Berkembangnya Teori Akuntansi juga berpengaruh positif terhadap berkembangnya standar-standar akuntansi yang berlaku di tiap negara secara dinamis. Baik standar dari GAAP (Generally Accepted Accounting Principles) dan IFRS (International Financial Reporting Standard) selalu berubah seiring berjalannya waktu. Kini di Indonesia, terdapat standar pelaporan keuangan khusus UKM atau UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) yang bisa dijadikan contoh. Peraturan atau standar tersebut dinamakan SAK EMKM (Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil Menengah).

Sebagai informasi, SAK EMKM merupakan standar yang dibuat dan disahkan langsung oleh Dewan IAI (Ikatan Akuntan Indonesia). Alasan dibuatnya SAK EMKM ini adalah dikarenakan banyak pelaku usaha EMKM atau UMKM yang belum mengetahui cara membuat Laporan Keuangan secara lengkap, mendetail dan komprehensif. Sedangkan Laporan Keuangan merupakan instrumen yang penting bagi kegiatan bisnis dalam melaporkan segala transaksi dari seluruh aktivitas bisnis UMKM.

Pada dasarnya, Laporan Keuangan menurut SAK EMKM dibuat berdasarkan asumsi dasar akrual dan kelangsungan usaha seperti entitas bisnis umumnya. Syarat penyajian Laporan Keuangan UMKM harus bersifat relevan, lengkap, bisa dipahami, dan komparatif. Sesuai dengan peraturan SAK EMKM, minimal UMKM harus membuat tiga jenis laporan keuangan berikut ini:

Laporan Posisi Keuangan

Laporan Posisi Keuangan adalah Laporan Keuangan yang meringkas total aset bisnis (aset lancar, tidak lancar dan tidak berwujud). Kemudian  pada sisi Liabilitas terdapat akun kewajiban (utang usaha dan utang bank), dan ekuitas (modal saham dan laba ditahan). Laporan Posisi Keuangan pada UMKM sama dengan entitas bisnis pada umumnya dibuat dan diterbitkan di tiap akhir periode akuntansi. Sederhananya, Laporan Posisi Keuangan memberikan gambaran menyeluruh terkait informasi keuangan perusahaan. Informasi tersebut termasuk mengenai sumber daya ekonomi yang dimiliki perusahaan, utang-utang, dan sumber pembiayaan (modal) untuk mendapatkan sumber daya ekonomi tersebut.

Fungsi utama dari penggunaan Laporan Posisi Keuangan adalah untuk mengidentifikasi tren ekonomi berjalan dan membuat keputusan keuangan yang lebih tepat. Data dan informasi dari Laporan Keuangan juga sering dipakai oleh kreditur dan investor untuk menentukan kelayakan investasi dan pemberian kredit terhadap bisnis Anda. Berikut contoh Laporan Posisi Keuangan UMKM:

PT Enggan Mundur

Laporan Posisi Keuangan

31 Desember 2017 dan 2018

(Dalam Ribu Rupiah)

ASET

Kas dan setara kas

Kas

Giro

Deposito

Jumlah kas dan setara kas

Piutang Usaha

Persediaan

Beban Dibayar Di Muka

Aset Tetap

  Akumulasi Penyusutan

Catatan

3

4

5

6

7

2017

Rp2.000

Rp1.000

Rp500

Rp3.500

Rp2.500

Rp10.000

Rp7.000

Rp100.000

(Rp5.000)

2018

Rp3.000

Rp1.500

Rp600

Rp5.100

Rp2.000

Rp11.000

Rp6.000

Rp95.000

(Rp5.000)

JUMLAH ASET Rp114.500 Rp114.100
LIABILITAS

Utang Usaha

Utang Bank

8 Rp20.000

Rp15.500

Rp15.000

Rp15.600

JUMLAH LIABILITAS Rp35.500 Rp30.600
EKUITAS

Modal

Saldo Laba (Rugi)

9 Rp50.000

Rp29.000

Rp46.000

Rp37.500

JUMLAH EKUITAS Rp79.000 Rp83.500
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS Rp114.500 Rp114.100

Laporan Laba Rugi

Laporan Laba Rugi UMKM merinci akun pendapatan, beban keuangan, dan beban pajak. Secara ringkas, Laporan Laba Rugi merangkum total pendapatan dan pengeluaran yang dikeluarkan oleh bisnis. Dengan Laporan Laba Rugi, Anda bisa melihat apakah bisnis mencetak laba atau rugi dalam periode tertentu. Periode Laporan Laba Rugi biasanya ditentukan per bulan, kuartalan, atau tahunan.

Laporan Laba Rugi dibutuhkan oleh pemangku kepentingan internal (tim manajemen dan dewan direksi) dan pemangku kepentingan eksternal (investor dan kreditur). Mereka menggunakan Laporan Laba Rugi untuk mengevaluasi profitabilitas bisnis dan membantu menilai tingkat risiko keuangan bisnis. Selain rasio profitabilitas, Laporan Laba Rugi juga dijadikan acuan untuk melihat rasio keuangan lainnya seperti rasio solvabilitas, rentabilitas, dan lainnya. Berikut contoh dari Laporan Laba Rugi UMKM:

PT Enggan Mundur

Laporan Laba Rugi

Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember 2017 dan 2018

(Dalam Ribu Rupiah)

Pendapatan

Pendapatan Usaha

Pendapatan Lain-Lain

Catatan

10

2017

Rp45.000

Rp5.000

2018

Rp50.000

Rp7.000

JUMLAH PENDAPATAN Rp50.000 Rp57.000
BEBAN

Beban Usaha

Beban Lain-Lain

11 Rp10.000

Rp10.000

Rp8.000

Rp10.000

JUMLAH BEBAN Rp20.000 Rp18.000
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN Rp30.000 Rp39.000
Beban Pajak Penghasilan 12 Rp1.000 Rp1.500
LABA (RUGI) SETELAH PAJAK PENGHASILAN Rp29.000 Rp37.500

 

Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK)

Sesuai dengan SAK EMKM, CALK UMKM harus memuat informasi berikut:

  1. Sebuah pernyataan bahwa laporan keuangan telah disusun sesuai dengan ED SAK EMKM.
  2. Ikhtisar kebijakan akuntansi.
  3. Informasi tambahan dan rincian akun tertentu yang menjelaskan transaksi penting dan material sehingga bermanfaat bagi pengguna untuk memahami laporan keuangan.

Informasi tambahan dari setiap akun di Laporan Keuangan dirujuk-silang ke CALK sehingga mempermudah dan memperjelas pengguna dalam memahami Laporan Keuangan UMKM. Berikut contoh CALK UMKM:

PT Enggan Mundur

Catatan Atas Laporan Keuangan

Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember 2017 dan 2018

UMUM

Entitas didirikan di Jakarta berdasarkan akta Nomor 07 tanggal 1 Januari 2017 yang dibuat dihadapan Notaris, S.H., notaris di Jakarta dan mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No.08 2016 tanggal 31 Januari 2016. Entitas bergerak dalam bidang usaha manufaktur. Entitas memenuhi kriteria sebagai entitas mikro, kecil, dan menengah sesuai UU Nomor 20 Tahun 2008. Entitas berdomisili di Jalan Suprapto, Jakarta Utara.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING

– Pernyataan Kepatuhan

Laporan keuangan disusun menggunakan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah.

– Dasar Penyusunan

Dasar penyusunan laporan keuangan adalah biaya historis dan menggunakan asumsi dasar akrual. Mata uang penyajian yang digunakan untuk penyusunan laporan keuangan adalah Rupiah.

– Piutang usaha

Piutang usaha disajikan sebesar jumlah tagihan.

– Persediaan

Biaya persediaan bahan baku meliputi biaya pembelian dan biaya angkut pembelian. Biaya konversi meliputi biaya tenaga kerja langsung dan overhead. Overhead tetap dialokasikan ke biaya konversi berdasarkan kapasitas produksi normal. Overhead variabel dialokasikan pada unit produksi berdasarkan penggunaan aktual fasilitas produksi. Entitas menggunakan rumus biaya persediaan rata-rata.

– Aset Tetap

Aset tetap dicatat sebesar biaya perolehannya jika aset tersebut dimiliki secara hukum oleh entitas. Aset tetap disusutkan menggunakan metode garis lurus tanpa nilai residu.

– Pengakuan Pendapatan dan Beban

Pendapatan penjualan diakui ketika tagihan diterbitkan atau pengiriman dilakukan kepada pelanggan. Beban diakui saat terjadi.

– Pajak Penghasilan

Pajak penghasilan mengikuti ketentuan perpajakan yang berlaku di Indonesia.

3. KAS

Kas-Rupiah

  • GIRO

PT Bank Maju – Rupiah

  • DEPOSITO

PT Bank Maju – Rupiah

Suku Bunga Deposito – Rupiah

  • PIUTANG USAHA

Toko Plain

Toko Plain

Jumlah

  • BEBAN DIBAYAR DI MUKA

Sewa

Asuransi

Lisensi dan perizinan

Jumlah

  • UTANG BANK

Pada tanggal 4 Maret 2018, Entitas memperoleh pinjaman Kredit Modal Kerja (KMK) dari PT Bank ABC dengan maksimum kredit Rp xxx, suku bunga efektif 11% per tahun dengan jatuh tempo berakhir tanggal 19 April 20X8. Pinjaman dijamin dengan persediaan dan sebidang tanah milik entitas.

  • SALDO LABA

Saldo laba merupakan akumulasi selisih penghasilan dan beban, setelah dikurangkan dengan distribusi kepada pemilik.

  • PENDAPATAN PENJUALAN

Penjualan

Retur penjualan

Jumlah

  • BEBAN LAIN-LAIN

Bunga pinjaman

Lain-lain  

Jumlah

  • BEBAN PAJAK PENGHASILAN

Pajak penghasilan

2017

Rp2.000

Rp1.000

Rp500

4,5 %

Rp1.500

Rp1.000

Rp2.500

Rp2.300

Rp1.700

Rp3.000

Rp7.000

Rp29.000

Rp45.500

Rp500

Rp 45.000

Rp 10.000

Rp 1.000

2018

Rp3.000

Rp1.500

Rp600

5 %

Rp500

Rp1.500

Rp2.000

Rp2.000

Rp700

Rp3.300

Rp6.000

Rp37.500

Rp57.000

Rp7.000

Rp 50.000

Rp 10.000

Rp 1.500

Dengan mematuhi persyaratan SAK EMKM untuk membuat Laporan Keuangan, diharapkan bisnis UKM atau UMKM di Indonesia semakin maju. Untuk mempermudah bisnis Anda dalam membuat Laporan Keuangan, pilih Software Akuntansi yang memiliki fitur akuntansi yang lengkap. Salah satu Software Akuntansi yang bisa menjadi pilihan bisnis Anda adalah Jurnal. Dengan Jurnal, proses pencatatan transaksi dan pembuatan Laporan Keuangan diproses secara otomatis dan real-time. Anda juga bisa mendapatkan data mengenai Analisis Laporan Keuangan lewat fitur Ringkasan Bisnis dari Jurnal. Silahkan klik di sini untuk mendapatkan informasi lebihi lengkap dari produk Jurnal.