortisasi) sejak awal dan terapkan secara konsisten. Lakukan rekonsiliasi nilai wajar setiap periode pelaporan, jangan menunggu sampai akhir tahun. Gunakan aplikasi akuntansi yang bisa mencatat aset keuangan secara otomatis dan menyajikannya langsung ke laporan posisi keuangan serta laba rugi. Libatkan akuntan atau konsultan yang memahami PSAK 71 untuk memastikan klasifikasi awal sudah tepat. Bagi bisnis yang mulai aktif mengelola investasi sekuritas, mencatatnya secara manual berisiko menimbulkan kesalahan klasifikasi dan keterlambatan update nilai wajar. Beralih ke sistem yang terintegrasi seperti aplikasi akuntansi Mekari Jurnal membantu memastikan setiap pergerakan nilai investasi sekuritas tercatat akurat dan tersaji sesuai standar di laporan keuangan.Permudah Pencatatan Akun Sekuritas Bisnis dengan Mekari JurnalMemiliki akun sekuritas saja tidak cukup. Bisnis juga perlu memastikan setiap transaksi investasi dan kepemilikan aset keuangan dicatat dengan benar agar laporan keuangan tetap akurat dan sesuai standar akuntansi.Dengan Mekari Jurnal, Anda dapat mengelola pembukuan bisnis secara lebih mudah, termasuk memantau saldo akun aset melalui fitur Neraca Saldo yang diperbarui secara otomatis. Hal ini membantu proses rekonsiliasi akun, penyusunan laporan keuangan, hingga evaluasi posisi aset perusahaan menjadi lebih cepat dan akurat.Kelola Posisi Aset Bisnis Lebih Mudah dengan Fitur Neraca Saldo Akses ringkasan saldo akun secara real-time sehingga Anda dapat memantau posisi aset, termasuk investasi sekuritas, dengan lebih mudah. Data keuangan tersusun lebih akurat karena setiap transaksi terdokumentasi secara sistematis, sehingga meminimalkan risiko kesalahan pencatatan. Rekonsiliasi akun lebih cepat untuk membantu penyusunan laporan keuangan dan mendukung pengambilan keputusan bisnis yang lebih tepat waktu. Memudahkan pemantauan saldo aset dan akun sehingga kondisi keuangan perusahaan dapat dievaluasi secara lebih akurat kapan pun dibutuhkan. Mekari Jurnal adalah aplikasi akuntansi dan operasional terintegrasi untuk membantu pemilik bisnis, akuntan, dan tim finance mengelola keuangan, pembukuan, serta operasional bisnis secara lebih efisien sekaligus mempercepat pertumbuhan bisnis.Sebagai bagian dari ekosistem software terpadu Mekari, Mekari Jurnal juga terintegrasi dengan berbagai solusi Mekari lainnya seperti Mekari Talenta, Mekari Flex, Mekari Qontak, Mekari Klikpajak, Mekari Sign, Mekari Desty, Mekari POS, Mekari Expense, Mekari Officeless, dan Mekari Airene untuk mendukung automasi operasional bisnis secara end-to-end.Referensi:OJK-Pedia, “Definisi Sekuritas dan Rekening Efek”Bursa Efek Indonesia (IDX), “Buka Rekening Online”Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), “PSAK 71: Instrumen Keuangan (Pengakuan dan Pengukuran)” Frequently asked questions Apa perbedaan akun sekuritas dan rekening sekuritas? Apa perbedaan akun sekuritas dan rekening sekuritas? Keduanya merujuk pada hal yang sama, yaitu rekening yang wajib dimiliki investor untuk mencatat dan menyimpan kepemilikan efek di pasar modal, terdiri dari rekening efek dan RDN Apakah akun sekuritas sama dengan RDN? Apakah akun sekuritas sama dengan RDN? Tidak. Akun sekuritas terdiri dari dua komponen: rekening efek untuk mencatat kepemilikan saham/efek, dan RDN untuk menyimpan dana transaksi. Keduanya wajib dimiliki bersamaan, tetapi fungsinya berbeda. Apakah bisnis boleh memiliki akun sekuritas atas nama perusahaan? Apakah bisnis boleh memiliki akun sekuritas atas nama perusahaan? Boleh, selama memenuhi syarat dokumen legalitas badan usaha, seperti akta pendirian, NPWP perusahaan, dan izin usaha yang diminta perusahaan sekuritas. Bagaimana cara mencatat investasi sekuritas perusahaan di laporan keuangan? Bagaimana cara mencatat investasi sekuritas perusahaan di laporan keuangan? Investasi sekuritas dicatat sebagai aset keuangan dan diklasifikasikan sesuai PSAK 71 ke dalam kategori biaya perolehan diamortisasi, FVOCI, atau FVTPL, tergantung model bisnis dan karakteristik arus kas instrumen tersebut Apakah keuntungan dari investasi sekuritas bisnis kena pajak? Apakah keuntungan dari investasi sekuritas bisnis kena pajak? transaksi efek umumnya dikenakan pajak sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku, terpisah dari perlakuan akuntansinya menurut PSAK. Apakah investasi sekuritas bisa dicatat tanpa software akuntansi? Apakah investasi sekuritas bisa dicatat tanpa software akuntansi? Bisa, tetapi risiko salah klasifikasi dan salah hitung nilai wajar jauh lebih tinggi dibanding menggunakan aplikasi akuntansi yang terintegrasi.