Daftar Isi

Mengenal Istilah SAK EMKM dan Kaitannya dengan Pengusaha Kecil

Tayang 18 Jun 2024

Standar Akuntansi Keuangan (SAK) mengarah ke seperangkat aturan dan prinsip yang mendasari penyusunan laporan keuangan sebuah entitas.

Tujuan aturan dan prinsip ini adalah untuk memberikan pedoman yang konsisten dalam merekam, mengklasifikasikan, dan menyajikan informasi keuangan.

Salah satu standar aturan akuntansi termasuk SAK EMKM yang menjadi acuan dalam penyusunan laporan keuangan untuk entitas tanpa akuntabilitas publik.

Entitas yang dimaksud mengacu kepada skala bisnis yang termasuk ke dalam Usaha Mikro, Kecil dan Menengah atau UMKM.

Melalui adanya akuntansi EMKM, pemilik usaha UMKM dapat terbantu karena pengelolaan keuangan semakin mudah melalui kerangka kerja yang sederhana.

Oleh karena itu, penting bagi pemilik usaha untuk dapat memahami apa itu SAK EMKM dan pengelolaan akuntansinya.

Apa itu Akuntansi EMKM dan SAK EMKM

SAK EMKM telah diatur di dalam SAK ETAP dan karakteristiknya dalam UU No. 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Sederhananya, SAK EMKM yaitu seperangkat standar akuntansi keuangan yang mengatur penyusunan laporan keuangan bagi entitas tanpa akuntabilitas publik.

Adapun, standar akuntansi untuk UMKM ini diterbitkan secara langsung oleh IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) dan berlaku secara efektif sejak 1 Januari 2018.

Itu artinya, entitas yang dimaksud tidak wajib atau perlu untuk menerbitkan laporan keuangan untuk kebutuhan umum.

Melalui standar aturan ini, suatu entitas harus dapat memisahkan kekayaan milik pribadi dengan kekayaan dan hasil usaha, termasuk juga dengan usaha dengan entitas lainnya.

Dalam penerapan akuntansi EMKM terbilang cukup sederhana, di mana standarisasi dilakukan untuk mengatur transaksi secara umum.

Selain itu, pengukuran dilakukan menggunakan model biaya historis sehingga hanya mencatat komponen aset dan liabilitas berdasarkan biaya perolehannya.

Tujuan dan Manfaat SAK EMKM bagi Pengusaha Kecil

Salah satu aspek yang membantu UMKM dapat terlihat dari implementasinya yang lebih sederhana penyajiannya dan memaparkan gambarannya secara detail mengenai penyusunan laporan posisi keuangan, laba-rugi, dan catatan atas laporan keuangan.

Laporan keuangan yang disajikan berdasarkan SAK EMKM mampu menyediakan informasi kinerja keuangan yang konkret. Ini sangat membantu ketika pemilik usaha ingin mengambil keputusan bisnis yang strategis.

Entitas juga dapat memenuhi kewajibannya dengan baik karena dapat mengelola pembukuan pembayaran wajib pajak secara rapih.

Melalui adanya SAK EMKM, UMKM dapat meningkatkan literasi keuangan, memperoleh akses yang lebih luas terhadap pembiayaan, serta sebagai dasar penyusunan keuangan yang konkret dan akuntabel.

Laporan Keuangan SAK EMKM

IAI mengemukakan bahwa melalui SAK EMKM menyederhanakan pengelolaan akuntansi berdasarkan tiga jenis laporan keuangan, yaitu:

1. Laporan Posisi Keuangan

Laporan posisi keuangan mengacu kepada laporan keuangan yang menyajikan informasi tentang posisi finansial suatu entitas dalam periode waktu tertentu, umumnya pada akhir periode pelaporan.

Laporan ini juga dikenal dengan neraca keuangan atau balance sheet. Bagi pemilik UMKM, laporan ini membantu dalam menyampaikan informasi terkait:

  • Aset yang dimiliki (seperti kas, piutang, dan investasi)
  • Kewajiban yang perlu dipenuhi (seperti hutang dagang, pinjaman, dan liabilitas lainnya).
  • Ekuitas atau kepemilikan bersih pada entitas tersebut.

2. Laporan Laba-Rugi

Laporan keuangan laba-rugi menyajikan kinerja keuangan suatu perusahaan selama periode waktu tertentu, biasanya satu tahun atau satu kuartal.

Informasi yang disampaikan dalam laporan ini mencakup pendapatan yang perusahaan terima (baik operasional dan non-operasional), serta pengeluaran biaya untuk menghasilkan pendapatan tersebut.

Bagi pemilik usaha UMKM, keberadaan laporan laba-rugi cukup penting karena:

  • Memberikan gambaran yang jelas apakah perusahaan mengalami keuntungan atau kerugian selama periode tertentu, sehingga pengusaha dapat mengevaluasi kinerja bisnis secara finansial.
  • Mengidentifikasi biaya atau penghasilan terbesar bagi perusahaan, yang dapat membimbing keputusan strategis dalam pengelolaan biaya, penetapan harga produk, atau pengembangan strategi pemasaran.

Jika penerapan SAK EMKM tepat, UMKM dapat mengambil langkah yang lebih tepat dalam meningkatkan profitabilitas, mengelola likuiditas, dan mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang mereka.

3. Catatan Atas Laporan Keuangan

CaLK adalah bagian dari laporan keuangan yang berisi informasi tambahan dan penjelasan yang lebih detail dan terperinci mengenai pos-pos tertentu dalam laporan keuangan.

Ini dapat membimbing informasi keuangan yang tidak tersedia secara lengkap untuk memberikan wawasan lebih dalam terkait posisi dan kinerja keuangan terhadap pertumbuhan bisnis.

Melalui CaLK, UMKM dapat terbantu karena memberikan tiga manfaat, yaitu:

  • Meningkatkan transparansi dan kepercayaan terhadap laporan keuangan
  • Memastikan informasi yang disajikan mencerminkan kondisi keuangan yang sebenarnya. Mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik dalam menjalankan dan mengembangkan bisnis.

Perbedaan SAK ETAP dan SAK EMKM

SAK ETAP dan SAK EMKM merupakan sama-sama standar akuntansi yang berisikan prinsip dan aturan untuk penyusunan laporan keuangan.

Namun, SAK EMKM merupakan pembaharuan dari SAK ETAP yang diberlakukan kepada entitas tanpa akuntabilitas publik, namun berfokus kepada UMKM.

SAK ETAP berlaku kepada entitas yang mempunyai kewajiban untuk menerbitkan dengan tujuan umum. Sedangkan SAK EMKM berlaku kepada entitas yang memiliki karakteristik sesuai dengan kriteria yang tercantum pada UU No. 20 Tahun 2008 tentang UMKM.

Selain itu, SAK EMKM juga dapat digunakan pada entitas yang tidak memenuhi kriteria SAK ETAP.

Salah satu aspek yang paling terlihat terletak dari penyederhanaan jenis laporan keuangannya, di mana sebelumnya dalam PSAK 1 mencakup enam jenis laporan, yakni:

  1. Laporan arus kas.
  2. Laporan laba-rugi.
  3. Laporan neraca atau posisi keuangan pada awal periode.
  4. Laporan posisi keuangan pada akhir periode.
  5. Laporan perubahan ekuitas.
  6. Catatan atas laporan keuangan

Lalu, selanjutnya dalam SAK ETAP disederhanakan menjadi tiga macam laporan, yaitu:

  1. Laporan keuangan yang berdasarkan nilai wajar dan harga perolehan.
  2. Laporan laba-rugi.
  3. Laporan arus kas metode tidak langsung.

Kemudian dalam SAK EMKM kembali disederhanakan menjadi:

  1. Laporan posisi keuangan di akhir periode.
  2. Laporan laba-rugi.
  3. Catatan atas laporan keuangan.

Berdasarkan penjelasan tersebut, tingkat kerumitan aturan dan prinsip akuntansi semakin sederhana demi memudahkan entitas dalam menerapkan prinsip akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan.

Kesimpulan

Itulah penjelasan mengenai apa itu SAK EMKM yang penting penerapannya dalam laporan keuangan UMKM.

Singkatnya, aturan dan prinsip yang tercantum dalam SAK EMKM merupakan penyederhanaan dari SAK ETAP yang sama-sama digunakan oleh entitas tanpa akuntabilitas publik.

Melalui adanya SAK EMKM, pengusaha kecil dapat menyusun laporan keuangan secara lebih kredibel, akuntabel, dan objektif.

Di sisi lain juga dapat membantu untuk mengambil keputusan strategis yang lebih tepat untuk pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.

Bila Anda masih mengalami kesulitan dalam menyusun laporan keuangan yang tepat dan kesulitan untuk menyewa jasa akuntan yang mahal, mungkin Anda dapat menunjang pekerjaan Anda dengan menggunakan software akuntansi.

Mekari Jurnal merupakan software akuntansi online yang dapat Anda gunakan karena memiliki tampilan yang sederhana dan ramah bagi pengguna, mulai dari skala UMKM hingga enterprise.

Anda juga dapat meningkatkan kinerja bisnis karena Mekari Jurnal sudah terintegrasi secara penuh dengan berbagai tools kebutuhan bisnis seperti supply chain management, POS, dan tanda tangan elektronik.

Daftarkan bisnis Anda sekarang dan dapatkan free trial selama 7 hari untuk eksplorasi berbagai fitur unggulan Mekari Jurnal!

Konsultasi dengan Tim Mekari Jurnal Sekarang!

 

 

 

Referensi:

IAI Global, “Tentang SAK EMKM”.

IAI Global, “SAK EMKM, Literasi Akuntansi untuk UMKM di Indonesia”.

Binus, “SAK EMKM (Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil Menengah)”.

Kelola Keuangan Bisnis Lebih Optimal dengan Integrasi Manajemen Supply Chain!

Dapatkan E-book Sekarang!

 

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal
Kelola Keuangan Bisnis Lebih Optimal dengan Integrasi Manajemen Supply Chain!

Dapatkan E-book Sekarang!

 

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal