Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
5 min read

Controllable Cost: Konsep dan Contoh Penerapannya

Tayang
Ditulis oleh: Author Avatar Adelia Vita. A
Highlights
  • Controllable cost adalah biaya yang dapat dipengaruhi oleh manajer dalam periode tertentu.
  • Controllable cost tidak selalu sama dengan biaya variabel karena biaya tetap juga dapat dikendalikan oleh manajer tertentu.
  • Pemisahan controllable dan uncontrollable cost penting agar kinerja manajer dinilai berdasarkan biaya yang benar-benar dapat mereka pengaruhi.

Controllable cost sering dipahami sebagai biaya yang dapat diatur manajemen. Namun, dalam akuntansi manajemen konsep ini berkaitan erat dengan akuntansi pertanggungjawaban yaitu kerangka yang menentukan biaya mana yang dapat menjadi tanggung jawab dan dasar evaluasi seorang manajer.

Biaya yang dapat dikendalikan oleh satu manajer belum tentu dapat dikendalikan oleh manajer lain, tergantung pada wewenang dan periode evaluasinya.

Artikel ini membahas pengertian controllable cost, kaitannya dengan akuntansi pertanggungjawaban, perbedaannya dengan biaya variabel, pengaruh periode waktu, serta contoh penerapannya dalam laporan kinerja.

Apa Itu Controllable Cost?

Controllable cost, atau biaya terkendali, adalah biaya yang dapat dipengaruhi secara signifikan oleh seorang manajer dalam periode tertentu. Konsep ini berkaitan erat dengan akuntansi pertanggungjawaban (responsibility accounting), yaitu sistem yang mengevaluasi kinerja manajer berdasarkan biaya yang berada dalam wewenangnya.

Menurut buku Principles of Accounting, Volume 2: Managerial Accounting controllable cost adalah biaya yang dapat dipengaruhi oleh perusahaan atau manajer. Karena itu, manajer dalam sistem akuntansi pertanggungjawaban seharusnya dievaluasi berdasarkan biaya yang dapat mereka kendalikan.

Dengan demikian, suatu biaya tidak selalu controllable atau uncontrollable secara mutlak. Klasifikasinya bergantung pada siapa yang bertanggung jawab, wewenang yang dimiliki, dan periode evaluasinya.

Baca Juga: Cara Menghitung Cost of Goods Sold (COGS) Perusahaan Manufaktur

Controllable Cost dalam Kerangka Akuntansi Pertanggungjawaban

Controllable cost merupakan bagian penting dari akuntansi pertanggungjawaban (responsibility accounting), yaitu sistem yang mengumpulkan dan melaporkan biaya serta pendapatan berdasarkan pusat pertanggungjawaban dalam organisasi.

Pusat pertanggungjawaban umumnya terdiri dari pusat biaya (cost center), pusat laba (profit center), dan pusat investasi (investment center). 

Perbedaannya terletak pada aspek yang menjadi tanggung jawab manajer, mulai dari biaya, laba, hingga penggunaan aset.

Prinsipnya, manajer sebaiknya dievaluasi berdasarkan biaya yang berada dalam wewenangnya. Sementara itu, uncontrollable cost tetap dapat dilaporkan sebagai informasi, tetapi tidak seharusnya menjadi dasar utama penilaian kinerja manajer tersebut.

Baca Juga: Mengenal Perbedaan Antara Fixed Cost dan Variable Cost dalam Bisnis

Controllable Cost Bukan Sama dengan Biaya Variabel

Salah satu kesalahpahaman yang umum adalah menyamakan controllable cost dengan biaya variabel. Padahal, keduanya merupakan klasifikasi biaya berdasarkan dasar yang berbeda.

Menurut buku Intermediate Accounting: IFRS Edition klasifikasi biaya berdasarkan perilaku tetap atau variabel yang berbeda dari klasifikasi berdasarkan kendali, yaitu dapat atau tidaknya biaya dipengaruhi oleh manajer tertentu.

Sebagai contoh, gaji manajer pabrik merupakan biaya tetap karena tidak berubah mengikuti volume produksi. Namun, biaya tersebut dapat menjadi controllable cost bagi direktur operasional yang berwenang menentukan gaji, tetapi uncontrollable cost bagi manajer pabrik. 

Sebaliknya, biaya bahan baku yang bersifat variabel dapat menjadi controllable cost bagi manajer pabrik jika ia berwenang mengendalikan efisiensi penggunaannya.

Baca Juga: Cost Control dalam Bisnis: Pengertian, Elemen, Fungsi, dan Tips Menerapkannya

Dimensi Waktu: Biaya Bisa Terkendali dalam Jangka Panjang Bukan dalam Jangka Pendek

Selain siapa yang mengevaluasi, controllability suatu biaya juga dipengaruhi oleh jangka waktu penilaian. Biaya yang tidak dapat dikendalikan dalam jangka pendek dapat menjadi controllable cost dalam jangka panjang ketika manajer memiliki kesempatan untuk mengubah keputusan atau komitmen sebelumnya.

Sebagai contoh, sewa gedung yang terikat kontrak lima tahun mungkin menjadi uncontrollable cost selama kontrak berjalan. Namun, menjelang perpanjangan kontrak, biaya tersebut dapat menjadi controllable cost karena manajer dapat menegosiasikan ulang harga, pindah lokasi, atau melanjutkan sewa.

Karena itu, evaluasi kinerja perlu mempertimbangkan periode yang tepat agar manajer tidak dinilai berdasarkan biaya yang belum berada dalam kendalinya.

Baca Juga: Cost Structure: Definisi, Jenis, Contoh, dan Elemen

Contoh Laporan Kinerja yang Memisahkan Controllable dan Uncontrollable Cost

Berikut ilustrasi laporan kinerja manajer pabrik PT Karya Abadi sebagai pusat biaya (cost center):

Biaya Terkendali (Controllable Cost)

Keterangan Anggaran Realisasi Selisih
Bahan baku Rp145.000.000 Rp150.000.000 Rp5.000.000 U
Lembur tenaga kerja Rp15.000.000 Rp20.000.000 Rp5.000.000 U
Listrik produksi Rp10.000.000 Rp10.000.000 Rp0
Total Rp170.000.000 Rp180.000.000 Rp10.000.000 U

Biaya Tidak Terkendali (Uncontrollable Cost)

Keterangan Realisasi
Penyusutan gedung pabrik Rp25.000.000
Sewa lahan pabrik Rp15.000.000
Total Rp40.000.000

Dengan demikian, total biaya pabrik adalah Rp220.000.000. Namun, evaluasi manajer pabrik berfokus pada controllable cost dengan selisih Rp10.000.000 tidak menguntungkan (U). 

Biaya penyusutan dan sewa tidak menjadi dasar utama evaluasi karena ditetapkan oleh kantor pusat dan berada di luar wewenang manajer dalam jangka pendek.

Baca Juga: Pengertian Biaya, Jenis-Jenis, dan Klasifikasi

Susun Laporan Biaya per Pusat Pertanggungjawaban dengan Mekari Jurnal

Memisahkan controllable cost dan uncontrollable cost secara manual membutuhkan pencatatan yang rapi, terutama bagi bisnis dengan banyak departemen atau pusat pertanggungjawaban.

Mekari Jurnal sebagai software akuntansi membantu bisnis mencatat transaksi secara otomatis dan konsisten, sehingga biaya dapat ditelusuri berdasarkan departemen atau pusat pertanggungjawaban yang relevan.

Dengan fitur Pembukuan Mekari Jurnal, Anda dapat:

  • Mencatat transaksi secara otomatis dan terintegrasi ke laporan keuangan, sehingga biaya setiap departemen tercatat secara akurat.
  • Menyusun bagan akun (chart of accounts) yang konsisten, sehingga biaya dapat dikelompokkan berdasarkan departemen atau pusat pertanggungjawaban.
  • Menghasilkan lebih dari 55 jenis laporan keuangan, manajemen, dan operasional, untuk mendukung evaluasi kinerja berdasarkan data yang relevan.
  • Memantau anggaran dan realisasi biaya secara real-time, sehingga penyimpangan biaya dapat diketahui lebih cepat.

Kelola biaya per pusat pertanggungjawaban secara lebih rapi dan akurat untuk mendukung evaluasi kinerja yang lebih objektif

Coba Gratis Sekarang!

 

Referensi

Franklin, M., Graybeal, P., & Cooper, D. Principles of Accounting, Volume 2: Managerial Accounting

Kieso, D. E., Weygandt, J. J., & Warfield, T. D. Intermediate Accounting: IFRS Edition.

FAQ

1. Apa perbedaan controllable cost dan biaya variabel?

1. Apa perbedaan controllable cost dan biaya variabel?

Controllable cost adalah klasifikasi berdasarkan siapa yang dapat mempengaruhi biaya tersebut, sedangkan biaya variabel adalah klasifikasi berdasarkan perilaku biaya terhadap volume aktivitas. Keduanya adalah dimensi berbeda, sehingga biaya tetap sekalipun bisa menjadi controllable cost bagi manajer tertentu.

2. Apa itu akuntansi pertanggungjawaban?

2. Apa itu akuntansi pertanggungjawaban?

Akuntansi pertanggungjawaban adalah sistem akuntansi yang mengumpulkan dan melaporkan biaya serta pendapatan berdasarkan pusat pertanggungjawaban dalam organisasi, sehingga penyimpangan dari anggaran dapat dibebankan kepada individu yang bertanggung jawab langsung atasnya.

3. Kenapa suatu biaya bisa terkendali bagi satu manajer tapi tidak bagi manajer lain?

3. Kenapa suatu biaya bisa terkendali bagi satu manajer tapi tidak bagi manajer lain?

Karena controllability ditentukan oleh wewenang seseorang untuk mempengaruhi biaya tersebut. Gaji manajer pabrik misalnya, tidak terkendali bagi manajer itu sendiri, tetapi terkendali bagi direktur operasional yang berwenang menentukan besarannya.

4. Apakah biaya tetap bisa menjadi controllable cost?

4. Apakah biaya tetap bisa menjadi controllable cost?

Bisa. Selama seorang manajer memiliki wewenang untuk mengambil keputusan yang mempengaruhi biaya tersebut, biaya tetap sekalipun dapat dikategorikan sebagai controllable cost bagi manajer yang bersangkutan.

5. Apa manfaat memisahkan controllable dan uncontrollable cost dalam laporan kinerja?

5. Apa manfaat memisahkan controllable dan uncontrollable cost dalam laporan kinerja?

Manfaatnya meliputi evaluasi kinerja yang lebih adil, motivasi manajer yang lebih baik, identifikasi akuntabilitas yang lebih jelas, dan pengambilan keputusan alokasi sumber daya yang lebih tepat oleh manajemen puncak.

Kategori : Cost Accounting

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

WhatsApp Hubungi Kami