Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
7 min read

Cara Menghitung Food Cost di Excel: Rumus dan Contoh

Tayang
Ditulis oleh: Author Avatar Angela Amanda
Mekari Jurnal Insight

  • Food cost adalah persentase biaya bahan baku terhadap penjualan, berbeda dari HPP yang mencakup seluruh biaya produksi.
  • Ada dua rumus penting: food cost ideal dari resep standar dan food cost aktual dari pergerakan persediaan nyata, dan selisih keduanya menandakan potensi pemborosan.
  • Excel cukup untuk skala kecil, namun Mekari Jurnal membantu memantau anggaran biaya bahan baku secara otomatis dan real-time.

Food cost adalah ukuran seberapa besar porsi bahan baku menggerus hasil penjualan setiap menu yang terjual dalam satu periode usaha kuliner. 

Angka ini penting karena menjadi dasar bagi pemilik resto dan kafe untuk menetapkan harga jual, menjaga margin, serta mengevaluasi kinerja dapur secara berkala. 

Banyak pelaku usaha berhenti menghitung di rumus dasar tanpa membandingkannya dengan pemakaian bahan baku yang sesungguhnya terjadi, sehingga kebocoran biaya sering luput dari perhatian. 

Artikel ini memandu Anda menghitungnya di Excel, lengkap dengan rumus, langkah penyusunan tabel, dan contoh kasus berbasis Rupiah.

Apa Itu Food Cost?

Food cost adalah persentase biaya bahan baku yang dikeluarkan untuk memproduksi makanan atau minuman, dibandingkan dengan total penjualan dari menu tersebut dalam periode tertentu. Angka ini menjadi indikator utama untuk mengetahui seberapa efisien bisnis kuliner Anda mengelola biaya bahan baku terhadap pendapatan yang dihasilkan.

Food cost sering disamakan dengan HPP (harga pokok penjualan) makanan, padahal cakupannya berbeda:

  • HPP makanan mencakup seluruh biaya produksi satu porsi menu, termasuk bahan pelengkap seperti saus, kemasan, dan tusuk gigi.
  • Food cost lebih spesifik ke biaya bahan baku utama, dan biasanya dihitung terpisah dari biaya minuman beralkohol maupun non-alkohol.

Memahami food cost dengan benar penting, karena angka ini langsung memengaruhi penetapan harga jual, margin keuntungan, dan keputusan strategis seperti memilih supplier atau menyesuaikan porsi menu.

Rumus Food Cost: Ideal vs Aktual

Ada dua rumus food cost yang perlu Anda kuasai, dan keduanya punya fungsi berbeda.

Food cost ideal dihitung dari biaya resep standar dibagi harga jual menu:

Food Cost Ideal (%) = (Biaya Resep per Porsi / Harga Jual per Porsi) x 100

Angka ini bersifat teoretis. Ia menunjukkan berapa food cost seharusnya jika semua bahan dipakai persis sesuai resep, tanpa pemborosan atau kesalahan porsi.

Food cost aktual memperhitungkan pergerakan persediaan nyata selama satu periode:

Food Cost Aktual (%) = ((Persediaan Awal + Pembelian Bahan Baku – Persediaan Akhir) / Total Penjualan Makanan) x 100

Rumus ini yang paling sering dilewatkan pemilik bisnis kuliner saat menghitung food cost di Excel. Banyak yang langsung memakai angka total pembelian bahan baku sebagai “biaya”, padahal belum tentu semua bahan yang dibeli habis terpakai di periode yang sama. Dengan memasukkan persediaan awal dan akhir, angka yang keluar jauh lebih mencerminkan kondisi dapur yang sebenarnya.

Food cost aktual hampir selalu lebih tinggi dari food cost ideal. Selisih keduanya adalah sinyal penting: semakin besar gap-nya, semakin besar potensi pemborosan, penyusutan bahan, atau ketidakkonsistenan porsi yang terjadi di lapangan.

Cara Menghitung Food Cost di Excel Step by Step

Berikut adalah cara menyusun perhitungan food cost di Excel agar bisa dipakai berulang setiap bulan.

1. Kumpulkan data dasar

Siapkan data biaya bahan baku per menu, harga jual per porsi, jumlah porsi terjual, serta data persediaan awal, pembelian, dan persediaan akhir untuk periode yang dihitung.

2. Susun tabel per menu

Buat kolom: Nama Menu, Biaya Bahan per Porsi, Harga Jual per Porsi, Jumlah Terjual, Total Biaya Bahan, Total Penjualan.

3. Hitung food cost ideal per menu

Di kolom Food Cost %, gunakan rumus:

=(Biaya_Bahan_per_Porsi/Harga_Jual_per_Porsi)*100

Terapkan ke semua baris menu agar setiap item punya angka food cost sendiri.

4. Hitung food cost aktual bulanan

Di sel terpisah, siapkan tiga input: persediaan awal, total pembelian bahan baku, dan persediaan akhir. Lalu gunakan rumus:

=(Persediaan_Awal+Pembelian-Persediaan_Akhir)/Total_Penjualan*100

5. Tandai menu yang perlu ditinjau

Tambahkan kolom status memakai fungsi IF, misalnya:

=IF(FoodCost>35%,”Perlu Ditinjau”,”Aman”)

Gunakan angka batas atas sesuai target bisnis Anda, bukan angka baku dari internet.

6. Terapkan conditional formatting

Beri warna merah otomatis pada baris dengan status “Perlu Ditinjau” supaya Anda tidak perlu menyisir tabel satu per satu setiap bulan.

Contoh Perhitungan Food Cost di Excel

Berikut simulasi sederhana untuk Kedai Nusantara, warung makan dengan tiga menu andalan.

Food cost ideal per menu:

Menu Biaya Bahan/Porsi Harga Jual/Porsi Food Cost Ideal
Ayam Geprek Sambal Bawang Rp8.000 Rp25.000 32%
Nasi Goreng Kampung Rp7.000 Rp22.000 31,8%
Soto Ayam Rp6.500 Rp20.000 32,5%

Ketiga menu berada di kisaran food cost ideal 32%, sesuai target internal Kedai Nusantara sebesar maksimal 32%.

Food cost aktual bulanan:

Data persediaan bahan baku bulan berjalan:

Komponen Nominal
Persediaan awal bahan baku Rp5.000.000
Pembelian bahan baku sebulan Rp45.000.000
Persediaan akhir bahan baku Rp6.000.000
Total penjualan makanan sebulan Rp125.000.000

Pemakaian bahan baku aktual = Rp5.000.000 + Rp45.000.000 – Rp6.000.000 = Rp44.000.000

Food Cost Aktual = Rp44.000.000 / Rp125.000.000 x 100% = 35,2%

Dari sini terlihat gap antara food cost ideal (32%) dan food cost aktual (35,2%) sebesar 3,2 poin persentase. Terlihat kecil, tapi kalau dikonversi ke Rupiah, gap ini setara sekitar Rp4.000.000 bahan baku yang terpakai di luar standar resep, entah karena porsi kebesaran, bahan terbuang, atau selisih pencatatan stok. Inilah nilai penting membandingkan food cost ideal dan aktual, bukan cuma menghitung salah satu saja.

Food Cost Ideal vs Aktual: Cara Membaca Hasilnya

Standar food cost ideal berbeda-beda tergantung tipe bisnis kuliner.

Tipe Resto Food Cost Ideal Karakteristik
Quick service restaurant (QSR) 25%-30% Menu terbatas, porsi standar, volume tinggi
Casual dining 28%-35% Variasi menu sedang, kontrol porsi cukup ketat
Fine dining 30%-40% Bahan baku premium, porsi presentasi lebih besar

Sebagai gambaran industri, median food cost restoran full-service secara global berada di angka 32,0% pada 2024. Jika food cost aktual Anda jauh di atas rentang ideal untuk tipe resto Anda, itu tandanya ada masalah di salah satu dari tiga area: harga beli bahan baku naik tanpa penyesuaian harga jual, porsi yang tidak konsisten di dapur, atau kontrol persediaan yang longgar sehingga bahan terbuang atau hilang.

Faktor yang Memengaruhi Food Cost

Beberapa faktor berikut menentukan naik turunnya food cost dari waktu ke waktu:

  • Fluktuasi harga bahan baku: Harga cabai, daging, atau minyak goreng bisa berubah signifikan dalam hitungan minggu, sementara harga jual menu biasanya tetap dalam jangka panjang.
  • Portion control yang tidak konsisten: Takaran bahan yang berbeda antar staf dapur membuat food cost aktual sulit ditebak.
  • Waste dan shrinkage: Bahan yang busuk, terbuang saat proses masak, atau hilang tanpa tercatat langsung menaikkan food cost aktual.
  • Kualitas dan harga supplier: Supplier yang tidak konsisten dalam kualitas maupun harga membuat biaya bahan baku sulit diprediksi.
  • Perubahan musiman menu: Menu spesial musiman sering memakai bahan yang harganya lebih fluktuatif dibanding menu reguler.

    Hitung Food Cost Otomatis dengan Aplikasi Akuntansi untuk Pantau Anggaran

    Excel bekerja baik untuk bisnis kuliner kecil dengan menu terbatas. Tapi begitu jumlah menu, outlet, atau transaksi bertambah, ada beberapa keterbatasan yang mulai terasa. Harga bahan baku harus diperbarui manual setiap kali ada perubahan harga dari supplier. Data pembelian, persediaan, dan penjualan tersimpan di tempat terpisah sehingga rawan salah input saat direkap ulang. Dan yang paling krusial, tidak ada yang mengingatkan Anda secara otomatis saat food cost mulai mendekati atau melewati batas anggaran.

    Di sinilah aplikasi akuntansi berperan. Dengan menghubungkan data pembelian, persediaan, dan penjualan dalam satu sistem, food cost dan status anggaran biaya bahan baku bisa dipantau secara real-time, tanpa perlu rekap manual setiap akhir bulan.

    Fitur Biaya & Anggaran Mekari Jurnal dirancang untuk kebutuhan ini:

    • Anggaran bulanan otomatis – biaya operasional termasuk belanja bahan baku terkendali dan arus kas tetap terjaga tanpa perlu menyusun ulang RAB dari nol setiap bulan.
    • Perbandingan anggaran vs transaksi real – begitu food cost mendekati batas anggaran, Anda langsung tahu dari dasbor tanpa harus membuka spreadsheet.
    • Pengelompokan biaya lewat fitur tagging – biaya bahan baku bisa dianalisis per outlet atau per kategori menu, memudahkan evaluasi mana yang paling boros.

    Excel tetap jadi titik awal yang baik untuk bisnis kuliner skala kecil. Namun begitu kompleksitas menu dan volume transaksi bertambah, memantau food cost secara manual jadi lebih rawan salah dan lambat mendeteksi masalah.

    Fitur Biaya & Anggaran Mekari Jurnal membantu Anda mengendalikan anggaran biaya operasional, termasuk food cost, secara otomatis dan real-time, sehingga Anda bisa fokus mengembangkan bisnis kuliner tanpa was-was biaya membengkak diam-diam.

    Referensi

    • Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). PSAK 14 Persediaan.
    • National Restaurant Association, 2024, dikutip dalam Toko Daging Kita.

    Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang

    1. Apa bedanya food cost dengan HPP makanan?

    1. Apa bedanya food cost dengan HPP makanan?

    Food cost berfokus pada persentase biaya bahan baku terhadap penjualan, sedangkan HPP makanan mencakup seluruh biaya produksi termasuk bahan pelengkap dan kemasan.

    2. Berapa food cost yang ideal untuk restoran?

    2. Berapa food cost yang ideal untuk restoran?

    Umumnya berkisar 28%-35% untuk casual dining, 30%-40% untuk fine dining, dan 25%-30% untuk quick service restaurant, tergantung karakter bisnis.

    3. Apa rumus food cost aktual di Excel?

    3. Apa rumus food cost aktual di Excel?

     Food cost aktual dihitung dari persediaan awal ditambah pembelian dikurangi persediaan akhir, lalu dibagi total penjualan makanan periode yang sama.

    4. Kenapa food cost aktual selalu lebih tinggi dari food cost ideal?

    4. Kenapa food cost aktual selalu lebih tinggi dari food cost ideal?

    Karena food cost aktual sudah memperhitungkan pemborosan, penyusutan bahan, dan ketidakkonsistenan porsi yang tidak muncul di perhitungan ideal berbasis resep standar.

    5. Apakah Excel cukup untuk menghitung food cost bisnis kuliner?

    5. Apakah Excel cukup untuk menghitung food cost bisnis kuliner?

    Cukup untuk bisnis kecil dengan menu terbatas, tetapi rawan human error dan tidak real-time begitu skala bisnis atau jumlah transaksi bertambah.

    6. Bagaimana cara mendeteksi menu yang food cost-nya bermasalah di Excel?

    6. Bagaimana cara mendeteksi menu yang food cost-nya bermasalah di Excel?

    Gunakan rumus IF untuk menandai menu dengan food cost di atas target, lalu terapkan conditional formatting agar langsung terlihat tanpa perlu memeriksa satu per satu.

    7. Bagaimana aplikasi akuntansi membantu mengontrol food cost?

    7. Bagaimana aplikasi akuntansi membantu mengontrol food cost?

    Aplikasi akuntansi seperti Mekari Jurnal menghubungkan data pembelian, persediaan, dan penjualan secara otomatis sehingga anggaran biaya bahan baku bisa dipantau real-time dan dibandingkan langsung dengan transaksi aktual.

    Kategori : Cost Accounting

    Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

    Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

    Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

    WhatsApp Hubungi Kami