Panduan Lengkap Mengelola Laporan Keuangan bagi UKM

Usaha Kecil Menengah (UKM) berperan besar mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Demi menjaga keberlanjutan ekonomi, pengusaha kecil dan menengah seharusnya memiliki keahlian mumpuni dalam mengelola laporan keuangan bisnisnya. Maka itu, simak Panduan lengkap mengelola laporan keuangan bagi UKM.

Definisi Laporan Keuangan 

Menurut Wastam Wahyu Hidayat dalam buku ‘Dasar-dasar Analisa Laporan Keuangan’, laporan keuangan merupakan informasi yang menggambarkan kondisi keuangan suatu perusahaan dan dijadikan sebagai gambaran kinerja keuangan usaha tersebut. 

Laporan keuangan menjadi alat yang penting untuk memperoleh informasi terkait posisi keuangan dan hasil-hasil kinerja yang dicapai perusahaan. Panduan laporan keuangan diharapkan membantu pihak terkait untuk menentukan arah perencanaan usaha, terutama membuat keputusan ekonomi yang bersifat keuangan.

Divisi keuangan memegang peran penting dalam menentukan arah perencanaan bisnis. Maka itu, bagian keuangan harus berfungsi secara baik, sehingga pemangku kepentingan bisa memperoleh laporan keuangan yang akuntabel. 

Dalam panduan laporan keuangan, melalui informasi keuangan, setiap aktivitas bisnis harus dianalisis secara mendalam, baik oleh manajemen maupun pihak terkait lain.

Panduan laporan keuangan dibutuhkan manajemen dan pihak luar yang memanfaatkan informasi tersebut untuk membantu membuat keputusan. Misalnya, investor memperoleh gambaran terkait prospek perusahaan di masa mendatang dari laporan keuangan. Dengan demikian, dia bisa menentukan keputusan untuk membeli atau menjual saham perusahaan.

Baca Juga : Aplikasi Pembukuan, Cara Terbaik Mengelola Laporan Keuangan

Tujuan Laporan Keuangan

Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK), tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi posisi keuangan dan kinerja keuangan perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pengguna untuk pengambilan keputusan ekonomi. 

Pengguna yang dimaksud ialah penyedia sumber daya bagi perusahaan, seperti kreditur maupun investor. Dalam memenuhi tujuannya, laporan keuangan juga menunjukkan pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dikelola.

Pada dasarnya, tujuan laporan keuangan adalah untuk memberikan informasi kepada pihak lain tentang kondisi suatu perusahaan dari sudut angka-angka dalam satuan moneter. 

Berdasarkan literatur berbeda, tujuan laporan keuangan secara garis besar adalah :

– Sarana informasi 

– Pemahaman 

– Prediksi

– Diagnosis 

– Evaluasi. 

Manfaat Laporan Keuangan

Bagi pemilik bisnis dan pimpinan departemen keuangan, panduan laporan keuangan bermanfaat untuk menjadi alat ukur dan analisa apakah perusahaan sedang dalam kondisi yang baik atau tidak. Dengan demikian, pelaku usaha bisa memantau perkembangan usaha dari waktu ke waktu

Panduan laporan keuangan juga berperan besar dalam mempengaruhi pengambilan keputusan usaha. Bagi investor, laporan keuangan berfungsi memberi informasi tentang sejauh mana kelancaran aktivitas dan profitabilitas perusahaan, serta potensi dividen. 

Dengan demikian, pemegang saham dapat memutuskan untuk mempertahankan sahamnya, menjual, atau bahkan membeli tambahan.

Jurnal software akuntansi UKM

Jenis-jenis Laporan Keuangan

Laporan keuangan umumnya terdiri empat jenis, antara lain Laporan Neraca, Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Modal, dan Laporan Arus Kas. Berikut penjelasannya.

Laporan Neraca

Laporan Neraca adalah laporan yang menunjukkan kondisi, informasi, atau posisi keuangan bisnis pada tanggal tertentu, melalui penyajian akun aktiva berupa harta atau aset, kewajiban berupa utang, dan ekuitas atau modal perusahaan dalam satu periode.

Struktur Neraca Keuangan:

Aktiva = Kewajiban + Modal

Pada dasarnya, nilai modal pada neraca merupakan jumlah yang tercatat pada laporan perubahan modal. Keseimbangan yang diperoleh dalam neraca berasal dari pendapatan dan biaya yang tercatat pada laporan laba rugi.

Melalui laporan neraca, Anda dapat melihat jumlah kekayaan perusahaan, mulai dari jumlah kas, bank, piutang, dan lainnya. Jika perusahaan memiliki jumlah kas yang cukup untuk memenuhi kebutuhan operasional, berarti perusahaan bisa beroperasi dengan lancar. 

Laporan Neraca umumnya terdiri dari dua jenis, yaitu:

a. Bentuk skontro atau horizontal (account form).

Penyajian harta atau aktiva di sebelah kiri, sedangkan kewajiban dan modal di sebelah kanan. Neraca bentuk skontro sering disebut juga bentuk sebelah-menyebelah.

b. Bentuk stafel atau vertikal (report form).

Neraca disajikan dengan harta atau aktiva di bagian atas dan kewajiban serta modal di bagian bawahnya. Neraca bentuk stafel sering disebut juga bentuk laporan atau vertikal.

Baca Juga : Tips Menyusun Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur

Laporan Laba Rugi  

Laporan Laba Rugi memaparkan komponen pendapatan dan beban perusahaan untuk mengetahui profitabilitas atau kerugian serta nilai investasi yang dihasilkan. Laporan ini berfungsi menyajikan kinerja bisnis yang diperlukan untuk memprediksi kondisi ekonomi internal perusahaan di masa depan serta memprediksi kapasitas perusahaan dalam menghasilkan arus kas dari sumber daya yang ada.

Informasi dalam jenis laporan keuangan laba rugi pada dasarnya terkait penghasilan dan beban yang berujung pada perolehan laba dan rugi pada periode tertentu. Selain itu, terdapat pula jumlah total pajak yang harus dibayar oleh perusahaan.

Beberapa elemen yang terdapat dalam laporan laba rugi antara lain, laba/rugi kotor, laba/rugi operasi, laba/rugi berjalan, laba/rugi sebelum pajak, laba/rugi bersih.

Laporan laba rugi memiliki dua bentuk aktivitas pelaporan, antara lain:

a. Single Step

Dalam laporan laba rugi bentuk single step, semua pendapatan dan keuntungan yang termasuk unsur operasi ditempatkan pada bagian awal laporan laba rugi, diikuti dengan seluruh beban dan kerugian yang termasuk kategori operasi. Pada akhirnya, selisih antara total pendapatan dan keuntungan dan total beban dan kerugian menghasilkan laba operasi.

b. Multiple Step

Laporan multiple step memisahkan transaksi operasi dari transaksi non-operasi serta membandingkan biaya dan beban dengan pendapatan yang berhubungan. Hasil laba operasional akan memperlihatkan perbedaan antara aktivitas biasa dengan yang tidak biasa. 

Laporan Arus Kas 

Laporan arus kas merupakan rincian laporan keuangan yang menunjukkan aliran kas masuk dan kas keluar pada suatu periode akuntansi. Laporan arus kas biasanya meliputi jumlah kas yang diterima seperti investasi tunai dan pendapatan tunai serta jumlah kas yang dikeluarkan perusahaan.

Penyajian laporan berupa informasi penerimaan dan pengeluaran kas digunakan sebagai indikator jumlah arus kas di masa mendatang yang bermanfaat bagi perusahaan, investor, dan kreditor.

Melalui laporan arus kas, Anda dapat menilai kemampuan entitas dalam mendapatkan arus kas, memeriksa transaksi investasi dan pendanaan kas, dan dapat melihat kemampuan perusahaan membayar dividen atau kewajiban. Selain itu, dapat pula memperoleh keterangan atas perbedaan antara jumlah laba bersih dan kas bersih.

Pada dasarnya laporan arus kas memiliki tiga komponen utama, yaitu arus kas dari kegiatan operasi, arus kas dari kegiatan investasi, dan arus kas dari kegiatan pendanaan.

Laporan Perubahan Modal

Laporan perubahan modal memaparkan informasi terkait perubahan modal yang berasal dari berbagai kegiatan pokok operasi perusahaan. Laporan disusun setelah neraca lajur dan laporan laba rugi tersedia, karena sumber data berasal dari laba bersih atau rugi bersih perusahaan. 

Di dalam laporan terdapat data tentang jumlah modal, laba bersih atau rugi bersih, serta perubahan dana pribadi oleh pemilik perusahaan. Pada dasarnya, laporan perubahan modal dibutuhkan untuk mengetahui kondisi modal dan mengetahui dana yang dihasilkan sepanjang periode tertentu.

Melalui laporan perubahan modal, perusahaan mampu memantau modal yang masuk dari beberapa jenis pinjaman yang baru dibuat, atau peminjaman aset yang dilakukan, sehingga perusahaan memiliki referensi menjalankan strategi keuangan, serta acuan untuk mengevaluasi keuangan. 

Rumus laporan perubahan modal:

Jika saldo laba:

Modal Akhir = Modal Awal + (Laba bersih – Prive)

Jika saldo rugi:

Modal Akhir = Modal Awal – (Rugi bersih + Prive)

Seberapa Perlukah Perusahaan Menggunakan Aplikasi Laporan Keuangan?

Karakteristik Laporan Keuangan 

Adapun, terdapat empat karakteristik utama laporan keuangan yang harus dipenuhi, antara lain:

a. Informasi harus bermanfaat dan dipahami.

b. Relevan dengan pengambilan keputusan.

c. Informasi yang disajikan harus dapat dipercaya.

d. Informasi memiliki sifat daya banding.

Komponen Penting dalam Laporan Keuangan

Dalam penyajian laporan keuangan, setiap komponen harus diidentifikasi secara jelas dan menyajikan informasi yang mencakup: 

a. Identitas UKM.

b. Cakupan laporan keuangan, opsinya bisa hanya satu unit usaha atau beberapa unit usaha.

c. Tanggal atau periode pelaporan.

d. Mata uang pelaporan dalam rupiah.

e. Satuan angka yang digunakan dalam penyajian laporan keuangan.

Baca Juga : Contoh Laporan Keuangan Bisnis Kue Sederhana

Keunggulan Laporan Keuangan

Akuntansi berfungsi sebagai penyedia data untuk menyusun laporan keuangan. Data tersebut harus bersifat objektif dan informatif agar fungsinya dapat dipenuhi. 

Berikut keunggulan laporan keuangan yang didasari pada konsep akuntansi :

a. Laporan keuangan mampu memisahkan antara pencatatan keuangan usaha dan kegiatan pribadi pemilik usahanya. 

b. Laporan keuangan mampu mendukung upaya bisnis berjalan secara berkelanjutan.

c. Laporan keuangan bisa difungsikan sebagai dokumentasi pencatatan waktu karena laporan harga bergantung saat itu juga.

d. Kegiatan mencatat, menggolongkan, meningkat, dan menyajikan transaksi perusahaan dalam laporan keuangan digunakan dengan satuan pengukuran uang.

e. Fluktuasi nilai uang dianggap tidak berpengaruhnya terhadap jumlah yang ditunjukkan dalam laporan keuangan.

f. Proses penyajian laporan keuangan dan hasil operasi usaha dibagi berdasarkan periode tertentu dan bisa menjadi alat pembanding.

g. Laporan keuangan bisa menjadi bukti transaksi yang bersifat obyektif dan dapat diuji kebenarannya.

h. Semua fakta hasil usaha diungkap secara terbuka dalam laporan keuangan.

i. Metode laporan keuangan yang dipilih harus digunakan secara konsisten dari periode ke periode. Dengan demikian, laporan keuangan dapat dibandingkan dengan interval waktu tertentu.

Keterbatasan Laporan Keuangan 

Di sisi lain, laporan keuangan juga memiliki keterbatasan menurut prinsip-prinsip akuntansi, yakni sebagai berikut:

a. Laporan keuangan bersifat historis atau kejadian lampau sehingga tidak dapat dianggap sebagai satu-satunya sumber informasi dalam proses pengambilan keputusan.

b. Proses penyusunan laporan keuangan tak luput dari penggunaan taksiran dan berbagai pertimbangan.

c. Akuntansi hanya melaporkan informasi material sehingga fakta tertentu yang tak bersifat material bisa jadi tidak dilaporkan jika tak menimbulkan pengaruh material terhadap kelayakan laporan keuangan.

d. Laporan keuangan lebih menekankan makna ekonomis suatu peristiwa.

e. Laporan keuangan disusun menggunakan istilah yang teknis.

Baca Juga : 7 Kesalahan dalam Membuat Laporan Keuangan

Strategi Menyusun Laporan Keuangan bagi UKM

Pelaku usaha perlu menyusun laporan keuangan sesuai regulasi. Hal itu tercantum dalam Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Nomor 08/Per/M.KUKM/2012 tentang Sistem Akuntansi Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.

Dalam siklus akuntansi, penyusunan awal laporan keuangan dimulai dari proses pencatatan bukti-bukti sah. Bukti itu menjadi data pembukuan yang akan digunakan untuk pencatatan ke dalam buku harian (jurnal) dan buku pembantu. Caranya, dengan menggolongkan data transaksi sesuai nomor kode akun yang telah ditentukan. Selanjutnya, dilakukan pemindahan data pembukuan dari jurnal sesuai nomor akun ke buku besar.

Pada akhir periode pelaporan dilakukan penyusunan jurnal penyesuaian, dan pembuatan jurnal penutupan. Setelah itu, dilakukan penyusunan neraca saldo yang disesuaikan, penyusunan neraca, laporan arus kas, perhitungan realisasi laporan laba rugi, dan laporan perubahan modal.

Secara kronologis urutan siklus akuntansi dipaparkan dalam tahap-tahap sebagai berikut :

Tahap Pencatatan 

a. Pembuatan dan pengumpulan bukti-bukti transaksi.

b. Pencatatan bukti transaksi ke dalam jurnal dan menggolongkan menurut nomor kode akun.

c. Pemindahan dari jurnal ke buku besar.

Tahap Pengikhtisaran 

a. Pembuatan neraca saldo dari akun buku besar.

b. Pembuatan neraca lajur dan melakukan jurnal penyesuaian.

c. Pembuatan jurnal penutup.

d. Penyusunan neraca saldo yang disesuaikan.

Tahap Penyusunan Laporan Keuangan 

a. Penyusunan laporan operasional.

b. Penyusunan neraca.

c. Penyusunan laporan arus kas.

d. Penyusunan laporan perubahan ekuitas.

e. Penyusunan catatan atas laporan keuangan.

Pedoman teknis pelaksanaan tahap-tahap di atas diatur dalam standar operasional prosedur yang dituangkan dalam peraturan manajemen. Intinya, seluruh transaksi yang terkait dengan aset, kewajiban, dan ekuitas harus didukung oleh bukti transaksi yang dicatat ke dalam jurnal, dan buku besar.

4 Metode Analisis Laporan Keuangan yang Dapat Anda Pilih

Hal yang Dihindari dalam Menyusun Laporan Keuangan

Dalam praktiknya, UKM berpotensi mengalami kendala dalam proses penyusunan laporan keuangan hingga membuat kondisi ideal tak terwujud. Sebagai panduan laporan keuangan, berikut hal yang perlu dihindari dalam proses penyusunannya.

a. Laporan keuangan hanya memuat informasi yang memenuhi kriteria materialitas. Maka itu, hindari kelalaian dengan memuat informasi yang salah dan mempengaruhi keputusan ekonomi perusahaan. Kesalahan mencantumkan informasi dapat membuat laporan keuangan menjadi tidak akurat dan relevan. 

b. Laporan keuangan tidak semestinya menyajikan segala informasi yang manfaatnya lebih kecil dari biaya penyusunannya.

c. Pelaku usaha perlu menghindari ketidakseimbangan antara karakteristik kuantitatif dan kualitatif dalam penyusunan laporan keuangan.

Kemudahan Mengelola Laporan Keuangan dengan Jurnal

Pada aplikasi Jurnal, terdapat menu Laporan. Menu ini memungkinkan Anda untuk melihat laporan keuangan perusahaan yang ditampilkan secara spesifik dan akurat. Anda juga dapat mengelola laporan keuangan perusahaan secara lengkap dan mudah. Dengan demikian, Anda dapat lebih fokus dalam mengembangkan bisnis. 

Di dalam menu Laporan terdapat Tab Sekilas Bisnis yang memuat daftar laporan secara lengkap, yakni terdiri dari :

  • Laporan Neraca
  • Laporan Laba Rugi
  • Laporan Arus Kas 
  • Laporan Perubahan Modal
  • Laporan Buku Besar
  • Laporan Ringkasan Rekonsiliasi Bank
  • Laporan Jurnal
  • Laporan Trial Balance
  • Manajemen Anggaran
  • Anggaran Laba Rugi

Fitur Laporan Keuangan pada software Jurnal by Mekari bermanfaat bagi pelaku bisnis yang ingin memonitor keuangan. Terutama untuk memantau indikator dan rasio keuangan bisnis agar sesuai dengan kriteria institusi keuangan sehingga bisa lolos dalam penilaian kredit. 

Untuk membantu perusahaan memenuhi kriteria rasio keuangan perbankan dan memperoleh pinjaman modal dengan lancar, Anda dapat memanfaatkan fitur-fitur dalam menu Laporan, antara lain: Laporan Neraca, Laporan Laba Rugi, Laporan Arus Kas, Laporan Perubahan Modal. Berikut penjelasan secara singkatnya :

Laporan Neraca Jurnal

Laporan neraca menampilkan posisi keuangan Anda yang terdiri dari aset, utang, dan apapun yang sudah diinvestasikan ke perusahaan atau biasa disebut sebagai modal.

Laporan Neraca pada aplikasi Jurnal harus seimbang jika dijumlahkan sebagai berikut: Aset = Utang + Modal. Jadi Total Aktiva harus sama dengan Total Kewajiban dan Modal.

Berikut hal-hal yang bisa Anda lakukan dengan fitur Laporan Neraca :

  • Laporan neraca dapat dilihat berdasarkan periode tertentu sesuai kehendak Anda. Misalnya per tanggal, hari ini, minggu ini, bulan ini, tahun ini, semalam, minggu lalu, bulan lalu, dan tahun lalu. 
  • Anda bisa memantau performa perkembangan bisnis perusahaan dengan melihat persentase perbandingan laporan neraca berdasarkan periode tertentu. Pilihan yang tersedia adalah Mingguan, Bulanan, Triwulan, Semi-Tahunan, dan Tahunan. Anda bahkan bisa mengatur sampai dengan perbandingan lima periode sebelumnya.
  • Dashboard yang tersaji dapat dilihat secara real time.
  • Laporan Neraca menghasilkan laporan keuangan hanya dalam satu klik. 
  • Pengguna dapat melakukan ekspor laporan neraca dan memilih format file yang diinginkan. Format yang tersedia dalam bentuk PDF, Excel, dan CSV. 

Laporan Laba Rugi Jurnal

Menu Laporan laba-rugi pada Jurnal menampilkan pergerakan usaha, sehingga Anda dapat mengetahui jumlah total pendapatan, dan pengeluaran baik harga pokok penjualan maupun biaya operasional. Selain itu, Anda juga dapat melihat laba kotor dan laba/rugi bersih dari hasil usaha Anda.

Berikut hal-hal yang bisa Anda lakukan dengan fitur Laporan Laba Rugi :

  • Anda bisa melihat laporan laba rugi berdasarkan periode tertentu.
  • Saat menampilkan laporan laba rugi, Anda dapat memfilter tanggal mulai dan tanggal selesai sendiri secara custom. Misalnya periode mingguan, bulanan, triwulanan, tahunan, bulan lalu, dan tahun lalu.
  • Anda bisa memantau performa perkembangan bisnis dengan melihat persentase perbandingan laporan laba rugi berdasarkan periode tertentu. Misalnya, jika Anda ingin melihat laporan laba rugi dengan perbandingan per bulan dalam 1 tahun berjalan. Anda bisa melihat perbandingan laba rugi per bulan beserta persentasenya secara lengkap.
  • Anda dapat menampilkan perbandingan laporan laba rugi sampai dengan 11 periode sebelumnya. Untuk memudahkan pengguna, fitur laporan laba rugi pada Jurnal juga mengurutkan periodenya dengan dua pilihan, dari awal ke akhir atau dari akhir ke awal.
  • Untuk pengguna aplikasi Jurnal Pro dan Enterprise, filter grup berdasarkan tag berfungsi untuk menampilkan laporan laba-rugi per proyek, per salesman, atau per departemen.
  • Anda bisa menampilkan perbandingan laba rugi sampai dengan maksimal 5 tag.
  • Anda dapat melakukan ekspor laporan neraca dan memilih format file yang diinginkan. Format yang tersedia dalam bentuk PDF, Excel, dan CSV. 
  • Anda bahkan dapat melakukan custom template laporan laba rugi perusahaan. Hal itu memudahkan perusahaan untuk melakukan analisa manajemen keuangan, terutama ketika ingin memonitor rasio keuangan yang sesuai kriteria penilaian kredit lembaga keuangan.

Laporan Arus Kas Jurnal

Laporan arus kas pada aplikasi Jurnal berfungsi untuk mengukur kas yang telah dihasilkan atau digunakan oleh suatu perusahaan dan menunjukkan detail pergerakannya dalam suatu periode.

Pada laporan ini juga, transaksi yang mempengaruhi pergerakan Akun Kas/Bank dikelompokkan berdasarkan aktivitas Operasi, Investasi, dan Pendanaan.

Untuk perhitungan kelompok aktivitas Investasi dan Pendanaan pada kedua metode tidak jauh berbeda. Perbedaan hanya terlihat pada perhitungan kelompok transaksi pada aktivitas Operasi, namun akan tetap menghasilkan arus kas dari aktivitas Operasi yang sama.

Pada Jurnal, laporan arus kas tersedia dalam 2 metode, yaitu :

a. Metode Langsung (Direct Method)

Metode langsung di aplikasi Jurnal ini memiliki sumber transaksi pada kelompok aktivitas Operasi, Pendanaan dan Investasi yang berasal dari transaksi yang memiliki pengaruh langsung terhadap akun kas/bank.

Transaksi tersebut seperti penerimaan pembayaran dari pelanggan, pembelian secara tunai atas persediaan atau perlengkapan yang umurnya diperkirakan kurang dari setahun, pembayaran ke supplier, pembayaran hutang lancar lain, penerimaan pendapatan lain, pengeluaran untuk biaya perusahaan, pembelian/penjualan aset, pinjaman dan modal.

b. Metode Tidak Langsung

Pada metode ini,  penentuan arus kas dari kelompok aktivitas operasional dilakukan dengan menyesuaikan nilai laba/rugi bersih yang telah tersaji dalam laporan laba rugi.

Perhitungan akan dimulai dari nilai laba/rugi bersih dikurangi dengan nilai piutang, aset lancar lain dan persediaan, kemudian ditambahkan dengan nilai penyusutan dari aset tetap, hutang usaha dan hutang jangka pendek lainnya.

Laporan Perubahan Modal Jurnal

Laporan perubahan modal didapatkan di paket Pro dan Enterprise pada Jurnal yang menampilkan adanya perubahan atau pergerakan pada modal atau ekuitas yang terjadi dalam periode tertentu.

Jurnal merupakan software akuntansi online yang memberikan solusi panduan laporan keuangan, pembukuan dan pengelolaan bisnis. Jurnal juga mampu membantu Anda menyederhanakan proses pembuatan laporan keuangan. Dengan sistem cloud computing, Jurnal membantu Anda memonitor kondisi keuangan di manapun secara realtime

Jurnal by Mekari merupakan pilihan tepat bagi Anda yang membutuhkan bantuan pengelolaan keuangan dengan dilengkapi berbagai fitur pendukung bisnis yang mampu mendorong perkembangan usaha Anda. 

Cari tahu selengkapnya mengenai produk software akuntansi online di website Jurnal. Cukup ketuk banner di bawah ini untuk mendapatkan promo kesempatan meraih diskon 20% dengan free trial 14 days dan 2x training (Minimal subscribe 6 bulan).

Banner Blog


PUBLISHED24 Jul 2020
Lavinda
Lavinda

SHARE THIS ARTICLE: