Cara Menyusun Laporan Keuangan Barbershop dengan Contoh Perhitungan Mekari Jurnal Insight Laporan keuangan membantu pemilik barbershop memantau profit setelah komisi barberman, sewa, dan beban operasional lain. Empat laporan utama yang wajib disusun adalah laba rugi, neraca, arus kas, dan perubahan modal. Mekari Jurnal menyediakan lebih dari 80 laporan keuangan real-time berbasis AI untuk memudahkan penyusunan laporan barbershop. Laporan keuangan barbershop adalah laporan sistematis dari seluruh transaksi jasa potong rambut, penjualan produk, dan gaji ke barberman / tukang cukur rambut. Laporan ini digunakan untuk melihat keuntungan dalam periode tertentu.Banyak pemilik barbershop terjebak pada anggapan bahwa toko yang ramai pasti menguntungkan, padahal tanpa laporan yang tersusun rapi, sulit membedakan omzet dari profit bersih. Inilah pentingnya bagi pemilik bisnis barbershop mengetahui cara menyusun laporan keuangan barbershop langkah demi langkah, lengkap dengan contoh perhitungan. Apa Itu Laporan Keuangan Barbershop dan Kenapa Penting?Laporan keuangan barbershop adalah ringkasan seluruh transaksi keuangan usaha pangkas rambut dan grooming pria dalam satu periode akuntansi, disusun mengikuti prinsip akuntansi yang berlaku. Untuk skala UMKM, standar yang relevan adalah Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) yang diterbitkan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).Pentingnya Laporan Keuangan untuk Bisnis BarbershopLaporan keuangan penting bagi pemilik usaha barbershop untuk mengetahui kondisi keuangan secara jelas. Dengan adanya laporan keuangan, pebisnis bisa melihat omzet kotor dan profit secara terpisah, setelah dipotong berbagai pengeluaran operasional: biaya sewa, gaji karyawan, operasional harian, dan lainnya.Beberapa manfaat dan pentingnya laporan keuangan bagi pemilik bisnis barbershop adalah: Melacak transaksi: Memantau semua uang masuk dari jasa potong rambut dan penjualan produk, serta pengeluaran untuk gaji kapster (barberman) dan biaya operasional lainnya Dasar pengambilan keputusan: Memudahkan perencanaan strategi harga, memutuskan untuk ekspansi, menambah alat cukur atau menambah manpower. Seluruh keputusan bisnis baru bisa diambil berdasarkan laporan keuangan yang valid. Menghitung untung rugi: Mengetahui apakah bisnis benar-benar untung, baru impas (BEP), atau justru masih merugi. Pebisnis bisa melihat komponen mana yang bisa dikurangi atau ditambah jika mengalami kondisi rugi maupun untung. Penting Setidaknya ada 5.000 brand barbershop yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan pertumbuhan sekitar 20-30% setiap tahun. Di tengah persaingan yang makin ramai, laporan keuangan yang rapi menjadi pembeda antara barbershop yang bisa mengambil keputusan ekspansi dengan percaya diri dan yang sekadar bertahan dari bulan ke bulan. Jenis Laporan Keuangan yang Wajib Dimiliki BarbershopAda empat laporan keuangan utama yang idealnya disusun rutin oleh barbershop, baik skala satu cabang maupun yang sudah berkembang menjadi beberapa outlet. Laporan laba rugi: Menunjukkan total pendapatan jasa dan produk dikurangi komisi barberman, harga pokok produk terjual, dan beban operasional, untuk melihat apakah usaha untung atau rugi dalam satu periode. Laporan neraca: Menyajikan posisi aset seperti kas, peralatan cukur, dan persediaan produk, dikurangi kewajiban seperti utang sewa atau utang ke supplier, menghasilkan nilai ekuitas pemilik. Laporan arus kas: Sangat penting untuk barbershop karena mayoritas transaksi harian bersifat tunai. Laporan ini melacak uang masuk dari pelanggan dan uang keluar untuk komisi, belanja bahan, serta sewa. Laporan perubahan modal: Mencatat perubahan modal pemilik akibat laba, rugi, atau penarikan dana pribadi dari kas usaha, yang penting dipisahkan agar tidak tercampur dengan kas operasional. Cara Menyusun Laporan Keuangan Barbershop Berikut tahapan praktis menyusun laporan keuangan barbershop, baik secara manual maupun dengan bantuan aplikasi. Kumpulkan bukti transaksi harian: Catat setiap transaksi jasa, penjualan produk, dan pengeluaran kas dari nota, struk, atau catatan kasir. Jangan andalkan ingatan, karena transaksi tunai yang tidak dicatat langsung mudah terlewat. Pisahkan pendapatan jasa dan produk: Jangan gabungkan pendapatan potong rambut dengan penjualan pomade dalam satu akun, karena keduanya punya struktur biaya yang berbeda. Catat komisi barberman secara terpisah: Buat akun khusus untuk beban komisi agar mudah dipantau proporsinya terhadap pendapatan jasa setiap bulan. Susun laporan laba rugi: Kurangi total pendapatan dengan komisi, harga pokok produk, dan beban operasional untuk mendapatkan laba bersih periode berjalan. Lanjutkan ke neraca dan arus kas: Setelah laba rugi selesai, susun neraca untuk melihat posisi aset dan kewajiban, serta laporan arus kas untuk memastikan likuiditas harian terjaga. Rekonsiliasi kas setiap tutup toko: Cocokkan kas fisik dengan catatan transaksi harian agar selisih kecil tidak menumpuk jadi masalah besar di akhir bulan. Baca juga: 8 Langkah Mudah Membuat Laporan Keuangan Bagi Pemula Contoh Perhitungan dan Studi Kasus Laporan Keuangan BarbershopAgar langkah di atas lebih mudah dipahami, berikut simulasi transaksi bulan Juni untuk sebuah Barbershop, usaha pangkas rambut dengan tiga barberman dan satu kasir.TransaksiNominalPendapatan jasa potong rambut (tunai)Rp38.000.000Pendapatan jasa grooming tambahan (tunai)Rp7.000.000Penjualan produk retail (pomade, minyak rambut)Rp5.000.000Komisi barberman (50% dari pendapatan jasa)Rp22.500.000Harga pokok produk retail terjualRp3.000.000Sewa rukoRp4.000.000Listrik dan airRp1.500.000Gaji kasir/adminRp2.500.000Bahan habis pakai (shampoo, handuk, alkohol)Rp1.200.000Penyusutan peralatan cukur dan kursiRp500.000Total pendapatan bulan Juni adalah Rp50.000.000 (Rp38.000.000 + Rp7.000.000 + Rp5.000.000). Komisi barberman dihitung 50% dari total pendapatan jasa (Rp45.000.000), yaitu Rp22.500.000, dan dicatat sebagai beban langsung karena melekat pada pendapatan jasa yang dihasilkan.Laba kotor dihitung dengan mengurangi pendapatan dengan komisi barberman dan harga pokok produk terjual:Rp50.000.000 – Rp22.500.000 – Rp3.000.000 = Rp24.500.000Setelah dikurangi beban operasional (sewa, listrik, gaji admin, bahan habis pakai, dan penyusutan) sebesar Rp9.700.000, laba operasional bulan Juni menjadi:Rp24.500.000 – Rp9.700.000 = Rp14.800.000Berikut contoh jurnal untuk beberapa transaksi kunci di atas:TanggalAkunDebitKredit30 JuniKasRp45.000.00030 JuniPendapatan JasaRp45.000.00030 JuniBeban Komisi BarbermanRp22.500.00030 JuniKasRp22.500.00030 JuniKasRp5.000.00030 JuniPendapatan Penjualan ProdukRp5.000.00030 JuniBeban Pokok PenjualanRp3.000.00030 JuniPersediaan ProdukRp3.000.00030 JuniBeban SewaRp4.000.00030 JuniKasRp4.000.000Pemisahan komisi barberman dari beban operasional tetap seperti ini penting agar pemilik bisa melihat berapa persen pendapatan yang habis untuk komisi, dan berapa yang benar-benar jadi margin bisnis.Pajak untuk Barbershop dan Pengaruhnya pada Laporan KeuanganBarbershop dengan omzet bruto di bawah Rp4,8 miliar per tahun bisa memakai tarif Pajak Penghasilan (PPh) Final UMKM sebesar 0,5% dari omzet. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2026 yang mengubah PP Nomor 55 Tahun 2022, tarif ini kini berlaku permanen tanpa batas waktu bagi Wajib Pajak Orang Pribadi dan perseroan perorangan, selama omzet tidak melampaui batas tersebut.Selain itu, ada fasilitas tambahan bagi Wajib Pajak Orang Pribadi berupa omzet Rp500 juta pertama dalam satu tahun pajak yang tidak dikenai PPh sama sekali, sesuai Pasal 60 ayat 2 PP Nomor 55 Tahun 2022. Artinya, barbershop kecil milik pribadi (bukan badan usaha) dengan omzet di bawah Rp500 juta per tahun berpotensi tidak membayar PPh Final sama sekali, sementara sisa omzet di atas itu baru dikenai tarif 0,5%.Perlakuan pajak ini berdampak langsung pada cara menyusun laporan keuangan barbershop. Pendapatan bruto harus dicatat dengan rapi setiap bulan sebagai dasar perhitungan PPh Final, sehingga laporan laba rugi dan arus kas yang akurat jadi syarat mutlak untuk memastikan kewajiban pajak dihitung dengan benar dan tidak berisiko kurang bayar. Baca juga: Pajak untuk UMKM: Tarif, Jenis, Cara Menghitung dan Cara Bayar Kesalahan Umum dalam Laporan Keuangan BarbershopBeberapa bisnis potong rambut yang belum memiliki akuntan profesional atau merupakan bisnis pribadi, seringkali membuat beberapa kesalahan yang memengaruhi akurasi laporan keuangan.Berikut beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari: Mencampur komisi barberman dengan gaji tetap: Padahal keduanya punya sifat yang berbeda, komisi bersifat variabel terhadap pendapatan sementara gaji bersifat tetap. Lupa mencatat penyusutan alat cukur dan kursi: Peralatan barbershop punya masa pakai terbatas, dan tanpa pencatatan penyusutan, nilai aset di neraca jadi terlalu tinggi dari kondisi sebenarnya. Tidak memisahkan pendapatan produk retail dari jasa: Ini membuat pemilik sulit tahu produk mana yang benar-benar menguntungkan. Tidak rekonsiliasi kas harian: Selisih kas yang dibiarkan menumpuk membuat laporan arus kas tidak akurat dan sulit dilacak sumber masalahnya. Mencampur kas pribadi dan kas bisnis: Kesalahan klasik yang membuat laporan keuangan tidak mencerminkan kondisi bisnis yang sebenarnya. Susun Laporan Keuangan Barbershop Lebih Akurat dengan Mekari JurnalMenyusun laporan secara manual seperti langkah-langkah di atas tetap bisa dilakukan, tetapi prosesnya memakan waktu dan rawan salah hitung terutama saat cabang bertambah. Aplikasi laporan keuangan Mekari Jurnal membantu pemilik barbershop menyusun laporan yang lebih akurat dan siap digunakan kapan pun dibutuhkan, tanpa perlu mengulang proses manual setiap bulan: 80+ laporan siap pakai, mulai dari laba rugi, neraca, arus kas, buku besar, hingga rekonsiliasi bank, tersusun otomatis dari transaksi yang tercatat. Insight berbasis AI, membantu menganalisis laba rugi, arus kas, dan neraca, lengkap dengan rekomendasi untuk pengambilan keputusan yang lebih cepat. Konsolidasi laporan multicabang, memudahkan barbershop dengan lebih dari satu outlet menggabungkan performa seluruh cabang dalam satu sistem. Laporan siap audit, disimpan dengan standar keamanan internasional dan mudah dilacak, sehingga siap dipakai untuk pengajuan kredit maupun pelaporan pajak. Beralih ke laporan keuangan terintegrasi dari Mekari Jurnal untuk kembangkan bisnis barbershop Anda!Referensi Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Standar Akuntansi Keuangan. Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2026 tentang Perubahan atas PP Nomor 55 Tahun 2022. Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2022 tentang Penyesuaian Pengaturan di Bidang PPh. FAQ 1. Apa itu laporan keuangan barbershop? 1. Apa itu laporan keuangan barbershop? Laporan keuangan barbershop adalah catatan sistematis atas transaksi keuangan usaha pangkas rambut dalam satu periode, mencakup pendapatan jasa, penjualan produk, komisi barberman, dan beban operasional. 2. Bagaimana cara menyusun laporan keuangan barbershop untuk pemula? 2. Bagaimana cara menyusun laporan keuangan barbershop untuk pemula? Mulai dari mengumpulkan bukti transaksi harian, pisahkan pendapatan jasa dan produk, catat komisi barberman terpisah, lalu susun laporan laba rugi sederhana sebelum melangkah ke neraca dan arus kas. 3. Laporan apa saja yang wajib dimiliki barbershop? 3. Laporan apa saja yang wajib dimiliki barbershop? Empat laporan utama yaitu laporan laba rugi, neraca, laporan arus kas, dan laporan perubahan modal. 4. Bagaimana mencatat komisi barberman dalam laporan keuangan? 4. Bagaimana mencatat komisi barberman dalam laporan keuangan? Komisi barberman dicatat sebagai beban langsung yang terpisah dari beban operasional tetap seperti sewa dan gaji admin, karena sifatnya proporsional terhadap pendapatan jasa yang dihasilkan. 5. Apakah barbershop kena pajak dan berapa tarifnya? 5. Apakah barbershop kena pajak dan berapa tarifnya? Barbershop dengan omzet bruto di bawah Rp4,8 miliar per tahun bisa memakai tarif PPh Final UMKM 0,5% dari omzet sesuai PP 20/2026, dengan fasilitas omzet Rp500 juta pertama bebas pajak untuk Wajib Pajak Orang Pribadi. 6. Kenapa laporan keuangan penting bagi bisnis barbershop? 6. Kenapa laporan keuangan penting bagi bisnis barbershop? Karena ramai pelanggan saja tidak menjamin profit. Laporan keuangan menunjukkan berapa pendapatan yang benar-benar jadi margin bisnis setelah dipotong komisi barberman, sewa, dan beban operasional lainnya. Mekari Jurnal Aplikasi akuntansi dan operasional terintegrasi untuk membantu pemilik bisnis, akuntan, dan tim finance mengelola keuangan, pembukuan, serta operasional bisnis secara lebih efisien sekaligus. Pelajari lebih lanjut Mekari Jurnal menjadi bagian dari ekosistem software terpadu Mekari dengan berbagai produk lainnya, seperti: Semua Platform Akuntansi & keuangan Customer People Services Operasional & digitalisasi Mekari Software as a Service Platform Mekari Officeless Platform Integrasi & App Builder Platform Mekari Airene AI Core Lintas Produk Mekari Platform Mekari Jurnal Akuntansi & Operasional Akuntansi & keuangan Mekari Klikpajak Manajemen Pajak Akuntansi & keuangan Mekari Expense Manajemen Pengeluaran Bisnis Akuntansi & keuangan Mekari POS Point Of Sale Akuntansi & keuangan Mekari Qontak Customer Engagement Platform Customer Mekari Talenta HCM People Mekari Flex Benefit Karyawan People Payroll Service Payroll Outsource Services Mekari Sign Tanda Tangan Digital & E-Meterai Operasional & digitalisasi Mekari Desty Omnichannel Commerce Operasional & digitalisasi Lihat lebih banyak Tidak ada produk di kategori ini. Kategori : Financial Accounting Artikel Sebelumnya Artikel Selanjutnya Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal Facebook Instagram LinkedIn YouTube Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Bagikan artikelWhatsAppLinkedinFacebook
Cara Menyusun Laporan Keuangan Barbershop dengan Contoh Perhitungan Mekari Jurnal Insight Laporan keuangan membantu pemilik barbershop memantau profit setelah komisi barberman, sewa, dan beban operasional lain. Empat laporan utama yang wajib disusun adalah laba rugi, neraca, arus kas, dan perubahan modal. Mekari Jurnal menyediakan lebih dari 80 laporan keuangan real-time berbasis AI untuk memudahkan penyusunan laporan barbershop. Laporan keuangan barbershop adalah laporan sistematis dari seluruh transaksi jasa potong rambut, penjualan produk, dan gaji ke barberman / tukang cukur rambut. Laporan ini digunakan untuk melihat keuntungan dalam periode tertentu.Banyak pemilik barbershop terjebak pada anggapan bahwa toko yang ramai pasti menguntungkan, padahal tanpa laporan yang tersusun rapi, sulit membedakan omzet dari profit bersih. Inilah pentingnya bagi pemilik bisnis barbershop mengetahui cara menyusun laporan keuangan barbershop langkah demi langkah, lengkap dengan contoh perhitungan. Apa Itu Laporan Keuangan Barbershop dan Kenapa Penting?Laporan keuangan barbershop adalah ringkasan seluruh transaksi keuangan usaha pangkas rambut dan grooming pria dalam satu periode akuntansi, disusun mengikuti prinsip akuntansi yang berlaku. Untuk skala UMKM, standar yang relevan adalah Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) yang diterbitkan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).Pentingnya Laporan Keuangan untuk Bisnis BarbershopLaporan keuangan penting bagi pemilik usaha barbershop untuk mengetahui kondisi keuangan secara jelas. Dengan adanya laporan keuangan, pebisnis bisa melihat omzet kotor dan profit secara terpisah, setelah dipotong berbagai pengeluaran operasional: biaya sewa, gaji karyawan, operasional harian, dan lainnya.Beberapa manfaat dan pentingnya laporan keuangan bagi pemilik bisnis barbershop adalah: Melacak transaksi: Memantau semua uang masuk dari jasa potong rambut dan penjualan produk, serta pengeluaran untuk gaji kapster (barberman) dan biaya operasional lainnya Dasar pengambilan keputusan: Memudahkan perencanaan strategi harga, memutuskan untuk ekspansi, menambah alat cukur atau menambah manpower. Seluruh keputusan bisnis baru bisa diambil berdasarkan laporan keuangan yang valid. Menghitung untung rugi: Mengetahui apakah bisnis benar-benar untung, baru impas (BEP), atau justru masih merugi. Pebisnis bisa melihat komponen mana yang bisa dikurangi atau ditambah jika mengalami kondisi rugi maupun untung. Penting Setidaknya ada 5.000 brand barbershop yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan pertumbuhan sekitar 20-30% setiap tahun. Di tengah persaingan yang makin ramai, laporan keuangan yang rapi menjadi pembeda antara barbershop yang bisa mengambil keputusan ekspansi dengan percaya diri dan yang sekadar bertahan dari bulan ke bulan. Jenis Laporan Keuangan yang Wajib Dimiliki BarbershopAda empat laporan keuangan utama yang idealnya disusun rutin oleh barbershop, baik skala satu cabang maupun yang sudah berkembang menjadi beberapa outlet. Laporan laba rugi: Menunjukkan total pendapatan jasa dan produk dikurangi komisi barberman, harga pokok produk terjual, dan beban operasional, untuk melihat apakah usaha untung atau rugi dalam satu periode. Laporan neraca: Menyajikan posisi aset seperti kas, peralatan cukur, dan persediaan produk, dikurangi kewajiban seperti utang sewa atau utang ke supplier, menghasilkan nilai ekuitas pemilik. Laporan arus kas: Sangat penting untuk barbershop karena mayoritas transaksi harian bersifat tunai. Laporan ini melacak uang masuk dari pelanggan dan uang keluar untuk komisi, belanja bahan, serta sewa. Laporan perubahan modal: Mencatat perubahan modal pemilik akibat laba, rugi, atau penarikan dana pribadi dari kas usaha, yang penting dipisahkan agar tidak tercampur dengan kas operasional. Cara Menyusun Laporan Keuangan Barbershop Berikut tahapan praktis menyusun laporan keuangan barbershop, baik secara manual maupun dengan bantuan aplikasi. Kumpulkan bukti transaksi harian: Catat setiap transaksi jasa, penjualan produk, dan pengeluaran kas dari nota, struk, atau catatan kasir. Jangan andalkan ingatan, karena transaksi tunai yang tidak dicatat langsung mudah terlewat. Pisahkan pendapatan jasa dan produk: Jangan gabungkan pendapatan potong rambut dengan penjualan pomade dalam satu akun, karena keduanya punya struktur biaya yang berbeda. Catat komisi barberman secara terpisah: Buat akun khusus untuk beban komisi agar mudah dipantau proporsinya terhadap pendapatan jasa setiap bulan. Susun laporan laba rugi: Kurangi total pendapatan dengan komisi, harga pokok produk, dan beban operasional untuk mendapatkan laba bersih periode berjalan. Lanjutkan ke neraca dan arus kas: Setelah laba rugi selesai, susun neraca untuk melihat posisi aset dan kewajiban, serta laporan arus kas untuk memastikan likuiditas harian terjaga. Rekonsiliasi kas setiap tutup toko: Cocokkan kas fisik dengan catatan transaksi harian agar selisih kecil tidak menumpuk jadi masalah besar di akhir bulan. Baca juga: 8 Langkah Mudah Membuat Laporan Keuangan Bagi Pemula Contoh Perhitungan dan Studi Kasus Laporan Keuangan BarbershopAgar langkah di atas lebih mudah dipahami, berikut simulasi transaksi bulan Juni untuk sebuah Barbershop, usaha pangkas rambut dengan tiga barberman dan satu kasir.TransaksiNominalPendapatan jasa potong rambut (tunai)Rp38.000.000Pendapatan jasa grooming tambahan (tunai)Rp7.000.000Penjualan produk retail (pomade, minyak rambut)Rp5.000.000Komisi barberman (50% dari pendapatan jasa)Rp22.500.000Harga pokok produk retail terjualRp3.000.000Sewa rukoRp4.000.000Listrik dan airRp1.500.000Gaji kasir/adminRp2.500.000Bahan habis pakai (shampoo, handuk, alkohol)Rp1.200.000Penyusutan peralatan cukur dan kursiRp500.000Total pendapatan bulan Juni adalah Rp50.000.000 (Rp38.000.000 + Rp7.000.000 + Rp5.000.000). Komisi barberman dihitung 50% dari total pendapatan jasa (Rp45.000.000), yaitu Rp22.500.000, dan dicatat sebagai beban langsung karena melekat pada pendapatan jasa yang dihasilkan.Laba kotor dihitung dengan mengurangi pendapatan dengan komisi barberman dan harga pokok produk terjual:Rp50.000.000 – Rp22.500.000 – Rp3.000.000 = Rp24.500.000Setelah dikurangi beban operasional (sewa, listrik, gaji admin, bahan habis pakai, dan penyusutan) sebesar Rp9.700.000, laba operasional bulan Juni menjadi:Rp24.500.000 – Rp9.700.000 = Rp14.800.000Berikut contoh jurnal untuk beberapa transaksi kunci di atas:TanggalAkunDebitKredit30 JuniKasRp45.000.00030 JuniPendapatan JasaRp45.000.00030 JuniBeban Komisi BarbermanRp22.500.00030 JuniKasRp22.500.00030 JuniKasRp5.000.00030 JuniPendapatan Penjualan ProdukRp5.000.00030 JuniBeban Pokok PenjualanRp3.000.00030 JuniPersediaan ProdukRp3.000.00030 JuniBeban SewaRp4.000.00030 JuniKasRp4.000.000Pemisahan komisi barberman dari beban operasional tetap seperti ini penting agar pemilik bisa melihat berapa persen pendapatan yang habis untuk komisi, dan berapa yang benar-benar jadi margin bisnis.Pajak untuk Barbershop dan Pengaruhnya pada Laporan KeuanganBarbershop dengan omzet bruto di bawah Rp4,8 miliar per tahun bisa memakai tarif Pajak Penghasilan (PPh) Final UMKM sebesar 0,5% dari omzet. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2026 yang mengubah PP Nomor 55 Tahun 2022, tarif ini kini berlaku permanen tanpa batas waktu bagi Wajib Pajak Orang Pribadi dan perseroan perorangan, selama omzet tidak melampaui batas tersebut.Selain itu, ada fasilitas tambahan bagi Wajib Pajak Orang Pribadi berupa omzet Rp500 juta pertama dalam satu tahun pajak yang tidak dikenai PPh sama sekali, sesuai Pasal 60 ayat 2 PP Nomor 55 Tahun 2022. Artinya, barbershop kecil milik pribadi (bukan badan usaha) dengan omzet di bawah Rp500 juta per tahun berpotensi tidak membayar PPh Final sama sekali, sementara sisa omzet di atas itu baru dikenai tarif 0,5%.Perlakuan pajak ini berdampak langsung pada cara menyusun laporan keuangan barbershop. Pendapatan bruto harus dicatat dengan rapi setiap bulan sebagai dasar perhitungan PPh Final, sehingga laporan laba rugi dan arus kas yang akurat jadi syarat mutlak untuk memastikan kewajiban pajak dihitung dengan benar dan tidak berisiko kurang bayar. Baca juga: Pajak untuk UMKM: Tarif, Jenis, Cara Menghitung dan Cara Bayar Kesalahan Umum dalam Laporan Keuangan BarbershopBeberapa bisnis potong rambut yang belum memiliki akuntan profesional atau merupakan bisnis pribadi, seringkali membuat beberapa kesalahan yang memengaruhi akurasi laporan keuangan.Berikut beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari: Mencampur komisi barberman dengan gaji tetap: Padahal keduanya punya sifat yang berbeda, komisi bersifat variabel terhadap pendapatan sementara gaji bersifat tetap. Lupa mencatat penyusutan alat cukur dan kursi: Peralatan barbershop punya masa pakai terbatas, dan tanpa pencatatan penyusutan, nilai aset di neraca jadi terlalu tinggi dari kondisi sebenarnya. Tidak memisahkan pendapatan produk retail dari jasa: Ini membuat pemilik sulit tahu produk mana yang benar-benar menguntungkan. Tidak rekonsiliasi kas harian: Selisih kas yang dibiarkan menumpuk membuat laporan arus kas tidak akurat dan sulit dilacak sumber masalahnya. Mencampur kas pribadi dan kas bisnis: Kesalahan klasik yang membuat laporan keuangan tidak mencerminkan kondisi bisnis yang sebenarnya. Susun Laporan Keuangan Barbershop Lebih Akurat dengan Mekari JurnalMenyusun laporan secara manual seperti langkah-langkah di atas tetap bisa dilakukan, tetapi prosesnya memakan waktu dan rawan salah hitung terutama saat cabang bertambah. Aplikasi laporan keuangan Mekari Jurnal membantu pemilik barbershop menyusun laporan yang lebih akurat dan siap digunakan kapan pun dibutuhkan, tanpa perlu mengulang proses manual setiap bulan: 80+ laporan siap pakai, mulai dari laba rugi, neraca, arus kas, buku besar, hingga rekonsiliasi bank, tersusun otomatis dari transaksi yang tercatat. Insight berbasis AI, membantu menganalisis laba rugi, arus kas, dan neraca, lengkap dengan rekomendasi untuk pengambilan keputusan yang lebih cepat. Konsolidasi laporan multicabang, memudahkan barbershop dengan lebih dari satu outlet menggabungkan performa seluruh cabang dalam satu sistem. Laporan siap audit, disimpan dengan standar keamanan internasional dan mudah dilacak, sehingga siap dipakai untuk pengajuan kredit maupun pelaporan pajak. Beralih ke laporan keuangan terintegrasi dari Mekari Jurnal untuk kembangkan bisnis barbershop Anda!Referensi Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Standar Akuntansi Keuangan. Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2026 tentang Perubahan atas PP Nomor 55 Tahun 2022. Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2022 tentang Penyesuaian Pengaturan di Bidang PPh. FAQ 1. Apa itu laporan keuangan barbershop? 1. Apa itu laporan keuangan barbershop? Laporan keuangan barbershop adalah catatan sistematis atas transaksi keuangan usaha pangkas rambut dalam satu periode, mencakup pendapatan jasa, penjualan produk, komisi barberman, dan beban operasional. 2. Bagaimana cara menyusun laporan keuangan barbershop untuk pemula? 2. Bagaimana cara menyusun laporan keuangan barbershop untuk pemula? Mulai dari mengumpulkan bukti transaksi harian, pisahkan pendapatan jasa dan produk, catat komisi barberman terpisah, lalu susun laporan laba rugi sederhana sebelum melangkah ke neraca dan arus kas. 3. Laporan apa saja yang wajib dimiliki barbershop? 3. Laporan apa saja yang wajib dimiliki barbershop? Empat laporan utama yaitu laporan laba rugi, neraca, laporan arus kas, dan laporan perubahan modal. 4. Bagaimana mencatat komisi barberman dalam laporan keuangan? 4. Bagaimana mencatat komisi barberman dalam laporan keuangan? Komisi barberman dicatat sebagai beban langsung yang terpisah dari beban operasional tetap seperti sewa dan gaji admin, karena sifatnya proporsional terhadap pendapatan jasa yang dihasilkan. 5. Apakah barbershop kena pajak dan berapa tarifnya? 5. Apakah barbershop kena pajak dan berapa tarifnya? Barbershop dengan omzet bruto di bawah Rp4,8 miliar per tahun bisa memakai tarif PPh Final UMKM 0,5% dari omzet sesuai PP 20/2026, dengan fasilitas omzet Rp500 juta pertama bebas pajak untuk Wajib Pajak Orang Pribadi. 6. Kenapa laporan keuangan penting bagi bisnis barbershop? 6. Kenapa laporan keuangan penting bagi bisnis barbershop? Karena ramai pelanggan saja tidak menjamin profit. Laporan keuangan menunjukkan berapa pendapatan yang benar-benar jadi margin bisnis setelah dipotong komisi barberman, sewa, dan beban operasional lainnya. Mekari Jurnal Aplikasi akuntansi dan operasional terintegrasi untuk membantu pemilik bisnis, akuntan, dan tim finance mengelola keuangan, pembukuan, serta operasional bisnis secara lebih efisien sekaligus. Pelajari lebih lanjut Mekari Jurnal menjadi bagian dari ekosistem software terpadu Mekari dengan berbagai produk lainnya, seperti: Semua Platform Akuntansi & keuangan Customer People Services Operasional & digitalisasi Mekari Software as a Service Platform Mekari Officeless Platform Integrasi & App Builder Platform Mekari Airene AI Core Lintas Produk Mekari Platform Mekari Jurnal Akuntansi & Operasional Akuntansi & keuangan Mekari Klikpajak Manajemen Pajak Akuntansi & keuangan Mekari Expense Manajemen Pengeluaran Bisnis Akuntansi & keuangan Mekari POS Point Of Sale Akuntansi & keuangan Mekari Qontak Customer Engagement Platform Customer Mekari Talenta HCM People Mekari Flex Benefit Karyawan People Payroll Service Payroll Outsource Services Mekari Sign Tanda Tangan Digital & E-Meterai Operasional & digitalisasi Mekari Desty Omnichannel Commerce Operasional & digitalisasi Lihat lebih banyak Tidak ada produk di kategori ini.