Mekari Jurnal
Daftar Isi

Contoh Laporan Keuangan UMKM Sesuai SAK EMKM

Tayang 23 May 2023
Diperbarui 24 Oktober 2023

Contoh laporan keuangan UMKM yang sesuai SAK EMKM di Indonesia adalah sebagai berikut! Simak dengan baik ya di Blog Mekari Jurnal!

Berkembangnya teori akuntansi memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan standar-standar akuntansi yang berlaku di tiap negara.

Baik standar dari GAAP (Generally Accepted Accounting Principles) dan IFRS (International Financial Reporting Standard) yang selalu berubah seiring berjalannya waktu.

Kini di Indonesia terdapat standar pelaporan keuangan khusus UKM atau UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) yang bisa dijadikan contoh.

Peraturan atau standar tersebut dinamakan SAK EMKM (Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil Menengah).

Sebagai informasi, SAK EMKM merupakan standar yang dibuat dan disahkan langsung oleh Dewan IAI (Ikatan Akuntan Indonesia).

Alasan dibuatnya SAK EMKM ini adalah dikarenakan banyak pelaku usaha EMKM atau UMKM yang belum mengetahui bagaimana cara membuat laporan keuangan secara lengkap, mendetail dan komprehensif.

Sedangkan laporan keuangan merupakan instrumen yang penting bagi kegiatan bisnis dalam melaporkan segala transaksi dari seluruh aktivitas bisnis UMKM.

Pada dasarnya, laporan keuangan menurut SAK EMKM dibuat berdasarkan asumsi dasar akrual dan kelangsungan usaha seperti entitas bisnis umumnya.

Syarat penyajiannya juga harus bersifat relevan, lengkap, bisa dipahami, dan komparatif.

Apa Itu SAK EMKM?

Contoh laporan keuangan UMKM yang sesuai SAK EMKM adalah berikut seperti yang akan diulas oleh blog Jurnal By Mekari disini.

AK EMKM adalah singkatan dari Sistem Akuntansi Keuangan untuk Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah.

SAK EMKM adalah standar akuntansi keuangan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah dalam menyusun laporan keuangan.

Standar ini dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) pada tahun 2015 dan menggantikan SAK ETAP (Sistem Akuntansi Keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntansi Penuh) yang sebelumnya berlaku.

SAK EMKM menyediakan kerangka acuan yang jelas dan terstandarisasi dalam menyusun Contoh Laporan Keuangan UMKM Sesuai SAK EMKM, sehingga memudahkan para pelaku UMKM untuk mengelola keuangan mereka dan memenuhi kebutuhan informasi keuangan bagi pengguna laporan keuangan seperti bank, investor, atau pihak-pihak yang berkepentingan lainnya.

SAK EMKM juga memperhatikan karakteristik usaha mikro, kecil, dan menengah yang berbeda dengan usaha besar, sehingga penyusunan laporan keuangan menjadi lebih sederhana dan efisien.

Beberapa karakteristik SAK EMKM antara lain:

  • Memperhatikan ukuran dan kompleksitas entitas mikro, kecil, dan menengah.
  • Memperhatikan karakteristik entitas mikro, kecil, dan menengah, seperti sumber daya manusia, sistem pengendalian internal, dan sumber dana.
  • Memperhatikan pengguna laporan keuangan UMKM yang lebih sederhana.
  • Menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan sesuai dengan kebiasaan bisnis di Indonesia.

Dalam implementasi SAK EMKM, para pelaku UMKM harus memahami konsep-konsep akuntansi dasar, seperti aset, hutang, modal, pendapatan, dan biaya.

Selain itu, mereka juga perlu mengikuti pedoman yang terdapat dalam SAK EMKM agar laporan keuangan yang disusun dapat memenuhi standar akuntansi yang berlaku dan memberikan informasi yang akurat dan relevan bagi pengguna laporan keuangan.

Contoh Laporan Keuangan UMKM Yang Sesuai dengan SAK EMKM

Sesuai dengan peraturan SAK EMKM, minimal UMKM harus membuat tiga jenis laporan keuangan berikut ini:

Laporan Posisi Keuangan 

Laporan posisi keuangan adalah laporan keuangan yang meringkas total aset bisnis (aset lancar, tidak lancar dan tidak berwujud).

Pada sisi liabilitas terdapat akun kewajiban (utang usaha dan utang bank), dan ekuitas (modal saham dan laba ditahan).

Laporan posisi keuangan pada UMKM sama dengan entitas bisnis pada umumnya dibuat dan diterbitkan di tiap akhir periode akuntansi.

Sederhananya, laporan ini memberikan gambaran menyeluruh terkait informasi keuangan perusahaan.

Informasi tersebut termasuk sumber daya ekonomi yang dimiliki perusahaan, utang-utang, dan sumber pembiayaan (modal) untuk mendapatkan sumber daya ekonomi tersebut.

Fungsi utama dari penggunaan laporan posisi keuangan yaitu untuk mengidentifikasi tren ekonomi berjalan dan membuat keputusan keuangan yang lebih tepat.

Data dan informasi dari laporan keuangan juga sering dipakai oleh kreditur dan investor untuk menentukan kelayakan investasi dan pemberian kredit terhadap bisnis Anda.

Berikut contoh laporan posisi keuangan UMKM sesuai dengan SAK EMKM di Indonesia:

Contoh Laporan Keuangan UMKM Yang Sesuai dengan SAK EMKM

Laporan Laba Rugi 

Laporan laba rugi UMKM merinci akun pendapatan, beban keuangan, dan beban pajak.

Dengan laporan ini, Anda bisa melihat apakah bisnis mencetak laba atau rugi dalam periode tertentu.

Periode pelaporan biasanya ditentukan per bulan, per kuartal, atau tahunan.

Laporan laba rugi dibutuhkan oleh pemangku kepentingan internal (tim manajemen dan dewan direksi) dan pemangku kepentingan eksternal (investor dan kreditur).

Mereka menggunakannya untuk mengevaluasi profitabilitas bisnis dan membantu menilai tingkat risiko keuangan bisnis.

Selain rasio profitabilitas, laporan laba rugi juga dijadikan acuan untuk melihat rasio keuangan lainnya seperti rasio solvabilitas, rasio rentabilitas, dan lainnya.

Berikut contoh dari laporan Keuangan laba rugi UMKM sesuai SAK EMKM:

Laporan Perubahan Modal 

Laporan perubahan modal menyediakan informasi seberapa besar perubahan modal yang telah terjadi.

Untuk membuat laporan perubahan modal, Anda harus membuat laporan laba rugi terlebih dahulu.

Data yang dibutuhkan dalam membuat laporan perubahan modal seperti prive (pengambilan dana pribadi pemilik), modal awal, serta jumlah laba/rugi yang terjadi pada periode berjalan.

Berikut ini contoh laporan perubahan modal yang dapat diterapkan untuk bisnis UKM:

UKM MAWAR

Laporan Perubahan Modal

Periode 31 Desember 2018

Modal (Awal) per 31 Des 2017                                          250.000.000

Penambahan Modal

Laba Bersih                                                                           185.000.000

Prive                                                                                     ( 10.000.000 )

Total                                                                                        175.000.000

Modal (Akhir) per 31 Des 2018                                         425.000.000

Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) UMKM Di Indonesia

Sesuai dengan SAK EMKM, CALK atau catatan atas laporan keuangan UMKM harus memuat informasi berikut:

  1. Sebuah pernyataan bahwa laporan keuangan telah disusun sesuai dengan ED SAK EMKM.
  2. Ikhtisar kebijakan akuntansi.
  3. Informasi tambahan dan rincian akun tertentu yang menjelaskan transaksi penting dan material sehingga bermanfaat bagi pengguna untuk memahami laporan keuangan.

Berikut contoh catatan atas laporan keuangan UMKM berdasarkan SAK EMKM di Indonesia:

PT Enggan Mundur

Catatan Atas Laporan Keuangan

Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember 2021 dan 2022

UMUM Entitas didirikan di Jakarta berdasarkan akta Nomor 07 tanggal 1 Januari 2022 yang dibuat dihadapan Notaris, S.H., notaris di Jakarta dan mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No.08 2016 tanggal 31 Januari 2016. Entitas bergerak dalam bidang usaha manufaktur. Entitas memenuhi kriteria sebagai entitas mikro, kecil, dan menengah sesuai UU Nomor 20 Tahun 2008. Entitas berdomisili di Jalan Suprapto, Jakarta Utara.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING– Pernyataan Kepatuhan

Laporan keuangan disusun menggunakan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

– Dasar Penyusunan

Dasar penyusunan laporan keuangan adalah biaya historis dan menggunakan asumsi dasar akrual. Mata uang penyajian yang digunakan untuk penyusunan laporan keuangan keuangan UMKM ini adalah Rupiah.

– Piutang usaha

Piutang usaha disajikan sebesar jumlah tagihan.

– Persediaan

Biaya persediaan bahan baku meliputi biaya pembelian dan biaya angkut pembelian. Biaya konversi meliputi biaya tenaga kerja langsung dan overhead. Overhead tetap dialokasikan ke biaya konversi berdasarkan kapasitas produksi normal. Overhead variabel dialokasikan pada unit produksi berdasarkan penggunaan aktual fasilitas produksi. Entitas menggunakan rumus biaya persediaan rata-rata.

– Aset Tetap

Aset tetap dicatat sebesar biaya perolehannya jika aset tersebut dimiliki secara hukum oleh entitas. Aset tetap disusutkan menggunakan metode garis lurus tanpa nilai residu.

– Pengakuan Pendapatan dan Beban

Pendapatan penjualan diakui ketika tagihan diterbitkan atau pengiriman dilakukan kepada pelanggan. Beban diakui saat terjadi.

– Pajak Penghasilan

Pajak penghasilan mengikuti ketentuan perpajakan yang berlaku di Indonesia.

3. KAS

Kas-Rupiah

  • GIRO

PT Bank Maju – Rupiah

  • DEPOSITO

PT Bank Maju – Rupiah

Suku Bunga Deposito – Rupiah

  • PIUTANG USAHA

Toko Plain

Toko Plain

Jumlah

  • BEBAN DIBAYAR DI MUKA

Sewa

Asuransi

Lisensi dan perizinan

Jumlah

  • UTANG BANK

Pada tanggal 4 Maret 2018, Entitas memperoleh pinjaman Kredit Modal Kerja (KMK) dari PT Bank ABC dengan maksimum kredit Rp xxx, suku bunga efektif 11% per tahun dengan jatuh tempo berakhir tanggal 19 April 20X8. Pinjaman dijamin dengan persediaan dan sebidang tanah milik entitas.

  • SALDO LABA

Saldo laba merupakan akumulasi selisih penghasilan dan beban, setelah dikurangkan dengan distribusi kepada pemilik.

  • PENDAPATAN PENJUALAN

Penjualan

Retur penjualan

Jumlah

  • BEBAN LAIN-LAIN

Bunga pinjaman

Lain-lain

Jumlah

  • BEBAN PAJAK PENGHASILAN

Pajak penghasilan

2017

Rp2.000

Rp1.000

Rp500

4,5 %

Rp1.500

Rp1.000

Rp2.500

Rp2.300

Rp1.700

Rp3.000

Rp7.000

Rp29.000

Rp45.500

Rp500

Rp 45.000

Rp 10.000

Rp 1.000

2018

Rp3.000

Rp1.500

Rp600

5 %

Rp500

Rp1.500

Rp2.000

Rp2.000

Rp700

Rp3.300

Rp6.000

Rp37.500

Rp57.000

Rp7.000

Rp 50.000

Rp 10.000

Rp 1.500

 

Kesimpulan

Dengan mematuhi persyaratan SAK EMKM untuk membuat laporan keuangan, diharapkan bisnis UMKM di Indonesia semakin maju.

Untuk mempermudah bisnis Anda dalam membuat laporan keuangan, pilih aplikasi akuntansi UKM yang memiliki fitur laporan keuangan yang lengkap.

Mekari Jurnal merupakan salah satu aplikasi yang sangat cocok digunakan untuk pengusaha UKM dalam mengelola keuangan usahanya.

Dengan aplikasi Jurnal, proses pencatatan transaksi dan pembuatan laporan keuangan diproses secara otomatis dan real-time.

Anda juga bisa mendapatkan data mengenai analisis laporan keuangan lewat fitur ringkasan bisnis dari software akuntansi untuk UKM dan bisnis lainnya dengan Jurnal.

Coba Mekari Jurnal sekarang dan dapatkan free trial dengan menekan tombol di bawah ini!

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Anda juga bisa mendapatkan data mengenai Analisis Laporan Keuangan lewat fitur Ringkasan Bisnis dari Mekari Jurnal.

Nah, itulah penjelasan tentang contoh laporan keuangan UMKM yang sesuai SAK EMKM di Indonesia.

Semoga informasi ini bisa berguna, dan jangan lupa untuk membagikan artikel Mekari Jurnal ini di sosial media.

Kelola Keuangan Bisnis Lebih Optimal dengan Integrasi Manajemen Supply Chain!

 

Akses e-Book dengan gratis!

 

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal
Kelola Keuangan Bisnis Lebih Optimal dengan Integrasi Manajemen Supply Chain!

 

Akses e-Book dengan gratis!

 

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal