Pengertian Laporan Keuangan Bisnis: Komponen dan Fungsinya Highlights Laporan keuangan bisnis menyajikan posisi keuangan, kinerja, dan arus keuangan perusahaan sesuai standar akuntansi. Standar penyusunan laporan keuangan di Indonesia disesuaikan dengan jenis dan skala entitas berdasarkan empat pilar SAK. Laporan keuangan lengkap menurut PSAK 201 (sebelumnya PSAK 1) terdiri dari lima komponen utama. Emiten dan perusahaan publik wajib menyampaikan laporan keuangan tahunan kepada OJK sesuai batas waktu yang ditetapkan. Banyak pemilik bisnis menganggap laporan keuangan hanyalah catatan pemasukan dan pengeluaran. Padahal, keduanya berbeda. Laporan keuangan merupakan dokumen yang disusun berdasarkan standar akuntansi untuk menunjukkan kondisi dan kinerja keuangan suatu bisnis secara menyeluruh. Memahami pengertian laporan keuangan penting agar Anda tidak hanya bisa menyusun laporan, tetapi juga menggunakannya sebagai dasar dalam mengambil keputusan bisnis. Artikel ini akan membahas pengertian laporan keuangan bisnis, sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku di Indonesia, simak artikel ini selengkapnya! Apa itu Laporan Keuangan Bisnis? Menurut PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan yang diterbitkan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), laporan keuangan merupakan penyajian terstruktur mengenai posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas. Tujuannya adalah memberikan informasi yang bermanfaat bagi pengguna laporan, seperti investor, kreditur, maupun manajemen, dalam mengambil keputusan ekonomi. Selain itu dalam buku Akuntansi Keuangan Menengah Edisi IFRS menyebutkan bahwa laporan keuangan menjadi sarana utama untuk menyampaikan informasi keuangan kepada pihak di luar perusahaan, seperti investor dan kreditur. Dengan kata lain, laporan keuangan bukan hanya kumpulan angka hasil transaksi. Laporan ini merupakan hasil akhir dari proses akuntansi yang telah disusun secara sistematis sehingga informasi di dalamnya lebih mudah dipahami dan dapat dijadikan dasar dalam mengambil keputusan bisnis. Standar yang Mengatur Laporan Keuangan di Indonesia Di Indonesia, standar yang digunakan untuk menyusun laporan keuangan tidak sama untuk setiap entitas. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) menetapkan empat pilar Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang disesuaikan dengan skala usaha dan tingkat akuntabilitas masing-masing entitas, yaitu: 1. SAK Internasional SAK Internasional terdiri atas PSAK dan ISAK yang mengadopsi penuh IFRS Accounting Standards. Standar ini umumnya diterapkan oleh entitas dengan akuntabilitas publik yang signifikan, seperti perusahaan yang sahamnya diperdagangkan di bursa global. 2. SAK Indonesia SAK Indonesia juga terdiri atas PSAK dan ISAK yang diterbitkan Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) IAI. Standar ini digunakan oleh entitas dengan akuntabilitas publik di Indonesia, termasuk perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). 3. SAK Indonesia untuk Entitas Privat (EP) SAK EP ditujukan bagi entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan. Dibandingkan SAK Indonesia, standar ini memiliki ketentuan yang lebih sederhana sehingga lebih sesuai untuk perusahaan privat berskala menengah. 4. SAK Indonesia untuk Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) SAK EMKM dirancang khusus untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Standar ini menggunakan format laporan keuangan yang lebih sederhana sehingga lebih mudah diterapkan oleh UMKM. Dengan adanya empat pilar tersebut, standar pelaporan keuangan dapat disesuaikan dengan karakteristik masing-masing entitas. Artinya, laporan keuangan sebuah warung kelontong tentu berbeda dengan laporan keuangan perusahaan terbuka. Meski sama-sama mengikuti standar akuntansi, tingkat kompleksitas, komponen laporan, dan pengungkapan yang diwajibkan akan disesuaikan dengan skala usaha serta kebutuhan pengguna laporan keuangannya. Baca Juga: 4 Karakteristik Laporan Keuangan Sesuai PSAK Lima Komponen Laporan Keuangan Lengkap Bagi entitas yang menerapkan SAK Internasional atau SAK Indonesia, PSAK 1 mengatur bahwa satu set laporan keuangan lengkap terdiri atas lima komponen utama, yaitu: 1. Laporan Posisi Keuangan (Neraca) Laporan posisi keuangan menyajikan informasi mengenai aset, liabilitas, dan ekuitas perusahaan pada tanggal tertentu. Laporan ini menunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada akhir periode pelaporan. 2. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Laporan ini menunjukkan kinerja keuangan perusahaan selama satu periode, mulai dari pendapatan, beban, hingga laba atau rugi yang dihasilkan. PSAK memperbolehkan penyajiannya dalam satu laporan atau dipisahkan menjadi laporan laba rugi dan laporan penghasilan komprehensif lain. 3. Laporan Perubahan Ekuitas Laporan perubahan ekuitas menjelaskan perubahan modal pemilik selama satu periode, baik yang berasal dari laba atau rugi, pembagian dividen, maupun transaksi lainnya yang mempengaruhi ekuitas. 4. Laporan Arus Kas Laporan arus kas menyajikan informasi mengenai arus kas masuk dan keluar yang dikelompokkan ke dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. Laporan ini membantu menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan dan mengelola kas. 5. Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) Catatan atas laporan keuangan berisi informasi tambahan yang membantu pembaca memahami isi laporan keuangan, seperti kebijakan akuntansi yang digunakan, rincian akun tertentu, serta pengungkapan penting lainnya. Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan yang Baik Laporan keuangan yang baik tidak hanya lengkap, tetapi juga harus menyajikan informasi yang berkualitas. Untuk itu, informasi yang disajikan perlu memenuhi beberapa karakteristik kualitatif, yaitu: 1. Relevan Informasi yang disajikan harus relevan dengan kebutuhan pengguna sehingga dapat membantu mengevaluasi kinerja bisnis, memprediksi kondisi keuangan di masa depan, dan mendukung pengambilan keputusan. 2. Representasi Tepat Laporan keuangan harus mencerminkan kondisi ekonomi yang sebenarnya. Artinya, informasi yang disajikan perlu lengkap, netral, dan bebas dari kesalahan material agar dapat dipercaya. 3. Dapat Dibandingkan Laporan keuangan sebaiknya disusun secara konsisten dari satu periode ke periode berikutnya. Dengan begitu, pengguna dapat membandingkan kinerja perusahaan dari waktu ke waktu maupun dengan perusahaan lain. 4. Dapat Diverifikasi Setiap informasi dalam laporan keuangan harus didukung oleh bukti transaksi dan dokumen yang dapat diperiksa sehingga kebenarannya dapat diverifikasi. 5. Tepat Waktu Laporan keuangan perlu tersedia tepat waktu agar informasi di dalamnya masih relevan ketika digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. 6. Dapat Dipahami Informasi harus disajikan dengan jelas, sistematis, dan mudah dipahami oleh pengguna yang memiliki pengetahuan dasar mengenai bisnis dan akuntansi. Tujuan dan Fungsi Laporan Keuangan bagi Bisnis Secara umum, tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi mengenai kondisi dan kinerja keuangan perusahaan yang bermanfaat bagi investor, kreditur, maupun pihak lain dalam mengambil keputusan ekonomi. Dalam praktiknya, laporan keuangan memiliki beberapa fungsi penting bagi bisnis, di antaranya: Mengevaluasi kinerja bisnis, sehingga pemilik dan manajemen dapat menilai apakah target keuangan telah tercapai. Menjadi dasar pengambilan keputusan, mulai dari investasi, pendanaan, hingga perencanaan operasional. Membangun kepercayaan dengan pihak eksternal, seperti bank, investor, dan calon mitra bisnis yang membutuhkan informasi keuangan yang akurat. Memenuhi kewajiban pelaporan, terutama bagi perusahaan yang diwajibkan menyampaikan laporan keuangan kepada regulator atau pemangku kepentingan lainnya. Selain itu, PwC Indonesia menjelaskan bahwa laporan keuangan yang disusun sesuai standar akuntansi juga memudahkan perbandingan kinerja antar perusahaan. Hal ini membantu investor, kreditur, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menilai kondisi keuangan perusahaan secara lebih objektif. Baca Juga: Panduan Mengelola Laporan Keuangan UKM dengan Jurnal Siapa yang Wajib Menyusun dan Melaporkan Laporan Keuangan? Pada dasarnya, setiap bisnis perlu memiliki laporan keuangan. Namun, kewajiban untuk menyusun dan melaporkannya dapat berbeda, tergantung pada skala usaha dan status perusahaan. Bagi emiten dan perusahaan publik, penyampaian laporan keuangan merupakan kewajiban yang diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Berdasarkan Peraturan OJK Nomor 14/POJK.04/2022, emiten dan perusahaan publik wajib menyampaikan laporan keuangan tahunan kepada OJK sekaligus mengumumkannya kepada masyarakat paling lambat akhir bulan ketiga setelah tahun buku berakhir. Keterlambatan dalam penyampaian laporan tersebut dapat dikenai sanksi administratif sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara itu, UMKM dan perusahaan privat umumnya tidak memiliki kewajiban pelaporan publik seperti emiten. Meski demikian, laporan keuangan tetap penting untuk mendukung pengelolaan bisnis sehari-hari, mulai dari mengevaluasi kinerja usaha, mengajukan pembiayaan ke bank, memenuhi kewajiban perpajakan, hingga menarik calon investor ketika bisnis berkembang. Susun Laporan Keuangan Bisnis yang Lengkap dan Akurat dengan Mekari Jurnal Menyusun laporan keuangan lengkap secara manual, mulai dari laporan posisi keuangan hingga catatan atas laporan keuangan, membutuhkan waktu dan ketelitian tinggi agar seluruh komponennya konsisten satu sama lain. Mekari Jurnal sebagai software akuntansi membantu bisnis mencatat setiap transaksi secara otomatis, sehingga seluruh komponen laporan keuangan dapat tersusun secara konsisten tanpa perlu disusun manual satu per satu. Dengan fitur Laporan Keuangan Bisnis Mekari Jurnal, Anda dapat: Menghasilkan laporan laba rugi, neraca, arus kas, dan perubahan ekuitas secara otomatis, sehingga kelima komponen laporan keuangan lengkap dapat tersaji tanpa perlu disusun satu per satu secara manual. Memantau performa bisnis secara real-time melalui dashboard, sehingga Anda selalu memiliki gambaran terkini tentang posisi keuangan bisnis kapan pun dibutuhkan. Menyesuaikan format laporan sesuai kebutuhan, lalu mengunduh atau mengekspornya ke berbagai format seperti Excel maupun PDF untuk kebutuhan internal, perbankan, maupun pelaporan eksternal lainnya. Memanfaatkan insight dan rekomendasi strategi berbasis AI, sehingga Anda dapat membaca kondisi keuangan bisnis secara lebih cepat tanpa perlu menganalisis data mentah satu per satu. Susun laporan keuangan bisnis Anda secara lengkap dan akurat dengan Mekari Jurnal! Coba Gratis Sekarang! Referensi Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), “PSAK 1 (kini PSAK 201): Penyajian Laporan Keuangan.” Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), “Kerangka Standar Pelaporan Keuangan Indonesia.” Otoritas Jasa Keuangan (OJK), “Penyampaian Laporan Keuangan Berkala Emiten atau Perusahaan Publik (POJK 14/POJK.04/2022).” PwC Indonesia, “IFRS and Indonesian GAAP (IFAS): Similarities and Differences 2025.” Kieso, D.E., Weygandt, J.J., & Warfield, T.D. Akuntansi Keuangan Menengah Edisi IFRS. Jakarta: Salemba Empat. FAQ Apa perbedaan laporan keuangan dengan pembukuan? Apa perbedaan laporan keuangan dengan pembukuan? Pembukuan adalah proses mencatat transaksi keuangan sehari-hari, sedangkan laporan keuangan adalah hasil akhir dari proses akuntansi yang telah melalui tahap pencatatan, penggolongan, dan pengikhtisaran, sehingga siap disajikan dan digunakan untuk pengambilan keputusan. Apa saja lima komponen laporan keuangan lengkap menurut PSAK 1? Apa saja lima komponen laporan keuangan lengkap menurut PSAK 1? Kelima komponen tersebut adalah laporan posisi keuangan, laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan, yang seluruhnya disajikan dengan tingkat keutamaan yang sama. Apakah semua bisnis wajib menyusun laporan keuangan dengan standar yang sama? Apakah semua bisnis wajib menyusun laporan keuangan dengan standar yang sama? Tidak. Di Indonesia terdapat empat pilar SAK yang berbeda, mulai dari SAK Internasional dan SAK Indonesia untuk entitas dengan akuntabilitas publik, hingga SAK EP/ETAP dan SAK EMKM yang lebih sederhana untuk entitas menengah dan usaha mikro, kecil, dan menengah. Siapa saja pihak yang membutuhkan laporan keuangan bisnis? Siapa saja pihak yang membutuhkan laporan keuangan bisnis? Pihak yang membutuhkan laporan keuangan meliputi pemilik dan manajemen internal, investor dan calon investor, kreditur seperti bank, otoritas pajak, serta regulator seperti OJK bagi perusahaan publik. Apa yang membuat sebuah laporan keuangan berkualitas baik? Apa yang membuat sebuah laporan keuangan berkualitas baik? Laporan keuangan yang baik memenuhi karakteristik kualitatif seperti relevan, representasi tepat, dapat dibandingkan, dapat diverifikasi, tepat waktu, dan dapat dipahami oleh penggunanya. Kapan perusahaan publik wajib menyampaikan laporan keuangannya ke OJK? Kapan perusahaan publik wajib menyampaikan laporan keuangannya ke OJK? Berdasarkan POJK 14/POJK.04/2022, emiten dan perusahaan publik wajib menyampaikan laporan keuangan tahunan kepada OJK paling lambat pada akhir bulan ketiga setelah tanggal berakhirnya tahun buku. Kategori : Financial Accounting Artikel Sebelumnya Artikel Selanjutnya Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal Facebook Instagram LinkedIn YouTube Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Bagikan artikelWhatsAppLinkedinFacebook
Pengertian Laporan Keuangan Bisnis: Komponen dan Fungsinya Highlights Laporan keuangan bisnis menyajikan posisi keuangan, kinerja, dan arus keuangan perusahaan sesuai standar akuntansi. Standar penyusunan laporan keuangan di Indonesia disesuaikan dengan jenis dan skala entitas berdasarkan empat pilar SAK. Laporan keuangan lengkap menurut PSAK 201 (sebelumnya PSAK 1) terdiri dari lima komponen utama. Emiten dan perusahaan publik wajib menyampaikan laporan keuangan tahunan kepada OJK sesuai batas waktu yang ditetapkan. Banyak pemilik bisnis menganggap laporan keuangan hanyalah catatan pemasukan dan pengeluaran. Padahal, keduanya berbeda. Laporan keuangan merupakan dokumen yang disusun berdasarkan standar akuntansi untuk menunjukkan kondisi dan kinerja keuangan suatu bisnis secara menyeluruh. Memahami pengertian laporan keuangan penting agar Anda tidak hanya bisa menyusun laporan, tetapi juga menggunakannya sebagai dasar dalam mengambil keputusan bisnis. Artikel ini akan membahas pengertian laporan keuangan bisnis, sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku di Indonesia, simak artikel ini selengkapnya! Apa itu Laporan Keuangan Bisnis? Menurut PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan yang diterbitkan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), laporan keuangan merupakan penyajian terstruktur mengenai posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas. Tujuannya adalah memberikan informasi yang bermanfaat bagi pengguna laporan, seperti investor, kreditur, maupun manajemen, dalam mengambil keputusan ekonomi. Selain itu dalam buku Akuntansi Keuangan Menengah Edisi IFRS menyebutkan bahwa laporan keuangan menjadi sarana utama untuk menyampaikan informasi keuangan kepada pihak di luar perusahaan, seperti investor dan kreditur. Dengan kata lain, laporan keuangan bukan hanya kumpulan angka hasil transaksi. Laporan ini merupakan hasil akhir dari proses akuntansi yang telah disusun secara sistematis sehingga informasi di dalamnya lebih mudah dipahami dan dapat dijadikan dasar dalam mengambil keputusan bisnis. Standar yang Mengatur Laporan Keuangan di Indonesia Di Indonesia, standar yang digunakan untuk menyusun laporan keuangan tidak sama untuk setiap entitas. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) menetapkan empat pilar Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang disesuaikan dengan skala usaha dan tingkat akuntabilitas masing-masing entitas, yaitu: 1. SAK Internasional SAK Internasional terdiri atas PSAK dan ISAK yang mengadopsi penuh IFRS Accounting Standards. Standar ini umumnya diterapkan oleh entitas dengan akuntabilitas publik yang signifikan, seperti perusahaan yang sahamnya diperdagangkan di bursa global. 2. SAK Indonesia SAK Indonesia juga terdiri atas PSAK dan ISAK yang diterbitkan Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) IAI. Standar ini digunakan oleh entitas dengan akuntabilitas publik di Indonesia, termasuk perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). 3. SAK Indonesia untuk Entitas Privat (EP) SAK EP ditujukan bagi entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan. Dibandingkan SAK Indonesia, standar ini memiliki ketentuan yang lebih sederhana sehingga lebih sesuai untuk perusahaan privat berskala menengah. 4. SAK Indonesia untuk Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) SAK EMKM dirancang khusus untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Standar ini menggunakan format laporan keuangan yang lebih sederhana sehingga lebih mudah diterapkan oleh UMKM. Dengan adanya empat pilar tersebut, standar pelaporan keuangan dapat disesuaikan dengan karakteristik masing-masing entitas. Artinya, laporan keuangan sebuah warung kelontong tentu berbeda dengan laporan keuangan perusahaan terbuka. Meski sama-sama mengikuti standar akuntansi, tingkat kompleksitas, komponen laporan, dan pengungkapan yang diwajibkan akan disesuaikan dengan skala usaha serta kebutuhan pengguna laporan keuangannya. Baca Juga: 4 Karakteristik Laporan Keuangan Sesuai PSAK Lima Komponen Laporan Keuangan Lengkap Bagi entitas yang menerapkan SAK Internasional atau SAK Indonesia, PSAK 1 mengatur bahwa satu set laporan keuangan lengkap terdiri atas lima komponen utama, yaitu: 1. Laporan Posisi Keuangan (Neraca) Laporan posisi keuangan menyajikan informasi mengenai aset, liabilitas, dan ekuitas perusahaan pada tanggal tertentu. Laporan ini menunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada akhir periode pelaporan. 2. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Laporan ini menunjukkan kinerja keuangan perusahaan selama satu periode, mulai dari pendapatan, beban, hingga laba atau rugi yang dihasilkan. PSAK memperbolehkan penyajiannya dalam satu laporan atau dipisahkan menjadi laporan laba rugi dan laporan penghasilan komprehensif lain. 3. Laporan Perubahan Ekuitas Laporan perubahan ekuitas menjelaskan perubahan modal pemilik selama satu periode, baik yang berasal dari laba atau rugi, pembagian dividen, maupun transaksi lainnya yang mempengaruhi ekuitas. 4. Laporan Arus Kas Laporan arus kas menyajikan informasi mengenai arus kas masuk dan keluar yang dikelompokkan ke dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. Laporan ini membantu menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan dan mengelola kas. 5. Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) Catatan atas laporan keuangan berisi informasi tambahan yang membantu pembaca memahami isi laporan keuangan, seperti kebijakan akuntansi yang digunakan, rincian akun tertentu, serta pengungkapan penting lainnya. Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan yang Baik Laporan keuangan yang baik tidak hanya lengkap, tetapi juga harus menyajikan informasi yang berkualitas. Untuk itu, informasi yang disajikan perlu memenuhi beberapa karakteristik kualitatif, yaitu: 1. Relevan Informasi yang disajikan harus relevan dengan kebutuhan pengguna sehingga dapat membantu mengevaluasi kinerja bisnis, memprediksi kondisi keuangan di masa depan, dan mendukung pengambilan keputusan. 2. Representasi Tepat Laporan keuangan harus mencerminkan kondisi ekonomi yang sebenarnya. Artinya, informasi yang disajikan perlu lengkap, netral, dan bebas dari kesalahan material agar dapat dipercaya. 3. Dapat Dibandingkan Laporan keuangan sebaiknya disusun secara konsisten dari satu periode ke periode berikutnya. Dengan begitu, pengguna dapat membandingkan kinerja perusahaan dari waktu ke waktu maupun dengan perusahaan lain. 4. Dapat Diverifikasi Setiap informasi dalam laporan keuangan harus didukung oleh bukti transaksi dan dokumen yang dapat diperiksa sehingga kebenarannya dapat diverifikasi. 5. Tepat Waktu Laporan keuangan perlu tersedia tepat waktu agar informasi di dalamnya masih relevan ketika digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. 6. Dapat Dipahami Informasi harus disajikan dengan jelas, sistematis, dan mudah dipahami oleh pengguna yang memiliki pengetahuan dasar mengenai bisnis dan akuntansi. Tujuan dan Fungsi Laporan Keuangan bagi Bisnis Secara umum, tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi mengenai kondisi dan kinerja keuangan perusahaan yang bermanfaat bagi investor, kreditur, maupun pihak lain dalam mengambil keputusan ekonomi. Dalam praktiknya, laporan keuangan memiliki beberapa fungsi penting bagi bisnis, di antaranya: Mengevaluasi kinerja bisnis, sehingga pemilik dan manajemen dapat menilai apakah target keuangan telah tercapai. Menjadi dasar pengambilan keputusan, mulai dari investasi, pendanaan, hingga perencanaan operasional. Membangun kepercayaan dengan pihak eksternal, seperti bank, investor, dan calon mitra bisnis yang membutuhkan informasi keuangan yang akurat. Memenuhi kewajiban pelaporan, terutama bagi perusahaan yang diwajibkan menyampaikan laporan keuangan kepada regulator atau pemangku kepentingan lainnya. Selain itu, PwC Indonesia menjelaskan bahwa laporan keuangan yang disusun sesuai standar akuntansi juga memudahkan perbandingan kinerja antar perusahaan. Hal ini membantu investor, kreditur, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menilai kondisi keuangan perusahaan secara lebih objektif. Baca Juga: Panduan Mengelola Laporan Keuangan UKM dengan Jurnal Siapa yang Wajib Menyusun dan Melaporkan Laporan Keuangan? Pada dasarnya, setiap bisnis perlu memiliki laporan keuangan. Namun, kewajiban untuk menyusun dan melaporkannya dapat berbeda, tergantung pada skala usaha dan status perusahaan. Bagi emiten dan perusahaan publik, penyampaian laporan keuangan merupakan kewajiban yang diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Berdasarkan Peraturan OJK Nomor 14/POJK.04/2022, emiten dan perusahaan publik wajib menyampaikan laporan keuangan tahunan kepada OJK sekaligus mengumumkannya kepada masyarakat paling lambat akhir bulan ketiga setelah tahun buku berakhir. Keterlambatan dalam penyampaian laporan tersebut dapat dikenai sanksi administratif sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara itu, UMKM dan perusahaan privat umumnya tidak memiliki kewajiban pelaporan publik seperti emiten. Meski demikian, laporan keuangan tetap penting untuk mendukung pengelolaan bisnis sehari-hari, mulai dari mengevaluasi kinerja usaha, mengajukan pembiayaan ke bank, memenuhi kewajiban perpajakan, hingga menarik calon investor ketika bisnis berkembang. Susun Laporan Keuangan Bisnis yang Lengkap dan Akurat dengan Mekari Jurnal Menyusun laporan keuangan lengkap secara manual, mulai dari laporan posisi keuangan hingga catatan atas laporan keuangan, membutuhkan waktu dan ketelitian tinggi agar seluruh komponennya konsisten satu sama lain. Mekari Jurnal sebagai software akuntansi membantu bisnis mencatat setiap transaksi secara otomatis, sehingga seluruh komponen laporan keuangan dapat tersusun secara konsisten tanpa perlu disusun manual satu per satu. Dengan fitur Laporan Keuangan Bisnis Mekari Jurnal, Anda dapat: Menghasilkan laporan laba rugi, neraca, arus kas, dan perubahan ekuitas secara otomatis, sehingga kelima komponen laporan keuangan lengkap dapat tersaji tanpa perlu disusun satu per satu secara manual. Memantau performa bisnis secara real-time melalui dashboard, sehingga Anda selalu memiliki gambaran terkini tentang posisi keuangan bisnis kapan pun dibutuhkan. Menyesuaikan format laporan sesuai kebutuhan, lalu mengunduh atau mengekspornya ke berbagai format seperti Excel maupun PDF untuk kebutuhan internal, perbankan, maupun pelaporan eksternal lainnya. Memanfaatkan insight dan rekomendasi strategi berbasis AI, sehingga Anda dapat membaca kondisi keuangan bisnis secara lebih cepat tanpa perlu menganalisis data mentah satu per satu. Susun laporan keuangan bisnis Anda secara lengkap dan akurat dengan Mekari Jurnal! Coba Gratis Sekarang! Referensi Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), “PSAK 1 (kini PSAK 201): Penyajian Laporan Keuangan.” Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), “Kerangka Standar Pelaporan Keuangan Indonesia.” Otoritas Jasa Keuangan (OJK), “Penyampaian Laporan Keuangan Berkala Emiten atau Perusahaan Publik (POJK 14/POJK.04/2022).” PwC Indonesia, “IFRS and Indonesian GAAP (IFAS): Similarities and Differences 2025.” Kieso, D.E., Weygandt, J.J., & Warfield, T.D. Akuntansi Keuangan Menengah Edisi IFRS. Jakarta: Salemba Empat. FAQ Apa perbedaan laporan keuangan dengan pembukuan? Apa perbedaan laporan keuangan dengan pembukuan? Pembukuan adalah proses mencatat transaksi keuangan sehari-hari, sedangkan laporan keuangan adalah hasil akhir dari proses akuntansi yang telah melalui tahap pencatatan, penggolongan, dan pengikhtisaran, sehingga siap disajikan dan digunakan untuk pengambilan keputusan. Apa saja lima komponen laporan keuangan lengkap menurut PSAK 1? Apa saja lima komponen laporan keuangan lengkap menurut PSAK 1? Kelima komponen tersebut adalah laporan posisi keuangan, laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan, yang seluruhnya disajikan dengan tingkat keutamaan yang sama. Apakah semua bisnis wajib menyusun laporan keuangan dengan standar yang sama? Apakah semua bisnis wajib menyusun laporan keuangan dengan standar yang sama? Tidak. Di Indonesia terdapat empat pilar SAK yang berbeda, mulai dari SAK Internasional dan SAK Indonesia untuk entitas dengan akuntabilitas publik, hingga SAK EP/ETAP dan SAK EMKM yang lebih sederhana untuk entitas menengah dan usaha mikro, kecil, dan menengah. Siapa saja pihak yang membutuhkan laporan keuangan bisnis? Siapa saja pihak yang membutuhkan laporan keuangan bisnis? Pihak yang membutuhkan laporan keuangan meliputi pemilik dan manajemen internal, investor dan calon investor, kreditur seperti bank, otoritas pajak, serta regulator seperti OJK bagi perusahaan publik. Apa yang membuat sebuah laporan keuangan berkualitas baik? Apa yang membuat sebuah laporan keuangan berkualitas baik? Laporan keuangan yang baik memenuhi karakteristik kualitatif seperti relevan, representasi tepat, dapat dibandingkan, dapat diverifikasi, tepat waktu, dan dapat dipahami oleh penggunanya. Kapan perusahaan publik wajib menyampaikan laporan keuangannya ke OJK? Kapan perusahaan publik wajib menyampaikan laporan keuangannya ke OJK? Berdasarkan POJK 14/POJK.04/2022, emiten dan perusahaan publik wajib menyampaikan laporan keuangan tahunan kepada OJK paling lambat pada akhir bulan ketiga setelah tanggal berakhirnya tahun buku.