Laporan Keuangan Event Organizer: Cara Menyusun dan Contoh Perhitungan Mekari Jurnal Insight Laporan keuangan event organizer mencatat seluruh pendapatan, biaya yang dikeluarkan, aset, dan pajak; untuk mengevaluasi kesehatan bisnis PSAK 72 mengatur pengakuan pendapatan event organizer, umumnya diakui saat acara selesai pada hari H atau setelah acara, bukan saat DP diterima. Mekari Jurnal membantu bisnis event organizer menyusun laporan keuangan lebih mudah dan akurat, tanpa membebani pekerjaan tim di lapangan Laporan keuangan event organizer adalah catatan sistematis atas pendapatan, biaya, aset, dan kewajiban dari setiap acara yang diselenggarakan. Laporan ini digunakan untuk mengukur keuntungan tiap proyek sekaligus sebagai bentuk pertanggungjawaban ke klien dan sponsor. Banyak EO kecil hingga menengah masih menyusunnya dari selisih kas masuk dan keluar saja, tanpa memisahkan pendapatan riil, dana titipan klien, dan biaya yang seharusnya di reimburse. Akibatnya, angka laba yang tampil sering tidak mencerminkan kondisi bisnis sebenarnya. Artikel ini membahas komponen wajib laporan keuangan EO dan contoh lengkap cara menyusunnya. Apa Itu Laporan Keuangan Event Organizer?Laporan keuangan event organizer adalah catatan sistematis atas pendapatan, biaya, aset, dan kewajiban yang timbul dari kegiatan penyelenggaraan acara. Tujuannya adalah mengevaluasi kesehatan finansial bisnis, mengukur keberhasilan tiap acara, dan menjadi bentuk pertanggungjawaban kepada klien maupun sponsor.Laporan Keuangan EO berdasarkan PSAKBerbeda dari bisnis dagang yang memiliki PSAK spesifik, EO termasuk jenis usaha yang belum diatur secara khusus oleh IAI. Dalam praktiknya, EO tetap mengacu pada kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan umum, ditambah PSAK yang relevan dengan sifat bisnisnya, terutama PSAK 72 tentang pendapatan dari kontrak dengan pelanggan.Karena tidak ada acuan baku, kualitas laporan keuangan EO sangat bergantung pada bagaimana tim keuangan memisahkan tiga jenis dana yang sering tercampur: Pendapatan riil milik EO Dana titipan klien untuk vendor Uang muka yang belum menjadi hak EO Tanpa acuan yang jelas, banyak EO kecil hingga menengah menyusun laporan keuangan sekadar dari selisih kas masuk dan keluar tiap acara, tanpa memisahkan pendapatan riil, dana titipan klien, dan biaya yang seharusnya di-reimburse.Karakteristik Khusus Akuntansi Bisnis Event OrganizerAda empat karakteristik yang membuat akuntansi bisnis event organizer berbeda dari bisnis jasa pada umumnya. Hal ini wajib dipahami untuk membedakan dana yang perlu masuk di laporan keuangan: Pendapatan berbasis proyek dan musiman: Satu acara mungkin hanya berlangsung satu hari, tetapi persiapan dan pengeluarannya berjalan berminggu-minggu sebelumnya. Sehingga arus kas EO cenderung tidak rata sepanjang bulan. Uang muka (DP) klien bukan pendapatan: DP yang diterima sebelum acara dimulai wajib dicatat sebagai liabilitas, sebagai pendapatan diterima di muka, bukan pendapatan yang langsung diakui (akrual). Pendapatan baru diakui saat semua kewajiban EO ke klien sudah terpenuhi, sesuai PSAK 72. Biaya reimbursable atau pass-through: Dana yang dibayarkan EO ke vendor atas nama klien, (seperti sewa venue atau katering) yang akan di-reimburse tanpa markup, sebaiknya dicatat sebagai piutang reimbursement, bukan sebagai biaya dan pendapatan EO. Jika dicampur, laporan laba rugi EO akan terlihat lebih besar dari kondisi sebenarnya. Pendapatan sponsor bisa berbentuk kas atau in-kind: Kontribusi sponsor dalam bentuk barang atau jasa tetap perlu dicatat dengan nilai wajar, meski tidak berupa uang tunai, agar laporan mencerminkan total nilai kerja sama yang sebenarnya. Baca juga: Cara Menghitung ROI Sponsor agar Event Sukses Komponen Wajib dalam Laporan Keuangan Event OrganizerSetiap biaya dan pemasukan yang dikeluarkan EO perlu masuk ke pos yang tepat agar empat laporan berikut mencerminkan kondisi bisnis yang sebenarnya.1. Laporan Laba Rugi per EventLaporan laba rugi idealnya disusun per event atau per klien, bukan hanya agregat bulanan, dan mencakup tiga kelompok akun: Pendapatan: terdiri dari pendapatan jasa event (nilai kontrak dengan klien) dan pendapatan sponsorship, baik tunai maupun in-kind yang dinilai wajar. Biaya langsung event: mencakup seluruh pengeluaran yang melekat pada penyelenggaraan acara tersebut: sewa venue, katering, dekorasi, honor MC dan talent, sewa peralatan, serta operasional tim di lapangan. Beban operasional kantor: seperti gaji tim inti yang tidak melekat ke event tertentu, sewa kantor, dan biaya marketing, yang dikurangkan setelah laba kotor per event dijumlahkan dalam satu periode. Biaya reimbursable atau pass-through tidak boleh masuk ke laporan laba rugi sebagai biaya EO, karena dana ini bukan milik EO.2. NeracaNeraca EO punya beberapa pos khas yang jarang muncul di bisnis jasa lain: Kas dan bank: saldo dana operasional EO. Piutang usaha: tagihan ke klien yang belum dibayar setelah acara selesai. Piutang reimbursement: dana talangan untuk vendor yang belum diganti klien. Peralatan event: aset tetap seperti sound system, panggung portable, atau lighting yang dimiliki EO sendiri. Pendapatan diterima di muka: yaitu DP klien yang tercatat sebagai liabilitas sampai acara selesai. Utang vendor: tagihan dari pemasok yang belum dibayar EO. 3. Laporan Arus KasArus kas EO cenderung menumpuk di periode tertentu menjelang dan sesudah acara besar, sehingga laporan ini penting untuk memantau likuiditas per proyek maupun per periode. Komponennya mencakup kas masuk dari DP dan pelunasan klien, kas masuk sponsorship, kas keluar untuk vendor dan operasional acara, serta kas keluar untuk biaya reimbursable yang belum diganti klien.4. Catatan atas Laporan Keuangan (CALK)CALK menjelaskan komposisi DP per klien, rincian piutang reimbursement, dan dasar penilaian wajar untuk kontribusi sponsor in-kind, agar laporan mudah dipahami pihak eksternal seperti klien korporat atau calon investor.Cara Menyusun Laporan Keuangan Event OrganizerBerikut langkah praktis menyusun laporan keuangan EO dari seluruh transaksi yang terjadi di setiap proyek. Susun chart of account per kategori akun: Pisahkan akun pendapatan jasa event, pendapatan sponsorship, piutang reimbursement, dan pendapatan diterima di muka sejak awal, sehingga setiap transaksi otomatis masuk ke pos yang benar. Catat DP sebagai liabilitas: Saat DP diterima, jurnal yang dicatat adalah debit kas dan kredit pendapatan diterima di muka, bukan pendapatan. Pisahkan biaya reimbursable dari biaya operasional EO: Dana yang dibayarkan ke vendor atas nama klien dicatat sebagai piutang reimbursement, bukan biaya EO. Akui pendapatan saat acara selesai diselenggarakan: Sesuai PSAK 72, pendapatan jasa event baru diakui penuh saat kewajiban pelaksanaan ke klien terpenuhi, biasanya pada hari H atau setelah acara berakhir. Susun laporan laba rugi per event, baru agregat per periode: Hal ini dilakukan untuk mendapat visibilitas event mana yang untung besar dan mana yang marginnya tipis. Rekonsiliasi kas dan bank setiap selesai acara: Jangan menunggu akhir bulan, karena arus kas EO menumpuk di periode tertentu. Lakukan pencocokan saldo tiap acara selesai. Contoh Laporan Keuangan Event Organizer: Studi Kasus LengkapBerikut ilustrasi penyusunan laporan keuangan EO berdasarkan satu proyek nyata agar gambarannya mudah diikuti.Sebuah EO menangani corporate gathering untuk perusahaan dengan nilai kontrak Rp150.000.000. Klien membayar DP 50 persen pada Februari 2026, dan sisanya ditagih setelah acara selesai pada Maret 2026. EO ini juga mendapat pendapatan sponsorship dari vendor minuman sebesar Rp20.000.000, serta membayar sewa lighting Rp12.000.000 atas nama klien yang akan direimburse tanpa markup.Biaya langsung yang dikeluarkan untuk acara ini:Pos BiayaNominalSewa venueRp40.000.000KateringRp30.000.000DekorasiRp15.000.000Honor MC dan talentRp10.000.000Operasional tim internalRp8.000.000Total biaya langsungRp103.000.000Contoh Laporan Laba Rugi (Periode Maret 2026)sewa lightning Rp12.000.000 tidak muncul di laporan ini, karena dicatat sebagai piutang reimbursement, bukan biaya EO.Contoh Neraca (per 31 Maret 2026)Pendapatan diterima di muka Rp25.000.000 di atas berasal dari DP event lain yang belum berlangsung, bukan dari proyek PT Semesta Data yang sudah selesai.Contoh Laporan Arus Kas Proyek (Februari – Maret 2026)Kas bersih proyek Rp55.000.000 berbeda dari laba kotor event Rp67.000.000 karena Rp12.000.000 biaya reimbursable sudah keluar sebagai kas, tetapi belum diakui sebagai biaya di laporan laba rugi dan belum diganti oleh klien. Selisih ini yang membuat laporan arus kas dan laporan laba rugi EO perlu dibaca bersamaan, bukan salah satu saja.Kesalahan Umum dalam Laporan Keuangan Event OrganizerTidak dapat dipungkiri, beberapa bisnis EO yang masih merintis memiliki keterbatasan untuk pembuatan laporan keuangan yang sesuai standar. Untuk itu, para pemilik bisnis event organizer wajib mewaspadai beberapa kesalahan berikut, untuk menghasilkan laporan keuangan yang akurat: Mengakui seluruh DP sebagai pendapatan begitu diterima, padahal seharusnya dicatat sebagai liabilitas sampai acara selesai. Mencampur biaya reimbursable vendor dengan biaya operasional EO, sehingga total biaya dan pendapatan sama-sama terlihat lebih besar dari kondisi sebenarnya. Tidak memisahkan laba rugi per event, sehingga acara yang merugi tidak terdeteksi. Lupa mengakru tagihan vendor yang belum masuk invoice saat tutup buku. Mencampur kas pribadi pemilik dengan kas operasional EO. Susun Laporan Keuangan Event Organizer Anda dengan Mekari JurnalMenyusun laporan keuangan EO secara manual di spreadsheet membuat pemisahan DP, biaya reimbursable, dan pendapatan sponsor rawan tercampur, terutama saat proyek berjalan bersamaan. Aplikasi laporan keuangan Mekari Jurnal membantu menyusun laporan laba rugi otomatis untuk membantu pemilik EO bisa memantau profitabilitas tiap acara, tanpa menunggu tutup buku manual: Laporan laba rugi otomatis per proyek dan klien, sehingga profitabilitas tiap acara terlihat jelas Laporan revenue recognition per milestone atau termin, memastikan pengakuan pendapatan DP dan pelunasan sesuai standar akuntansi Pelacakan piutang pelanggan dan usia piutang, membantu memantau tagihan sponsor atau klien yang belum lunas Laporan anggaran laba rugi dan realisasi, memudahkan pembandingan biaya proyek terhadap rencana awal Custom report untuk timesheet, billing, dan utilisasi tim sesuai kebutuhan tiap acara Lebih dari 80 laporan keuangan real-time dengan insight berbasis AI, sehingga kondisi keuangan bisa dipantau kapan saja tanpa menunggu tutup buku manual Dengan laporan keuangan Mekari Jurnal, pemilik bisnis event organizer dapat menyusun laporan keuangan yang lebih akurat dan siap dipertanggungjawabkan ke klien maupun sponsor, kapanpun dibutuhkan.Referensi Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan. Astute Analytica (2024), dikutip dalam Merdeka.com dan PT Wanindo Prima, mengenai proyeksi nilai industri MICE Indonesia. SosioHumanitas Unla. Model Laporan Keuangan Event Organizer Sesuai Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan. Jurnal Akuntansi, Auditing dan Investasi. Pengakuan Pendapatan pada Perusahaan Jasa Konstruksi Berdasarkan PSAK 72. FAQ 1. Apa saja komponen wajib dalam laporan keuangan event organizer? 1. Apa saja komponen wajib dalam laporan keuangan event organizer? Empat komponen utamanya adalah laporan laba rugi per event, neraca, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan yang menjelaskan pos DP, reimbursement, dan sponsor in-kind. 2. Bagaimana cara mencatat biaya reimbursable dalam laporan keuangan EO? 2. Bagaimana cara mencatat biaya reimbursable dalam laporan keuangan EO? Dana yang dibayarkan EO ke vendor atas nama klien dicatat sebagai piutang reimbursement di neraca, bukan sebagai biaya di laporan laba rugi, selama tidak ada markup. 3. Kapan pendapatan event organizer diakui menurut PSAK 72? 3. Kapan pendapatan event organizer diakui menurut PSAK 72? Umumnya pada titik waktu saat acara selesai diselenggarakan dan kewajiban pelaksanaan ke klien terpenuhi, bukan saat DP diterima. 4. Mengapa laba kotor dan kas bersih sebuah event bisa berbeda nilainya? 4. Mengapa laba kotor dan kas bersih sebuah event bisa berbeda nilainya? Karena biaya reimbursable yang sudah keluar sebagai kas belum tentu sudah diganti klien, sehingga kas bersih bisa lebih rendah dari laba kotor pada periode yang sama. 5. Apakah laporan laba rugi event organizer harus disusun per event? 5. Apakah laporan laba rugi event organizer harus disusun per event? Idealnya ya, agar profitabilitas tiap acara terlihat jelas dan acara yang merugi tidak tersembunyi di balik acara lain yang untung besar. 6. Apa saja pos khas yang muncul di neraca event organizer? 6. Apa saja pos khas yang muncul di neraca event organizer? Piutang reimbursement, pendapatan diterima di muka dari DP klien, dan peralatan event seperti sound system atau panggung portable. 7. Bagaimana software akuntansi dapat membantu penyusunan laporan keuangan bisnis Event Organizer? 7. Bagaimana software akuntansi dapat membantu penyusunan laporan keuangan bisnis Event Organizer? Software akuntansi seperti Mekari Jurnal membantu memisahkan DP, piutang reimbursement, dan pendapatan sponsorship secara otomatis ke akun yang tepat, menyusun laporan laba rugi per event tanpa rekap manual, serta mengakui pendapatan sesuai milestone atau termin agar tetap patuh pada prinsip PSAK 72. Dengan begitu, pemilik EO bisa memantau profitabilitas tiap acara secara real-time tanpa menunggu tutup buku manual di akhir bulan. Mekari Jurnal Aplikasi akuntansi dan operasional terintegrasi untuk membantu pemilik bisnis, akuntan, dan tim finance mengelola keuangan, pembukuan, serta operasional bisnis secara lebih efisien sekaligus. Pelajari lebih lanjut Mekari Jurnal menjadi bagian dari ekosistem software terpadu Mekari dengan berbagai produk lainnya, seperti: Semua Platform Akuntansi & keuangan Customer People Services Operasional & digitalisasi Mekari Software as a Service Platform Mekari Officeless Platform Integrasi & App Builder Platform Mekari Airene AI Core Lintas Produk Mekari Platform Mekari Jurnal Akuntansi & Operasional Akuntansi & keuangan Mekari Klikpajak Manajemen Pajak Akuntansi & keuangan Mekari Expense Manajemen Pengeluaran Bisnis Akuntansi & keuangan Mekari POS Point Of Sale Akuntansi & keuangan Mekari Qontak Customer Engagement Platform Customer Mekari Talenta HCM People Mekari Flex Benefit Karyawan People Payroll Service Payroll Outsource Services Mekari Sign Tanda Tangan Digital & E-Meterai Operasional & digitalisasi Mekari Desty Omnichannel Commerce Operasional & digitalisasi Lihat lebih banyak Tidak ada produk di kategori ini. Kategori : Akuntansi Artikel Sebelumnya Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal Facebook Instagram LinkedIn YouTube Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Bagikan artikelWhatsAppLinkedinFacebook
Laporan Keuangan Event Organizer: Cara Menyusun dan Contoh Perhitungan Mekari Jurnal Insight Laporan keuangan event organizer mencatat seluruh pendapatan, biaya yang dikeluarkan, aset, dan pajak; untuk mengevaluasi kesehatan bisnis PSAK 72 mengatur pengakuan pendapatan event organizer, umumnya diakui saat acara selesai pada hari H atau setelah acara, bukan saat DP diterima. Mekari Jurnal membantu bisnis event organizer menyusun laporan keuangan lebih mudah dan akurat, tanpa membebani pekerjaan tim di lapangan Laporan keuangan event organizer adalah catatan sistematis atas pendapatan, biaya, aset, dan kewajiban dari setiap acara yang diselenggarakan. Laporan ini digunakan untuk mengukur keuntungan tiap proyek sekaligus sebagai bentuk pertanggungjawaban ke klien dan sponsor. Banyak EO kecil hingga menengah masih menyusunnya dari selisih kas masuk dan keluar saja, tanpa memisahkan pendapatan riil, dana titipan klien, dan biaya yang seharusnya di reimburse. Akibatnya, angka laba yang tampil sering tidak mencerminkan kondisi bisnis sebenarnya. Artikel ini membahas komponen wajib laporan keuangan EO dan contoh lengkap cara menyusunnya. Apa Itu Laporan Keuangan Event Organizer?Laporan keuangan event organizer adalah catatan sistematis atas pendapatan, biaya, aset, dan kewajiban yang timbul dari kegiatan penyelenggaraan acara. Tujuannya adalah mengevaluasi kesehatan finansial bisnis, mengukur keberhasilan tiap acara, dan menjadi bentuk pertanggungjawaban kepada klien maupun sponsor.Laporan Keuangan EO berdasarkan PSAKBerbeda dari bisnis dagang yang memiliki PSAK spesifik, EO termasuk jenis usaha yang belum diatur secara khusus oleh IAI. Dalam praktiknya, EO tetap mengacu pada kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan umum, ditambah PSAK yang relevan dengan sifat bisnisnya, terutama PSAK 72 tentang pendapatan dari kontrak dengan pelanggan.Karena tidak ada acuan baku, kualitas laporan keuangan EO sangat bergantung pada bagaimana tim keuangan memisahkan tiga jenis dana yang sering tercampur: Pendapatan riil milik EO Dana titipan klien untuk vendor Uang muka yang belum menjadi hak EO Tanpa acuan yang jelas, banyak EO kecil hingga menengah menyusun laporan keuangan sekadar dari selisih kas masuk dan keluar tiap acara, tanpa memisahkan pendapatan riil, dana titipan klien, dan biaya yang seharusnya di-reimburse.Karakteristik Khusus Akuntansi Bisnis Event OrganizerAda empat karakteristik yang membuat akuntansi bisnis event organizer berbeda dari bisnis jasa pada umumnya. Hal ini wajib dipahami untuk membedakan dana yang perlu masuk di laporan keuangan: Pendapatan berbasis proyek dan musiman: Satu acara mungkin hanya berlangsung satu hari, tetapi persiapan dan pengeluarannya berjalan berminggu-minggu sebelumnya. Sehingga arus kas EO cenderung tidak rata sepanjang bulan. Uang muka (DP) klien bukan pendapatan: DP yang diterima sebelum acara dimulai wajib dicatat sebagai liabilitas, sebagai pendapatan diterima di muka, bukan pendapatan yang langsung diakui (akrual). Pendapatan baru diakui saat semua kewajiban EO ke klien sudah terpenuhi, sesuai PSAK 72. Biaya reimbursable atau pass-through: Dana yang dibayarkan EO ke vendor atas nama klien, (seperti sewa venue atau katering) yang akan di-reimburse tanpa markup, sebaiknya dicatat sebagai piutang reimbursement, bukan sebagai biaya dan pendapatan EO. Jika dicampur, laporan laba rugi EO akan terlihat lebih besar dari kondisi sebenarnya. Pendapatan sponsor bisa berbentuk kas atau in-kind: Kontribusi sponsor dalam bentuk barang atau jasa tetap perlu dicatat dengan nilai wajar, meski tidak berupa uang tunai, agar laporan mencerminkan total nilai kerja sama yang sebenarnya. Baca juga: Cara Menghitung ROI Sponsor agar Event Sukses Komponen Wajib dalam Laporan Keuangan Event OrganizerSetiap biaya dan pemasukan yang dikeluarkan EO perlu masuk ke pos yang tepat agar empat laporan berikut mencerminkan kondisi bisnis yang sebenarnya.1. Laporan Laba Rugi per EventLaporan laba rugi idealnya disusun per event atau per klien, bukan hanya agregat bulanan, dan mencakup tiga kelompok akun: Pendapatan: terdiri dari pendapatan jasa event (nilai kontrak dengan klien) dan pendapatan sponsorship, baik tunai maupun in-kind yang dinilai wajar. Biaya langsung event: mencakup seluruh pengeluaran yang melekat pada penyelenggaraan acara tersebut: sewa venue, katering, dekorasi, honor MC dan talent, sewa peralatan, serta operasional tim di lapangan. Beban operasional kantor: seperti gaji tim inti yang tidak melekat ke event tertentu, sewa kantor, dan biaya marketing, yang dikurangkan setelah laba kotor per event dijumlahkan dalam satu periode. Biaya reimbursable atau pass-through tidak boleh masuk ke laporan laba rugi sebagai biaya EO, karena dana ini bukan milik EO.2. NeracaNeraca EO punya beberapa pos khas yang jarang muncul di bisnis jasa lain: Kas dan bank: saldo dana operasional EO. Piutang usaha: tagihan ke klien yang belum dibayar setelah acara selesai. Piutang reimbursement: dana talangan untuk vendor yang belum diganti klien. Peralatan event: aset tetap seperti sound system, panggung portable, atau lighting yang dimiliki EO sendiri. Pendapatan diterima di muka: yaitu DP klien yang tercatat sebagai liabilitas sampai acara selesai. Utang vendor: tagihan dari pemasok yang belum dibayar EO. 3. Laporan Arus KasArus kas EO cenderung menumpuk di periode tertentu menjelang dan sesudah acara besar, sehingga laporan ini penting untuk memantau likuiditas per proyek maupun per periode. Komponennya mencakup kas masuk dari DP dan pelunasan klien, kas masuk sponsorship, kas keluar untuk vendor dan operasional acara, serta kas keluar untuk biaya reimbursable yang belum diganti klien.4. Catatan atas Laporan Keuangan (CALK)CALK menjelaskan komposisi DP per klien, rincian piutang reimbursement, dan dasar penilaian wajar untuk kontribusi sponsor in-kind, agar laporan mudah dipahami pihak eksternal seperti klien korporat atau calon investor.Cara Menyusun Laporan Keuangan Event OrganizerBerikut langkah praktis menyusun laporan keuangan EO dari seluruh transaksi yang terjadi di setiap proyek. Susun chart of account per kategori akun: Pisahkan akun pendapatan jasa event, pendapatan sponsorship, piutang reimbursement, dan pendapatan diterima di muka sejak awal, sehingga setiap transaksi otomatis masuk ke pos yang benar. Catat DP sebagai liabilitas: Saat DP diterima, jurnal yang dicatat adalah debit kas dan kredit pendapatan diterima di muka, bukan pendapatan. Pisahkan biaya reimbursable dari biaya operasional EO: Dana yang dibayarkan ke vendor atas nama klien dicatat sebagai piutang reimbursement, bukan biaya EO. Akui pendapatan saat acara selesai diselenggarakan: Sesuai PSAK 72, pendapatan jasa event baru diakui penuh saat kewajiban pelaksanaan ke klien terpenuhi, biasanya pada hari H atau setelah acara berakhir. Susun laporan laba rugi per event, baru agregat per periode: Hal ini dilakukan untuk mendapat visibilitas event mana yang untung besar dan mana yang marginnya tipis. Rekonsiliasi kas dan bank setiap selesai acara: Jangan menunggu akhir bulan, karena arus kas EO menumpuk di periode tertentu. Lakukan pencocokan saldo tiap acara selesai. Contoh Laporan Keuangan Event Organizer: Studi Kasus LengkapBerikut ilustrasi penyusunan laporan keuangan EO berdasarkan satu proyek nyata agar gambarannya mudah diikuti.Sebuah EO menangani corporate gathering untuk perusahaan dengan nilai kontrak Rp150.000.000. Klien membayar DP 50 persen pada Februari 2026, dan sisanya ditagih setelah acara selesai pada Maret 2026. EO ini juga mendapat pendapatan sponsorship dari vendor minuman sebesar Rp20.000.000, serta membayar sewa lighting Rp12.000.000 atas nama klien yang akan direimburse tanpa markup.Biaya langsung yang dikeluarkan untuk acara ini:Pos BiayaNominalSewa venueRp40.000.000KateringRp30.000.000DekorasiRp15.000.000Honor MC dan talentRp10.000.000Operasional tim internalRp8.000.000Total biaya langsungRp103.000.000Contoh Laporan Laba Rugi (Periode Maret 2026)sewa lightning Rp12.000.000 tidak muncul di laporan ini, karena dicatat sebagai piutang reimbursement, bukan biaya EO.Contoh Neraca (per 31 Maret 2026)Pendapatan diterima di muka Rp25.000.000 di atas berasal dari DP event lain yang belum berlangsung, bukan dari proyek PT Semesta Data yang sudah selesai.Contoh Laporan Arus Kas Proyek (Februari – Maret 2026)Kas bersih proyek Rp55.000.000 berbeda dari laba kotor event Rp67.000.000 karena Rp12.000.000 biaya reimbursable sudah keluar sebagai kas, tetapi belum diakui sebagai biaya di laporan laba rugi dan belum diganti oleh klien. Selisih ini yang membuat laporan arus kas dan laporan laba rugi EO perlu dibaca bersamaan, bukan salah satu saja.Kesalahan Umum dalam Laporan Keuangan Event OrganizerTidak dapat dipungkiri, beberapa bisnis EO yang masih merintis memiliki keterbatasan untuk pembuatan laporan keuangan yang sesuai standar. Untuk itu, para pemilik bisnis event organizer wajib mewaspadai beberapa kesalahan berikut, untuk menghasilkan laporan keuangan yang akurat: Mengakui seluruh DP sebagai pendapatan begitu diterima, padahal seharusnya dicatat sebagai liabilitas sampai acara selesai. Mencampur biaya reimbursable vendor dengan biaya operasional EO, sehingga total biaya dan pendapatan sama-sama terlihat lebih besar dari kondisi sebenarnya. Tidak memisahkan laba rugi per event, sehingga acara yang merugi tidak terdeteksi. Lupa mengakru tagihan vendor yang belum masuk invoice saat tutup buku. Mencampur kas pribadi pemilik dengan kas operasional EO. Susun Laporan Keuangan Event Organizer Anda dengan Mekari JurnalMenyusun laporan keuangan EO secara manual di spreadsheet membuat pemisahan DP, biaya reimbursable, dan pendapatan sponsor rawan tercampur, terutama saat proyek berjalan bersamaan. Aplikasi laporan keuangan Mekari Jurnal membantu menyusun laporan laba rugi otomatis untuk membantu pemilik EO bisa memantau profitabilitas tiap acara, tanpa menunggu tutup buku manual: Laporan laba rugi otomatis per proyek dan klien, sehingga profitabilitas tiap acara terlihat jelas Laporan revenue recognition per milestone atau termin, memastikan pengakuan pendapatan DP dan pelunasan sesuai standar akuntansi Pelacakan piutang pelanggan dan usia piutang, membantu memantau tagihan sponsor atau klien yang belum lunas Laporan anggaran laba rugi dan realisasi, memudahkan pembandingan biaya proyek terhadap rencana awal Custom report untuk timesheet, billing, dan utilisasi tim sesuai kebutuhan tiap acara Lebih dari 80 laporan keuangan real-time dengan insight berbasis AI, sehingga kondisi keuangan bisa dipantau kapan saja tanpa menunggu tutup buku manual Dengan laporan keuangan Mekari Jurnal, pemilik bisnis event organizer dapat menyusun laporan keuangan yang lebih akurat dan siap dipertanggungjawabkan ke klien maupun sponsor, kapanpun dibutuhkan.Referensi Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan. Astute Analytica (2024), dikutip dalam Merdeka.com dan PT Wanindo Prima, mengenai proyeksi nilai industri MICE Indonesia. SosioHumanitas Unla. Model Laporan Keuangan Event Organizer Sesuai Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan. Jurnal Akuntansi, Auditing dan Investasi. Pengakuan Pendapatan pada Perusahaan Jasa Konstruksi Berdasarkan PSAK 72. FAQ 1. Apa saja komponen wajib dalam laporan keuangan event organizer? 1. Apa saja komponen wajib dalam laporan keuangan event organizer? Empat komponen utamanya adalah laporan laba rugi per event, neraca, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan yang menjelaskan pos DP, reimbursement, dan sponsor in-kind. 2. Bagaimana cara mencatat biaya reimbursable dalam laporan keuangan EO? 2. Bagaimana cara mencatat biaya reimbursable dalam laporan keuangan EO? Dana yang dibayarkan EO ke vendor atas nama klien dicatat sebagai piutang reimbursement di neraca, bukan sebagai biaya di laporan laba rugi, selama tidak ada markup. 3. Kapan pendapatan event organizer diakui menurut PSAK 72? 3. Kapan pendapatan event organizer diakui menurut PSAK 72? Umumnya pada titik waktu saat acara selesai diselenggarakan dan kewajiban pelaksanaan ke klien terpenuhi, bukan saat DP diterima. 4. Mengapa laba kotor dan kas bersih sebuah event bisa berbeda nilainya? 4. Mengapa laba kotor dan kas bersih sebuah event bisa berbeda nilainya? Karena biaya reimbursable yang sudah keluar sebagai kas belum tentu sudah diganti klien, sehingga kas bersih bisa lebih rendah dari laba kotor pada periode yang sama. 5. Apakah laporan laba rugi event organizer harus disusun per event? 5. Apakah laporan laba rugi event organizer harus disusun per event? Idealnya ya, agar profitabilitas tiap acara terlihat jelas dan acara yang merugi tidak tersembunyi di balik acara lain yang untung besar. 6. Apa saja pos khas yang muncul di neraca event organizer? 6. Apa saja pos khas yang muncul di neraca event organizer? Piutang reimbursement, pendapatan diterima di muka dari DP klien, dan peralatan event seperti sound system atau panggung portable. 7. Bagaimana software akuntansi dapat membantu penyusunan laporan keuangan bisnis Event Organizer? 7. Bagaimana software akuntansi dapat membantu penyusunan laporan keuangan bisnis Event Organizer? Software akuntansi seperti Mekari Jurnal membantu memisahkan DP, piutang reimbursement, dan pendapatan sponsorship secara otomatis ke akun yang tepat, menyusun laporan laba rugi per event tanpa rekap manual, serta mengakui pendapatan sesuai milestone atau termin agar tetap patuh pada prinsip PSAK 72. Dengan begitu, pemilik EO bisa memantau profitabilitas tiap acara secara real-time tanpa menunggu tutup buku manual di akhir bulan. Mekari Jurnal Aplikasi akuntansi dan operasional terintegrasi untuk membantu pemilik bisnis, akuntan, dan tim finance mengelola keuangan, pembukuan, serta operasional bisnis secara lebih efisien sekaligus. Pelajari lebih lanjut Mekari Jurnal menjadi bagian dari ekosistem software terpadu Mekari dengan berbagai produk lainnya, seperti: Semua Platform Akuntansi & keuangan Customer People Services Operasional & digitalisasi Mekari Software as a Service Platform Mekari Officeless Platform Integrasi & App Builder Platform Mekari Airene AI Core Lintas Produk Mekari Platform Mekari Jurnal Akuntansi & Operasional Akuntansi & keuangan Mekari Klikpajak Manajemen Pajak Akuntansi & keuangan Mekari Expense Manajemen Pengeluaran Bisnis Akuntansi & keuangan Mekari POS Point Of Sale Akuntansi & keuangan Mekari Qontak Customer Engagement Platform Customer Mekari Talenta HCM People Mekari Flex Benefit Karyawan People Payroll Service Payroll Outsource Services Mekari Sign Tanda Tangan Digital & E-Meterai Operasional & digitalisasi Mekari Desty Omnichannel Commerce Operasional & digitalisasi Lihat lebih banyak Tidak ada produk di kategori ini.