Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh

Auditor Eksternal: Pengertian, Tujuan, Peran, dan Manfaat Menggunakan Jasanya

Tayang
Ditulis oleh: Author Avatar Andhika Pramudya
Highlights
  • Auditor eksternal memberikan opini independen untuk memastikan laporan keuangan disajikan secara wajar sesuai standar akuntansi
  • Salah satu peran dan manfaat menggunakan jasa auditor eksternal adalah meningkatkan kredibilitas perusahaan di mata investor, kreditur, regulator, dan mitra bisnis
  • Umumnya, proses audit eksternal mencakup pengujian pengendalian, pemeriksaan bukti audit, hingga penerbitan opini auditor atas laporan keuangan
  • Kualitas audit akan jauh lebih optimal apabila bisnis juga memanfaatkan software akuntansi, seperti Mekari Jurnal, yang membantu menjaga data keuangan tetap rapi, konsisten, dan siap diperiksa auditor

Banyak perusahaan merasa laporan keuangan sudah cukup selama angka penjualan terlihat naik, arus kas masih berjalan, dan operasional tidak mengalami hambatan besar.

Namun, ketika perusahaan mulai berhubungan dengan investor, bank, auditor pajak, atau mitra bisnis strategis, standar penilaiannya berubah.

Di tahap inilah auditor eksternal menjadi elemen penting dalam menjaga tata kelola bisnis dengan memastikan bahwa laporan keuangan tidak hanya disusun sesuai kepentingan internal perusahaan, tetapi juga telah diperiksa secara independen berdasarkan standar audit dan prinsip akuntansi yang berlaku.

Adapun, bagi pihak luar pengguna laporan keuangan, opini auditor bisa memberikan tingkat keyakinan yang jauh lebih tinggi dibanding laporan yang tanpa verifikasi independen.

Oleh karena itu, pahami mengapa auditor eksternal menjadi bagian penting dalam pelaporan keuangan perusahaan, serta bagaimana proses dan manfaat yang mampu diberikan melalui keberadaannya.

Apa Itu Auditor Eksternal?

Mengutip dari Corporate Finance Institute, auditor eksternal adalah pihak independen yang berada di luar struktur organisasi perusahaan dan memiliki wewenang untuk melakukan pemeriksaan atas laporan keuangan.

Umumnya, mereka beroperasi dan berafiliasi dengan Kantor Akuntan Publik atau KAP yang telah yang terdaftar dan berizin.

Auditor eksternal juga disebut dengan auditor independen karena sifat kerjanya yang bebas dari pengaruh manajemen perusahaan.

Tujuan Auditor Eksternal

Tujuan pelaksanaan auditor, baik internal maupun eksternal pada dasarnya telah tercantum dalam ISA 200, di mana bertujuan untuk memperoleh keyakinan memadai (reasonable assurance) bahwa laporan keuangan secara keseluruhan bebas dari salah saji material.

Salah saji material ini mulai dari adanya human error hingga indikasi kecurangan atau fraud. Setelah keyakinan ini diperoleh, auditor barulah bisa memberikan opini mereka.

Peran Auditor Eksternal

Selain itu, terdapat beberapa peran auditor eksternal yang perlu kalian ketahui, mulai dari:

  1. Memberikan opini independen mengenai kewajaran laporan keuangan berdasarkan kerangka pelaporan yang berlaku
  2. Meningkatkan derajat kepercayaan pengguna laporan keuangan, termasuk pemegang saham dan kreditur
  3. Menilai apakah laporan keuangan disusun dan disajikan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku, seperti PSAK atau IFRS
  4. Membantu mendeteksi adanya salah saji material yang dapat memengaruhi pengambilan keputusan ekonomi pengguna laporan
  5. Mengidentifikasi kelemahan signifikan dalam sistem pengendalian internal perusahaan yang berkaitan dengan pelaporan keuangan

Tugas Utama Auditor Eksternal

Untuk mencapai tujuan dan menjalankan perannya, auditor eksternal memiliki serangkaian tugas teknis yang sistematis.

Tugas ini dilakukan dalam beberapa tahapan yang terstruktur agar hasil pemeriksaan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan profesional.

Tahapan tugas auditor eksternal dimulai dari:

1. Menerima dan Merencanakan Perikatan Audit

Tahap awal audit dilakukan dengan memastikan auditor independen, bebas dari konflik kepentingan, serta memiliki kompetensi dan sumber daya yang memadai sebelum menyetujui perikatan dan menyusun rencana audit sebagai dasar pelaksanaan pemeriksaan.

2. Memahami Bisnis dan Pengendalian Internal Klien

Auditor mempelajari model bisnis, proses operasional, dan sistem pengendalian internal perusahaan untuk mengidentifikasi area dengan risiko salah saji atau kesalahan pelaporan keuangan yang paling tinggi.

3. Mengumpulkan Bukti Audit

Auditor mengumpulkan bukti audit yang cukup dan relevan melalui pemeriksaan dokumen, konfirmasi, observasi, wawancara, dan analisis transaksi guna mendukung kesimpulan audit secara objektif.

4. Melakukan Pengujian Pengendalian

Auditor menguji efektivitas pengendalian internal perusahaan untuk menilai apakah sistem yang diterapkan mampu mencegah atau mendeteksi kesalahan material dalam laporan keuangan.

5. Melakukan Pengujian Substantif

Jika ditemukan risiko tinggi atau pengendalian internal yang lemah, auditor akan melakukan pemeriksaan substantif secara lebih mendalam terhadap transaksi, saldo akun, dan dokumen pendukung untuk memastikan kewajaran laporan keuangan.

6. Mengevaluasi Temuan dan Menerbitkan Laporan Audit

Setelah seluruh prosedur audit selesai dilakukan, auditor mengevaluasi hasil pemeriksaan dan menerbitkan laporan audit beserta opini auditor untuk menyatakan apakah laporan keuangan telah disajikan secara wajar sesuai standar yang berlaku.

Manfaat Menggunakan Jasa Auditor Eksternal

Perlu Anda ketahui bahwa menggunakan jasa auditor eksternal bukanlah untuk memperumit proses pelaporan keuangan perusahaan Anda.

Singkatnya, adanya auditor eksternal dapat memberikan penilaian yang lebih terhadap kepercayaan angka di dalam laporan keuangan, serta memberikan perlindungan dan peluang pertumbuhan yang lebih besar bagi perusahaan.

Manfaat-manfaat yang dapat perusahaan rasakan, mulai dari:

1. Meningkatkan Kredibilitas Laporan Keuangan

Laporan yang telah diaudit memiliki nilai kepercayaan yang jauh lebih tinggi di mata pihak ketiga dibandingkan laporan yang belum diaudit.

2. Meningkatkan Kepercayaan Investor dan Kreditur

Investor lebih berani menanamkan modal dan perbankan lebih mudah memberikan pinjaman jika laporan keuangan perusahaan divalidasi oleh auditor independen.

3. Membantu Mendeteksi Risiko Salah Saji Material

Auditor membantu manajemen mengidentifikasi potensi kesalahan angka yang dapat berujung pada masalah hukum atau kerugian finansial.

4. Mendorong Perbaikan Pengendalian Internal

Melalui saran yang diberikan, perusahaan dapat memperbaiki sistem kerja internal agar lebih efisien dan aman dari potensi kecurangan.

5. Memperkuat Transparansi dan Tata Kelola

Audit eksternal mendorong budaya akuntabilitas di dalam organisasi, di mana setiap transaksi harus dapat dipertanggungjawabkan.

6. Kesiapan Pembiayaan dan Kerja Sama

Perusahaan yang rutin diaudit biasanya jauh lebih siap saat harus menjalani proses uji tuntas atau due diligence untuk keperluan akuisisi atau merger.

Kapan Bisnis Perlu Menggunakan Auditor Eksternal?

Perlu Anda ketahui bahwa tidak semua perusahaan di Indonesia diwajibkan untuk diaudit secara hukum. Tapi, terdapat beberapa kondisi di mana jasa auditor eksternal dibutuhkan.

Misalkan saja ketika perusahaan ingin mengajukan kredit skala besar kepada perbankan, pihak bank umumnya akan mensyaratkan laporan keuangan auditan untuk fasilitas di atas ambang tertentu.

Perusahaan juga wajib untuk menggunakannya ketika ingin menarik investor luar maupun investor publik melalui pasar modal.

Terakhir, perusahaan publik, BUMN, dan sejumlah entitas di sektor regulasi ketat diwajibkan untuk menggunakan auditor eksternal ketika perjanjian kontraktual mewajibkannya.

Hasil Kerja Auditor Eksternal: Laporan Audit dan Opini Auditor

Output utama dari seluruh proses audit eksternal adalah laporan audit yang di dalamnya memuat opini auditor.

Opini auditor hadir dalam beberapa jenis tergantung pada hasil pengujian yang dilakukan, yang perlu kalian ketahui di antaranya adalah:

1. Opini Wajar Tanpa Pengecualian (Unqualified Opinion)

Opini wajar tanpa pengecualian merupakan opini terbaik yang bisa diberikan, yang mengindikasikan laporan keuangan menyajikan kondisi perusahaan secara wajar dalam semua hal yang material.

2. Opini Wajar Dengan Pengecualian (Qualified Opinion)

Jenis opini ini diberikan ketika ada satu atau beberapa hal yang tidak sesuai standar, tetapi sifatnya tidak pervasif.

3. Opini Tidak Wajar (Adverse Opinion)

Opini tidak wajar akan diberikan ketika salah saji bersifat material dan pervasif dan merupakan opini yang paling negatif.

4. Opini Tidak Menyatakan Pendapat (Disclaimer of Opinion)

Audit eksternal juga bisa saja memberikan opini tidak menyatakan pendapat ketika auditor tidak bisa memperoleh bukti yang cukup untuk memberikan opini.

Perbedaan Auditor Eksternal dan Auditor Internal

Ketika kita membahas auditor eksternal, maka akan kurang rasanya jika tidak menjelaskan perbedaannya dengan auditor internal.

Apa bedanya? Mari kita lihat perbedaannya dari beberapa aspek yang terlihat signifikan pada tabel perbandingan berikut.

Aspek Auditor Eksternal Auditor Internal
Posisi Pihak independen dari luar perusahaan, umumnya dari KAP Bagian dari organisasi perusahaan itu sendiri
Fokus utama Kewajaran laporan keuangan untuk kepentingan pihak eksternal Efisiensi operasional, manajemen risiko, dan pengendalian internal
Output Laporan audit dengan opini auditor Laporan audit internal kepada manajemen atau komite audit
Pengguna hasil Investor, kreditur, regulator, dan publik Manajemen, dewan komisaris, dan komite audit
Frekuensi Umumnya tahunan sesuai siklus laporan keuangan Berkelanjutan sepanjang tahun sesuai program audit internal

Kesalahan Umum saat Memahami Auditor Eksternal

Walaupun sudah melihat perbedaannya secara signifikan antara auditor eksternal dengan auditor internal, masih banyak orang-orang yang memiliki kesalahpahaman mengenainya, bahkan oleh pelaku bisnis yang sudah cukup berpengalaman sekalipun.

Salah satu kesalahan paling umum adalah menganggap auditor eksternal bertugas menemukan semua tindakan fraud atau kecurangan.

Padahal, auditor hanya memberikan keyakinan memadai atas kewajaran laporan keuangan sehingga fraud yang disembunyikan secara kompleks melalui kolusi tingkat tinggi tetap mungkin tidak terdeteksi.

Kesalahan lain adalah menganggap auditor eksternal sama dengan akuntan perusahaan, padahal akuntan bertugas menyusun laporan keuangan sementara auditor bertugas memeriksa kewajaran laporan tersebut secara independen dan tidak boleh mengaudit laporan yang mereka susun sendiri.

Kesimpulan

Auditor eksternal memegang peran vital dalam menjaga integritas ekosistem ekonomi dan bisnis.

Sebagai pihak independen yang profesional, mereka memberikan validasi yang sangat dibutuhkan agar laporan keuangan dapat dipercaya oleh pihak luar.

Bagi perusahaan, keberadaan auditor eksternal sangat terasa khususnya pada aspek penguatan transparansi, akuntabilitas, serta deteksi dini atas risiko keuangan yang mungkin terlewatkan oleh tim internal.

Oleh karena itu, auditor eksternal merupakan sebuah kebutuhan strategis bagi perusahaan yang ingin tumbuh dengan reputasi yang solid di mata stakeholder.

Selain meningkatkan keyakinan memadai laporan keuangan melalui opini audit eksternal, tim keuangan juga bisa meningkatkan kualitas informasi akuntansi di mata investor, kreditur, atau regulator dengan memanfaatkan software akuntansi.

Dengan software akuntansi Mekari Jurnal, proses pencatatan transaksi, rekonsiliasi rekening, manajemen piutang, hingga penyusunan laporan keuangan dapat dilakukan secara real-time dan terstruktur.

Data yang rapi dan konsisten dari sistem akuntansi yang terintegrasi membuat proses audit eksternal berjalan lebih efisien, meminimalkan permintaan data tambahan dari auditor, dan memperkecil kemungkinan temuan akibat inkonsistensi pencatatan.

Pelajari bagaimana Mekari Jurnal membantu perusahaan menyiapkan laporan keuangan yang siap audit!

Saya Mau Coba Gratis Mekari Jurnal Sekarang!

 

 

 

Referensi:

IAI, “Perbedaan Internal Auditor dan Auditor Eksternal: Peran dan Tanggung Jawab dalam Dunia Akuntansi”.

Binus, “Auditor (External & Internal Auditors, Forensic Auditor, and Information System Auditor)”.

CFI, “Auditor”.

ACCA Global, “What is an external auditor?”.

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

WhatsApp Hubungi Kami