Perbedaan Laporan Arus Kas Metode Langsung & Tidak Langsung

Apa perbedaan laporan arus kas metode langsung dan tidak langsung? Temukan jawabannya dengan membaca penjelasannya di Blog Mekari Jurnal. 

Membaca tulisan ini Anda akan memahami dan bisa menjawab pertanyaan seperti: “Dasar penyusunan laporan arus kas dengan metode langsung dan tidak langsung adalah?”

Laporan arus kas atau juga biasa disebut sebagai cash flow statement adalah laporan yang berfunsi untuk melacak pemasukan dan pengeluaran dari seluruh kegiatan operasi, transaksi investasi, transaksi pembiayaan/pendanaan, maupun kenaikan atau penurunan bersih dalam kas suatu perusahaan selama periode tertentu.

Jenis laporan keuangan yang satu ini tidak hanya penting diketahui oleh seorang akuntan, tetapi juga Anda sebagai pemilik bisnis.

software akuntansi

Pengertian Laporan Arus Kas Metode Langsung dan Tidak Langsung

Dalam penyusunan laporan arus kas terdapat 2 metode yaitu, metode langsung dan tidak langsung.

Laporan arus kas metode langsung adalah metode pembuatan laporan arus kas di mana informasi arus kas aktual (basis kas) – alih-alih informasi akrual (accrual basis)– dari komponen arus kas dari aktivitas operasional perusahaan digunakan.

Laporan keuangan arus kas yang disajikan dengan menggunakan metode langsung mudah dibaca karena laporannya mencantumkan semua penerimaan dan pembayaran kas kepada objek tertentu selama periode berjalan.

Dengan kata lain, laporan ini mencantumkan dari dan kepada siapa arus kas masuk dan keluar berasal.

Sebenarnya, apa perbedaan laporan arus kas metode langsung dan tidak langsung?

Laporan arus kas metode tidak langsung menghitung pergerakan arus kas dari aktivitas operasional dengan menggunakan informasi akuntansi akrual dan selalu dimulai dengan nilai laba bersih.

Laba bersih kemudian disesuaikan dari perubahan dalam akun aset dan kewajiban di laporan neraca.

Perbedaan tersebut yang akan menambah atau mengurangi nilai laba bersih untuk mendapatkan nilai arus kas dari aktivitas operasional.

Sedangkan untuk metode langsung, satu-satunya bagian dari yang terlihat berbeda dalam penyajiannya adalah pada bagian arus kas dari aktivitas operasional.

Metode langsung hanya mencantumkan total penerimaan kas dan pembayaran yang dilakukan selama periode operasional berjalan.

Perbedaan Laporan Arus Kas Metode Langsung dan Tidak Langsung

Untuk memahami perbedaan tersebut, berikut ini akan kita jelaskan perbedaan kedua metode tersebut.

Penyusunan Laporan Arus Kas

Apa perbedaan laporan arus kas metode langsung dan tidak langsung? Temukan jawabannya dengan baca tulisan di blog Jurnal By Mekari disini.

Perbedaan pertama dari laporan arus langsung dan tidak langsung dapat dilihat dari cara penyusunannya.

Pada metode langsung, penyusunannya dilakukan berdasarkan pada buku kas/bank.

Untuk menggunakan metode ini, Anda harus melaporkan kelompok-kelompok penerimaan dan pengeluaran kas dari kegiatan operasional perusahaan.

Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan investasi dan pembiayaan.

Sedangkan pada metode tidak langsung, penyusunannya dilakukan berdasarkan laporan laba-rugi dan neraca.

Dengan metode ini, laba rugi bersih harus disesuaikan dengan cara mengoreksi pengaruh dari transaksi bukan kas, penangguhan atau akrual dari penerimaan atau pembayaran kas untuk kegiatan operasional di masa lalu dan masa depan, serta unsur penghasilan atau beban yang berkaitan dengan arus kas investasi atau penerimaan.

Baca Juga : Laporan Cash Flow, Metode, Contoh, dan Cara Membuatnya

Unsur dan Komponen Penyusun

Berikut daftar jenis penerimaan kas dan pembayaran yang paling umum digunakan dalam format laporan arus kas metode langsung:

  • Penerimaan Kas dari Pelanggan
  • Pembayaran/Pembelian kepada Pemasok
  • Pembayaran kepada Karyawan (Gaji Karyawan)
  • Pembayaran bunga dan pajak
  • Pembayaran Kas dari Pembelian Aset Tetap
  • Penerimaan Kas dari Penerbitan Saham
  • Dan lainnya

Seperti yang Anda lihat, daftar pembayaran dan penerimaan tersebut memberi pengguna laporan keuangan cukup informasi mengenai dari mana saja sumber penerimaan dan kepada siapa pembayaran dilakukan.

Ini adalah salah satu keunggulan utama dari metode langsung dibandingkan dengan metode tidak langsung.

Investor, kreditor, dan manajemen dapat benar-benar melihat dari mana perusahaan mengumpulkan dana dan kepada siapa perusahaan itu membayar dana.

Sayangnya, metode tidak langsung tidak mencantumkan detail informasi tersebut.

Sedangkan komponen yang terdapat pada format arus kas tidak langsung adalah:

  • Beban Depresiasi dan Amortisasi
  • Untung/ Rugi atas Pelepasan Aset Tetap
  • Piutang Usaha
  • Beban Dibayar di muka
  • Persediaan
  • Utang Usaha
  • Utang Pajak Penghasilan.

Keunggulan Metode Langsung dan Tidak Langsung

Metode langsung memiliki keunggulan dalam hal melaporkan sumber dan penggunaan kas yang ada pada laporan kas.

Dimana, metode ini menggolongkan berbagai kategori utama dari kegiatan operasional.

Meski data yang dibutuhkan seringkali tidak mudah didapat, dan biaya pengumpulannya terbilang mahal, metode ini lebih mudah dimengerti dan dapat memberikan informasi yang lebih banyak, sehingga dapat memudahkan pengusaha dalam mengambil keputusan.

Masalah dari penggunaan laporan metode langsung adalah pembuatannya yang sulit dan cukup memakan waktu.

Tidak semua perusahaan ataupun bisnis mencatat dan menyimpan setiap informasi transaksi dari pelanggan dan kepada pemasok secara mendetail.

Peristiwa bisnis biasa dicatat di laporan laba rugi dan neraca seperti jumlah penjualan, persediaan, aset, dan inventaris lainnya.

Sangat melelahkan bagi sebagian besar perusahaan untuk mengumpulkan dan mengkompilasi detail informasi tersebut dengan metode ini.

Sementara itu, metode tidak langsung lebih memusatkan pada perbedaan laba bersih dan arus kas dari aktivitas operasi, sehingga dapat menunjukkan hubungan antara laporan laba-rugi, neraca, dan arus kas.

Membuat laporan dengan metode ini dianggap lebih mudah, karena data yang diperlukan dapat tersedia dengan mudah, dan biaya yang dikeluarkan lebih mudah dibanding metode langsung.

Tingkat kesulitan dan waktu yang diperlukan untuk mencatat semua jenis pengeluaran dan penerimaan kas menjadikan laporan arus kas metode tidak langsung sebagai metode yang lebih disukai dan lebih umum digunakan.

Karena sekarang ini banyak perusahaan menggunakan metode akuntansi akrual untuk menyiapkan laporan keuangannya.

Perusahaan yang mempraktikkan akuntansi akrual biasanya tidak mengumpulkan dan menyimpan informasi transaksi tiap pelanggan atau pemasok.

Walau kedua metode tersebut memiliki keuntungan yang berbeda satu sama lain, pastinya Anda harus memilih metode yang sesuai dengan kebutuhan.

Namun, jika mengalami kendala atau kesulitan dalam menerapkan kedua metode tersebut, Anda bisa menggunakan bantuan software akuntansi online agar penerapannya bisa lebih mudah.

Salah satu software aplikasi online yang bisa diandalkan adalah Mekari Jurnal.

Software ini memiliki beberapa fitur yang mampu mengelola dan mengawasi perkembangan keuangan perusahaan.

Jurnal membantu para pengusaha melalui berbagai fitur andal seperti dashboard ringkasan bisnis ( gambar diatas ), laporan keuangan lengkap, mulai dari laporan, neraca, arus kas, laba-rugi, perubahan modal, hingga laporan stok barang dan aset perusahaan.

Jika Anda tertarik, Anda bisa coba sendiri dengan klik tombol dibawah ini.

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Konsultasi dengan Sales Jurnal Sekarang!

Contoh Laporan Arus Kas Metode Langsung dan Tidak Langsung

Berikut ini adalah contoh laporan keuangan tersebut yang bisa Anda gunakan pada bisnis Anda.

Metode Langsung atau Direct Method

Contoh Laporan Arus Kas Metode Langsung Di Aplikasi Jurnal By Mekari

Metode Tidak Langsung atau Indirect Method

Contoh Laporan Arus Kas Metode Tidak Langsung Di Aplikasi Jurnal By Mekari.

Kesimpulan

Perbedaan metode langsung dan tidak langsung dalam penyusunan laporan arus kas tidak terlalu signifikan.

Pemilihan metode ini hanya mempengaruhi bagian dari kegiatan operasional perusahaan.

Sedangkan bagian dari kegiatan investasi dan pembiayaan akan tetap sama.

Untuk memahami penjelasan, perbedaan dan cara membuat laporan arus kas lebih komprehensif, sekarang waktunya bagi Anda untuk mendaftar kursus online GRATIS di Mekari University.

Melalui pelatihan-pelatihan dan kelas-kelas online yang tersedia di Mekari University, Anda akan memperoleh wawasan lebih luas terkait topik pengelolaan arus kas, pelaporan keuangan yang ideal, manajemen akuntansi, administrasi HR, dan strategi pengelolaan pajak korporasi.

Setelah mengikuti pelatihan online, Anda akan mengetahui bahwa arus kas merupakan arus masuk dan keluarnya sejumlah kas, ataupun setara kas.

Nah, diatas adalah perbedaan laporan arus kas metode langsung dan tidak langsung.

Setelah mengetahui perbedaan antara metode langsung dan tidak langsung, mana metode yang ingin Anda gunakan?

Tentu Setelah membaca tulisan ini Anda lebih memahami dan bisa menjawab pertanyaan terkait topik ini seperti: “Dasar penyusunan laporan arus kas dengan metode langsung dan tidak langsung adalah?”

Semoga informasi tentang kas dalam akuntansi bisnis ini bisa berguna untuk Anda yang memerlukannya.

Kategori : Akuntansi

Kembangkan bisnis Anda dengan Mekari Jurnal sekarang

https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-invite-to-office.svg

Coba Gratis

Akses seluruh fitur Mekari Jurnal selama 14 hari tanpa biaya apapun

Coba Gratis 14 hari
https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-demo-interaktif.svg

Jadwalkan Demo

Jadwalkan sesi demo dan konsultasikan kebutuhan Anda langsung dengan sales kami

Jadwalkan Demo