Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh

Cara Membuat Neraca Keuangan yang Benar, Lengkap dengan Contohnya

Tayang
Ditulis oleh: Author Avatar Adelia Vita. A
Highlights
  • Neraca atau Laporan Posisi Keuangan menyajikan aset, liabilitas, dan ekuitas suatu entitas pada tanggal tertentu.
  • Aset dan liabilitas diklasifikasikan sebagai lancar atau tidak lancar berdasarkan kriteria yang ditetapkan dalam PSAK 201 (sebelumnya PSAK 1).
  • Laporan posisi keuangan harus disusun dari data yang telah diverifikasi dan menyajikan informasi komparatif periode sebelumnya sesuai standar akuntansi.

Neraca atau laporan posisi keuangan merupakan salah satu laporan keuangan yang penting bagi setiap bisnis.

Melalui laporan ini, perusahaan dapat mengetahui posisi aset, liabilitas, dan ekuitas pada suatu tanggal tertentu sehingga menjadi dasar dalam menilai kondisi keuangan perusahaan.

Namun, dalam praktiknya masih banyak pelaku usaha yang berfokus pada keseimbangan sisi aset dan liabilitas beserta ekuitas, tanpa memahami dasar pengelompokan setiap akun maupun asal nilai yang disajikan.

Padahal, neraca yang baik tidak hanya harus seimbang, tetapi juga disusun berdasarkan klasifikasi dan prinsip yang sesuai dengan standar akuntansi agar informasi yang dihasilkan akurat dan dapat diandalkan.

Artikel ini akan membahas pengertian neraca, komponen dan klasifikasinya, langkah-langkah penyusunan, hingga contoh penyajian neraca yang dapat membantu Anda memahaminya dengan lebih mudah.

Apa itu Neraca (Laporan Posisi Keuangan)?

Neraca atau laporan posisi keuangan adalah laporan keuangan yang menunjukkan posisi aset, liabilitas, dan ekuitas perusahaan pada suatu tanggal tertentu, misalnya per 31 Desember 2025.

Melalui laporan ini, Anda dapat mengetahui apa saja yang dimiliki perusahaan, kewajiban yang harus dipenuhi, serta nilai ekuitas sebagai hak pemilik.

Berdasarkan PSAK 1/PSAK 201 tentang Penyajian Laporan Keuangan, istilah resmi yang digunakan adalah laporan posisi keuangan. 

Namun, istilah neraca masih banyak digunakan dalam praktik bisnis sehari-hari, dan keduanya merujuk pada laporan keuangan yang sama.

Berbeda dengan laporan laba rugi yang menunjukkan kinerja perusahaan selama satu periode, neraca menggambarkan kondisi keuangan perusahaan pada satu tanggal tertentu. 

Karena itu, laporan ini sering diibaratkan sebagai “foto” kondisi keuangan pada saat laporan disusun.

Tiga Komponen Neraca dan Rumus Dasarnya

Dalam buku Intermediate Accounting Edisi IFRS menjelaskan bahwa neraca dibangun dari tiga komponen utama yang saling berkaitan melalui persamaan akuntansi dasar, yaitu: 

Aset = Liabilitas + Ekuitas

  • Aset, yaitu sumber daya yang dikuasai entitas akibat peristiwa masa lalu, dan diharapkan memberikan manfaat ekonomi di masa depan, seperti kas, piutang, persediaan, dan peralatan.
  • Liabilitas, yaitu kewajiban kini entitas yang timbul dari peristiwa masa lalu, yang penyelesaiannya diperkirakan mengakibatkan arus keluar sumber daya, seperti utang usaha dan utang bank.
  • Ekuitas, yaitu hak residual atas aset entitas setelah dikurangi seluruh liabilitasnya, yang mencakup modal pemilik dan laba ditahan.

Persamaan ini harus selalu seimbang. Jika total aset tidak sama dengan total liabilitas ditambah ekuitas, itu adalah sinyal pasti bahwa ada kesalahan pencatatan di suatu tempat yang perlu ditelusuri kembali.

Baca Juga: Cara Membuat Laporan Neraca Perusahaan Jasa Beserta Contohnya

Klasifikasi Aset dan Liabilitas: Lancar vs Tidak Lancar

Salah satu hal yang perlu diperhatikan saat menyusun neraca adalah mengelompokkan aset dan liabilitas ke dalam kategori lancar atau tidak lancar.

Berdasarkan PSAK 1/PSAK 201, aset dan liabilitas dikategorikan sebagai lancar jika diperkirakan akan direalisasikan atau diselesaikan dalam siklus operasi normal perusahaan atau dalam waktu 12 bulan setelah periode pelaporan. 

Jika melebihi jangka waktu tersebut, maka diklasifikasikan sebagai tidak lancar atau jangka panjang.

Pengelompokan ini penting karena mempengaruhi analisis kondisi keuangan perusahaan, terutama dalam menilai kemampuan memenuhi kewajiban jangka pendek.

Langkah-Langkah Membuat Neraca dari Data Akuntansi

Membuat neraca tidak dimulai dengan langsung mengisi kolom aset dan liabilitas. Neraca disusun dari data akuntansi yang telah dicatat dan diringkas sebelumnya.

Berikut langkah-langkah umumnya:

1. Catat seluruh transaksi selama periode berjalan

Pastikan transaksi kas, piutang, persediaan, utang, dan transaksi lainnya sudah dicatat ke jurnal dan buku besar.

2. Susun neraca saldo (trial balance)

Neraca saldo berisi daftar seluruh akun beserta saldo akhirnya dan digunakan untuk memastikan total debit sama dengan total kredit.

3. Kelompokkan akun sesuai klasifikasinya

Pisahkan akun ke dalam kategori aset, liabilitas, dan ekuitas, lalu tentukan apakah termasuk lancar atau tidak lancar.

4. Hitung total setiap kelompok akun

Jumlahkan aset lancar, aset tidak lancar, liabilitas jangka pendek, liabilitas jangka panjang, dan ekuitas.

5. Periksa keseimbangan neraca

Pastikan total aset = total liabilitas + ekuitas. Jika belum seimbang, telusuri kembali jurnal dan buku besar untuk menemukan sumber selisihnya.

6. Cantumkan tanggal laporan

Neraca selalu menunjukkan posisi keuangan pada satu tanggal tertentu, misalnya 31 Desember 2025, bukan selama satu periode seperti laporan laba rugi.

Baca Juga: Laporan Neraca Perusahaan Dagang: Pengertian, Cara Membuat dan Contoh Laporan Lengkap

Contoh Lengkap Membuat Neraca

Agar lebih mudah memahami cara penyusunan neraca, berikut contoh sederhana berdasarkan data keuangan Toko Sinar Abadi per 31 Desember 2025.

1. Data Neraca Saldo

Penyusunan neraca diawali dengan data dari neraca saldo yang telah melalui proses pencatatan transaksi dan posting ke buku besar.

Akun Saldo
Kas Rp15.000.000
Piutang Usaha Rp8.000.000
Persediaan Barang Dagang Rp12.000.000
Peralatan Toko Rp20.000.000
Akumulasi Penyusutan Peralatan (Rp4.000.000)
Utang Usaha Rp6.000.000
Utang Bank (jatuh tempo 2028) Rp10.000.000
Modal Pemilik Rp30.000.000
Laba Ditahan Rp5.000.000

Selanjutnya, setiap akun dikelompokkan ke dalam aset, liabilitas, dan ekuitas sesuai klasifikasinya.

2. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Toko Sinar Abadi
Per 31 Desember 2025

Aset Lancar

Akun Nilai
Kas Rp15.000.000
Piutang Usaha Rp8.000.000
Persediaan Barang Dagang Rp12.000.000
Total Aset Lancar Rp35.000.000

Aset Tidak Lancar

Akun Nilai
Peralatan Toko Rp20.000.000
Akumulasi Penyusutan Peralatan (Rp4.000.000)
Total Aset Tidak Lancar Rp16.000.000
Total Aset Rp51.000.000

 

Liabilitas

Akun Nilai
Utang Usaha Rp6.000.000
Total Liabilitas Jangka Pendek Rp6.000.000
Akun Nilai
Utang Bank Rp10.000.000
Total Liabilitas Jangka Panjang Rp10.000.000
Total Liabilitas Rp16.000.000

Ekuitas

Akun Nilai
Modal Pemilik Rp30.000.000
Laba Ditahan Rp5.000.000
Total Ekuitas Rp35.000.000

 

Verifikasi Persamaan Akuntansi

Setelah seluruh akun dikelompokkan, langkah terakhir adalah memastikan bahwa total aset sama dengan total liabilitas ditambah ekuitas.

  • Total Aset: Rp51.000.000
  • Total Liabilitas: Rp16.000.000
  • Total Ekuitas: Rp35.000.000

Karena:

Rp51.000.000 = Rp16.000.000 + Rp35.000.000

maka neraca tersebut telah seimbang dan sesuai dengan persamaan dasar akuntansi:

Aset = Liabilitas + Ekuitas

Contoh ini menunjukkan bahwa penyusunan neraca tidak sekadar memastikan kedua sisi memiliki nilai yang sama. 

Setiap akun juga harus diklasifikasikan dengan tepat agar laporan posisi keuangan dapat memberikan gambaran yang akurat mengenai kondisi keuangan perusahaan.

Neraca Komparatif: Kewajiban Menyajikan Periode Sebelumnya

Neraca komparatif adalah neraca yang menyajikan data keuangan untuk dua atau lebih periode secara berdampingan, misalnya posisi keuangan per 31 Desember 2025 dan 31 Desember 2024 dalam satu laporan. 

Format ini memudahkan Anda membandingkan perubahan aset, liabilitas, dan ekuitas dari satu periode ke periode berikutnya.

Dengan adanya data pembanding, Anda dapat melihat tren keuangan bisnis dengan lebih mudah, seperti kenaikan aset, pertumbuhan utang, atau perubahan modal. 

Karena itu, laporan keuangan umumnya menyajikan informasi periode berjalan beserta periode sebelumnya agar analisis kinerja dan posisi keuangan menjadi lebih lengkap.

Kesalahan Umum Saat Membuat Neraca

Saat menyusun neraca, ada beberapa kesalahan yang masih sering terjadi, terutama jika pencatatan masih dilakukan secara manual.

  • Salah mengklasifikasikan liabilitas. Misalnya, utang jangka panjang dicatat sebagai utang jangka pendek atau sebaliknya, sehingga analisis likuiditas menjadi kurang akurat.
  • Memaksa neraca agar seimbang. Menambahkan angka penyesuaian tanpa mencari penyebab selisih hanya akan membuat laporan keuangan tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.
  • Tidak menyertakan data periode sebelumnya. Akibatnya, perkembangan kondisi keuangan bisnis dari satu periode ke periode berikutnya menjadi lebih sulit dianalisis.
  • Menyusun neraca tanpa mengacu pada neraca saldo. Hal ini meningkatkan risiko ada transaksi yang terlewat, salah klasifikasi, atau saldo akun yang tidak sesuai.

Baca Juga: Cara Membuat Neraca Saldo Lengkap dengan Contoh, Mudah!

Susun Neraca dan Laporan Keuangan Bisnis dengan Mekari Jurnal

Menyusun neraca secara manual membutuhkan ketelitian, mulai dari mencatat transaksi, mengelompokkan akun, hingga memastikan saldo tetap seimbang. 

Dengan Mekari Jurnal, seluruh proses tersebut dapat dilakukan secara otomatis sehingga laporan keuangan tersusun lebih cepat, akurat, dan real-time.

Melalui fitur Pembukuan Mekari Jurnal, Anda dapat:

  • Mencatat transaksi secara otomatis, sehingga setiap transaksi langsung terposting ke akun yang sesuai.
  • Mengelola chart of accounts yang terstruktur, sehingga aset, liabilitas, dan ekuitas tercatat dengan konsisten.
  • Membuat lebih dari 55 laporan keuangan dan operasional, termasuk laporan posisi keuangan (neraca) yang selalu seimbang.
  • Menyinkronkan transaksi bank agar saldo kas pada neraca selalu sesuai dengan mutasi rekening.

Kelola neraca bisnis secara lebih rapi, akurat, dan otomatis denga Mekari Jurnal!

Coba Gratis Sekarang!

 

Referensi

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), “PSAK 1 (kini PSAK 201): Penyajian Laporan Keuangan.”

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), “Tentang SAK EMKM.”

Kieso, D.E., Weygandt, J.J., & Warfield, T.D, “Intermediate Accounting IFRS Edition.”

FAQ

Apakah neraca sama dengan laporan posisi keuangan?

Apakah neraca sama dengan laporan posisi keuangan?

Ya. Neraca adalah istilah yang umum digunakan dalam praktik bisnis, sedangkan laporan posisi keuangan merupakan istilah resmi yang digunakan dalam PSAK 1. Keduanya mengacu pada laporan yang menyajikan aset, liabilitas, dan ekuitas perusahaan pada tanggal tertentu.

Bagaimana cara membedakan aset lancar dan aset tidak lancar?

Bagaimana cara membedakan aset lancar dan aset tidak lancar?

Aset lancar adalah aset yang diperkirakan akan direalisasikan, dijual, atau digunakan dalam siklus operasi normal atau paling lambat 12 bulan setelah tanggal pelaporan. Sementara itu, aset yang dimiliki untuk digunakan dalam jangka waktu lebih dari 12 bulan diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.

Dari mana data dalam neraca berasal?

Dari mana data dalam neraca berasal?

Data dalam neraca berasal dari saldo akhir setiap akun di buku besar yang telah melalui proses pencatatan transaksi, posting, dan penyusunan neraca saldo. Setelah dilakukan penyesuaian jika diperlukan, saldo tersebut disajikan dalam laporan posisi keuangan sesuai klasifikasi aset, liabilitas, dan ekuitas.

Apakah laporan posisi keuangan harus menyajikan data periode sebelumnya?

Apakah laporan posisi keuangan harus menyajikan data periode sebelumnya?

 Ya. Berdasarkan PSAK 1, entitas wajib menyajikan informasi komparatif dari periode sebelumnya untuk seluruh angka yang dilaporkan agar pengguna laporan keuangan dapat membandingkan kinerja dan posisi keuangan antar periode.

Apa yang menyebabkan neraca tidak seimbang?

Apa yang menyebabkan neraca tidak seimbang?

Neraca yang tidak seimbang umumnya disebabkan oleh kesalahan pencatatan transaksi, posting ke buku besar, jurnal penyesuaian yang belum dibuat, atau salah klasifikasi akun. Jika hal ini terjadi, telusuri kembali seluruh proses pencatatan hingga sumber kesalahannya ditemukan, bukan dengan menyesuaikan angka secara manual.

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

WhatsApp Hubungi Kami